Tips Sukses Budidaya Tanaman Padi Organik Dengan System Of Rice Intensification (Sri)

Tips Sukses Budidaya Tanaman Padi Organik Dengan System Of Rice Intensification (Sri)

Sudah bukan rahasia jika banyak negara di dunia mulai berupaya meningkatkan ketahanan pangan dengan berbagai macam cara, mengingat meningkatnya jumlah penduduk yang diberangi menurunnya sumber bahan pangan. Jika di Indonesia sendiri mengandalkan nasi sebagai sumber pangan utama, yang mana berasal dari tanaman padi.

Dan pada artikel sebelumnya kita membahas tentang sistem budidaya tanam padi dengan Jajar Legowo, kali ini kami akan membahas salah satu jenis sistem budidaya padi yang lainnya yaitu metode System of Rice Intensification yang disingkat dengan metode SRI. Metode SRI (System of Rice Intensification) ini adalah  suatu inovasi dari cara budidaya padi dalam upaya meningkatkan produktifitas padi. Kelebihan yang didapatkan melalui metode ini dilaporkan mampu meningkatkan hasil produksi padi antara 50 hingga 100%

Tips Sukses Budidaya Tanaman Padi Organik Dengan System Of Rice Intensification (Sri)

Pada dasarnya metode  System of Rice Intensification (SRI) adalah suatu metode atau teknik budidaya padi organik dengan cara menekankan pola pengolahan tanah, pola pengelolaan tanaman, pola pemanfaatan air, dan penggunaan pupuk organik. Dalam arti lain System of Rice Intensification (SRI) merupakan teknik budidaya padi yang diterapkan untuk meningkatkan hasil produksi padi dengan biaya yang jauh lebih rendah. Dan sampai saat ini metode SRI telah berkembang ke lebih dari 36 negara di dunia, Indonesia juga termasuk salah satunya. Beberapa negara diantaranya adalah : yang pertama tentu saja negara asal metode ini yaitu Madagaskar, Thailand, Gambia, Cina, Kamboja, Nepal, Vietnam, Laos dan lainnya.

 

Metode SRI (System of Rice Intensification) ini memiliki prinsip yang wajib diterapkan yaitu :

  1. Bibit ditanam pada usia yang sangat muda, yaitu bibit yang berumur kurang dari 12 hari setelah semai.
  2. Bibit akan ditanam dengan pola satu lubang satu tanaman. Jarak tanam harus berukuran 25 x 25 cm, 30 x 30 cm atau dengan sistem jajar legowo 2.
  3. Bibit yang digunakan untuk ditanam harus berusia muda dan masih lemah, saat melakukan pindah tanam harus dilakukan dengan ekstra hati-hati agar tidak merusak perakaran dan ditanam dangkal.
  4. Bibit yang sudah dicabut dari media persemaian harus segera ditanam pada lahan.
  5. Aturan penggunaan Tanah tidak boleh diairi secara terus menerus, pengairan dilakukan dengan sistem berselang dengan ketinggian air maksimal hanya 2 cm.
  6. Cara optimal dalam pengolahan tanah dapat dilakukan dengan pembajakan untuk meningkatkan aerasi tanah.
  7. Proses Penyiangan Tanaman dapat dilakukan sejak tanaman berusia 10 hari, penyiangan bisa dilakukan hingga 3 kali dengan interval 10 hari.
  8. Penggunaan jenis pupuk yang diperbolehkan adalah pupuk organik dengan tujuan untuk mempertahankan kualitas tanah dan menjaga keseimbangan biota tanah.

Banyak sekali keunggulan yang didapatkan dalam budidaya padi SRI ini jika dibandingkan dengan tehnik budidaya konvensional. Keunggulan tersebut bisa dilihat dari segi pemanfaatan air, biaya produksi, waktu atau masa panen serta kualitas padi atau beras yang dihasilkan. Lebih jelasnya berikut ini beberapa keunggulan metode budidaya padi SRI :

  1. Lebih Hemat air, dengan menggunakan sistem sistem pengairan berselang atau sistem irigasi terputus membuat sistem SRI lebih hemat air. Artinya pengatiran tidak dilakukan terus menerus, tetapi ada masa pengairan dan masa pengeringan. Selain itu pengairannya pun hanya dilakukan hingga ketinggian antara 5 mm hingga maksimal 2 cm saja.
  2. Tidak membutuhkan banyak benih, karena tehnik penanaman untuk sistem SRI hanya membutuhkan satu benih dalam satu lubang. Sehingga jika dihitung dalam 1 hektar hanya membutuhkan 5kg benih saja.
  3. Waktu panen lebih cepat, Metode budidaya padi SRI mengharuskan penanaman bibit pada usia muda, yaitu dibawah 12 hari setelah tanam sehingga waktu panen bisa lebih cepat. Dengan demikian biaya pemeliharaan bisa ditekan dan hemat waktu.
  4. Tingkat produktivitas tinggi, seperti yang disampaikan diatas budidaya sistem SRI bisa meningkatkan hasil produksi 50% sampai 100%. Ada sebuah laporan dalam satu hektar hasil produksi bisa mencapai 11 sampai 12 ton.
  5. Hasil padi sehat, budidaya padi metode SRI memiliki basis organik dan ramah lingkungan. Jadi tidak membutuhkan jenis pupuk dan pestisida yang berbahan kimia.

Dan bagi Anda yang sudah penasaran bagaimana cara budidaya padi dengan metode SRI (System of Rice Intensification) berikut tips sukses yang bisa Anda terapkan :

  1. Sistem pengolahan lahan
  • Lakukan pembajakan sawah atau pencangkulan selama 2 sampai 3 kali.
  • Pembajakan pertama adalah pembajakan kasar disertai dengan memendam semua sisa-sisa gulma atau rumput liar yang tumbuh pada lahan.
  • Pembajakan kedua yaitu pembajakan halus. Yang terakhir adalah pembajakan atau pencangkulan, sekaligus meratakan lahan yang akan ditanami. Pastikan lahan harus rata keseluruh lahan.
  • Buatlah parit ditengah dan dipinggir petakan untuk mempermudah pengairan.
  • Setelah selesai pengolahan lahan genangi air, selama 24 jam.

 

  1. Proses pemilihan benih
  • Lakukan pemilihan benih yang memiliki kualitas dan varietas yang baik.
  • Dibutuhkan 5 kg benih dalam setiap 1 hektar nya.
  • Melakukan seleksi terhadap benih padi dengan cara merendam benih dengan air larutan garam. Benih yang tenggelam berarti benih yang berkualitas baik.
  1. Proses semai benih padi
  • Siapkan media semai berupa campuran tanah dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1 : 1.
  • Tempat menyemai benih bisa menggunakan nampan, baki atau ditebar ditanah langsung.
  • Benih yang sudah disiapkan direndam menggunakan air biasa selama satu hari satu malam.
  • Kemudian benih ditiriskan, peram ditempat yang lembab hingga keluar bakal tunas, biasanya pemeraman hanya membutuhkan waktu 2 – 3 hari.
  • Benih ditabur diatas permukaan media semai kemudian ditutup tipis menggunakan tanah halus.

 

  1. Cara menanam padi metode SRI (System of Rice Intensification)
  • Mengatur jarak tanam menjadi 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm.
  • Bibit yang sudah siap tanam dalam budidaya padi metode SRI adalah bibit yang berusia dibawah 12 hari setelah semai.
  • Untuk proses pemindahan bibit, cabut bibit satu persatu secara hati-hati dari persemaian.
  • Segera tanam pada lahan untuk bibit yang sudah dicabut
  • Tanam bibit satu lubang tanam satu bibit.
  • Letakkan bibit dan tanam dengan posisi tegak lurus dan dangkal (jangan terlalu dalam).

 

  1. Perawatan budidaya padi metode SRI (System of Rice Intensification)
  2. Pengatiran : dilakukan dari padi berusia 0 – 10 atau 14 hari lahan tidak perlu digenangi air, cukup dialiri air saja hingga macak-macak. Lakukan pengairan cukup dangkal saja, ketinggian air maksimal 2 cm. Setelah beberapa hari lahan cukup dialiri air saja. Pada usia 2 bulan setelah tanam, lakukan lagi penggenangan dan beberapa saat menjelang panen lahan dikeringkan kembali.
  3. Penyiangan : jangan menggunakan larutan herbisida dalam sistem ini. Untuk menjaga kualitas padi organik. Penyiangan bisa dilakukan menggunakan alat rotary weeder atau alat sejenisnya. Lakukan penyiangan hingga 2 atau 3 kali dalam satu musim tanam, tergantung kondisi gulma.
  4. Pemupukan : dilakukan dengan pupuk organik seperti pupuk kandang dan pupuk kompos yang sudah matang. Saat melakukan pemupukan lahan harus dalam kondisi kering. Dan tabur kan secara merata pada lahan. Sedangkan untuk dosis pemupukan disesuaikan dengan luas lahan dan kondisi kesuburan tanah. Dan sakti pemupukan sebaiknya dijadwalkan seperti berikut :

– Pemupukan I dilakukan pada usia 7 – 14 hari setelah tanam

– Pemupukan II dilakukan pada usia 20 – 30 hari setelah tanam

– Pemupukan II dilakukan pada usia 40 – 45 hari setelah tanam

  1. Penanggulangan hama dan penyakit : untuk penanggulangan serangan OPT juga harus menggunakan bahan organik. Dan sebisa mungkin menghindari penggunaan bahan kimia seperti pestisida. Penanggulangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) secara organik bisa dilakukan dengan cara mekanis dan penggunaan pestisida organik/pestisida hayati.

 

Demikian artikel kami tentang “TIPS SUKSES BUDIDAYA TANAMAN PADI ORGANIK DENGAN SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI)” Semoga bermanfaat.