Mengatasi Hama dan Penyakit Tanaman Melon

Mengatasi Hama dan Penyakit Tanaman Melon

Mengatasi Hama dan Penyakit Tanaman Melon

Mengatasi Hama dan Penyakit Tanaman Melon – Hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman melon hampir sama dengan tanaman yang berasal dari family Cucurbitaceae yang lainnya. Tetapi ada satu jenis penyakit yang sangat dikhawatirkan oleh para petani, yakni layu fusarium.

Penyakit layu fusarium merupakan salah satu jenis penyakit berbahaya yang disebabkan oleh cendawan atau jamur Fusarium oxysporum yang umumnya menginfeksi bagian perakaran. Pada tanaman buah melon, panyakit ini bisa menyerang ratusan bahkan ribuan tanaman dalam jangka waktu yang sangat singkat.

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai berbagai macam jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman melon beserta cara mengatasinya. Adapun hama dan penyakit yang menyerang tanaman melon adalah sebagai berikut:

Berbagai Jenis Hama Tanaman Melon dan Cara Mengatasinya

a). Jangkrik atau Gangsir : Jangkrik atau gangsir menyerang tanaman melon dengan cara memakan bagian pangkal batang, terutama pada tanaman yang masih muda. Pencegahan bisa dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan di area tanaman serta menutup lubang mulsa di area tanaman dengan menggunakan tanah atau potongan bambu.

Sedangkan untuk pengendalian secara kimiawi bisa dilakukan dengan menyemprotkan insektisida sepertti decis, santoat, curacron, atau regent.

b). Penggerek Daun : Menyerang bagian daun tanaman sampai batang tanaman yang masih muda, serangan hama ini mengakibatkan daun tanaman menjadi berlubang dan hanya akan menyisakan bagian tulang daun saja.

Pencegahan bisa dilakukan dengan cara menanam pada lokasi yang tidak dekat dengan tanaman timun, gambas, semangka, terong, ataupun tanaman yang sejenis lainnya. Pengendalian bisa dilakukan dengan menyemprotkan regent atau curacron.

c). Ulat Grayak : Ulat grayak menyerang dengan cara memakan daun terutama daun yang masih muda hingga batang muda. Pengendalian bisa dilakukan dengan menyemprotkan insektisida seperti curacron, santoat, atau regent.

d). Ulat Tanah : Ulat tanah hanya aktif saat malam hari, menyerang bagian pangkal batang sampai dengan daun. Pengendalian bisa dilakukan dengan menyemprotkan prevathon atau curacron. Untuk masalah penyemprotan sebaiknya dilakukan saat malam hari.

e). Lalat Buah : Lalat buah pada umumnya menyerang bagian buah tanaman melon yang masih kecil. Hama ini menyerang dengan cara memasukkan semua telurnya ke dalam buah. Jika telur lalat buah sudah menetas maka kemudian akan menjadi larva. Larva inilah yang memakan daging buah sehingga mengakibatkan buah menguning, busuk, dan pada akhirnya menjadi rontok.

Pengendalian bisa dilakukan dengan cara memasang sebuah perangkap hama lalat buah dan menyemprotkan insektisida yang memiliki bau sangat tajam seperti santoat atau curacron.

f). Aphids atau Thrips : Kedua jenis hama ini merupakan hama kutu-kutuan yang biasa menyerang tanaman yang masih muda. Hama ini biasa menyerang dengan cara menghisap cairan yang ada di dalam daun sehingga membuat daun menjadi mengkerut atau keriting.

Pencegahan bisa dilakukan dengan cara selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar serta membersihkan tanaman inang. Penyemprotan bisa dilakukan dengan penggunaan akarisida yang berbahan aktif seperti demolish, bamex, atau agrimec.

g). Kumbang Daun : Hama kumbang daun biasa menyerang pada saat malam hari, sasarannya adalah daun dan juga bunga. Serangan hama ini menyebabkan daun dan bunga tanaman menjadi bolong-bolong.

Pengendalian hama kumbang daun bisa dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang berbahan aktif tiodikarb, diafentiuron, metidation atau profenofos.

h). Kutu Kebul (Bemisia tabaci) : Hama kutu kebul menyebabkan kerusakan pada bagian daun tanaman melon yang berupa bercak nekrotik pada bagian daun akibat rusaknya semua sel-sel serta jaringan daun.  Hama ini juga menjadi vektor utama virus gemini yang bisa menyebakan terjadinya penyakit bulai.

Pengendalian bisa dilakukan dengan cara membuat tanaman yang sudah terinfeksi atau bisa juga dengan menyemprotkan akarisida dengan bahan aktif abamectin seperti bamex, alfamex, agrimec atau demolish.

Berbagai Jenis Penyakit Tanaman Melon dan Cara Mengendalikannya

a). Rebah semai : Penyakit rebah semai biasa terjadi pada semaian yang dimana ditandai dengan beberapa gejala bagian batang berubah warna menjadi coklat, rebah, dan akhirnya tanaman mati.

Pengendalian penyakit rebah semai bisa dilakukan dengan penggunaan fungisida karbendazim pada bagian benih atau disemprot secara langsung fungisida antracol.

b). Layu Fusarium : Disebabkan oleh jamur Fusarium oxsporum. Gejala ditandai dengan adanya tanaman yang terlihat segar pada pagi hari dan menjadi layu saat siang hari, kemudian akan segar kembali saat sore hari. Kondisi seperti ini akan berlangsung sekitar beberapa hari sampai pada akhirnya tanaman mati.

Pencegahan bisa dilakukan dengan cara menggunaan benih yang memiliki ketahanan terhadap jamur Fusarium oxysporum, menggunakan mulsa plastik supaya tidak selalu dalam keadaan lembab, sistem drainase yang baik, pengaplikasan trichoderma dan rotasi atau pergiliran tanaman. Cara mengendalikannya adalah dengan membuang tanaman yang sudah terserang dan mengocorkan trichoderma.

c). Antraknosa : Gejala ditandai dengan adanya bercak-bercak yang berwarna coklat pada bagian daun kemudian berubah menjadi kemerahan hingga pada akhirnya daun mati. Apabila menyerang bagian buah maka akan membuat buah menjadi busuk ditandai dengan munculnya bulatan yang memiliki warna merah jambu dan secara perlahan akan meluas.

Pengendalian penyakit antraknosa bisa dilakukan dengan cara membuang jauh-jauh bagian buah yang sudah terserang serta menyemprotkan fungisida Bion M, antracol, dithane, dan lain sebagainya.

d). Layu Bakteri : Ditandai dengan adanya tanaman melon yang tiba-tiba layu permanen. Apabila bagian batang dipotong secara melintang maka akan nampak pembuluh xylem yang menghitam.

Pengendalian layu bakteri bisa dilakukan dengan cara mencabut atau membuang jauh tanaman yang sudah terinfeksi. Disamping itu, penting juga untuk menyemprotkan bakterisida seperti agrimicin.

e). Embun Tepung atau Powdery mildew : Gejala awal ditandai dengan adanya bagian daun dan batang tanaman yang dilapisi oleh semacam tepung yang berwarna putih. Apabila menyerang bagian daun dan batang maka akan berubah coklat dan mengkerut. Selain itu, tanaman juga akan melemah dan kerdil karena pertumbuhannya terganggu.

Penyakit embun tepung bisa dilakukan dengan cara memusnahkan semua tanaman yang sudah terserang dan menyemprotkan fungisida dengan bahan aktif benomyl, oksioquinoks, pradimefon, dan tembaga.

f). Penyakit WMV atau Water Melon Virus : Gejala serangan penyakit ini ditandai dengan adanya daun tanaman yang mulai melepuh, belang-belang, daun mengalami perubahan bentuk dan mengkerut, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan ada rekahan membujur pada bagian batang.

Penyakit Water Melon Virus bisa dilakukan dengan cara memusnahkan semua tanaman yang sudah terinfeksi, rotasi atau pergiliran tanaman, serta mengatasi aphids dan thirps yang merupakan vektornya dengan cara menyemprotkan demolish, bamex, atau alfamex.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai berbagai macam jenis hama dan penyakit pada tanaman melon beserta cara mencegahnya. Semoga informasi yang sudah kami sampaikan kali ini bermanfaat bagi pembaca semua.