Sistem Hidroponik Sederhana Dutch Bucket System (Dbs) Atau Sistem Db

Sistem Hidroponik Sederhana Dutch Bucket System (Dbs) Atau Sistem Db

Sistem Hidroponik Sederhana Dutch Bucket System (Dbs) Atau Sistem Db

Menanam tanaman atau kegiatan bercocok tanam adalah usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu. Dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan juga sudah digunakan pada perang dunia ke II, air sebagai media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar. Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik. Dalam hidroponik ada beberapa sistem yang digunakan salah satunya sistem DBS. Kalau masih hidroponikers pemula mungkin istilah Dutch Bucket System (DBS) atau Bato Bucket System dalam metode hidroponik masih asing. Okeh, untuk itu kita bahas dalam artikel ini.

Sistem Hidroponik Sederhana Dutch Bucket System (Dbs) Atau Sistem Db

Sistem ini (Dutch Bucket System) pertama kali dikembangkan di negeri kincir angin yaitu Belanda. Dari dulu sampai saat ini Dutch Bucket System (DBS) merupakan teknik hidroponik yang paling populer di dunia termasuk Indonesia. Pertanian modern di negara asalnya yaitu Belanda sebagian besar menggunakan teknik ini. Bukan hanya Belanda, DB sistem juga banyak diadopsi di berbagai negara di belahan dunia dalam budidaya pertanian mereka yang nota bene memiliki pasokan air yang terbatas. Mengapa demikian, karena sistem DB sudah terbukti mampu meningkatkan hasil panen dengan teknik yang sederhana, kita ambil bukti dari negara asalnya yaitu Belanda, Belanda adalah negara eksportir terbesar dunia untuk komoditas bunga, buah tomat, dan cabai, ditahun 2014 Belanda dapat mengekspor bunga dan sayuran tersebut yang nilainya lebih dari 14 billion euros padahal tingkat kepadatan penduduknya sangat padat.

Sistem DB merupakan teknik hidroponik yang menekankan air dan nutrisi yang disirkulasikan terus – menerus dalam jangka waktu tertentu. Dalam mensirkulasikan larutan nutrisi kedalam media tanam diperlukan pompa dan aliran listrik yang stabil. Dalam mengatur kebutuhan aliran nutrisi sesuai waktu yang diinginkan dibutuhkan timer, dan supaya nutrisi lebih cepat terserap oleh akar tanaman diperlukan aerator, fungsi aerator bukan hanya itu, aerator juga berfungsi sebagai penghasil oksigen yang dibutuhkan oleh akar tanaman termasuk tanaman terong. Cara kerja sistem DB ini hampir sama dengan sistem NFT cuman yang membedakan hanya instalasinya.

BAGIAN PALING PENTING PADA DUTCH BUCKET SYSTEM

Pada metode hidroponik dengan sistem DB ada 5 bagian penting yaitu bucket, pipa outlet, pipa inlet, tandon nutrisi dan pompa air. Untuk mengetahui cara kerja dan peranannya, berikut ulasanya:

  1. Bucket istilah dari wadah atau ember merupakan bagian yang memiliki peran sebagai wadah media tanam. Pada bagian bawah bucket/ wadah tersebut ada lubang outlet yang letaknya sedikit lebih tinggi dari dasar bucket. Lubang outlet tersebut terhubung dengan pipa menuju tandon larutan nutrisi. Apakah fungsi dari lubang outlet tersebut? Fungsinya ialah untuk menjaga agar larutan nutrisi tersedia dalam batas tertentu. Tujuan pemberian dengan batas tertentu adalah agar tanaman selalu mendapat pasokan nutrisi dan air, tetapi tidak dengan jumlah yang berlebih.
  2. Pipa inlet, pipa yang memiliki fungsi untuk mengalirkan larutan nutrisi ke media tanam. Pipa inlet tersebut terhubung langsung dengan pompa yang berada pada tandon nutrisi, kemudian larutan nutrisi dari pipa inlet dialirkan ke media tanam melalui selang kecil yang biasanya berwarna hitam dan berukuran 5 mm yang biasa disebut selang piping.
  3. Sedangkan pipa outlet adalah pipa yang terhubung dengan lubang dibawah bucket/ wadah media tanam, pipa ini memiliki fungsi yaitu untuk mengembalikan larutan nutrisi ke tandon. Bila larutan nutrisi pada media tanam dalam bucket/ wadah sudah melampaui ambang batas tetentu, dan mengakibatkan kelebihan larutan nurtrisi, maka secara otomatis akan kembali ke tandon.
  4. Tandon nutrisi pasti kita sudah tahu fungsinya yaitu, sebagai tempat penyimpanan larutan nutrisi. Didalam tandon nutrisi terdapat pompa untuk mengalirkan larutan nutrisi ke tanaman.
  5. Pompa adalah alat penting yang harus wal wajib ada pada sistem DB. Tanpa adanya pompa, larutan nutrisi tidak dapat disirkulasikan dari tandon ke media tanam dan sebaliknya tidak dapat dikembalikan ke tandon. Pompa diatur secara otomatis untuk mengalirkan nutrisi secara periodik selama waktu yang bisa ditentukan oleh petani hidroponik.

Media tanam yang biasa digunakan pada Dutch Bucket System antara lain yaitu, hidroton, perlite, batu apung atau zeolit. Menurut master ibu Dede Siti Hasanah (hidroponiker yang memakai sistem DB tanpa aerator dan timer sekaligus memiliki usaha menyediakan perlengkapan hidroponik) media tanam  sistem DB bisa juga menggunakan cocopeat, arang sekam dan zeolit. Campuran cocopeat (sabut kelapa) dan arang sekam diletakkan pada lapisan bawah dan zeolit berada diatasnya. Media tanam tersebut dimasukkan ke dalam bucket tidak sepenuhnya hanya seperempat bagian saja. Sistem DB ini dapat di aplikasikan untuk beberapa jenis tanaman yaitu, bawang merah, semangka, terong, cabai, paprika, anggur, mentimun dan melon. Namun demikian bukan hanya yang hanya saya sebutkan tadi sebenarnya hampir semua jenis tanaman semusim bisa ditanam menggunakan sistem DB ini.

KELEBIHAN PADA DUTCH BUCKET SYSTEM

Sistem DB mempunyai kelebihan antara lain :

  • Fleksibel, Dutch Bucket System (DBS) ini bisa di aplikasikan pada pertanian dengan berbagai skala baik skala kecil (hobi) maupun skala besar (skala budidaya).
  • Sederhana sistemnya dan relatif murah karena sistem ini menggunakan alat dan bahan yang dibuat dengan barang-barang bekas dan peralatan seadanya.
  • Tanaman lebih subur dan produktif, oleh sebab adanya sirkulasi air dan nutrisi yang memungkinkan terdapat lebih banyak oksigen pada larutan nutrisi tersebut dan mudah terserap oleh akar tanaman.

KELEMAHAN PADA DUTCH BUCKET SYSTEM

Pada sistem DB ini memang terlihat kelebihannya akan tetapi setiap sistem juga memiliki kelemahan termasuk sistem ini, sistem DB memiliki biaya yang tinggi bila memilih media tanamnya adalah hiidroton, dan saluran fertigasi kadang ada kalanya tersumbat oleh air nutrisi yang kotor. Namun tidak usah khawatir tetap ada solusinya.

Demikian sekilas cuplikan tentang sistem Dutch bucket dengan barang seadanya dan tentunya murah yang dilakukan oleh master hidroponik Bu Dede Siti Hasanah. Hal yang perlu diperhatikan pada sistem DB ini ialah pasokan listrik, sistem ini memerlukan listrik yang stabil. Bila daerah anda berada diwilayah dengan kondisi pasokan listrik yang minim atau aliran listrik yang sering mati, diperkirakan anda memiliki banyak kendala untuk penerapan sistem ini. Untuk solusinya memang dengan memakai tenaga surya akan tetapi juga perlu diperhatikan biaya yang dikeluarkan, bisa jadi akan membengkak karena menggunakannya untuk sistem ini.mungkin seperti halnya penulis lain, saya masih belajar menulis artikel tentang tanaman ini dan juga mungkin saya tidak bisa spesifik menjelaskan cara penanaman terong hidroponik sistem DB. Sebagai penulis berharap dengan cara ini kita tidak perlu pusing memikirkan biaya untuk membeli perlengkapannya yang mahal, cukup dengan bahan yang banyak kita temui di sekitar rumah yang sering kita menganggapnya sampah. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi ya sobat, terima kasih…

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *