Kunci Sukses Budidaya Kacang Panjang Agar Keuntungan Maksimal

Kunci Sukses Budidaya Kacang Panjang Agar Keuntungan Maksimal

Kunci Sukses Budidaya Kacang Panjang Agar Keuntungan Maksimal

Kacang panjang selalu menjadi jenis sayuran yang paling di cari dipasaran. Karena kacang panjang bisa di jadikan beberapa menu makanan sehat. Seperti gadi – gado, oecel, sayur asam, oseng – oseng, dan berbagai masakan Indonesia lainnya. Maka tak heran jika kacang panjang banyak di cari di pasaran.

Banyaknya permintaan terhadap kacang panjang di pasaran, menjadikan budidaya tanaman kacang panjang masih layak untuk dijalankan. Namun sebelumnya ada beberapa kriteria dan persyaratan yang bisa dipenuhi saat menjalankan budidaya tanaman kacang panjang.

Kunci Sukses Budidaya Kacang Panjang Agar Keuntungan Maksimal

  • Tanaman kacang panjang tumbuh dengan baik pada tanah gembur, subur, lempung berpasir dan banyak mengandung unsur hara.
  • Pemberian air yang cukup meskipun kacang panjang bisa tumbuh baik di musim kering atau kemarau agar memaksimalkan pertumbuhan dan produktifitas.
  • Kadar PH yang ideal adalah antara 5,5 – 6,5.
  • Untuk Suhu yang diperlukan adalah 20 – 30 derajat celcius,
  • Jumlah curah hujan yang dibutuhkan 600 – 1.500 mm/tahun
  • Dan ketinggian dataran yang ideal adalah <800 m dpl.

Jika persyaratan sudah sesuai maka bisa melanjutkan dengan langkah awal budidaya kacang panjang dengan cara mempersiapkan lahan untuk budidaya kacang panjang,berikut langkah – langkah yang bisa dilakukan :

  1. Membersihkan lahan dari rumput liar atau gulma dan sisa tanaman pada lahan sebelumnya.
  2. Lakukan penggemburan tanah dengan cara dibajak atau dicangkul
  3. Membuat bedengan dengan ukuran lebar 70 – 80 cm, tinggi bedengan 20 – 30 cm atau sesuai kondisi lahan, jarak antar bedeng 50 – 60 cm
  4. Untuk tanah yang tidak terlalu subur, bisa ditaburkan dolomit/kapur pertanian jika ph dibawah 5,5 sebanyak 50 – 75 kg/400 m2
  5. Pemberian Pupuk Dasar sebelum penanaman bibit. Dengan aturan sebagai berikut :
  • Pupuk dasar ditaburkan secara merata diatas bedengan kemudian ditutup/diaduk secara merata dengan tanah
  • Pupuk dasar ideal adalah TSP,Kcl dan ZA (Perbandingan 2 : 1 : 1) dengan dosis 15 – 20 kg/400 m2
  • Pupuk dasar ditaburkan 10 – 15 hari sebelum tanam

 

Setelah persiapan lahan dan Pemberian pupuk dasar pada lahan sudah dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah persiapan bibit kacang panjang yang bisa kita buat sendiri dengan memilih buah yang bagus, tidak cacat dan tidak terserang penyakit, atau menggunakan bibit hibrida yang banyak tersedia di Toko Pertanian. Agar budidaya kacang panjang memperoleh hasil yang maksimal, gunakan benih yang sesuai dengan lokasi setempat, misalnya dataran rendah, dataran menengah atau dataran tinggi.

Jika bibit sudah disiapkan maka kita bisa melanjutkan ke langkah penanaman bibit kacang merah dengan cara dibawah ini :

  • Buat Jarak lubang tanam untuk tipe lanjaran ganda adalah 70 x 40 cm – 80 x 50 cm
  • Untuk Benih ditanam sebanyak 2 biji per lubang, tutup dengan tanah tipis
  • Kacang panjang adalah tanaman budidaya yang bisa ditanam kapan saja atau tidak mengenal musim. Bisa ditanam pada musim hujan maupun musim kemarau.
  • Pada umumnya Benih akan tumbuh dalam waktu 3 – 4 hari setelah tanam
  • Segera lakukan penyulaman pada tanaman yang mati atau benih yang tidak tumbuh.
  • Pemasangan lanjaran agar kacang panjang bisa tumbuh menjalar.
  • Lakukan penyiangan jika ada rumput liar yang mulai tumbuh dan mengganggu tanaman
  • Pemangkasan daun dan tunas bawah yang tumbuh terlalu rimbun dan dapat mengganggu pertumbuhan bunga dan buah. Akibatnya adalah produktifitas rendah. Pemangkasan merupakan salah satu teknik supaya budidaya kacang panjang menghasilkan buah yang lebat dan banyak
  • Lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk NPK atau campuran antara TSP,Kcl dan Za dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Pemupukan susulan pertama dilakukan pada umur 2 minggu dengan cara dikocor atau ditabur (jika kondisi tanah basah/musim hujan). Dengan dosis 5 – 10 kg per 1000 tanaman. Pemupukan selanjutnya dilakukan setiap 1 minggu.
  • Jangan lupa untuk melakukan penyiraman yang dapat dilakukan setiap 2 hari pada musim kemarau atau disesuaikan dengan musim.
  • Pengendalian hama dan penyakit kacang panjang juga wajib dilakukan secara tepat sesuai dengan jenis hama dan penyakit tanaman Seperti berikut ini:

 

  1. Ulat Bunga (Maruca testualis)

Gejala : Larva menyerang bunga yang terbuka dan menyerang polong.

Pengendalian : Penyemprotan dengan insektisida dan rotasi tanaman jenis lain

 

  1. Lalat Kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)

Gejala : Pertumbuhan tanaman terhambat, daun berwarna kekuningan, terdapat bintik-bintik putih disekitar tulang daun. Pangkal batang terjadi perakaran skunder dan membesar.

Pengendalian : Penyemprotan dengan menggunakan insektisida dan melakukan pergiliran tanaman jenis lain yang bukan dari famili kacang-kacangan.

 

  1. Penyakit Antraknosa (Colletotricum Lindemuthianum)

Gejala serangan dapat terjadi pada saat awal perkecambahan, dengan ciri-ciri terdapat warna kecoklatan pada batang muda dan keping biji. Pada tanaman dewasa serangan mengakibatkan tanaman layu dan mati. Ciri-cirinya adalah pangkal batang membusuk hingga ke perakaran.

Pengendalian : Penyemprotan dengan fungisida pada tanaman dan pemberian fungisida secukupnya pada benih sebelum ditanam.

 

  1. Kutu Daun (Aphis cracivora koch)

Penyerangan terjadi pada pucuk batang muda dan daun muda sehingga daun menjadi keriting. Kutu menghisap cairan sel tanaman yang menyebabkan pertumbuhan terhambat.

Pengendalian : Penyemprotan dengan insektisida

 

  1. Penggerek Biji (Callosobruchus maculatus L)

Penggerek biji menyerang biji tanaman dengan ciri biji berlubang dan rusak sehingga biji tidak dapat tumbuh.

Pengendalian : Pemberian insektisida pada benih sebelum ditanam

 

  1. Ulat Grayak (Spodoptera litura F)

Serangan terjadi pada seluruh bagian tanaman,batang, daun, bunga dan buah. Gejala yang terjadi daun berlubang, bunga rontok, batang muda rusak, buah dan polong berlubang. Serangan terberat biasanya terjadi pada musim kemarau.

Pengendalian : Penyemprotan dengan insektisida

 

  1. Penyakit Sapu (Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus)

Virus ini ditularkan oleh kutu daun, gejalanya ruas batang sangat pendek, tunas ketiak memendek sehingga tanaman kerdil karena pertumbuhan terhambat.

Pengendalian : Pengendalian virus ini adalah dengan cara mengendalikan vektornya, yaitu kutu daun dengan melakukan penyemprotan insektisida.

 

  1. Penyakit Mozaik (cowpea Aphid Borne Virus)

Pada daun muda terdapat corak seperti mosaik dengan warna hitam atau kecoklatan tidak beraturan. Virus ini ditularkan oleh kutu daun.

Pencegahan dengan memilih benih yang tahan terhadap virus dan pengendalian dengan penyemprotan insektisida.

 

  1. Penyakit Layu Bakteri (Pseudomonas solanacearum)

Serangan penyakit ini terjadi pada tanaman muda dan dewasa. Gejalanya tanaman tiba-tiba layu dan mati. Ciri-cirinya adalah pangkal batang membusuk dan berwarna kecoklatan.

Pengendalian dengan penyemprotan Fungisida dan mencabut serta membuang jauh tanaman yang terserang

 

Langkah terakhir dalam budidaya tanaman kacang panjang adalah proses pemanenan. Kacang panjang dapat dipanen pada usia 45 – 50 HST (Hari Setelah Tanam). Selanjutnya pemanenan dilakukan setiap 2 hari. Jika perawatan cukup dan tanaman tumbuh sehat, kacang panjang dapat dipanen hingga 1,5 bulan atau +/- 21 kali pemanenan.

Demikian artikel kami tentang KUNCI SUKSES BUDIDAYA KACANG PANJANG AGAR KEUNTUNGAN MAKSIMAL. Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *