Tips Jitu Membasmi Dan Mengatasi Gulma Tanaman Jagung Dengan Herbisida

Tips Jitu Membasmi Dan Mengatasi Gulma Tanaman Jagung Dengan Herbisida

Tips Jitu Membasmi Dan Mengatasi Gulma Tanaman Jagung Dengan Herbisida

Saat menjalankan budidaya tanaman jagung pasti kita berharap agar bisa mendapatkan hasil panen yang maksimal. Namun terkadang adanya beberapa masalah yang sering menghambat kita memperoleh hasil panen yang maksimal. Salah satu masalah tersebut adalah tumbuhnya tanaman liar atau gulma.

Sedangkan gulma sendiri adalah tanaman liar seperti rumput liar, alang-alang, atau semak liar yang tumbuh disekitar tanaman utama yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman tersebut.

Tips Jitu Membasmi Dan Mengatasi Gulma Tanaman Jagung Dengan Herbisida

Diantara tanaman tersebut salah satunya tanaman jagung. Sedangkan gulma yang tumbuh lebat diantara lahan tanaman akan menjadi tanaman pesaing tanaman jagung dalam  mendapatkan nutrisi unsur hara dari dalam tanah. Tidak hanya itu penyerapan air dan paparan sinar mataharipun juga akan terhalang dengan adanya gulma yang tumbuh disekitar tanaman jagung. Sehingga pertumbuhan tanaman jagung akan mudah terganggu.

Efek dari gulma bisa menyebabkan tanaman utama seperti tanaman jagung ini akan berpotensi tumbuh kerdil dengan tumbuhnya buah jagung yang sedikit dan ukurannya jagung pun lebih kecil. Bahkan yang lebih parah bisa membuat tanaman jagung berhenti tumbuh dan mati.

Untuk itu kita perlu mengetahui cara budidaya tanaman pangan salah satunya tehnik budidaya menanam jagung yang bisa menerapkan berbagai sistem penanaman. Seperti budidaya jagung olah tanah sempurna (OTM), sistem olah tanah minimum (OTM), sistem tanpa olah tanah (TOT) maupun sistem tumpangsari.

Untuk menjalankan budidaya menanam jagung sangat diperlukan pengatahuan mengenai sistem yang sesuai agar biaya produksi bisa diminimalisirkan dengan nanti hasil panen yang maksimal sehingga bisa mendapatkan untuk. Biaya produksi sendiri biasanya terdiri dari pembukaan lahan, pengolahan tanah, penyediaan bibit, pembelian pupuk, tenaga kerja, dan biaya pengendalian gulma atau yang umum dikenal dengan istilah matun (ngoret).

Istilah matun atau ngoret ini juga mungkin dikenal dengan proses penyiangan. Yautu suatu usaha untuk melakukan Pembersih an gulma yang tumbuh di sekitar lahan jagung. Untuk budidaya jagung ini proses pembersihan gulma biasa dilakukan 2 sampai 3 kali dalam sekali musim tanam. Tergantung pada kondisi gulma yang ada.

Kegiatan proses penyiangan gulma dan tanaman liar yang ada di lahan jagung ini sering menjadi masalah dan kendala tersendiri. Terutama pada saat musim hujan, karena gulma akan bisa tumbuh lebih cepat. Sehingga cara matun bisa menghabiskan banyak biaya dan tenaga. Dan hal ini lah yang paling dihindari oleh para pelaku budidaya jagung karena banyak menguras waktu, tenaga dan biaya.

Penting bagi kita mengetahui apa sajakah jenis – jenis gulma pada tanaman jagung. Karena keberadaan gulma sendiri sangat merugikan dan dapat menyebabkan tanaman tumbuh tidak maksimal dengan tingkat produktivitas yang rendah. Berdasarkan morfologinya jenis gulma yang biasanya tumbuh diantara tanaman jagung antara lain sebagai berikut ;

a). Gulma berdaun lebar (broad leaves) : contohnya kentangan, krokot, bayam-bayaman, wedusan/babadotan, dll.

b). Gulma golongan rumput (grasses) : contohnya rumput mprit-mpritan, lulangan, rumput grinting, dll.

c). Gulma berdaun semput (sedges) : contohnya teki, rumput bulu babi, dll.

Untuk itu perlu pengendalian gulma pada tanaman jagung agar tidak menghambat proses pertumbuhannya. Cara pengendalian gulma bisa dengan cara penyiangan atau Pembersihan lahan pada gulma. Dan biasanya dalam satu musim tanam bisa dilakukan selama 2 sampai 3 kali.

Tetapi sayangnya pengendalian gulma dengan cara penyiangan kurang efektif, karena memerlukan banyak waktu, tenaga,dan biayayang banyak.

Maka tak heran banyak juga yang menggunakan tehnik mulsa plastik dalam budidaya jagung merah untuk menghindari tumbuhnya gulma. Meskipun masih ada gulma yang tumbuh walau hanya pada lubang tanam saja.

Budidaya dengan mulsa plastik memang lebih aman dari serangan gulma dan biaya pengendalian gulma tidak banyak tetapi modal awal yang dikeluarkan untuk tehnik ini cukup tinggi.

Untuk itu ada salah satu cara lain untuk mengendalikan gulma dalam budidaya tanaman jagung merah ini yaitu menggunakan herbisida pra tumbuh dan purna tumbuh.

Dan jenis Herbisida yang dipilih untuk pengendalian gulma sebaiknya menggunakan Herbisida berbahan aktif oksifluorfen yaitu herbisida pra tumbuh dan purna tumbuh.

Karena Herbisida yang memiliki bahan aktif oksifluorfen dapat berfungsi untuk mencegah tumbuhnya biji atau bibit gulma. Adanya zat aktif pada Herbisida yang diterapkan pada pra tumbuh  ini mampu membusukkan biji gulma sehingga tidak bisa tumbuh dalam waktu yang lama.

Sedangkan untuk gulma yang sudah tumbuh bisa menggunakan Herbisida purna tumbuh. Dan jenis Herbisida yang efektif untuk kondisi ini adalah Herbisida yang berbahan berbahan aktif Fenoksaprop-p-etil.

Untuk lebih jelasnya berikut ini ada penjelasan tentang dua jenis Herbisida yang bisa digunakan untuk pengendalian gulma pada tanaman jagung merah.

  1. Herbisida Bahan Aktif Oksifluorfen

Herbisida yang memiliki bahan aktif oksifluorfen merupakan herbisida kontak selektif yang bisa menghambat tumbuhnya gulma dengan mematikan biji gulma,tentunya jika digunakan sesuai petunjuk. Herbisida ini mampu mengendalikan jenis gulma berdaun lebar ataupun gulma berdaun sempit.

Adapun merk herbisida bahan aktif oksifluorfen yang bisa Anda temukan adalah :

Herbisida Bahan Aktif Oksifluorfen

  • Abos 240 EC PT. Advansia Indotani
  • Bellmac 240 EC PT. Royal Agro Indonesia
  • Eclipse 240 EC PT. Mekar Warna Sari
  • Glove 240 EC PT. Nufarm Indonesia
  • Goal 240 EC PT. Dow AgroSciences Indonesia
  • Golok 240 EC PT. Deltagro Mulia Sejati
  • Goltop 240 EC PT. Multi Sarana Indotani
  • Golma 240 EC PT. Indagro
  • Gull 240 EC PT. Agrokimindo Kurniabuana
  • Zeram 250 EC PT. Petrosida Gresik

Berikut ini adalah dosis dan cara mengaplikasikan Herbisida berbahan aktif Oksifluorfen pada Tanaman Jagung Merah secara tepat :

1)         Herbisida berbahan aktif Oksifluorfen bisa digunakan dengan dosis antara 15 sampai 25 ml per tangki sprayer (15 liter)

2)         Waktu yang tepat untuk mengaplikasikannya adalah 3 atau 4 hari senrlum bibit tanaman jagung merah mulai di tanam.

3)         Campur Herbisida dengan air bersih, dan semprotkan pada pagi dan sore hari dan biarkan jangan terkena air terlebih dahulu antara 4 sampai 6 jam.

 

 

  1. Herbisida Bahan Aktif Fenoksaprop-p-etil

 

Jenis Herbisida selanjutnya adalah Herbisida yang berbahan aktif Fenoksaprop-p-yang. Herbisida ini efektif   dalambekerja secara kontak dan sistemik saat tanaman gulma purna tumbuh.

Herbisida yang memiliki bahan aktif Fenoksaprop-p-etil dapat digunakan untuk mengendalikan rumput sari betteng, rumput jawan, jajagoan, sari ace-ace, reu, dengkulan.

Dan kelebihan dari Herbisida Fenoksaprop-p-etil ini tidak akan berbahaya atau berdampak negatif pada pertumbuhan tanaman utama. Penggunaan Herbisida ini bisa secara langsung dengan cara disemprotkan diatas area tanaman jagung merah.

 

Adapun merk herbisida bahan aktif Fenoksaporp-p-etil yang bisa Anda temukan adalah :

 

Herbisida Bahan Aktif Fenoksaporp-p-etil

No       Merk Herbisida Fenoksaporp-p-etil          Produsen

  1. Nugras 69 EC PT. Nufarm Indonesia

2          Ricestar 69 EC         PT. Bayer Indonesia

  1. Ricestar Xtra 89 OD PT. Bayer Indonesia
  2. Rumpas 120 EW PT. Bayer Indonesia
  3. Sable Plus 120 EW PT. Rainbow Agrosciences
  4. Starjos 125 EW PT. Petrosida Gresik

 

 

b). Dosis, waktu dan cara aplikasi herbisida berbahan aktif Fenoksaporp-p-etil

1)         Herbisida berbahan aktif Fenoksaporp-p-etil bisa digunakan dengan dosis antara 15 sampai 25 ml per tangki sprayer (15 liter)

2)         Waktu yang tepat untuk mengaplikasikannya adalah 3 atau 4 hari senrlum bibit tanaman jagung merah mulai di tanam.

3)         Campur Herbisida dengan air bersih, dan semprotkan pada pagi dan sore hari dan biarkan jangan terkena air terlebih dahulu antara 4 sampai 6 jam.

 

Demikian informasi lengkap Tentang TIPS JITU MEMBASMI DAN MENGATASI GULMA TANAMAN JAGUNG DENGAN HERBISIDA.  Semoga bermanfaat.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *