Inilah Jenis Pupuk Yang Cocok Untuk Padi Dan Dosis Pemberian Yang Tepat

Inilah Jenis Pupuk Yang Cocok Untuk Padi Dan Dosis Pemberian Yang Tepat

Inilah Jenis Pupuk Yang Cocok Untuk Padi Dan Dosis Pemberian Yang Tepat

Jika kita memulai usaha budidaya tanaman salah satu yang wajib disiapkan adalah pemberian pupuk pada tanaman.  Tidak ketinggalan jika kita menjalankan usaha pertanian padi. Pupuk yang disiapkan bisa dari pupuk organik dan pupuk Anorganik. Jika pupuk organik bisa kita dapatkan dengan memanfaatkan sisa tanaman atau daun yang biasa disebut juga dengan pupuk kompos. Pupuk organik juga bisa didapatkan dengan memanfaatkan sisa kotoran hewan atau lebih sering disebut dengan pupuk kandang.

Inilah Jenis Pupuk Yang Cocok Untuk Padi Dan Dosis Pemberian Yang Tepat

Namun jika lahan yang digunakan tidak terlalu subur tanaman padi juga memerlukan tambahan pupuk anorganik pada dosis dan jenis pupuk yang tepat. Jenis pupuk anorganik memang lebih dikenal dengan kandungan unsur kimia yang tinggi, tetapi adanya pupuk anorganik yang memiliki berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman padi untuk tumbuh. Beberapa jenis pupuk anorganik yang bisa ditemukan adalah pupuk nitrogen, pupuk phosphat, pupuk kalium dan pupuk yang mengandung unsur hara mikro. Sedangkan jenis pupuk organik untuk tanaman padi seperti pupuk kandang, kompos atau pupuk hijauan. Sedangkan untuk dosis atau takarannya tanaman padi memerlukan pupuk sebagai berikut ;

 

  1. Hara N sebanyak 17,5 kg (setara dengan 39 kg Urea)
  2. Hara P sebanyak 3 kg (setara dengan 3 kg SP-36)
  3. Hara K sebanyak 17 kg (setara dengan 34 kg KCl)

 

Dalam pupuk anorganik memiliki unsur hara baik mikro ataupun mikro yang dibutuhkan tanaman. Seperti beberapa kandungan berikut ini :

  • Kandungan nitrogen adalah salah satu unsur hara makro yang paling dibutuhkan oleh tanaman padi. Karena kandungan nitrogen ini berperan aktif dalam proses pembentukan zat hijau daun, sehingga bisa membantu proses fotosintesis.
  • Fosfor sendiri merupakan unsur hara yang juga bermanfaat bagi tanaman padi untuk merangsang tumbuhnya akar khususnya saat tanaman padi yang berusia muda. Kandungan fosfor juga berfungsi dalam pembentukan protein tertentu yang dibutuhkan oleh tanaman padi.
  • Pupuk kalium juga sering disebut sebagai KCl biasanya digunakan untuk membantu meningkatkan pembentukan hijau daun pada tanaman. Selain itu kandungan kalium dalam pupuk anorganik juga membantu pembentukan protein dan karbohidrat pada tumbuhan. Kalium merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan penyakit.

Berdasarkan beberapa kandungan yang sudah dijelaskan diatas pupuk anorganik bisa memberi manfaat yang baik bagi tanaman padi seperti berikut ini :

  1. Tingkat produktivitas gabah pada tanaman padi akan semakin meningkat, sehingga bisa membuat hasil panen padi lebih maksimal dengan kuantitas yang besar.
  2. Beberapa kandungan unsur hara mikro dan makro bisa membauta tanaman padi memiliki waktu pertumbuhan yang lebih cepat terutama jika dibandingkan dengan tanaman padi yang tidak mendapatkan pupuk anorganik secara tepat.
  3. Seluruh kandungan unsur hara dalam pupuk anorganik dapat terserap dengan baik dan cepat sehingga semua zat yang dibutuhkan tanaman bisa cepat didapatkan.
  4. Pertumbuhan pada tanaman padi bisa maksimal mulai dari pertumbuhan akar padi sampai warna hijau daun pada tanaman padi.
  5. Kualitas tanaman padi bisa tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga potensi produk tanaman khususnya hasil panen bisa maksimal

Tetapi untuk memberikan pupuk pada tanaman padi kita bisa sembarang atau asal asalkan. Kita juga harus memperhatikan jenis, dosis, dan takaran dalam pemberian pupuk pada tanaman padi.

Waktu pemberian pupuk harusnya terjadwal dan disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman padi. Pemberian pupuk dengan jadwal tertentu dapat menghindarkan kelebihan atau kekurangan pupuk. Seperti halnya pupuk jenis nitrogen atau urea diberikan 3 kali agar pemberian pupuk N menjadi lebih efesien terserap oleh tanaman padi. Sedangkan pemberian pupuk KCl dilakukan 2 kali, agar proses pengisian gabah menjadi lebih baik dibanding dengan satu kali pemberian bersamaan dengan pupuk Urea pertama. Dan berikut adalah jadwal pemupukan , dosis, dan jenis pupuk  pada tanaman padi hibrida yang biasa di sarankan :

  1. Pupuk susulan I ; Pemupukan susulan pertama diberikan ketika tanaman padi berumur 7 – 10 HST. Pupuk yang digunakan adalah 75 kg pupuk Urea, 100 kg pupuk SP-36 dan 50 kg pupuk KCl per hektar.

 

  1. Pupuk susulan II : Pemupukan susulan kedua diberikan ketika tanaman padi berumur 21 HST. Pupuk yang digunakan adalah 150 kg pupuk Urea per hektar.

 

  1. Pupuk susulan III ; Pemupukan susulan ketiga diberikan ketika tanaman padi berumur 42 HST. Pupuk yang digunakan adalah 75 kg pupuk Urea dan 50 kg pupuk KCl per hektar.

 

Berdasarkan dari jumlah pemberian pupuk susulan untuk tanaman padi yang diaplikasikan 3 kali pemupukan diatas, berarti dalam 1 hektar tanaman padi untuk satu musim tanam membutuhkan pupuk nitrogen, phosphor dan kalium masing-masing sebagai berikut ;

  • Kebutuhan pupuk Urea (nitrogen) dalam 1 hektar tanaman padi : 300 kg
  • Kebutuhan pupuk SP36 / TSP (phosphor) dalam 1 hektar tanaman padi : 100 kg
  • Kebutuhan pupuk KCL (kalium) dalam 1 hektar tanaman padi : 100 kg
  • Dosis pupuk secara keseluruhan dalam 1 hektar tanaman padi berarti 400 kg

Namun data diatas bukan berarti menjadi standar baku pemberian pupuk untuk tanaman padi. Untuk dosis ya bisa disesuaikan dengan kondisi tanah pada lahan. Semakin tinggi tingkat kesuburan lahan padi, maka kebutuhan pupuknya semakin sedikit. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah tingkat kesuburan tanah maka semakin tinggi dan semakin banyak pula pupuk yang dibutuhkan.

 

Secara umum dikatakan bahwa pupuk hijau mampu memenuhi kebutuhan hara N sebanyak 80 % kebutuhan N tanaman. Pemberian pupuk hijau dapat dilakukan dengan cara membenamkan daun-daunnya ke dalam tanah pada waktu pengolahan tanah.Kombinasi pemberian pupuk organik dan anorganik untuk padi hibrida sangat dianjurkan. Pupuk organik yang dianjurkan berupa pupuk kandang atau kompos jerami sebanyak 2 ton per hektar setiap musim, sedangkan pupuk anorganik yang diperlukan adalah Urea, SP-36 dan KCl masing-masing sebanyak 300 kg, 100 kg dan 100 kg per hektar. Pupuk organik sebaiknya diberikan bukan hanya pada saat kepepet saja, tetapi diberikan untuk mengimbangi penggunaan pupuk kimia atau pupuk anorganik. Penggunaan pupuk kandang, pupuk kompos atau hijauan dapat menekan biaya pembelian pupuk pabrik sehingga biaya produksi lebih sedikit dengan hasil tonase gabah tetap tinggi.

Kesimpulannya tanaman padi sangat membutuhkan pemberian pupuk anorganik secara tepat sesuai dengan jenis, dosis, dan waktu pemberian pupuk yang terjadwal. Sehingga manfaat kandungan pada pupuk bisa berpengaruh baik bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi. Dengan tujuan hasil panen yang maksimal baik secara kualitas ataupun kuantitasnya. Untuk itu perlu pengetahuan dalam pemberian pupuk pada tanaman padi ini. Juga penyesuaian kondisi tanah pada lahan jangan sampai padi mengalami kekurangan ay tau kelebihan unsur hara yang justru akan mengancam pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman padi.

Demikian artikel pembahasan kami tentang  “JENIS PUPUK YANG COCOK UNTUK PADI DAN DOSIS PEMBERIAN YANG TEPAT ” Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *