Tehnik Budidaya Gambas Oyong Yang Baik Dan Benar

Tehnik Budidaya Gambas Oyong Yang Baik Dan Benar

Tehnik Budidaya Gambas Oyong Yang Baik Dan Benar

Sebagian besar tidak mengetahui bahwa labu gambas atau yang sering dikenal gambas oyong juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan serta kecantikan terutama kulit. Selain itu gambas oyong juga dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan seseorang secara efektif. Nama lain dari sayuran ini adalah turai dalam bahasa Hindia, luffa acutangula, turiya, beerakai, dodka sponge labu atau okra China. Labu oyong juga tumbuh di Asia, Afrika, Timur tengah sampai Amerika Serikat.

Secara fisik sayuran gambas oyong berbentuk lonjong bewarna hijau dan memiliki banyak serat. Kandungan yang terdapat pada gambas oyong adalah ribiflavin, thiamin, seng, besi, mangan dan magnesium yang.

Tehnik Budidaya Gambas Oyong Yang Baik Dan Benar

Maka tidak heran jika sayuran gambas oyong ini banyak diminati dan layak untuk dibudidayakan. Namun sebelumnya kita harus memperhatikan Syarat Tumbuh Tanaman Gambas / Oyong seperti berikut ini :

  • Tanaman gambas membutuhkan sinar matahari secara penuh agar dapat tumbuh optimal.
  • Selain itu suhu paling cocok untuk tanaman gambas rata-rata  adalah 18 – 24 derajat celcius.
  • Membutuhkan ketersediaan air yang cukup karena tanaman gambas ini rentan terhadap kekeringan.
  • Jika kekurangan air tanaman akan tumbuh kerdil, berbatang kecil, bunga dan bakal buah rontok serta produksi tidak maksimal.
  • Membutuhkan tanah yang subur, gembur, memiliki aerasi dan drainase yang baik.
  • Sedangkan kadar pH ideal untuk tanaman gambas adalah 5,5 – 6,8 (netral)
  • Dan kelembaban yang sesuai rata-rata antara 50 – 60%.
  • Tanaman ini tidak mengenal musim, bisa dibudidayakan kapan saja, baik pada musim hujan maupun pada musim kemarau.
  • Tanaman ini tidak menyukai tanah yang terlalu basah dan genangan air.

 

  1. Persiapan Lahan Budidaya Gambas Bisa dilakukan dengan langkah berikut :
  • Bersihkan lahan dari sisa tanaman sebelumnya dan dari gulma atau rumput liar
  • Gemburkan tanah dengan cara mencangkulnya atau membajak ya.
  • Buat bedengan dengan lebar 80 – 100 cm, tinggi dan panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan.
  • Sebaiknya bedengan dibuat tidak terlalu tinggi, jika budidaya gambas dilakukan pada lahan datar atau sawah.
  • Dan jika musim hujan, sebaiknya bedengan dibuat agak tinggi agar air hujan tidak tergenang dan merendam akar tanaman.
  • Jarak antar bedengan adalah 2 – 2,5 meter.
  • Berikan p yo puk dolo it atau kapur pertanian jika pH tanah dibawah 5,5. Dolomit ditaburkan dilakukan 7 – 10 hari sebelum pemberian pupuk dasar, dan biarkan tersiram air hujan terlebih dahulu.

 

  1. Pada setiap tanah sebenarnya sudah tersedia unsur hara yang dibutuhkan tanaman, akan tetapi ketersediannya belum tentu mencukupi. Oleh karena itu perlu diberikan pupuk dasar. Pupuk dasar untuk tanaman gambas antara lain pupuk kandang/kompos, TSP, KCL dan ZA atau Urea. Perbandingan dosis pupuk TSP, KCL dan ZA adalah 2 : 1 : 1 (2 TSP : 1 KCL dan 1 ZA). Pupuk dasar ditaburkan merata diatas bedengan, kemudian diaduk hingga rata dengan tanah atau ditutup dengan tanah saja. Biarkan selama 7 – 10 hari dan biarkan tersiram air hujan sebelum pemasangan mulsa. Dosis pupuk dasar untuk tanaman gambas disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah.
  2. Benih gambas bisa diperoleh dengan membelinya di toko pertanian atau membuat benih sendiri dari tanaman gambas. Pilih benih gambas dari tanaman yang sudah diketahui kualitasnya atau varietas unggul. Buah gambas/oyong yang ingin dibuat benih lebih baik dibiarkan tua dan kering dipohon. Kemudian jemur biji gambas sampai kering sebelum benih ditanam.
  3. Melakukan penutupan pada gambas oyong seperti langkah berikut :
  • Tutup bagian bedengan dengan mulsa plastik untuk menghambat gulma dan supaya kelembaban tanah tetap stabil jika musim hujan.
  • Lalu buatlah lubang tanam dengan jarak 70 atau 80 cm. Dalam satu bedengan lubang tanam dibuat satu baris yang dibuat ditengah-tengah bedengan.
  • Sebelum ditanam pastikan sudah menjemur benih terlebih dahulu sampai kering.
  • Tanam satu benih dalam satu lubang tanam.
  • Kemudian ditutup dengan tanah tipis.
  • Lakukan penyiraman pada lahan sampai tanah basah jika tanah dalam kondisi kering.
  • Untuk mengantisipasi dan pencegahan gangguan hama, taburkan nematisida secukupnya disekitar benih.
  1. Penggunaan lanjaran atau para-para adalah sebagai penompang tumbuhnya tanaman gambas. Karena seperti yang kita tahu tanaman gambas tumbuh dengan cara merambat. Saat tumbuh tanaman gambas bisa mencapai 3 sampai 4 meter tingginya. Para-para sebaiknya dipasang segera setelah proses penanaman benih selesai. Bentuk atau model para-para tanaman gambas sama persis dengan para-para untuk tanaman pare.
  2. Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Gambas / Oyong
  • Setelah tanaman berusia satu minggu lakukan pengecekan secara rutin, pada tanaman gambas yang mungkin ada gangguan hama atau gulma yang tumbuh.
  • Pastikan ketersediaan air tanaman gambas cukup. Lakukan penyiraman secara rutin sesuai kebutuhan.
  • Lakukan penyiangan yaitu mencabut gulma atau rumput liar yang bisa menjadi tanaman pesaing bagi tanaman gambas. Lakukan minimal seminggu sekali.
  1. Pemupukan Susulan Tanaman Gambas
  • Pupuk susulan l (usia 10 HST) : Dosisnya 2 kg NPK dilarutkan dengan 250 liter air, kemudian dikocorkan 250 ml setiap tanaman.
  • Pupuk susulan II (usia 17 HST) : Dosisnya 3 kg NPK dilarutkan dengan 300 liter air, kemudian dikocorkan 300 ml setiap tanaman.
  • Pupuk susulan III (usia 24 HST) : Dosisnya 5 kg NPK dilarutkan dengan 500 liter air, kemudian dikocorkan 500 ml setiap tanaman.
  • Pupuk susulan IV (usia 31 HST) : Dosisnya 4 kg TSP + 4 kg KCL dan 2 kg ZA, ditaburkan atau ditugal disekeliling tanaman dengan jarak 30 cm dari pangkal batang.
  • Pupuk susulan V (usia 38 HST) : Dosisnya 9 kg TSP + 8 kg KCL dan 4 kg ZA, ditaburkan merata pada bedengan
  • Pupuk susulan VI dan VII dilakukan pada usia 50 dan 60 HST dengan dosis sama dengan pupuk susulan V.
  • Jika pada usia 75 HST tanaman gambas masih terlihat sehat pemupukan susulan bisa dilanjutkan kembali.

 

  1. Setiap tanaman budidaya pasti tidak luput dari gangguan OPT (organisme pengganggu tanaman). Untuk tanaman gambas sendiri ada beberapa jenis hama yang banyak dijumpai seperti hama oteng-oteng, penggorok daun, ulat grayak, ulat tanah, bekicot, jangkrik dan lalat buah. Untuk proses pengendalian hama ini bisa dilakukan dengan penyemprotan insektisida pada bagian tanaman yang terserang. Sedangkan jenis penyakit yang sering menyerang tanaman gambas atau oyong adalah bercak daun, layu fusarium, dan antraknosa. Dan Cara pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan penyemprotan fungisida seperti score, cozeb, dithane atau bion-M.

 

  1. Buah dari tanaman gambas atau oyong bisa dipanen pada saat tanaman berusia 40 – 45 HST (hari setelah tanam). Sebaiknya buah segera dipanen ketika masih muda, yaitu ketika kulit buah masih berwarna hijau segar, kulit tidak mengkilat, kulit buah masih lunak, mudah dipatahkan dan belum berserat. Waktu panen gambas dapat dilakukan setiap 2 hari sekali, dan pada satu musim tanam pemanenan bisa dilakukan hingga 25 – 30 kali tergantung varietas yang digunakan.

Demikian artikel kami tentang “TEHNIK BUDIDAYA GAMBAS OYONG YANG BAIK DAN BENAR” semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *