Langkah-Langkah Menanam Hidroponik

Langkah-Langkah Menanam Hidroponik

Langkah-Langkah Menanam Hidroponik Dengan Sistem Sederhana (Sistem Wick)

 

Menanam tanaman atau kegiatan bercocok tanam adalah usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu. Media tanam yang wajar digunakan dalam bercocok tanam  adalah tanah dan campuran pupuk kompos, tanah sendiri untuk media bertumbuhnya akar sedangkan pupuk kompos sebagai nutrisi atau suplemen makanan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh berkembang..

Langkah-Langkah Menanam Hidroponik Dengan Sistem Sederhana (Sistem Wick)

Selain tanah dan suplemen makanan yang dibutuhkan oleh tanaman, tanaman juga membutuhkan air, seperti halnya manusia yang juga membutuhkan air. Air berperan penting sebagai pelarut nutrisi untuk mempermudah penyerapannya oleh tanaman. Air bukan hanya untuk melarutkan nutrisi pada tanaman, dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan juga sudah digunakan pada perang dunia ke II, air juga untuk media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar. Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik. Dalam menanam dengan metode hidroponik ada beberapa sistem yang sering dipakai yaitu,

  • Water culture system merupakan suatu sistem hidroponik yang bekerja dengan cara menggenangi tanaman dengan air yang bercampur larutan nutrisi.
  • NFT system (Nutrient Film Technique) merupakan suatu sistem hidroponik yang aplikasiannya dengan cara membagikan air nutrisi melalui aliran air yang tipis pada tanaman.
  • Ebb & flow system (sistem pasang surut) merupakan suatu sistem hidroponik yang sistemnya melalui proses pemompaan bak penampung dan kemudian akan membasahi akar tanaman, oleh karena itu tanaman mendapatkan air, nutrisi dan oksigen.
  • Drip system merupakan suatu sistem hidroponik yang pemberian larutan nutrisinya pada tanaman dengan cara meneteskan larutan nutrisi melalui pipa atau selang yang menuju media tanam.
  • Aeroponyc system merupakan suatu sistem hidroponik yang menggunakan selang penyebar untuk membuat butiran kabut halus yang nantinya kabut ini untuk oksigen tanaman.
  • Bubbleponics system merupakan suatu sistem hidroponik yang pada saat masuk awal pertumbuhan akar, larutan nutrisinya dipompakan dengan menggunakan pembentuk gelembung, gunanya untuk memperbanyak kandungan oksigen didalam larutan yang akan diserap oleh akar tanaman.
  • DFT system merupakan suatu sistem hidroponik yang penanamannya menggunakan sirkulasi larutan nutrisi tanaman selama 24 dan secara terus menerus pada rangkaian aliran yang tertutup.
  • Sistem fertigasi merupakan suatu sistem yang pengaplikasiannya menggunakan unsur hara melalui irigasinya, bioponik system merupakan suatu sistem hidroponik yang menggunakan bahan-bahan alami untuk nutrisinya,

Itulah beberapa sistem yang biasa di gunakan petani hidroponik, ada satu sistem yang belum tertera diatas yaitu sistem wick, sistem wick yang akan kita ulas lebih lanjut dalam artikel kali ini.

Dimanapun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh subur dan maksimal tergantung pada nutrisi yang diperolehnya, karena bila nutrisi yang dibutuhkan selalu tercukupi tidak ada alasan untuk tanaman tidak tumbuh baik. Dalam bercocok tanam dengan menggunakan media konvensional, tanah berfungsi sebagai penyanggga tanaman, dan air sebagai pelarut nutrisi bagi tanaman agar bisa terserap oleh akar tanaman. Lain halnya dengan bercocok tanam menggunakan media hidroponik, yang sudah kita bahas sebelumnya bahwa hidroponik cara menanam tanaman dengan memanfaatkan air sebagai media pengganti tanah dan dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Untuk bercocok tanam hidroponik dengan alat yang murah dan sederhana adalah dengan menggunakan sistem wick atau menggunakan sistem sumbu, suatu sistem yang menghubungkan antara larutan nutrisi yang terdapat pada bak/tandon dengan media tanam, sistem ini pasif yang berarti tidak ada bagian yang bergerak, larutan nutrisi dari bak penampung/tandon nutrisi dapat terserap oleh akar pada tanaman dengan memanfaatkan daya kapilaritas pada sumbu.

Walaupun teknik ini dibilang cukup mudah dibanding dengan sistem lainnya, namun tetap memperhatikan unsur-unsur penting yang harus wal wajib dalam bercocok tanam hidroponik dengan menggunakan sistem wick, antara lain ;

  • Nutrisi yang digunakan
  • Media tanam, contohnya: arang sekam, cocopeat, rockwool, pecahan batu bata, kerikil dll.
  • Oksigen
  • Air

Teknik Hidroponik Wick System

Teknik wick memang susah-susah gampang, berikut cuplikannya, tanaman yang akan ditanam diletakkan pada wadah berisi larutan nutrisi, wadah yang digunakan untuk tandon larutan nutrisi dapat berupa botol bekas air mineral, gelas, ember, toples atau bak air. Agar larutan nutrisi  dapat terserap oleh akar tanaman, cairan tersebut diberi pergerakan mesin gelembung atau yang biasa disebut aerator yang biasanya terdapat di aquarium itu lho, bila tidak menggunakan aerator juga tidak mengapa, karena tanpa aerator pun sistem sumbu ini sudah dapat menghasilkan tanaman yang subur. Berikut cara pembuatan sistem wick:

  • Alat Dan Bahan Yang Diperlukan
  • Rockwool atau bisa juga menggunakan media tanam lainnya seperti cocopeat atau arang sekam, tapi kali ini kita menggunakan media tanam rockwoll
  • Baki atau nampan
  • Benih tanaman
  • Tandon nutrisi (baskom, atau botol bekas)
  • Air
  • Pisau / cutter
  • Sumbu (kain flanel)
  • Lembaran styrofoam atau lembaran kayu
  • Cara Menyemai
  • Potong rockwool menggunakan cutter dengan ukuran 2,5 cm x 2,5 cm
  • Lubangi rockwool di bagian tengah krang lebih sedalam 0,5 cm.
  • Kemudian rendam rockwool ke dalam air selama 6 jam, sebelum digunakan untuk media tanam.
  • Setelah 6 jam, lalu tiriskan rockwool tanpa diperas, letakkan di atas nampan.
  • Masukkan benih tanaman ke dalam lubang rockwool yang dibuat tadi.
  • Letakkan nampan yang berisi semaian benih tadi ke tempat yang teduh dan sedikit penerangan matahari, karena bila benih terpapar sinar matahari langsung akan berbahaya bagi kecambah.
  • Diamkan sampai benih berkecambah dan tumbuh daun yang mencuat kepermukaan. Bila media tanam rockwool terlihat mengering, cukup semprot dengan air sampai basah.
  • Bila bibit tanaman muncul sepenuhnya sudah lengkap dengan batang dan daunnya, bibit diperkenalkan sinar matahari penuh waktu pagi. Tapi hindari saat siang hari karena panas yang menyengat sebaiknya bibit dilindungi kareena akan berpengaruh terhadap pertumbuhannya.
  • Cara memindah tanam ke pot hidroponik
  • Bila sudah tumbuh 4 helai daun atau tanaman sudah cukup umur(tetap menyesuaikan jenis tanamannya), bibit sudah siap dipindah tanah ke dalam pot hidroponik.
  • Pot hidroponik dapat menggunakan netpot bisa juga menggunakan cup bekas air mineral.
  • Kemudian lubangi pot hidroponik di bagian bawahnya lalu pasangkan kain flanel untuk sumbunya.
  • Lain tempat buat lubang pada lembaran kayu atau bisa menggunakan styrofoam (sebagai penyangga antara cup dengan tandon nutrisi) ukuran lubang sesuaikan dengan ukuran netpot atau cup bekas.
  • Kemudian letakkan netpot / cup pada lubang styrofoam. Lalu tempatkan diatas tandon nutrisi.
  • Sebelum itu terlebih dahulu tandon nutrisi diisi dengan larutan air dan nutrisi hidroponik yang telah dicairkan sebelumnya, untuk mengetahui bagaimana cara mencairkan nutrisi hidroponik keterangan penggunaan ada di kemasan nutrisi. Biasanya nutrisi hidroponik yang diberikan pada tanaman yaitu 5ml nutrisi A dan 5ml nutrisi B per satu liter air.
  • Semua instalasi wick sudah siap, lalu letakkan pot hidroponik di tempat yang tidak tergenang air hujan atau yang tidak langsung terkena air hujan
  • Larutan nutrisi dan air harus dicek secara berkala jangan sampai kekeringan dan kehabisan nutrisi.
  • Bisa menggunakan aerator untuk mengatur kadar oksigen dan pelarutan nutrisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *