Siklus Hidup Plasmodiophora brassicae

Siklus Hidup Plasmodiophora brassicae, Morfologi &  Daur Penyakit Akar Gada

Cendawan Plasmodiophora brassicae Wor. Merupakan salah satu organisme paling berbahaya yang bisa menyebabkan penyakit agar gada, bengkak akar atau club root pada tanaman yang berasal dari keluarga kubis-kubisan.

Penyakit yang berbahaya ini awal mulanya akan muncul pada beberapa jenis tanaman kubis. Namun jika dibiarkan begitu saja pada musim-musim yang berikutnya tentu saja dapat menginfeksi hampir seluruh tanaman pada satu areal. Hal ini tentunya sangat berbahaya dan harus segera dikendalikan.

Siklus Hidup Plasmodiophora brassicae

Perlu Anda ketahui bahwa club rooot atau yang biasa disebut dengan akar gada biasa mengakibatkan merosotnya hasil panen secara drastis jika dibiarkan begitu saja. Bahkan lebih parahnya penyakit ini dapat mengakibatkan gagal panen. Dengan begitu para petani bisa mengalami kerugian dalam jumlah besar atau bisa tidak mendapatkan keuntungan sama sekali.

Penyakit akar gada atau club root pada umumnya ditularkan oleh berbagai macam alat pertanian yang terkontaminasi, air ataupun angin. Gejala yang terlihat dengan jelas pada saat hari yang cukup panas adalah tanaman terlihat sangat layu.

Tanaman yang terlihat layu pada siang hari tersebut akan segar kembali pada sore hari, daunnya berubah warna menjadi keunguan. Selain itu, pertumbuhan tanaman tersebut akan menjadi sangat terhambat dan tanaman tidak akan bisa membentuk krop.

Tidak hanya itu saja, jika misalnya bagian akarnya Anda cabut maka akarnya akan terlihat membengkak atau terdapat benjolan-benjolan kecil dengan bentuk seperti umbi.

Klasifikasi Ilmiah Plasmodiophora Brassicae

Nama umum : Plasmodiophora brassicae Woronin (1877)
Kingdom : Protozoa
Filum : Plasmodiophoromycota
Ordo : Plasmodiphorales
Famili : Plasmodiophoraceae
Genus : Plasmodiophora
Spesies : Plasmodiophoraceae brassicae

 

Morfologi & Daur Penyakit Plasmodiophora Brassicae Wor.

Penyakit plasmodiophora brassicae ini termasuk dalam cendawan tingkat rendah yang berasal dari kelas Plasmiophoramycetes.  Fase aseeksual kelas yang satu ini adalah plasmodium yang berkembang dengan pesat dalam sel-sel inangnya.

Pada umumnya, site memiliki bentuk bulat atau sedikit lonjong dengan ukuran (1,6 x 4,3) – (4,6 x 6,0) mikron, memiliki duri dengan rambut yang agak pendek.

Site-sitenya biasa akan terlepas antara satu dengan yang lainnya. Sporangium memiliki diameter kurang lebih 6.0 sampai dengan 6.5 mikron. Sedangkan untuk Zoospora memiliki diameter sekitar 1,9 sampai 3,1 mikron. Selain itu, juga memiliki sekitar 2 flagela.

Sedangkan untuk masalah perkembangan Plasmodiophora brassicae ini dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah faktor lingkungan, yakni antara lain suhu, intensitas cahaya matahari, kelembaban tanah, dan juga kemasaman tanah.

Kelembaban tanah yang cukup tinggi akan sangat cocok sekali untuk perkecambahan spora istirahat yang kemudian akan menginfeksi inangnya. Kondisi tanah yang sangat kering bisa mengakibatkan patogen untuk membentuk spora istirahat.

Spora istirahat yang berhasil dibentuk tersebut mampu bertahan sangat lama bahkan bertahun-tahun. Spora istirahat ini memang dapat bertahan di dalam hingga kurun waktu 10 tahun dan bahkan bisa lebih.

Suhu optimal yang dibutuhkan untuk dapat mengadakan infeksi dan juga perkembangan gejala adalah sekitar 20 sampai dengan 25 derajat Celcius. Tanaman kubis memiliki ketahanan yang lebih terhadap infeksi Plasmodiophora brassiciae ini pada lingkungan sekitar yang memiliki intensitas cahaya matahari yang rendah.

Perkembangan Plasmiodhopora brassicae bisa dibilang cukup baik pada keadaan tanah masam. Sedangkan pada tanah alkalin atau basa dengan pH lebih dari 8 maka untuk perkembangannya akan menjadi sangat terhambat.

Penyebaran inokulum Plasmiodophora brassicae bisa terjadi dengan sangat mudah melalui berbagai alat pertanian, angin atau air, dan bahkan juga pupuk kompos atau pupuk kandang yang terkontaminasi.

Siklus Hidup dan Mekanisme Infeksi Plasmiodophora Brassicae

Spora istirahat yang ada di dalam tanah berkecambah cukup lama akan menghasilkan zoospora. Zoospora ini biasanya akan menyebar melalui tanah dengan kondisi yang sangat lembab. Kemudian dapat menginfeksi tanaman inang dengan melalui luka atau bulu-bulu akar.

Plasmodium akan terbentuk melalui dari pembelahan sel-sel yang memiliki bentuk sangat mirip dengan amoeba. Setelah itu plamodium tersebut akan membelah diri. Kemudian akan membentuk zoospora sekunder yang sekali lagi akan dilepaskan secara langsung ke dalam tanah.

Infeksi sekunder dari zoospora bisa dengan mudah menginfeksi inang pertama ataupun inang lainnya yang berada di lingkungan sekitarnya. Penyebaran zoospora sekunder yang satu ini juga bisa terjadi dengan mudah melalui berbagai macam alat pertanian, air atau bisa juga angin yang terkontaminasi.

Zoospora sekunder bisa membentuk suatu plasmodium skunder yang dapat memberikan pengaruh besar terhadap hormon tanaman. Dengan demikian bisa menjadi salah satu penyebab terbentuknya benjolan-benjolan ataupun bintil-bintil pada akar atau bisa dibilang pembengkakan pada sel-sel akar.

Plasmodium skunder selanjutnya akan membentuk spora istirahat yang nantinya akan dilepaskan kembali. Lebih tepatnya akan dilempaskan kembali saat benjolan-benjolan yang terjadi pada akar tanaman kubis sudah membusuk atau bahkan sudah benar-benar hancur.

Spora yang beristirahat ini memang akan sangat berbahaya karena mereka dapat bertahan lamannya. Mereka dapat bertahan sampai bertahun-tahun laman sampai mereka berhasil untuk menemukan bagian ujung-ujung akar yang berdekatan.

Jika mereka sudah berhasil untuk menemukan bagian ujung-ujung akar yang saling berdekatan maka kembali akan kembali beraksi dengan menginfeksi. Infeksi tersebut akan sangat berbahaya dan bisa memberikan dampak yang sangat buruk bagi tanaman kubis jika dibiarkan terus-menerus.

Maka dari itu, harus segera dilakukan cara yang tepat untuk mengatasinya dan mengendalikannya meskipun sangat sulit sekali.

Cara Membasmi Akar Gada dengan Sangat Mudah

Akar gada memang sangat sulit sekali untuk dikendalikan atau diatasi. Namun hal ini bukan berarti akar gada ini tidak dapat kita atasi sehingga membuat Anda menyerah dan membiarkannya begitu saja untuk merusak tanaman kubis yang sudah ditanam.

Sebenarnya ada banyak sekali metode  yang bisa kita lakukan untuk mengurangi serangan. Beberapa metode tersebut tentuna bisa dilakukan dengan mudah asalkan Anda benar-benar serius.

Adapun beberapa metode tersebut adalah dengan menggunakan benih dari varietas yang memiliki ketahanan terhadap penyakit akar gada atau club root, sanitasi lingkungan, rotasi tanaman kubis (tidak menanam tanaman kubis secara terus menerus).

Selain itu Anda juga harus selalu menjaga keadaan tanah pada pH yang selalu netral yaitu sekitar 7,1 sampai dengan 7,7 dengan pengapuran serta dengan aplikasi fungsida yang sudah sangat direkomendasikan.

Jika beberapa metode tersebut Anda terapkan dengan tepat maka sudah dipastikan bahwa akar gada tidak akan menyerang tanaman kubis Anda kembali. Dengan demikian tanaman akan selalu dalam keadaan sehat dan Anda akan terhindar dari kerugian karena gagal panen.

Demikian sedikit informasi dari kami mengenai pembahasan “Siklus Hidup & Mekanisme Infeksi Plasmodiophora Brassicae pada Tanaman Sayur Kubis”. Semoga apa yang telah kami sampaikan ini bermanfaat bagi Anda semua.