Menanam Cabai Hidroponik Sistem Murah, Mudah, Hasil Melimpah (Sistem Wick)

Menanam Cabai Hidroponik Sistem Murah, Mudah, Hasil Melimpah (Sistem Wick)

Menanam Cabai Hidroponik Sistem Murah, Mudah, Hasil Melimpah (Sistem Wick)

 

Menanam tanaman atau kegiatan bercocok tanam adalah usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu. Media tanam yang wajar digunakan dalam bercocok tanam  adalah tanah dan campuran pupuk kompos, tanah sendiri untuk media bertumbuhnya akar sedangkan pupuk kompos sebagai nutrisi atau suplemen makanan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh berkembang.. Selain tanah dan suplemen makanan yang dibutuhkan oleh tanaman, tanaman juga membutuhkan air, seperti halnya manusia yang juga membutuhkan air. Air berperan penting sebagai pelarut nutrisi untuk mempermudah penyerapannya oleh tanaman. Air bukan hanya untuk melarutkan nutrisi pada tanaman, dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan juga sudah digunakan pada perang dunia ke II, air juga untuk media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar. Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik.

Menanam Cabai Hidroponik Sistem Murah, Mudah, Hasil Melimpah (Sistem Wick)

Hal ini kita akan membahas tentang bercocok tanam cabai hidroponik sitem wick. Dapat menggunakan barang bekas untuk penanamannya. Barang bekas sebenarnya bisa terpakai lagi jika digunakan dengan baik dan benar, seperti halnya untuk pengganti pot, nah, kalau ingin tahu caranya berikut kita simak cara menanam cabai hidroponik denganmenggunakan sistem wick atau sistem sumbu.

 

  • Pertama yang harus kita siapkan dalam menanam cabai hidroponik sistem wick, berikut alat dan bahannya:
  • wadah, jumlah dan ukuran terserah anda atau sesuai kebutuhan. Tapi kali ini menggunakn botol bekas.
  • Media tanam dalam botol ini menggunakan arang sekam, cocopeat atau sabut kelapa, serta pecahan batu bata.
  • Kain flanel untuk sumbu
  • Nutrisi hidroponik untuk tanaman sayur buah
  • Gunting, pisau atau cuter
  • Air
  • Cat warna hitam atau yang berwarna gelas / menggunakan plastik hitam
  • Persiapan kedua adalah mempersiapkan tandon, pot dari botol bekas dan juga pemasangan sumbu
  • Semua bahan sudah dipersiapkan terutama botol bekas, gunting botol bekas menjadi dua bagian, potong botol dengan ukuran kira- kira 1/3 bagian atas karena bagian atas yaitu bagian mulut botol itu digunakan sebagai pot, dan yang bagian bawah digunakan sebagai tandon tandon nutrisi tanaman. Pada bagian atas botol tepatnya pada leher botol itu dilubangi sebanyak mungkin, dan juga lubangi bagian bawah botol yaitu bagian untuk tandon dengan ukuran lubang sebesar pensil yang kurang lebih diameternya 5 mm, lubang tersebut dibuat dengan jarak 10 cm dari dasar botol, gunanya sebagai keluar masuknya udara atau mengurangi penguapan.
  • Potong kain flanel untuk sumbu dengan ukuran lebar kurang lebih 2,5-3cm dan panjang kurang lebih 15 cm atau lebih tepatnya kain flanel menyentuh dasar botol tandon saat dipasang dan lalu pasangkan kain flanel pada bagian atas botol untuk pot.
  • Persiapan pembibitan cabai hidroponik.
  • Sebar bibit cabai dahulu di media arang sekam, cocopeat, rockwoll atau media tanam lainnya. Bibit cabai yang akan digunakan dalam hidroponik terserah anda, tergantung selera anda. Benih juga dapat diperoleh dari cabai setengah busuk (belum menjamur) yang ada di dapur lalu dikeringkan sampai kadar air dalam benih berkurang  atau kalau nggak ingin repot, bisa membeli benih cabai hibrida di toko pertanian terdekat.  Untuk membuat benih sendiri pilihlah calon benih dari cabai yang bagus, yang memiliki warna kulit warna merah sempurna, tentunya tidak berpenyakit atau menjamur, dan juga sudah cukup tua.
  • Jika bibit sudah disemai di media tanam, letakkan semaian cabai tadi ke tempat yang terlindung dari hujan dan juga cukup mendapatkan sinar matahari. Bila bibit sudah berumur 15 hari, bibit bisa dikenalkan ke sinar matahari secara langsung tapi tentunya secara bertahap agar bibit tidak kutilang dan berbatang.
  • Bibit jika sudah berumur 25-30 hari setelah penyemaian sudah siap untuk di tanam.
  • Tahapan menanam bibit cabai hidroponik
  • Pertama siapkan media tanam untuk bibit yaitu, pecahan batu bata kecil-kecil agar padat dan tidak banyak rongga bila dimasukkan ke dalam botol bekas(pot).
  • Buka dengan hati-hati polybag yang berisi bibit cabai agar akar bibit cabai tidak putus atau rusak, lalu masukkan pada pot (botol bekas), usahakan dalam menanam bibit cabai memperhatikan penempatan bibit cabai agar calon tanaman cabai nantinya dapat berdiri tegak dan kokoh.
  • Tentunya dalam penanaman hidroponik juga diperlukan nutrisi, untuk memberikan nutrisi pada tanaman cabai diperlukan larutan nutrisi hidroponik lalu masukkan pada tandon yang sudah disiapkan. Sangat perlu diperhatikan dalam pengisian larutan nutrisi pada tandon, tandon diisi cukup sebatas lubang yang ada pada tandon.
  • Lalu letakkan pot ke tandon
  • Letakkan tanaman cabai tersebut ke tempat yang terkena sinar matahari atau terhindar dari tempat yang terlalu lembab agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
  • Perlu pengecatan dengan warna yang gelap pada tandon untuk menghindari munculnya lumut yang menutupi lubang, bila tidak ada cat, bisa diganti kresek warna hitam.
  • Tandon juga dibalut dengan kain tebal yang dibasahi, atau bisa diganti dengan kardus atau styrofom, hal ini untuk menjaga suhu larutan nutrisi tetap dingin di terik panas pada siang hari
  • Cara perawatannya
  • Seperti umumya pemeliharaan tanaman cabai, selalu memperhatikan ketersediaan nutrisi pada tandon. Selalu dicek ketersediaan larutan pada tandon, karena bila usia cabai sudah menginjak minggu ke 2 lanjut, tanaman cabai meyerap nutrisi yang banyak.
  • Selalu menjaga suhu larutan pada tandon, karena bila suhu terlalu tinggi tanaman cabai akan layu dan pertumbuhan tanaman cabai akan terhambat.
  • Untuk memenuhi kebutuhan unsur hara mikropada tanamn cabai, pada masa pertumbuhan vegetatif (pembungaan) semprot tanaman dengan pupuk daun setiap seminggu sekali. bila tanaman cabai hidroponik sudah memasuki fase generatif, semprot tanaman cabai hidroponik dengan pupuk buah. Ada beberapamacam yang dapat menjadi pilihan untuk nutrisi pada masa generatif yaitu, gandasil A/B, Growmore, Bayfolan, POC Nasa atau Supergrow
  • Penanggulangan hama pada tanaman cabai hidroponik
  • Tanaman cabai hidroponik juga sama hal nya tanaman lain yang sering dihinggapi hama dan penyakit, biasanya hama dan penyakit yang sering menghinggapi tanaman hidroponik yaitu trips, tungau, apids/ kutu daun yang dapat menyebabkan daun tanaman cabai keriting. Cara menggilangkannya dengan cara menyemprotkan larutan campuran air tembakau, bawang putih, akarisida berbahan aktif profenofos dan piridaben atau abamectin.
  • Bila terjadi bercak daun, busuk batang, busuk akar, busuk kuncup, busuk pada buah cabai, lakukan pemotongan pada bagian yang diserang hama penyakit, dan lakukan penyemprotan cairan fungisida atau bakterisida dengan kadar yang sesuai.
  • Umur untuk waktu panen

Umur untuk tanaman cabai hidroponik tidak jauh berbeda dengan tanaman cabai yang tumbuh di tanah. jika ingin memanen hasil cabai berwarna hijau, dapat dipetik sekitar umur 75-80 hari pasca tanam. Dan bila ingin hasil dengan buah berwarna merah dapat di panen pada umur 110 hari pasca tanam.

 

Sebagai penulis berharap dengan adanya artikel ini dapat bermanfaat dan juga dapat  dijadikan inspirasi buat sobat tanam di manapun anda berada, terima kasih..

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *