Tabel Ppm Dan Ph Pada Tanaman Bunga Dan Tanaman Herbal

Tabel Ppm Dan Ph Pada Tanaman Bunga Dan Tanaman Herbal

Tabel Ppm Dan Ph Pada Tanaman Bunga Dan Tanaman Herbal

 

Mengenai hidroponik, larutan nutrisinya tidak jauh dengan istilah PPM, sementara apa yang dimaksud dengan PPM itu sendiri? PPM adalah singkatan dari “Part Per Million” atau “Sepersejuta Bagian” yang mempunyai arti satuan untuk mengukur kepekatan suatu larutan berbentuk cair yang umumnya pada larutan nutrisi hidroponik. Pengukuran kepekatan larutan nutrisi pada sistem  hidroponik diperlukan untuk menyesuaikan kebutuhan nutrisi dengan fase pertumbuhan tanaman. Penambahan PPM nutrisi disesuaikan dengan usia tanaman, semakin tanaman berumur tua maka semakin tinggi pula dosis PPM yang dibutuhkan.

Tabel Ppm Dan Ph Pada Tanaman Bunga Dan Tanaman Herbal

Setiap tanaman memiliki tingkat kepekatan nutrisi yang dibutuhkan berbeda-beda. Misalnya saja tanaman sayuran buah dan buah musiman pada umumnya membutuhkan ppm yang lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran daun. Akan tetapi hal tersebut tidak selalu berlaku dan menjadi pathokan, sebab ada juga sayuran daun yang menyerap lebih nutrisi dan membutuhkan ppm tinggi. Kepekatan nutrisi hidroponik diukur dengan sebuah alat pengukur yang disebut TDS meter yang memiliki satuan ppm. TDS meter merupakan singkatan dari Total Disolved Solids atau yang berarti jumlah padatan terlarut. Jadi kita dapat menarik kesimpulan bahwa TDS meter adalah alat pengukur jumlah padatan atau partikel yang terlarut dalam air. Bukan hanya untuk mengukur kepekatan larutan nutrisi hidroponik/konsentrasi larutan nutrisi saja, alat ini juga dapat mengukur jumlah partikel yang terlarut dalam air minum kita. Pengukuran  suatu larutan nutrisi hidroponik itu hal yang sangat penting karena bila larutan nutrisi suatu tanaman hidroponik tidak diukur dan dicek kemungkinan besar tanaman akan kekurangan nutrisi pertumbuhannya atau bisa jadi racun untuk tanaman itu sendiri akibat dari kelebihan suatu nutrisi.

Selain ppm, tingkat keasaman air atau pH juga harus diperhatikan dalam berhidroponik. Sudah banyak yang tahu alat ini, alat yang digunakan untuk mengukur derajat keasaman atau kebasaan pada suatu benda baik padat maupun cair. PH meter bukan hanya berfungsi untuk mengukur pH pada media tanam konvensional (tanah) saja, pH meter dapat juga digunakan pada media air (hidroponik), dalam media hidroponik, pengukuran pH pada air dilakukan sebelum dan sesudah penambahan nutrisi hidroponik. Rentang  angka yang ada pada pH meter yaitu angka 1 hingga 14, pada saat pengukuran bila angka menunjukkan angka dibawah angka 7 maka pH tersebut bersifat  asam, dan bila angka menunjukkan angka diatas angka 7 maka pH tersebut bersifat basa, serta bila pengukuran menunjukkan angka 7 maka pH tersebut netral.

Tidak lain tidak bukan bahwa pengukuran suatu pH dalam media tanam maupun larutan nutrisinya adalah hal yang harus wal wajib dilakukan. Sebab unsur-unsur mineral didalam air pada media hidroponik harus pada pH dengan rentang angka 5.5-7.0 atau dengan Ph netral. Pengukuran pH pada larutan nutrisi hidroponik sangatlah penting, karena larut tidaknya unsur mineral, menyerap tidaknya pada akar tanaman tergantung nilai pH  pada larutan nutrisinya dan hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman hidroponik. Pada saat larutan nutrisi memiliki pH terlalu asam ataupun sebaliknya larutan nutrisi dalam keadaan basa maka hasilnya tanaman akan tumbuh kerdil atau tidak normal. Dan sekali lagi bahwa tanaman akan toleran terhadap larutan nutrisi ber-pH normal (5.5-7.0) yang akan membuat unsur mineral dalam media air dapat terlarut dan dapat diserap oleh akar pada tanaman.

PH meter sebelum dipakai harus dikalibrasi terlebih dahulu, dan kalibrasi itu sendiri mempunyai arti adalah suatu alat ukur yang pada setiap pengukurannya terbukti akurat. Dan menurut ISO/IEC guide 17025:2005 serta Vocabulary of International Metrologi atau yang dikenal dengan singkatan VIM manyatakan bahwa kalibrasi adalah suatu rangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh instrumen ukur, atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur dengan nilai-nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dari besarn yang diukur dalam kondisi tertentu. Dan kita bisa menarik kesimpulan bahwa kalibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional pada nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dan mengecek mampu atau tidaknya telusur ke standar nasional maupun internasional. Di beberapa negara khususnya Indonesia juga memiliki lembaga metrologi nasional, kemudia pusat kalibrasi instrumentasi dan metrologi atau biasa disebut dengan PUSLIT KIM LIPI yang demikian memiliki standar pengukuran sangat tinggi dalam SI dan juga satuan-satuan turunannya sebagai acuan untuk perangkat yang di kalibrasi.

Tujuan dan manfaat kalibrasi untuk larutan nutrisi pada tanaman hidroponik :

  • Memastikan keakuratan sebuah nilai PH meter sesuai dengan spesifikasinya
  • Mencapai pengukuran nilai PH yag ideal untuk tanaman hidroponik
  • Menghindari penyimpangan dalam pengukuran nilai PH pada tanaman
  • Untuk menjamin suatu hasil pengukuran nilai PH pada tanaman dengan standar yang ditentukan.
  • Untuk mendukung sistem mutu yang diterapkan pada laboratorium yang dimiliki.
  • Memastikan pengukuran PH larutan nutrisi sesuai dengan kadar yang dibutuhkan untuk tanaman karena bila tidak sesuai kadarnya tanaman akan mengalami pertumbuhan yang buruk.
  • Sebagai langkah untuk menjaga sebuah PH meter pada tanaman agar tetap baik dan hasil yang akurat.

Berikut ini tabel ppm dan pH untuk jeni-jenis tanaman bunga seperti gladiol, dahlia, anthurium dan lain sebagainya. Kepekatan nutrisi untuk tanaman bunga berbeda-beda tergantung jenisnya. Dibawah ini juga dilengkapi tabel ppm berbagai jenis tanaman herbal seperti lavender, mint, basil, rosemary dan lain sebagainya.

  • PPM dan pH Tanaman Bunga dan Tanaman Herbal
  • PPM dan pH Tanaman Bunga
No. Nama Tanaman Bunga pH PPM
1. African Violet 6.0-7.0 840-150
2. Anthurium 5.0-6.0 1120-1400
3. Antirrhinim 6.5 1120-1400
4. Aphelandra 5.0-6.0 1260-1680
5. Aster 6.0-6.5 1260-1680
6. Begonia 6.5 980-1260
7. Bromeliads 5.0-7.5 560-840
8. Caladium 6.0-7.5 1120-1400
9. Canna 6.0 1260-1680
10. Carnation 6.0 1260-2450
11. Chrysanthemu 6.0-6.2 1400-1750
12. Cymbidiums 5.5 420-560
13. Dahlia 6.0-7.0 1050-1400
14. Dieffenbachia 5.0 1400-1680
15. Dracaena 5.0-6..0 14.00-1680
16. Ferns 6.0 1120-1400
17. Ficus 5.5-6.0 1120-1680
18. Freesia 6.5 700-1400
19. Impatiens 5.5-6.5 1260-1400
20. Gerbera 5.0-6.5 1400-1750
21. Gladiolus 5.5-6.5 1400-1680
22. Monstera 5.0-6.0 1400-1680
23. Palms 6.0-7.5 1120-1400
24. Roses 5.5-6.0 1050-1750
25. Stock 6.0-7.0 1120-1400

 

  • Tabel PPM dan pH Tanaman Herbal
No. Nama Tanaman Herbal pH PPM
1. Basil 5.5-6.5 700-1120
2. Chicory 5.5-6.0 14.00-1600
3. Chives 6.0-6.5 1260-1540
4. Fennel 6.4-6.8 700-980
5. Lavender 6.4-6.8 700-980
6. Lemon Balm 5.5-6.5 700-1120
7. Marjoram 6.0 1120-1400
8. Mint 5.5-6.0 1400-1680
9. Mustard Cress 6.0-6.5 840-1680
10. Parsley 5.5-6.0 560-1260
11. Rosemary 5.5-6.0 700-1120
12. Sage 5.5-6.5 700-1120
13. Thyme 5.5-70 560-1120
14. Watercress 6.5-6.8 280-1260

 

Tingkat kepekatan suatu larutan nutrisi (ppm) pada beberapa tabel diatas bukan merupakan aturan baku, kita dapat memodifikasi dan bereksperimen sendiri. Angka ppm pada tabel tersebut merupakan angka perkiraan, kepekatan nutrisi tanaman anda tidak harus sama persis dan terpaku dengan angka ppm pada tabel diatas. Anda dapat sedikit menambah atau mengurangi angka ppm tersebut, akan tetapi tetap memperhatikan kesesuaian dengan kondisi dan kebutuhan tanaman anda. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi bagi anda. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *