Tips Budidaya Padi Darat Pada Lahan Kering Tanpa Olah Tanah (Tot)

Tips Budidaya Padi Darat Pada Lahan Kering Tanpa Olah Tanah (Tot)

Tips Budidaya Padi Darat Pada Lahan Kering Tanpa Olah Tanah (Tot)

Indonesia sebagai negara agraris tentu memiliki daerah dengan lahan pertanian yang luas. Meskipun sudah berkurang karena adanya Pembersih an lahan baik untuk fasilitas umum seperti jalan tol ataupun permukiman rumah. Hal ini karena didukung dari permintaan masyarakat akan kebutuhan bahan pokok makanan terus meningkat diiringi dengan Meningkatkannya pertumbuhan masyarakat Indonesia.

Sehingga petani padi terus bekerja keras agar bisa menghasilkan panen yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan pangan setiap hari. Namun ada beberapa masalah yang mengakibatkan tanaman gagal panen. Selain karena adanya serangan hama atau musibah seperti banjir, salah satu masalah yang sering dirasakan oleh petani padi yaitu robohnya padi sebelum panen. Hal ini juga disebabkan oleh berbagai faktor penyebabnya. Baik faktor kesalahan dalam pemilihan bibit atau faktor luar seperti adanya cuaca ekstrem dan faktor lingkungan lainnya. Tentunya jika sampai terjadi, kerugian yang diakibatkan oleh masalah ini jumlahnya juga tidak sedikit. Karena bisa jadi setelah mengeluarkan banyak modal untuk proses penanaman, dan harus berakhir dengan gagal panen karena tanaman padi yang roboh. Bukan hanya dari petani yang merasakan, masyarakat atau pemasok beras pun juga akan merasakan kerugian ini.

Tips Budidaya Padi Darat Pada Lahan Kering Tanpa Olah Tanah (Tot)

Ada masalah lain yang sering ditemukan dalam budidaya padi yaitu persediaan lahan yang sempit. Karena adanya pengalihan lahan pertanian yang beralih fungsi sebagai hunian atau bangunan komersial lainnya. Karena pada umumnya tanaman padi adalah jenis  tanaman yang hanya bisa hidup didarat (lahan kering) atau di lahan persawahan. Lazimnya padi memang ditanam disawah dengan pengairan yang cukup.

Akan tetapi saat ini sudah banyak ditemukan inovasi baru dalam penanaman padi khususnya pada beberapa daerah yang tidak ada sawah. Maka kita akan menemui padi yang ditanam di lahan kering atau lahan tadah hujan. Beberapa daerah tersebut dapat ditemukan di Pulau Sumatera, Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara dan sebagainya petani menanam padi darat dengan sistem TOT (Tanpa Olah Tanah). Sistem TOT biasanya dilakukan dengan perlakuan lahan minim pengolahan. Dengan sistem ini para petani tidak lagi melakukan pembajakan dan aktifitas pengolahan lahan lainnya seperti budidaya padi di sawah.

Lalu bagaimana sistem penanaman padi TOT tersebut bisa berjalan? Bagi Anda yang penasaran kami memiliki informasi lengkapnya seperti berikut ini.

 

CARA BUDIDAYA MENANAM PADI DENGAN SISTEM TOT PADA LAHAN KERING

Pada budidaya padi sistem TOT, petani hanya dapat melakukan pembersihan lahan dari gulma dan penggunaan herbisida. Kelebihan dari penanaman padi dengan sistem budidaya padi TOT dilahan kering (Gogo Rancah) adalah tidak memerlukan biaya yang tinggi, penghematan tenaga, penghematan waktu, dan penghematan tenaga pemeliharaan. Tetapi sayangnya ada kekurangan juga pada sistem TOT yaitu hasil produksi padi yang dihasilkan tidak sebanyak dengan padi yang ditanam disana.

Yang perlu diperhatikan dalam budidaya padi darat (Gogo Rancah) dengan sistem TOT biasanya hanya dilakukan 1 kali dalam setahun. Dan waktu penanaman dilakukan diakhir musim kemarau, biasanya dimulai pada pertengahan bulan agustus hingga akhir bulan september. Dengan demikian pada saat sudah memasuki musim penghujan tanaman padi sudah memasuki masa pertumbuhan generatif (Pembuahan). Dimana pada masa pembuahan diperlukan air yang cukup untuk mendukung pengisian bulir dan produksi yang maksimal.

Sedangkan untuk jenis varietas yang digunakan rata – rata adalah jenis varietas lokal yang memiliki kualitas yang cukup baik. Msebagai contoh pada daerah Kecamatan Kuntodarussalam Kabupaten Rokan Hulu, petani akan menggunakan varietas lokal dengan berbagai jenis antara lain jenis padi jangkar, kuku balam, sungkai, dan sebagainya. Varietas tersebut sudah diketahui memiliki keunggulan tahan terhadap cuaca ekstrem dan tahan terhadap hama dan penyakit.

Dan setelah menentukan jenis varietas padi yang sesuai dengan kondisi lahan maka bisa dilakukan langkah persiapan lahan budidaya padi dengan sistem TOT. Dengan cara seperti berikut ini :

  • Lahan mulai dibersihkan dari gulma atau rumput liar dengan cara dibabat atau di cabut secara manual.
  • Kemudian sisa gulma yang sudah kering bisa di bakar..
  • Jika proses di atas sudah selesai maka biarkan lahan selala beberapa waktu hingga tumbuh rumput muda, kemudian disemprot dengan herbisida.

 

Selanjutnya setelah persiapan lahan selesai maka bisa dilanjutkan dengan proses penanaman lahan dengan langkah – langkah berikut ini :.

  • Penanaman dilakukan dengan cara ditugal.
  • Benih ditanam 5 – 10 benih/lubang dengan jarak tanam 40 x 15 cm.
  • Jarak tanam disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah, semakin tinggi kesuburan tanah maka jarak tanam semakin jarang.
  • Untuk menghindari gangguan semut dan hama lainnya, benih sebaiknya dicampur dengan nematisida seperti furadan, petrofur, pentakur atau curater.

Yang tak kalah penting adalah pengendalian gulma dan hama serta penyakit. Karena munculnya gulma, hama atau penyakit dapat mengganggu dan mengurangi produktivitas padi. Jadi langkah yang bisa dilakukan adalah :

  • Gulma dibersihkan secara manual menggunakan cangkul atau dicabut.
  • Penggunaan herbisida sebaiknya dihindari, karena bisa mengganggu pertumbuhan tanaman padi.
  • Karena varietas yang digunakan adalah varietas lokal yang memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit, petani jarang sekali menggunakan pestisida kimia. Pestisida kimia hanya diaplikasikan jika ada serangan saja, dan itupun sangat jarang terjadi. Untuk mencegah serangan hama petani hanya melakukan antisipasi secara tradisional, yaitu dengan pengasapan setiap pagi dan sore hari. Sehingga hasil produksi padi sudah dapat dipastikan organik.

Langkah selanjutnya adalah pemupukan yang bisa dilakukan untuk menjaga produktivitas padi. Namun pada lahan dengan tingkat kesuburan tinggi, pemupukan tidak perlu dilakukan. Lakukan pemberian nitrogen secukupnya hanya pada tanaman yang kelihatan menguning dan tidak subur. Di Daerah Kuntodarussalam Kabupaten Rokan Hulu, budidaya padi darat (Gogo Rancah) sebagian besar dilakukan pada lahan yang berada disepanjang daerah aliran sungai rokan yang terkenal sangat subur. Sehingga petani tidak pernah atau jarang sekali menggunakan pupuk organik maupun kimia.

Yang terakhir dalam budidaya tanaman padi dengan sistem TOT adalah proses pemanenan tanaman padi. Pada umumnya masa panen varietas lokal seperti padi jangkar, sungkai, kuku balam cukup lama,yaitu  antara 4 sampai 5 bulan setelah masa tanam. Panen dilakukan jika sudah terlihat padi menguning antara 80 sampai 90 % dari jumlah padi keseluruhan. Cara panennya juga sama seperti cara pemanenan padi di lahan sawah.

Pengolahan padi dengan sistem TOT ini diharapkan bisa meningkatkan persediaan padi sebagai bahan pangan utama. Sehingga bisa membantu pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Sehingga seluruh daerah di Indonesia bisa menghasilkan dan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Dan mengurangi nilai impor beras dari negara lain.

Itulah artikel kami tentang informasi TIPS BUDIDAYA PADI DARAT PADA LAHAN KERING TANPA OLAH TANAH (TOT). Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *