Teknik Pengendalian Hama PENGGEREK BUAH KAKAO (PBK)

Teknik Pengendalian Hama PENGGEREK BUAH KAKAO (PBK)

Teknik Pengendalian Hama PENGGEREK BUAH KAKAO (PBK)

  1. Hama Penggerek Buah Kakao (PBK)

Hama penggerek buah merupakan salah satu organisme penganggu tanaman atau OPT yang sangat berbahaya bagi tanaman kakao. Hama yang menyerang tanaman buah kakao biasanya akan menyerang cukup parah sehingga berakibat kerusakan pada buah. Hal ini tentunya akan memberikan dampak buruk karena produksi dan kualitas buah kakao akan mengalami penurunan.

Hama penggerek buah kakao atau PBK ini bahkan bisa menyebabkan penurunan produksi sampai dengan 80%. Maka tak heran, jika hama yang satu ini dianggap paling berbahaya yang harus selalu diwaspadai.

Teknik Pengendalian Hama PENGGEREK BUAH KAKAO (PBK)

Hama pengganggu tanaman kakao ini banyak dijumpai di hampir seluruh perkebunan buah kakao yang terdapat di Indonesia. Kabar terbarunya harga buah kako Indonesia pada terminal kakao New York semakin mengalami penurunan mulai dari 250 USD sekarang ini menjadi 125 USD per ton. Harga ini tentunya jauh sekali dari harga buah kakako dari Pantai Gading atau Afrika bagian barat yaitu 250 sampai 300 USD per ton.

Penurunan harga buah kakao yang semakin rendah ini selalu dikaitkan dengan adanya serangan hama PBK. Serangan hama penggerek buah kakao pada bagian buah akan menyebabkan gigi agak berkembang, biji yang ada di dalam buah akan saling melekat, memiliki bentuk yang kecil dan ringan.

Buah muda yang berhasil terserang oleh penyakit berbahaya ini akan mengalami perubahan warna sebelum masak. Serangan hama penggerek buah kako akan menyebabkan persentase biji kakao cacat mengalami peningkatan sehingga biaya untuk pemanenannya pun semakin bertambah.

Kulit buah kakao yang sudah terserang oleh hama PBK akan sangat mudah ditumbuhi oleh jamur. Jika buah kakao masak yang terserang maka biji-biji nantinya tidak akan mengeluarkan bunyi pada saat diguncang karena memang sudah saling merekat.

Hama penggerek buah kakao atau PBK ini merupakan Conopomorpha cramerella, yakni salah satu jenis serangga yang biasa merusak tanaman kakao. Hama yang satu ini biasanya akan menyerang buah kakao yang masih mudah sampai buah kakao yang hampir masak.

Serangga Conoporpha cramerella biasanya akan merusak buah kakao dengan cara menaruh semua telurnya di bagian permukaan buah kakao. Setelah beberapa hari maka telur-telur dari serangga tersebut akan menetas.

Selanjutnya larva atau ulat yang sudah berhasil menetas maka akan langsung menggerak bagian kulit buah sampai ke dalam daging buah kakao. Sehingga akan menyebabkan kerusakan pada bagian buah kakao terutama pada bijinya.

Setelah itu, larva akan keluar secara langsung dari dalam buah kakao yang kemudian membentuk pupa. Selanjutnya pupa tersebut akan berubah sehingga menjadi serangga dewasa atau imago.

  1. Siklus Hidup dan Morfologi Hama Penggerek Buah Kakao (PBK)

1). Telur

Telur biasanya berwarna orange dengan bentuk oval dan memiliki ukuran yang sangat kecil (0,5 mm) sehingga akan sangat sulit sekali untuk dilihat, biasanya ada pada alur buah kakao, masa telur diperkirakan kurang lebih 3 sampai dengan 7 hari. Serangga betina mampu menghasilkan sekitar 100 sampai 200 telur.

2). Larva

Larva atau ulat merupakan tahap berbahaya yang bisa dibilang paling merusak. Setelah telur mulai menetas untuk menjadi larva, larva akan langsung menggerek ke dalam buah serta memakan plasenta. Biasanya meninggalkan banyak sekali kotoran yang berwarna coklat.

Larva setidaknya membutuhkan waktu kurang lebih 14 sampai 18 hari untuk bisa menjadi dewasa dan keluar langsung dari dalam buah kakao. Berukuran panjang sekitar 1,2 cm dan memiliki warna hijau agak keputihan. Larva biasanya akan keluar dengan membentuk pupa pada bagian daun dan kulit buah.

3). Pupa

Pupa pada umumnya akan menempel di bagian bawah daun yang kering dan kulit buah yang sudah pasti aman dari cahaya matahari, pemangsa dan juga genangan air.

Pupa memiliki warna abu-abu yang biasanya terbungkus oleh “lapisan lilin” atau membrane berwarna orange, dengan ukuran kurang lebih 0,8 cm. Setelah 5 sampai 7 hari maka akan mengalami perubahan menjadi serangga atau imago.

4). Imago

Serangga ini memiliki ukuran panjang kurang lebih 0,7 cm dengan lebar sekitar 0,2 cm dengan bentangan sayap sekitar 1,2 cm, mempunyai antena yang jauh lebih panjang daripada bagian tubuhnya dan juga gelang disepanjang tubuhnya, memiliki warna coklat agak keabu-abuan, di bagian sayap ada garis dengan warna putih yang berbentuk zig-zag, memiliki warna kuning orange pada bagian ujung sayap, hidup dalam masa 3 sampai dengan 7 hari.

Biasanya pada siang hari serangga ini akan beristirahat di bagian bawah dahan yang horizontal, sangat aman sekali dari cahaya matahari dan juga angin.

  1. Penyebaran Hama Penggerek Buah Kakao (PBK)

Perlu Anda ketahui bahwa hama penggerek buah kakao (PBK) bisa berkembang dan menyebar dengan sangat mudah melalui:

  1. Manusia, yakni pupa yang telah menempel atau melekat pada barang bawaan atau pada pakaian.
  2. Membawa buah kakao dari lokasi yang sudah terserang hama PBK ke lokasi yang tidak terserang.
  3. Melalui udara, penyebarannya bisa berpindah dengan jarak yang sangat jauh (bisa mencapai 800 meter).
  4. Kebun penanaman yang kurang terawat, penuh dengan sampah, gulma, dan juga ranting ataupun daun-daun yang kering.
  5. Kulit buah kakao yang sudah terserang dibiarkan begitu saja untuk berserakan di lahan tanam.

Sekarang ini, penyebaran hama penggerek buah kakao (PBK) sudah menyebar di hampir seluruh propinsi penghasil buah kakao, meliputi Maluku, Sulawesi, Papua, Sumatera, Bali, Jawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

Bahkan tidak hanya di negara Indonesia saja, hama penggerek buah kakao ini juga menyerang kebun yang berada di Mindanao (Filipina), serta Sabah dan juga Serawak (Malaysia).

  1. Gejala Awal Serangan Hama Penggerek Buah Kakao (PBK)
  2. Gejala awal ditandai dengan adanya lubang bekas telur serangga atau lubang bekas keluarnya larva pada bagian permukaan kulit buah yang sudah terinfeksi.
  3. Buah akan menjadi masak sebelum waktunya.
  4. Buah kakao akan rontok atau jatung langsung ke tanah sebelum matang.
  5. Buah yang sudah terserang memiliki warna belang kuning hijau ataupun kuning jingga.
  6. Perkembangan buah kakao menjadi sangat lambat dan tidak normal.
  7. Kulit buah akan mengeras dan sangat sulit sekali untuk dibelah.
  8. Apabila dibelah maka biji akan saling berdempetan dan memiliki warna hitam.
  9. Biji kakao memiliki ukuran yang sangat kecil karena memang perkembangannya tidak sempurna.
  10. Apabila dikocok maka buah kakao tidak akan mengeluarkan bunyi karena biji sudah saling melekat.
  11. Tanaman Inang Hama Penggerek Buah Kakao (PBK)

Selain tanaman buah kakao, hama yang satu ini juga biasa menyerang tanaman buah rambutan (Nephellium lappaceum), Nam-nam (Cynometa caulifora), Cola (Cola Nitida, C. Acuminata), Pulasan (Nephellium mutabile),  Kasai (Pometia pinnata), Mata Kucing (Nephelium malaiense), dan Langsat (Lansium domesticum). Beberapa tanaman ini merupakan tanaman inang paling utama hama penggerek buah kakao (PBK).

  1. Upaya Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao (PBK)

Upaya pengendalian hama penggerek buah kakao atau PBK ini bisa dilakukan dengan cukup mudah, yaitu secara preventiv ataupun kuratif yang merupakan tindakan pencegahan serta pengendalian. Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hama penggerek buah kakao:

  1. Pencegahan Serangan Hama Penggerek Buah Kakao (PBK)

a). Melakukan karantina yang memiliki tujuan untuk dapat mencegah masuknya hama penggerek buah kakao (PBK) dari suatu wilayah ke wilayah yang lainnya, yaitu dengan cra menghindari masuknya buah kakao yang sudah terjangkit serta bahan ataupun alat yang memang mengandung hama.

Cara ini bisa dibilang sangat efektif untuk mencegah penyebaran hama penggerek buah kakao ke suatu daerah ke daerah yang lainnya. Dengan demikian hama berbahaya ini dipastikan tidak akan bisa menyebar luas. Sudah banyak juga petani kakao yang melakukan karantina atau cara ini.

b). Memusnahkan semua kulit buah atau sisa-sisa hasil panen, hal ini bertujuan untuk dapat menekan populasi hama penggerek buah kakao serta mencegah perkembangbiaknnya. Besar sekali kemungkinannnya  bahwa kulit buah yang sudah dipanen akan mengandung larva atau telur hama.

c). Melakukan pemangkasan pada bagian cabang atau ranting agar tajuk atau kanopi tanaman kakao nantinya tidak terlalu rimbun. Kondisi tanaman kakao yang terlalu rimbun dan gelap sangat mendukung pertumbuhan hama.

Dengan melakukan pemangkasan sesering mungkin makan populasi dan pertumbuhan hama penggerek buah kakao bisa ditekan. Imago PBK sendiri sangat tidak menyukai suasana yang  terlalu terang dan cahaya matahari langsung.

d). Melakukan pemupukan yang cukup dan secara berimbang akan memberikan dampak yang positif terhadap penurunan tingkat kerusakan buah kakao oleh hama penggerek buah kakao (PBK).

Apabila unsur hara sudah terpenuhi maka sudah pasti proses metabolisme akan berjalan dengan baik dan lancar sehingga buah kakao akan lebih cepat matang atau masak. Hal ini akan mengurangi tingkat kerusakan pada buah dan dapat menimalkan resiko kerugian.

  1. Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao

a). Menerapkan praktek perkebunan buah kakao yang baik dan benar (P3S), yakni melakukan pemangkasan, pemupukan, dan pemanenan teratur.

b). Sanitasi atau membersihkan kebun sebagai tempat penanaman dari gulma, ranting, kulit buah, dan juga daun kering. Hal ini penting dilakukan karena jika kondisi kebun sangat bersih maka tidak akan kondusif bagi perkembangbiakan hama penggerek buah kakao.

c). Memusanahkan buah kakao yang sudah terserang dengan cara menguburnya di dalam tanah sehingga nantinya telur atau larva yang ada didalamnya akan ikut terpendam dan mati.

d). Pengembangan musuh alami atau pengendalian hayati:

  • Rangrang (Oecophyla smaragdina)
  • Semut Hitam (Dolichoderus thoracicus)
  • Jamur entomopatogen (Phecilomyces fumosoroseus dan Beauveria bassia)

e). Melakukan pembungkusan buah kakao atau kondomisasi dengan menggunakan kantong plastik untuk menghindari serangan hama PBK.

f). Penyemprotan insektisida sebelum sistem kondomisasi atau melakukan pembungkusan buah, yakni ketika ukuran buah kakao mencapai 8 sampai 12 cm.

g). Jenis-jenis insektisida yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi hama penggerek buah kakao adalah insektisida piretroid sintetik seperti fipronil, deltametrin, alfa sipermetrin, betasiflutrin, lamda sihalotrin, dan esfenvalerat dengan konsentrari formulasi mulai dari 0,6 sampai 0,12%.

Demikian sedikit ulasan dari kami mengenai “Pencegahan dan Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao”. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *