Definisi Teknik Hidroponik

Definisi Teknik Hidroponik

Definisi Teknik Hidroponik

Menanam tanaman atau kegiatan bercocok tanam adalah usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu. Media tanam yang wajar digunakan dalam bercocok tanam  adalah tanah dan campuran pupuk kompos, tanah sendiri untuk media bertumbuhnya akar sedangkan pupuk kompos sebagai nutrisi atau suplemen makanan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh berkembang. Selain tanah dan suplemen makanan, tanaman juga membutuhkan air, seperti halnya manusia yang juga membutuhkan air. Air berperan penting sebagai pelarut nutrisi untuk mempermudah penyerapannya oleh tanaman.

Definisi Teknik Hidroponik

Air bukan hanya untuk melarutkan nutrisi pada tanaman, dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan juga sudah digunakan pada perang dunia ke II, air juga untuk media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar. Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik. Ada banyak tanaman yang sering kita jumpai pada sistem hidroponik ini seperti terong, cabai, strawberry, sawi, kangkung, selada, tomat, seledri, pakcoy dan masih banyak lagi. nah pertanyaanya apa hidroponik tersebut? Asal mula kata hidroponik tersebut berasal dari kata hydro dan ponos (bahasa Yunani kuno) yang memiliki arti hydro berarti air dan ponos berarti daya. Teknik menanam hidroponik bukan berarti menanam tanaman tanpa menggunakan media tanam. Menanam secara hidroponik tetap menggunakan media tanam sebagai penyangga tanaman ahgar tetap berdiri kokoh dan pertumbuhannya optimal. Media tanam pada hidroponik dalah media tanam inert (media tanam tanpa unsur hara). Berikut media tanam hidroponik:

  • Arang Sekam

Arang sekam atau sekam bakar adalah limbah dari proses penggilingan padi atau lebih tepatnya kulit padi yang kemudian dibakar. Arang sekam banyak digunakan sebagai media tanam hidroponik karena harganya yang lebih murah dan mudah untuk ditemukan.

  • Spons

Spons atau busa merupakan material sintetis berpori yang umumnya sebagai bahan lapisan sofa atau jok kendaraan. Spons memiliki kemampuan menyerap dan menahan air yang tinggi sehingga cocok sebagai media semai maupun media tanam.

  • Expanded Clay

Expanded clay merupakan media tanam yang terbuat dari sejenis tanah liat yang sudah mengandung unsur hara atau mineral. Expanded clay cocok digunakan sebagai media semai karena mempunyai kelebihan yaitu memiliki kemampuan untuk menyimpan kandungan air bersih dengan baik, lalu ber pH netral dan stabil, serta memiliki aerasi yang cukup sempurna .

  • Rockwool

Rockwool adalah media tanam anorganik yang berbentuk mirip dengan busa, sangat ringan dan memiliki serabut-serabut halus. Rockwool berasal dari campuran batuan basalt, batu bara, batu kapur yang dipanaskan dengan suhu yang sangat tinggi sampai 1.600° C.

  • Cocopeat (Serbuk Sabut Kelapa)

Cocopeat (serbuk sabut kelapa) merupakan media tanam yang tergolong organik yang diperoleh dari hasil pengolahan limbah sabut kelapa. Cocopeat cukup stabil dan memiliki pH antara 5.0 – 6.8 dan daya serap air tinggi sehingga sangat baik untuk digunakan sebagai media tanam maupun semai.

  • Hydroton

Hydroton merupakan media tanam buatan yang berasal dari bahan dasar lempung yang dipanaskan. Media tanam hydroton berbentuk bulatan kecil, memiliki pori-pori kecil, dengan ukuran bervariasi antara 1 – 2,5 cm.

  • Perlite

Perlite adalah media tanam anorganik yang dibuat dari batu silika yang dipanaskan dengan suhu tinggi lalu mencair dan diubah kedalam ukuran kecil. Perlite berbobot sangat ringan, pH netral dan memiliki aerasi tinggi.

  • Vermiculite

Vermiculite meruapakan media tanam anorganik yang terbuat dari batuan yang dipanaskan dengan batuan yang cukup tinggi dan memiliki sifat agak mirip dengan perlite.

  • Hidrogel

Hidrogel merupakan media tanam anorganik yang terbuat dari kristal polimer. Hidrogel  memiliki kelebihan yaitu daya serap air yang cukup baik. Hidrogel juga memiliki kelebihan lain yaitu mampu menyerap nutrisi dalam volume dengan jumlah yang banyak. Hidrogel ini juga ramah lingkungan lho teman, karena dapat terurai dan membusuk.

  • Pumice

Pumice adalah jenis media tanam yang berasal dari batuan basalt hasil dari letusan gunung. Kita dapat menemukan pumice ini di pantai-pantai yang terkumpul sebagai akibat dari letusan gunung yang sudah ratusan tahun sebelumnya.

Dalam penerapan hidroponik, teknik menanam hidroponik dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara antara lain :

  • Wick System

Wick System atau cara menanam teknik hidroponik dengan sistem sumbu merupakan cara menanam hidroponik yang paling mudah, murah dan paling sederhana. Sistem ini sangat cocok untuk hidroponikers pemula. Mengapa sistem ini termasuk statis atau pasif? Karena air nutrisi pada tandon tidak bergerak dan diam didalam tandon. Air nutrisi pada tandon berada dibawah media tanam yang dihubungkan dengan sumbu untuk membantu akar tanaman menyerap nutrisi, biasanya untuk sumbu dapat menggunakan kain flanel karena daya serap kain flanel sangat baik. Sistem ini dapatmenggunakan barang-barang bekas yang ada disekitar rumah, itung-itung kita menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

  • Water Culture System atau Rakit Apung

Water Culture atau rakit apung juga termasuk system hidroponik sederhana sama hal nya wick system. Tanaman hidroponik diletakkan pada lembaran styrofoam dan diapungkan diatas larutan nutrisi. Pada system rakit apung ini akar tanaman dapat menyerap nutrisi secara langsung. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada tanaman, perlu digunakan pompa udara. Pompa udara berfungsi untuk memompa udara ke dalam air stone dan membuat gelembung-gelembung udara didalam tandon larutan nutrisi.

  • NFT System (Nutrient Film Technique)

Pada system NFT, larutan nutrisi dialirkan secara terus menerus serta secara langsung larutan nutrisi menyentuh akar tanaman. Larutan nutrisi pada sistem NFT dialirkan menggunakan pompa tanpa timer dan mengalir tipis didalam gully. Didalam gully larutan nutrisi melewati akar-akar tanaman dan akan kembali lagi ke dalam tandon larutan nutrisi.

  • Ebb & Flow System

Pada system Ebb & Flow atau sistem pasang surut cara kerjanya dengan menggenangi sementara akar tanaman dengan larutan nutrisi selama beberapa waktu, kemudian larutan nutrisi dikembalikan kedalam tandon nutrisi, begitu seterusnya. Nutrisi dialirkan menggunakan pompa dan timer otomatis yang telah diatur oleh karena itu tanaman mendapatkan air, nutrisi dan oksigen.

 

  • Drip System (Sistem Tetes)

Drip system merupakan suatu sistem hidroponik yang pemberian larutan nutrisinya pada tanaman dengan cara meneteskan larutan nutrisi melalui pipa atau selang yang menuju media tanam. System ini bisa dilakukan menggunakan atau tanpa pompa sekalipun.

  • Sistem fertigasi

fertigasi merupakan salah satu metode penanaman yang ada dalam sistem hidroponik, untuk memberikan larutan nutrisi metode fertigasi  ini memberikannya melalui sistem irigasi. Asal dari istilah sistem fertigasi sendiri terdiri dari dari dua kata yaitu “fertilizer” dan “irigation” yang mempunyai arti yaitu pengairan dan pemberian pupuk dalam sistem hidroponik ini melalui irigasi tetes. Sistem fertigasi ini juga dapat diaplikasikan pada pertanian konvensional atau media tanah, akan tetapi lebih terkenalnya sistem fertigasi ini dipakai di sistem pertanian hidroponik.

  • Aeroponics System

System Aeroponik merupakan sistem hidroponik yang paling canggih diantara sistem hidroponik yang lain dan dapat memberikan hasil terbaik. Sistem aeroponik cara kerjanya  dengan penyemprotkan nutrisi secara langsung keakar tanaman. Larutan nutrisi yang disemprotkan dalam bentuk kabut pada akar tanaman sehingga akar tanaman lebih mudah menyerap nutrisi yang nota bene nutrisinya banyak mengandung oksigen. Untuk menciptakan partikel-partikel air dalam bentuk kabut pada sistem ini dibutuhkan pompa bertekanan tinggi. Berbeda jauh dengan sistem hidroponik lainnya yang tidak membiarkan tanamnnya menggantung, pada sistem aeroponik ini, akar tanaman dibiarkan menggantung dan pengabutan larutan nutrisi dilakukan dari bawah akar.

Di Indonesia cara menanam hidroponik lebih banyak dilakukan dalam skala hobi walaupun juga ada yang sudah berskala industri. Dengan alasan efesiensi dan nilai seni, karena hidroponikers banyak berada di wilayah perkotaan dengan lahan yang terbatas itulah yang membuat orang memilih bercocok tanam menggunakan teknik hidroponik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *