Sejarah Perkembangan Hidroponik

Sejarah Perkembangan Hidroponik

Sejarah Perkembangan Hidroponik. Samapai saat ini masih banyak orang yang mengira bahwa metode menanam dengan sistem “Hidroponik” adalah metode baru dalam dunia pertanian modern. Persepsi tersebut tentunya punya alasan yang kuat, kemungkinan besar salah satunya karena masih banyak orang yang belum tahu tentang hidroponik.

Metode hidroponik dianggap hal baru dalam pertanian karena memang hanya sebagian orang yang tahu dan ada yang tahu tapi belum paham tentang metode ini. Namun pada era modern ini metode hidroponik semakin banyak digemari oleh petani terutama untuk petani diperkotaan. Dalam skala komersial, metode hidroponik belum begitu terkenal.

Sejarah Perkembangan Hidroponik

SEJARAH METODE HIDROPONIK

Apakah benar metode hidroponik sudah ada sejak 2600 tahun yang lalu? Lalu apa yang membuktikan bahwa metode hidroponik sudah dikenal dan dipraktekkan pada jaman dahulu?

Buktinya bahwa pada masa pemerintahan raja Nebuchadnezzar di Babilonia, mereka mengaplikasikan metode hidroponik pada taman gantungnya, metode tersebut dikenal dengan “Hanging Garden of Babylon” atau yang berarti taman gantung Babilonia.

Ternyata metode hidroponik juga dipraktekkan oleh masyarakat Mesir, China dan suku Astek dari Meksiko dengan model yang mereka sebut “Chinampas” atau yang dikenal dengan “Floating Garden”. Floating garden merupakan beberapa pulau buatan berbentuk persegi empat lalu diapungkan diatas danau untuk bercocok tanam.

PENELITIAN ILMIAH TENTANG METODE HIDROPONIK

Penelitian ilmiah pada metode hidroponik tentang kandungan zat dalam tumbuhan dan asal zat tersebut berkaitan erat dengan perkembangan metode hidroponik sampai sekarang. Pada tahun 1600, seorang peneliti berkebangsaan Belgia yang bernama Jan van Helmont, menyimpulkan bahwa tumbuhan mendapatkan zat-zat penyusunnya dari air.

Setelah penelitian yang dilakukan pada tahun 1600, 99 tahun kemudian John Woodward seorang peneliti dari Inggris menyimpulkan bahwa tanaman tumbuh sebagai hasil dari beberapa zat yang ada di air, yang berasal dari tanah, bukan hanya berasal dari air itu sendiri.

Baca Juga artikel ini : cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon

Dari penelitian terakhir tersebut topik mengenai metode hidroponik tidak ada perkembangan selama berpuluh-puluh tahun. Lalu pada tahun 1804 muncul asumsi baru tentang hidroponik bahwa “tanaman terdiri dari unsur-unsur kimia yang diperoleh dari air, tanah, dan udara” asumsi tersebut diungkapkan oleh De Saussure.

Dari pendapat tersebut dapat dipercaya karena pendapat tersebut dikuatkan oleh Boussingault pada tahun 1851, dia adalah seorang peneliti berkebangsaan Perancis.

Peneliti tersebut bereksperimen dengan menumbuhkan tanaman dalam media pasir atau quartz atau arang dan dengan ditambah larutan kimia dengan komposisi yang diketahui. Dari hasil eksperimennya, peneliti tersebut menyimpulan bahwa “air sangat penting untuk pertumbuhan tanaman dalam menyediakan hidrogen, dan materi dari tanaman kering mengandung hidrogen, karbon dan oksigen yang berasal dari udara”. Peneliti berkebangsaan Prancis tersebut juga berkesimpulan bahwa “tanaman mengandung nitrogen dan unsur mineral lainnya”.

Perkembangan jaman mulai pesat dan seiring berjalannya waktu, para peneliti berhasil menyebar luaskan penelitian metode hidroponik, mereka mengumumkan bahwa ” bagaimana tanaman dapat tumbuh dengan baik pada sebuah media inert atau yang lebih dimengerti dengan media tanpa unsur hara yang dibasahi dengan menggunakan air yang mengandung nutrisi untuk tanaman.

Pada perkembangan setelahnya, kedua peneliti berkebangsaan Jerman yang bernama Sach dan Knop pada tahun 1860 – 1861 telah berhasil pada penelitiannya dengan menanam tanaman langsung dalam larutan nutrisi tanpa menggunakan media tanpa unsur hara. Metode yang dibuatnya tersebut dikenal dengan sebutan “Nutriculture” yang merupakan cikal bakal atau titik perkembangnya teknik hidroponik yang berkembang pada jaman modern ini.

APLIKASI METODE HIDROPONIK UNTUK SKALA KOMERSIAL

Penelitian dan penemuan zat-zat kimia dapat membantu dalam proses identifikasi zat-zat yang dibutuhkan sebuah tanaman. Penemuan zat-zat kimia tersebut adalah yang paling penting dalam aspek “plant nutrition”. Plant nutrition ialah ditemukannya unsur-unsur hara tanaman baik unsur hara makro maupun unsur hara mikro. Perkembangan dalam penelitian selanjutnya para peneliti mengembangkan beberapa formula nutrisi dasar dalam studi nutrisi tanaman.

Metode “nutriculture” yang ditemukan Sach dan Knop yang menjadi cikal bakal dari metode hidroponik tersebut  tidak berkembang sampai tahun 1925. Perkembangan yang cukup berarti dan penting  dimulai ketika industri Green House tertarik untuk menggunakan metode nutriculture. Pengembangan yang luas dalam memodifikasi teknik “nutriculture” skala laboratorium untuk produksi tanaman skala besar baru diterapkan pada tahun 1925 – 1935.

Pada tahun pengembangan dan memodifikasi teknik nutriculture, seseorang yang berasal dari California bernama Dr. W.F Gericke menjadi orang pertama yang melakukan eksperimen untuk skala komersial tersebut. Pada eksperimen pertama komersialnya Dr. W.F Gericke menanam bawang merah, selada dan beberapa sayuran lainnya.

Metode yang digunakan Dr. W.F Gericke disebut dengan “Netriculture System Hidroponics”. Beliau juga yang pertama kali menggagas dan memperkenalkan istilah hidroponik untuk masyarakat luas.

Asal mula kata hidroponik tersebut berasal dari kata hydro dan ponos (bahasa Yunani kuno) yang memiliki arti hydro berarti air dan ponos berarti daya. Keberhasilan penemuan dan penelitian tersebut cukup menggemparkan dan diklaim sebagai “penemuan abad ini” oleh media di Amerika.

Dalam catatan sejarah, sistem hidroponik pernah diaplikasikan selama Perang Dunia ke II atau sekitar tahun 1939 – 1945. Ketika pada perang dunia ke II, teknik  hidroponik digunakan untuk menyediakan sayuran bagi tentara yang berada di daerah tandus dan pasokan air yang sedikit yang membuat sulitnya untuk budidaya secara konvensional.

Aplikasi sistem hidroponik secara komersial ini terus berkembang keseluruh dunia pada tahun 1950-an. Beberapa negara yang mengaplikasikan hidroponik pada masa itu antara lain, Italia, Jerman, Israel, Inggris, Spanyol, Rusia, Swedia dan Perancis.

Metode hidroponik terus berkembang secara signifikan pada era modern saat ini. Hal tersebut  dapat diketahui dengan adanya beberapa penemuan pendukung seperti plastik, pompa air, timer, dan berbagai peralatan lainnya. Beberapa penemuan pendukung tersebut memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan metode hidroponik sampai saat ini.  Pada jaman modern saat ini modal dan biaya operasional bisa ditekan karena semua bisa dirancang secara otomatis.

Metode hidroponik terus berkembang sampai saat ini dan ada 6 sistem hidroponik yang dikenal dengan berbagai macam variannya. Hal ini didukung dengan semakin berkembangnya teknologi dan ilmu dibidang pertanian yang berkaitan dengan hidroponik antara lain sistem yang otomatis dan terkontrol, pengaturan formula, ratio nutrisi dan teknik distribusi nutrisinya.

Di Amerika dan Eropa yang nota bene negara maju, sistem hidroponik pada skala industri adalah bagian dari sistem pertanian modern yang menggunakan green house. Sistem diatur serba otomatis dengan menggunakan robot. Pada saat ini anggapan besar bahwa hidroponik diyakini sebagai metode menanam yang paling cocok di masa depan.

Hal tersebut dikuatkan dengan adanya berbagai alasan, antara lain lahan yang semakin sempit khususnya pada daerah perkotaan, lahan subur semakin berkurang, dan karena populasi manusia yang terus  meningkat setiap tahunnya. Tidak hanya itu, sistem hidroponik memiliki kelebihan sebagai sistem yang bisa diaplikasikan tanpa mengenal musim, dapat diaplikasikan diberbagai wilayah dan kondisi serta tidak menimbulkan pencemaran pada tanah karena tidak menggunakan tanah sama sekali.

Demikian ulasan mengenai sejarah hidroponik, semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan. Terima kasih..

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *