Kunci Sukses Budidaya Kacang Panjang Agar Keuntungan Maksimal

Kunci Sukses Budidaya Kacang Panjang Agar Keuntungan Maksimal

Kunci Sukses Budidaya Kacang Panjang Agar Keuntungan Maksimal

Kacang panjang selalu menjadi jenis sayuran yang paling di cari dipasaran. Karena kacang panjang bisa di jadikan beberapa menu makanan sehat. Seperti gadi – gado, oecel, sayur asam, oseng – oseng, dan berbagai masakan Indonesia lainnya. Maka tak heran jika kacang panjang banyak di cari di pasaran.

Banyaknya permintaan terhadap kacang panjang di pasaran, menjadikan budidaya tanaman kacang panjang masih layak untuk dijalankan. Namun sebelumnya ada beberapa kriteria dan persyaratan yang bisa dipenuhi saat menjalankan budidaya tanaman kacang panjang.

Kunci Sukses Budidaya Kacang Panjang Agar Keuntungan Maksimal

  • Tanaman kacang panjang tumbuh dengan baik pada tanah gembur, subur, lempung berpasir dan banyak mengandung unsur hara.
  • Pemberian air yang cukup meskipun kacang panjang bisa tumbuh baik di musim kering atau kemarau agar memaksimalkan pertumbuhan dan produktifitas.
  • Kadar PH yang ideal adalah antara 5,5 – 6,5.
  • Untuk Suhu yang diperlukan adalah 20 – 30 derajat celcius,
  • Jumlah curah hujan yang dibutuhkan 600 – 1.500 mm/tahun
  • Dan ketinggian dataran yang ideal adalah <800 m dpl.

Jika persyaratan sudah sesuai maka bisa melanjutkan dengan langkah awal budidaya kacang panjang dengan cara mempersiapkan lahan untuk budidaya kacang panjang,berikut langkah – langkah yang bisa dilakukan :

  1. Membersihkan lahan dari rumput liar atau gulma dan sisa tanaman pada lahan sebelumnya.
  2. Lakukan penggemburan tanah dengan cara dibajak atau dicangkul
  3. Membuat bedengan dengan ukuran lebar 70 – 80 cm, tinggi bedengan 20 – 30 cm atau sesuai kondisi lahan, jarak antar bedeng 50 – 60 cm
  4. Untuk tanah yang tidak terlalu subur, bisa ditaburkan dolomit/kapur pertanian jika ph dibawah 5,5 sebanyak 50 – 75 kg/400 m2
  5. Pemberian Pupuk Dasar sebelum penanaman bibit. Dengan aturan sebagai berikut :
  • Pupuk dasar ditaburkan secara merata diatas bedengan kemudian ditutup/diaduk secara merata dengan tanah
  • Pupuk dasar ideal adalah TSP,Kcl dan ZA (Perbandingan 2 : 1 : 1) dengan dosis 15 – 20 kg/400 m2
  • Pupuk dasar ditaburkan 10 – 15 hari sebelum tanam

 

Setelah persiapan lahan dan Pemberian pupuk dasar pada lahan sudah dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah persiapan bibit kacang panjang yang bisa kita buat sendiri dengan memilih buah yang bagus, tidak cacat dan tidak terserang penyakit, atau menggunakan bibit hibrida yang banyak tersedia di Toko Pertanian. Agar budidaya kacang panjang memperoleh hasil yang maksimal, gunakan benih yang sesuai dengan lokasi setempat, misalnya dataran rendah, dataran menengah atau dataran tinggi.

Jika bibit sudah disiapkan maka kita bisa melanjutkan ke langkah penanaman bibit kacang merah dengan cara dibawah ini :

  • Buat Jarak lubang tanam untuk tipe lanjaran ganda adalah 70 x 40 cm – 80 x 50 cm
  • Untuk Benih ditanam sebanyak 2 biji per lubang, tutup dengan tanah tipis
  • Kacang panjang adalah tanaman budidaya yang bisa ditanam kapan saja atau tidak mengenal musim. Bisa ditanam pada musim hujan maupun musim kemarau.
  • Pada umumnya Benih akan tumbuh dalam waktu 3 – 4 hari setelah tanam
  • Segera lakukan penyulaman pada tanaman yang mati atau benih yang tidak tumbuh.
  • Pemasangan lanjaran agar kacang panjang bisa tumbuh menjalar.
  • Lakukan penyiangan jika ada rumput liar yang mulai tumbuh dan mengganggu tanaman
  • Pemangkasan daun dan tunas bawah yang tumbuh terlalu rimbun dan dapat mengganggu pertumbuhan bunga dan buah. Akibatnya adalah produktifitas rendah. Pemangkasan merupakan salah satu teknik supaya budidaya kacang panjang menghasilkan buah yang lebat dan banyak
  • Lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk NPK atau campuran antara TSP,Kcl dan Za dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Pemupukan susulan pertama dilakukan pada umur 2 minggu dengan cara dikocor atau ditabur (jika kondisi tanah basah/musim hujan). Dengan dosis 5 – 10 kg per 1000 tanaman. Pemupukan selanjutnya dilakukan setiap 1 minggu.
  • Jangan lupa untuk melakukan penyiraman yang dapat dilakukan setiap 2 hari pada musim kemarau atau disesuaikan dengan musim.
  • Pengendalian hama dan penyakit kacang panjang juga wajib dilakukan secara tepat sesuai dengan jenis hama dan penyakit tanaman Seperti berikut ini:

 

  1. Ulat Bunga (Maruca testualis)

Gejala : Larva menyerang bunga yang terbuka dan menyerang polong.

Pengendalian : Penyemprotan dengan insektisida dan rotasi tanaman jenis lain

 

  1. Lalat Kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)

Gejala : Pertumbuhan tanaman terhambat, daun berwarna kekuningan, terdapat bintik-bintik putih disekitar tulang daun. Pangkal batang terjadi perakaran skunder dan membesar.

Pengendalian : Penyemprotan dengan menggunakan insektisida dan melakukan pergiliran tanaman jenis lain yang bukan dari famili kacang-kacangan.

 

  1. Penyakit Antraknosa (Colletotricum Lindemuthianum)

Gejala serangan dapat terjadi pada saat awal perkecambahan, dengan ciri-ciri terdapat warna kecoklatan pada batang muda dan keping biji. Pada tanaman dewasa serangan mengakibatkan tanaman layu dan mati. Ciri-cirinya adalah pangkal batang membusuk hingga ke perakaran.

Pengendalian : Penyemprotan dengan fungisida pada tanaman dan pemberian fungisida secukupnya pada benih sebelum ditanam.

 

  1. Kutu Daun (Aphis cracivora koch)

Penyerangan terjadi pada pucuk batang muda dan daun muda sehingga daun menjadi keriting. Kutu menghisap cairan sel tanaman yang menyebabkan pertumbuhan terhambat.

Pengendalian : Penyemprotan dengan insektisida

 

  1. Penggerek Biji (Callosobruchus maculatus L)

Penggerek biji menyerang biji tanaman dengan ciri biji berlubang dan rusak sehingga biji tidak dapat tumbuh.

Pengendalian : Pemberian insektisida pada benih sebelum ditanam

 

  1. Ulat Grayak (Spodoptera litura F)

Serangan terjadi pada seluruh bagian tanaman,batang, daun, bunga dan buah. Gejala yang terjadi daun berlubang, bunga rontok, batang muda rusak, buah dan polong berlubang. Serangan terberat biasanya terjadi pada musim kemarau.

Pengendalian : Penyemprotan dengan insektisida

 

  1. Penyakit Sapu (Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus)

Virus ini ditularkan oleh kutu daun, gejalanya ruas batang sangat pendek, tunas ketiak memendek sehingga tanaman kerdil karena pertumbuhan terhambat.

Pengendalian : Pengendalian virus ini adalah dengan cara mengendalikan vektornya, yaitu kutu daun dengan melakukan penyemprotan insektisida.

 

  1. Penyakit Mozaik (cowpea Aphid Borne Virus)

Pada daun muda terdapat corak seperti mosaik dengan warna hitam atau kecoklatan tidak beraturan. Virus ini ditularkan oleh kutu daun.

Pencegahan dengan memilih benih yang tahan terhadap virus dan pengendalian dengan penyemprotan insektisida.

 

  1. Penyakit Layu Bakteri (Pseudomonas solanacearum)

Serangan penyakit ini terjadi pada tanaman muda dan dewasa. Gejalanya tanaman tiba-tiba layu dan mati. Ciri-cirinya adalah pangkal batang membusuk dan berwarna kecoklatan.

Pengendalian dengan penyemprotan Fungisida dan mencabut serta membuang jauh tanaman yang terserang

 

Langkah terakhir dalam budidaya tanaman kacang panjang adalah proses pemanenan. Kacang panjang dapat dipanen pada usia 45 – 50 HST (Hari Setelah Tanam). Selanjutnya pemanenan dilakukan setiap 2 hari. Jika perawatan cukup dan tanaman tumbuh sehat, kacang panjang dapat dipanen hingga 1,5 bulan atau +/- 21 kali pemanenan.

Demikian artikel kami tentang KUNCI SUKSES BUDIDAYA KACANG PANJANG AGAR KEUNTUNGAN MAKSIMAL. Semoga bermanfaat.

 

Rahasia Budidaya Tanaman Kol Agar Tumbuh Subur Dan Menguntungkan

Rahasia Budidaya Tanaman Kol Agar Tumbuh Subur Dan Menguntungkan

Rahasia Budidaya Tanaman Kol Agar Tumbuh Subur Dan Menguntungkan

Kubis atau mungkin lebih dikenal dengan kol ini termasuk jenis sayuran yang paling banyak digunakan sebagai bahan masakan. Maka tak heran banyak petani yang ingin menanam dan membudidayakan tanaman kubis ini.

Kubis sendiri adalah salah satu tangan uang termasuk dalam famili Brassicaceae, dan memiliki nama latin Brassica oleracea L. Sebenarnya kubis sendiri memiliki 3 macam warna yang sangat menarik, yaitu hijau tetapi sangat pucat sehingga disebut forma alba (putih), kubis dengan warna hijau (forma viridis) dan ungu kemerahan (forma rubra).

Rahasia Budidaya Tanaman Kol Agar Tumbuh Subur Dan Menguntungkan

Kubis atau tanaman kol ini juga memiliki kandungan vitamin yang saingan banyak. Seperti vitamin B, Vitamin E, Vitamin A, vitamin C yang sangat tinggi. Tidak hanya itu, tanaman kubis ini juga memiliki kandungan nutrisi lainnya seperti mineral, kalsium, kalium, fosfor, natrium dan zat besi. Didalam kubis yang segar juga terdapat kandungan senyawa yang baik tubuh seperti zat yang dapat merangsang adanya pembentukan glutation. Yaitu suatu zat yang bisa memberantas zat beracun dalam tubuh manusia.

Jika membicarakan cara menanam kubis ini biasanya bisa tumbuh dengan baik jika ditanam di daerah dataran tinggi dengan suhu udara yang sejuk atau dingin. Tetapi adapula jenis tanaman kol yang memiliki varietas bisa ditanam di dataran rendah dan bisa juga tumbuh secara alami di dataran rendah

merupakan salah satu jenis tanaman sayuran daun yang umumnya ditanam di dataran tinggi yang berhawa sejuk. Namun kini ada varietas kubis (kol) yang dapat ditanam dan tumbuh dengan baik di dataran rendah meskipun jumlahnya belum banyak

Pada dasarnya tanaman kubis sendiri bisa tumbuh pada kondisi tanah yang subur, gembur, porous dan banyak adanya kandungan humus. Sedangkan untuk kadar PH tanah yang ideal untuk kubis yaitu antara 6 sampai 7.

Waktu yang tepat untuk melakukan penanaman tanaman kubis atau kol adalah awal musim hujan atau awal musim kemarau, walaupun sebenarnya tanaman ini dapat dibudayakan sepanjang tahun.

Lalu bagaimana cara membuat tanaman kubis ini bisa tumbuh subur? Berikut penjelasannya secara lengkap untuk Anda.

Selain iklim, varietas yang tepat, kondisi tanah, pH tabah dan adanya unsur hara sudah pasti menjadi unsur terpenting agar tanaman kubis bisa tumbuh dengan baik.

Adanya unsur hara atau kandungan nutrisi (N) didalam tanah biasanya belum cukup untuk membantu proses pertumbuhan tanaman kubis. Jadi jika ingin meningkatkan unsur hara agar tanah subur Anda bisa menambahkan pupuk baik berupa pupuk kimia atau lebih baik jika menggunakan pupuk organik. Anda bisa melakukan 3 atau 4 kali dalam satu kali musim tanam. Sedangkan untuk jenis – jenis pupuk yang bisa digunakan untuk tanaman kubis adalah :

  1. Pupuk nitrogen (N) : misalnya urea, ZA, pupuk cantik
  2. Pupuk phosphat (P) : SP 18, SP 36 atau TSP
  3. Pupuk kalium (K) : pupuk KCl
  4. Pupuk calsium (Ca) : kapur dolomit/kapur pertanian
  5. Pupuk mikro : pupuk daun

Untuk dosis pemberian pupuk pada tanaman kubis dalam 1 hektare nya bisa diberikan :

  • Pupuk kandang : 8 sampai 10 ton
  • Pupuk orean : 200 kg
  • Pupuk za : 250 kg
  • Pupuk SP 36 : 250 kg
  • Pupuk KCI :200 kg
  • Kapur dolomit atau kapur pertanian bisa disesuaikan sesuai kebutuhan.

Inilah cara pemberian pupuk kubis dimulai dari pemberian pupuk dasar hingga proses pemupukan susulan terakhir.

  • Ketika tananaman kubis berusia 38 hari setelah masa penanaman
  1. Pada saat tanaman kubis berusia 38 hari bisa dilakukan pemberian pupuk dasar dengan menggunakan jenis pupuk kandang, kompos, pupuk urea, pupuk ZA, pupuk SP 36, pupuk KCl dan kapur dolomit. Dosis pupuk dasar satu hektar tanaman kubis yaitu 8-10 ton pupuk kandang/kompos, 100 kg urea, 100 kg ZA, 150 kg SP 36 dan 150 kg KCl.

Cara pemberian pupuk ini dengan mencampur semua bahan diatas, kemudian taburan secara merata pada lahan. Selanjutnya bisa ditaburkan pupuk kandang atau kompos. Selanjutnya ditutup dengan tanah setebal kurang lebih 5 cm untuk mencegah kehilangan pupuk akibat guyuran air hujan atau menguap karena sinar matahari.

 

  1. Kemudian pupuk yang sudah tertutup dengan tanah, lalu ditaburkan pupuk dolomit/kapur pertanian. Taburan pada lahan untuk menanam kubis dengan dosis sesuai kebutuhan. Pemberian pupuk dasar tanaman kubis dilakukan 10 sampai 15 hari sebelum bibit ditanam.

 

  • Cara dan Dosis untuk Pemberian pupuk susulan I pada tanaman kubis.

Waktu yang tepat untuk memberikan pupuk susulan I pada tanaman kubis adalah ketika tanaman berumur 20 hari dari masa tanam. Sedangkan jenis pupuk yang bisa digunakan adalah urea, ZA, SP 36 dan KCl dengan dosis 30 kg urea, 30 kg ZA, 30 kg SP 36 dan 30 kg KCl.

Pemberian pupuk dilakukan dengan cara menaburkan ke sekeliling pangkal batang kubis lalu tutup dengan tanah. Atau bisa juga diberikan dengan cara ditugal, 2 lubang per tanaman.

  • Cara dan Dosis untuk Pemberian pupuk susulan II pada tanaman kubis.

Untuk pemberian pupuk II pada tanaman kubis bisa dilakukan saat tanaman sudah berumur 30 hari dari masa tanam. Dan jenis pupuk yang biasa digunakan adalah urea, ZA, SP 36 dan KCl dengan dosis 35 kg urea, 35 kg ZA, 35 kg SP 36 dan 35 kg KCL.

Pemberian pupuk dilakukan dengan cara menaburkan ke sekeliling pangkal batang kubis lalu tutup dengan tanah. Atau bisa juga diberikan dengan cara ditugal, 2 lubang per tanaman.

 

  • Cara dan Dosis untuk Pemberian pupuk susulan III pada tanaman kubis.

Untuk pemberian pupuk III pada tanaman kubis bisa dilakukan saat tanaman sudah berumur 40 hari dari masa tanam. Dan jenis pupuk yang biasa digunakan adalah urea, ZA, SP 36 dan KCl dengan dosis 35 kg urea, 35 kg ZA, 35 kg SP 36 dan 35 kg KCL.

Pemberian pupuk dilakukan dengan cara menaburkan ke sekeliling pangkal batang kubis lalu tutup dengan tanah. Atau bisa juga diberikan dengan cara ditugal, 2 lubang per tanaman.

 

  • Cara dan Dosis untuk Pemberian pupuk Daun pada Tanaman Kubis

Tidak hanya pupuk makro saja, kita juga membutuhkan unsur hara mikro untuk tanaman kubis. Dan unsur hara mikro ini bisa Anda peroleh dari produk pupuk daun dan memberikannya dengan cara disemprotkan pada tanaman kubis.

  • Penyiangan Tanaman Kubis

Penyiangan bisa dilakukan sebelum melakukan pemupukan dengan tujuan pupuk yang diberikan bisa efektif. Karena adanya tanaman atau rumput liar dan jenis gulma lainnya di sekitar kubis bisa mengganggu pertumbuhan tanaman.

Itulah artikel kami tentang RAHASIA BUDIDAYA TANAMAN KOL AGAR TUMBUH SUBUR DAN MENGUNTUNGKAN . Semoga bermanfaat.

Tips Jitu Membasmi Dan Mengatasi Gulma Tanaman Jagung Dengan Herbisida

Tips Jitu Membasmi Dan Mengatasi Gulma Tanaman Jagung Dengan Herbisida

Tips Jitu Membasmi Dan Mengatasi Gulma Tanaman Jagung Dengan Herbisida

Saat menjalankan budidaya tanaman jagung pasti kita berharap agar bisa mendapatkan hasil panen yang maksimal. Namun terkadang adanya beberapa masalah yang sering menghambat kita memperoleh hasil panen yang maksimal. Salah satu masalah tersebut adalah tumbuhnya tanaman liar atau gulma.

Sedangkan gulma sendiri adalah tanaman liar seperti rumput liar, alang-alang, atau semak liar yang tumbuh disekitar tanaman utama yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman tersebut.

Tips Jitu Membasmi Dan Mengatasi Gulma Tanaman Jagung Dengan Herbisida

Diantara tanaman tersebut salah satunya tanaman jagung. Sedangkan gulma yang tumbuh lebat diantara lahan tanaman akan menjadi tanaman pesaing tanaman jagung dalam  mendapatkan nutrisi unsur hara dari dalam tanah. Tidak hanya itu penyerapan air dan paparan sinar mataharipun juga akan terhalang dengan adanya gulma yang tumbuh disekitar tanaman jagung. Sehingga pertumbuhan tanaman jagung akan mudah terganggu.

Efek dari gulma bisa menyebabkan tanaman utama seperti tanaman jagung ini akan berpotensi tumbuh kerdil dengan tumbuhnya buah jagung yang sedikit dan ukurannya jagung pun lebih kecil. Bahkan yang lebih parah bisa membuat tanaman jagung berhenti tumbuh dan mati.

Untuk itu kita perlu mengetahui cara budidaya tanaman pangan salah satunya tehnik budidaya menanam jagung yang bisa menerapkan berbagai sistem penanaman. Seperti budidaya jagung olah tanah sempurna (OTM), sistem olah tanah minimum (OTM), sistem tanpa olah tanah (TOT) maupun sistem tumpangsari.

Untuk menjalankan budidaya menanam jagung sangat diperlukan pengatahuan mengenai sistem yang sesuai agar biaya produksi bisa diminimalisirkan dengan nanti hasil panen yang maksimal sehingga bisa mendapatkan untuk. Biaya produksi sendiri biasanya terdiri dari pembukaan lahan, pengolahan tanah, penyediaan bibit, pembelian pupuk, tenaga kerja, dan biaya pengendalian gulma atau yang umum dikenal dengan istilah matun (ngoret).

Istilah matun atau ngoret ini juga mungkin dikenal dengan proses penyiangan. Yautu suatu usaha untuk melakukan Pembersih an gulma yang tumbuh di sekitar lahan jagung. Untuk budidaya jagung ini proses pembersihan gulma biasa dilakukan 2 sampai 3 kali dalam sekali musim tanam. Tergantung pada kondisi gulma yang ada.

Kegiatan proses penyiangan gulma dan tanaman liar yang ada di lahan jagung ini sering menjadi masalah dan kendala tersendiri. Terutama pada saat musim hujan, karena gulma akan bisa tumbuh lebih cepat. Sehingga cara matun bisa menghabiskan banyak biaya dan tenaga. Dan hal ini lah yang paling dihindari oleh para pelaku budidaya jagung karena banyak menguras waktu, tenaga dan biaya.

Penting bagi kita mengetahui apa sajakah jenis – jenis gulma pada tanaman jagung. Karena keberadaan gulma sendiri sangat merugikan dan dapat menyebabkan tanaman tumbuh tidak maksimal dengan tingkat produktivitas yang rendah. Berdasarkan morfologinya jenis gulma yang biasanya tumbuh diantara tanaman jagung antara lain sebagai berikut ;

a). Gulma berdaun lebar (broad leaves) : contohnya kentangan, krokot, bayam-bayaman, wedusan/babadotan, dll.

b). Gulma golongan rumput (grasses) : contohnya rumput mprit-mpritan, lulangan, rumput grinting, dll.

c). Gulma berdaun semput (sedges) : contohnya teki, rumput bulu babi, dll.

Untuk itu perlu pengendalian gulma pada tanaman jagung agar tidak menghambat proses pertumbuhannya. Cara pengendalian gulma bisa dengan cara penyiangan atau Pembersihan lahan pada gulma. Dan biasanya dalam satu musim tanam bisa dilakukan selama 2 sampai 3 kali.

Tetapi sayangnya pengendalian gulma dengan cara penyiangan kurang efektif, karena memerlukan banyak waktu, tenaga,dan biayayang banyak.

Maka tak heran banyak juga yang menggunakan tehnik mulsa plastik dalam budidaya jagung merah untuk menghindari tumbuhnya gulma. Meskipun masih ada gulma yang tumbuh walau hanya pada lubang tanam saja.

Budidaya dengan mulsa plastik memang lebih aman dari serangan gulma dan biaya pengendalian gulma tidak banyak tetapi modal awal yang dikeluarkan untuk tehnik ini cukup tinggi.

Untuk itu ada salah satu cara lain untuk mengendalikan gulma dalam budidaya tanaman jagung merah ini yaitu menggunakan herbisida pra tumbuh dan purna tumbuh.

Dan jenis Herbisida yang dipilih untuk pengendalian gulma sebaiknya menggunakan Herbisida berbahan aktif oksifluorfen yaitu herbisida pra tumbuh dan purna tumbuh.

Karena Herbisida yang memiliki bahan aktif oksifluorfen dapat berfungsi untuk mencegah tumbuhnya biji atau bibit gulma. Adanya zat aktif pada Herbisida yang diterapkan pada pra tumbuh  ini mampu membusukkan biji gulma sehingga tidak bisa tumbuh dalam waktu yang lama.

Sedangkan untuk gulma yang sudah tumbuh bisa menggunakan Herbisida purna tumbuh. Dan jenis Herbisida yang efektif untuk kondisi ini adalah Herbisida yang berbahan berbahan aktif Fenoksaprop-p-etil.

Untuk lebih jelasnya berikut ini ada penjelasan tentang dua jenis Herbisida yang bisa digunakan untuk pengendalian gulma pada tanaman jagung merah.

  1. Herbisida Bahan Aktif Oksifluorfen

Herbisida yang memiliki bahan aktif oksifluorfen merupakan herbisida kontak selektif yang bisa menghambat tumbuhnya gulma dengan mematikan biji gulma,tentunya jika digunakan sesuai petunjuk. Herbisida ini mampu mengendalikan jenis gulma berdaun lebar ataupun gulma berdaun sempit.

Adapun merk herbisida bahan aktif oksifluorfen yang bisa Anda temukan adalah :

Herbisida Bahan Aktif Oksifluorfen

  • Abos 240 EC PT. Advansia Indotani
  • Bellmac 240 EC PT. Royal Agro Indonesia
  • Eclipse 240 EC PT. Mekar Warna Sari
  • Glove 240 EC PT. Nufarm Indonesia
  • Goal 240 EC PT. Dow AgroSciences Indonesia
  • Golok 240 EC PT. Deltagro Mulia Sejati
  • Goltop 240 EC PT. Multi Sarana Indotani
  • Golma 240 EC PT. Indagro
  • Gull 240 EC PT. Agrokimindo Kurniabuana
  • Zeram 250 EC PT. Petrosida Gresik

Berikut ini adalah dosis dan cara mengaplikasikan Herbisida berbahan aktif Oksifluorfen pada Tanaman Jagung Merah secara tepat :

1)         Herbisida berbahan aktif Oksifluorfen bisa digunakan dengan dosis antara 15 sampai 25 ml per tangki sprayer (15 liter)

2)         Waktu yang tepat untuk mengaplikasikannya adalah 3 atau 4 hari senrlum bibit tanaman jagung merah mulai di tanam.

3)         Campur Herbisida dengan air bersih, dan semprotkan pada pagi dan sore hari dan biarkan jangan terkena air terlebih dahulu antara 4 sampai 6 jam.

 

 

  1. Herbisida Bahan Aktif Fenoksaprop-p-etil

 

Jenis Herbisida selanjutnya adalah Herbisida yang berbahan aktif Fenoksaprop-p-yang. Herbisida ini efektif   dalambekerja secara kontak dan sistemik saat tanaman gulma purna tumbuh.

Herbisida yang memiliki bahan aktif Fenoksaprop-p-etil dapat digunakan untuk mengendalikan rumput sari betteng, rumput jawan, jajagoan, sari ace-ace, reu, dengkulan.

Dan kelebihan dari Herbisida Fenoksaprop-p-etil ini tidak akan berbahaya atau berdampak negatif pada pertumbuhan tanaman utama. Penggunaan Herbisida ini bisa secara langsung dengan cara disemprotkan diatas area tanaman jagung merah.

 

Adapun merk herbisida bahan aktif Fenoksaporp-p-etil yang bisa Anda temukan adalah :

 

Herbisida Bahan Aktif Fenoksaporp-p-etil

No       Merk Herbisida Fenoksaporp-p-etil          Produsen

  1. Nugras 69 EC PT. Nufarm Indonesia

2          Ricestar 69 EC         PT. Bayer Indonesia

  1. Ricestar Xtra 89 OD PT. Bayer Indonesia
  2. Rumpas 120 EW PT. Bayer Indonesia
  3. Sable Plus 120 EW PT. Rainbow Agrosciences
  4. Starjos 125 EW PT. Petrosida Gresik

 

 

b). Dosis, waktu dan cara aplikasi herbisida berbahan aktif Fenoksaporp-p-etil

1)         Herbisida berbahan aktif Fenoksaporp-p-etil bisa digunakan dengan dosis antara 15 sampai 25 ml per tangki sprayer (15 liter)

2)         Waktu yang tepat untuk mengaplikasikannya adalah 3 atau 4 hari senrlum bibit tanaman jagung merah mulai di tanam.

3)         Campur Herbisida dengan air bersih, dan semprotkan pada pagi dan sore hari dan biarkan jangan terkena air terlebih dahulu antara 4 sampai 6 jam.

 

Demikian informasi lengkap Tentang TIPS JITU MEMBASMI DAN MENGATASI GULMA TANAMAN JAGUNG DENGAN HERBISIDA.  Semoga bermanfaat.

 

 

Mengatasi Masalah Padi Roboh Dengan Efektif Dan Efisien

Mengatasi Masalah Padi Roboh Dengan Efektif Dan Efisien

Mengatasi Masalah Padi Roboh Dengan Efektif Dan Efisien

Indonesia sebagai negara agraris tentu memiliki daerah dengan lahan pertanian yang luas. Meskipun sudah berkurang karena adanya Pembersih an lahan baik untuk fasilitas umum seperti jalan tol ataupun permukiman rumah. Hal ini karena didukung dari permintaan masyarakat akan kebutuhan bahan pokok makanan terus meningkat diiringi dengan Meningkatkan ya pertumbuhan masyarakat Indonesia.

Mengatasi Masalah Padi Roboh Dengan Efektif Dan Efisien

Sehingga petani padi terus bekerja keras agar bisa menghasilkan panen yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan pangan setiap hari. Namun ada beberapa masalah yang mengakibatkan tanaman gagal panen. Selain karena adanya serangan hama atau musibah seperti banjir, salah satu masalah yang sering dirasakan oleh petani padi yaitu robohnya padi sebelum panen. Hal ini juga disebabkan oleh berbagai faktor penyebabnya. Baik faktor kesalahan dalam pemilihan bibit atau faktor luar seperti adanya cuaca ekstrem dan faktor lingkungan lainnya. Tentunya jika sampai terjadi, kerugian yang diakibatkan oleh masalah ini jumlahnya juga tidak sedikit. Karena bisa jadi setelah mengeluarkan banyak modal utuk proses penanaman, dan harus berakhir dengan gagal panen karena tanaman padi yang roboh. Bukan hanya dari petani yang merasakan, masyarakat atau pemasok beras pun juga akan merasakan kerugian ini.

Karena tanaman padi yang roboh bisa mengakibatkan kerusakan pada batang dan membuat bulir gabah rontok. Apabila terjadi pada tanaman padi yang baru saja berbulir dapat mengakibatkan perkembangan bulir yang tidak maksimal karena transfer unsur hara tidak sempurna.

Biasanya yang sering terjadi padi roboh pada saat mendekati musim panen dengan kondisi cuaca atau musim penghujan. Padi bisa roboh terkena hujan lebat yang disertai angin, seperti cuaca ekstrem yang belakangan ini terjadi.

Untuk itu kita perlu tahu kiat jitu dalam menghadapi masalah ini agar tidak terjadi padi roboh yang mengakibatkan gagal panen dengan kualitas adan kuantitas yang maksimal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggunakan bibit unggul agar padi tahan roboh. Tetapi bisa juga yang menjadi penyebab lain dari padi roboh adalah kualitas pemupukan yang tidak sesuai dan tidak berimbang.

Sekilas tidak hanya itu yang menjadikan faktor penyebab terjadinya padi roboh. Jika kita ingin membahasnya maka kami jelaskan sebagai berikut :

  1. Terjadi Angin Kencang

Penyebab padi roboh yang pertama adanya cuaca yang buruk, seperti adanya angin kencang yang bisa menerpa tanaman padi. Kondisi ini paling rawan terjadi terutama pada tanaman padi yang memiliki batang yang tinggi. Maka kemungkinan besar tanaman padi bisa roboh jika ada angin kencang yang menyapu lahan pertanian.

  1. Hujan lebat

Cuaca masih menjadi penyebab utama terjadinya padi roboh. Seperti adanya angin kencang, hujan deras ini bisa saja menyebabkan adanya masalah gagal panen. Bagian batang padi yang terkena air hujan akan memiliki volume beruang yang tinggi. Sehingga membuat batang padi tidak kuat dalam menopang daun dan bulir padi yang juga terkena air dan bertambah berat.

  1. Varietas Benih Tanaman Padi

Faktor lain yang menyebabkan padi bisa roboh adalah kualitas dari varietas padi sendiri. Memilih varietas padi adalah langkah awal yang bisa di upayakan agar mendapat hasil panen yang baik. Namun pada musim hujan sebaiknya tidak memilih varietas padi yang bisa tumbuh menjulang tinggi. Karena jika batang padi terlalu tinggi, maka seperti yang kami sampaikan diatas bahwa kemungkinan padi bisa roboh lebih besar.

  1. Terlalu banyak memberikan pupuk nitrogen

Pemberian pupuk nitrogen atau lebih dikenal dengan unsur N pada tanaman padi akan memberikan banyak manfaat. Seperti pertumbuhan tanaman bisa lebih cepat, membuat tumbuhan memiliki kandungan protein. Yang banyak, dan membuat tanaman lebih hijau. Namun pemberian pupuk nitrogen sebenarnya hanya dibutuhkan 1% sampai 5% atau setara dengan 90−120 kg/ha saja. Jadi jika terlalu berlebihan pada padi dapat meningkatkan kerusakan tanaman akibat serangan hama dan penyakit, memperpanjang umur tanaman, dan menyebabkan padi bisa roboh karena kualitas batang padi menjadi rentan dan tidak kokoh lagi.

  1. Serangan terhadap hama atau Penyakit tanaman

Menjaga tanaman dari faktor perusak seperti hama penyakit memang wajib dilakukan bagi semua pelaku pertanian. Tanaman yang terserang hama penyakit akan mengalami kerusakan pada bagian tanaman, termasuk pada batang padi. Dan jika batang padi sudang terinfeksi hama maka batang padi bisa rusak dan membusuk sehingga menyebabkan padi mudah roboh.

Selain beberapa penyebab terjadinya padi bisa roboh kami juga memiliki tips untuk menghindari masalah tersebut.

Meningkatkan rumpun, cara yang pertama yang biasa dilakukan untuk mencegah pdi agar tidak roboh adalah mengikat atau menyatukan beberapa rumpun tanaman padi sehingga membuat padi bisa tegang berdiri dengan saling menopang satu dengan yang lainnya.

Tetapi banyak yang beranggapan bahwa cara ini kurang efektif dengan alasan akan mengganggu perkembangan bulir padi. Anda akan membutuhkan banyak waktu dan tenaga karena perkembangan bulir padi yang tidak berjalan dengan maksimal apabila rebah terjadi pada saat proses pengisian bulir.

Dan jika Anda juga berpikiran bahwa cara tersebut juga kurang efisien maka Anda perlu mencoba cara lain untuk mengatasi masalah ini. Jadi berikut ini adalah 4 cara yang bisa Anda usahakan agar batang padi menjadi kokoh dan tidak mudah roboh :

  • Melakukan pemilihan terhadap varietas padi memang sangat penting dilakukan. Karena varietas padi yang baik akan menyebabkan batang padi mampu tumbuh dengan batang yang tinggi. Tetapi resiko padi rebah atau roboh pada saat ada cuaca ekstrem akan semakin besar pula. Ada beberapa varietas padi yang tahan roboh dan bisa Anda coba adalah Pamera, Ciherang, Inpari 33, Inpari 42 Agritan GSR, Ketan Grendel, Inpari 43 Agritan GSR.
  • Pemberian pupuk bisa membantu proses pertumbuhan. Namun proses ini harus seimbang, tidak terlalu banyak atau kekurangan. Karena pemberian pupuk yang melebihi batas yang ditentukan akan menyebabkan unsur Nitrogen meningkat, sehingga padi semakin subur dan rawan roboh.
  • Menguatkan batang tanaman padi dengan menggunakan pupuk phosphat dan kalium. Secara kedua pupuk ini berfungsi untuk memperkuat batang tanaman padi sehingga menjadi kokoh dan tidak mudah roboh. Selain itu pupuk phosphat dan kalium bisa menghasilkan fosfor yang baik untuk tanaman untuk menghindarkan tanaman tumbuh kerdil.
  • Usaha terakhir yang bisa dilakukan adalah pengendalian hama dan penyakit. Karena adanya serangan hama dan penyakit bisa menyebabkan tanaman menjadi rentan mati atau mudah roboh. Bagian yang paling dilindungi adalah batang padi. Karena batang inilah yang akan menyangga tanaman padi, semakin kuat batang maka kemungkinan padi roboh semakin kecil.

Demikian artikel kami tentang MENGATASI MASALAH PADI ROBOH DENGAN EFEKTIF DAN EFISIEN. Semoga artikel ini bisa bermanfaat khususnya bagi Anda yang saat ini sedang menjalankan usaha pertanian.

Cara Budidaya Tomat Agar Berbuah Lebat Dan Cepat Panen

Cara Budidaya Tomat Agar Berbuah Lebat Dan Cepat Panen

Cara Budidaya Tomat Agar Berbuah Lebat Dan Cepat Panen

Buah tomat atau (Lycopersicon esculentum Mill.) adalah salah satu tanaman budidaya yang banyak tumbuh dengan baik khususnya di dataran tinggi. Tetapi saat ini semakin meningkatnya teknologi khususnya dalam bidang pertanian yang semakin maju, tomat juga mulai bisa ditanam pada dataran rendah dan menengah. Adapun jenis varietas tomat yang cocok untuk dataran rendah adalah varietas Donna, Oval, Mirah, Intan, CLN, Ratna, Permata, Zamrud dan Arthaloka. Sedangkan jenis varietas yang cocok di kembangkan di dataran tinggi adalah varietas Berlian, Kada, Prestise, Royal dan Mutiara. Ada juga jenis varietas yang cocok di datanam pada dataran tinggi maupun dataran rendah misalnya adalah varietas GH2, Lady, Victory dan GH4.

Cara Budidaya Tomat Agar Berbuah Lebat Dan Cepat Panen

Namun yang perlu diperhatikan ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam budidaya tomat baik di dataran tinggi ataupun dataran rendah. Beberapa kriteria tersebut adalah :

  • Tanaman tomat sebaiknya ditanam pada tanah gembur dan kaya humus.
  • Dengan kadar pH tanah antara 6,0 – 7,0.
  • Tomat juga bisa tumbuh di dataran tinggi, menengah maupun dataran rendah (tergantung jenis varietas).
  • Ukuran Temperatur idealnya 24 derajat celcius pada siang hari dan 15 – 20 derajat celcius pada malam hari.
  • Tanaman tomat juga harus mendapatkan sinar matahari setidaknya 8 jam per hari dengan curah hujan berkisar antara 750 – 1250 mm/tahun.

 

Setelah semua syarat terpenuhi, berikut adalah langkah – langkah budidaya tomat agar dapat tumbuh lebat.

  1. Persiapan Lahan dimulai dengan penggemburan lahan dengan cara dibajak atau dicangkul selama kurang lebih 6 – 10 hari supaya terkena sinar matahari untuk meminimalisir serangan cendawan patogen atau penyakit lainnya. Setelah itu buat bedengan dengan lebar 100 cm atau disesuaikan dengan lebar mulsa. Bedengan sebaiknya dibuat memanjang dari timur kebarat, supaya tanaman dapat tersinari matahari dengan baik.
  2. Kemudian untuk tanah yang tidak terlalu subur maka taburkan dolomit ( untuk pH tanah dibawah 6,0)
  3. Kemudian untuk pupuk dasar agar tanah lebih gembur bisa menggunakan pupuk kandang, KCl, Za dan TSP. Perbandingan KCl : Za : TSP = 1:1:2. Dosis pupuk disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah.
  4. Setelah itu buat bedengan dalam kondisi basah atau lembab. Lubang tanam dibuat dengan jarak 70 x 60 atau 80 x 60 cm.
  5. Lakukan pemasangan mulsa plastik setelah 7 – 10 hari setelah penaburan pupuk dasar.
  6. Persiapan Benih dan Cara Semai Biji Tomat dengan cara memilih benih unggul. Varietas benih disesuaikan dengan ketinggian lahan (dataran rendah, menengah atau dataran tinggi).
  7. Lakukan Benih disemai dengan polybag kecil (ukuran 6 x 8 cm),
  8. Tunggu hingga bibit siap ditanam setelah tumbuh daun 4 -5 helai atau setelah berusia 3 sampai 4 minggu.
  9. Proses Penaman dilakukan pada sore hari, siram dengan air secukupnya setelah penanaman selesai. Untuk menghindari serangan hama jangkrik dan meminimalisir kematian, tutup sekitar lubang mulsa dengan tanah.
  10. Ajir atau tulus sebaiknya dipasang segera setelah penanaman selesai. Jika terlambat memasang ajir dikhawatirkan akan merusak perakaran dan dapat menyebabkan pertumbuhan terganggu.
  11. Jangan lupa untuk melakukan penyulaman jika terdapat tanaman yang mati atau rusak. Penyiraman dilakukan menyesuaikan dengan kondisi. Pemupukan pertamakali dilakukan pada usia 3 – 4 minggu HST. Cara pemupukan sebaiknya dengan dikocor dan dilakukan pada sore hari. Dosis pemupukan pertama antara 3 – 5 kg NPK/1000 tanaman. Pupuk dilarutkan dengan air sebanyak 500 liter dan setiap pohon diberikan 500 ml larutan.
  12. Pemupukan selanjutnya dilakukan setiap 1 minggu dengan penambahan dosis secara berkala. Rata-rata kebutuhan pupuk per hektar adalah 80-100 kg Urea, 350-450 kg ZA, 200-250 kg TSP dan 85-170 kg KCl.
  13. Penyiangan dilakukan untuk mengendalikan rumput liar dan gulma pengganggu. Selain mengganggu tanaman, gulma liar juga bisa menjadi tanaman inang hama dan penyakit.
  14. Pengendalian hama dan penyakit yang menyerang tanaman tomat. Untuk pengendalian hama biasanya bisa dilakukan dengan menyemprotkan cairan insektisida. Sedangkan untuk mengendalikan penyakit tanaman tomat dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung jenis penyakit yang menyerang. Adapun jenis penyakit dan cara pengendalian yang tepat adalah sebagai berikut :
  • Busuk daun, busuk daun disebabkan cendawan Phitophtora infestans. Gejalanya terdapat bercak-bercak hitam dan akhirnya menjadi kering atau busuk. Pengendaliannya dengan fungisida berbahan aktif mankozeb
  • Layu fusarium, disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporium. Gejala ditandai dengan adanya tulang daun berwarna pucat, tangkai terkulai, tanaman menjadi layu kemudian mati. Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian tricoderma pada saat pengolahan tanah dan menggunakan benih yang tahan terhadap cendawan ini.
  • Layu bakteri (Pseudomonas solanacearum). Gejalanya terlihat jika pucuk tanaman layu atau daun tua menguning. Jika batang dipotong akan terlihat cairan berwarna susu seperti lendir. Pengendalian bisa dilakukan dengan melakukan pergiliran tanaman bukan sejenis dan menggunakan benih yang tahan terhadap bakteri.
  • Mosaik, penyakit mosaik ditandai dengan adanya warna seperti mosaik pada daun. Pengendalian dengan cara mencabut dan membakar tanaman yang terserang agar tidak menular.
  • Busuk Buah, Ada dua macam cendawan penyebab busuk buah pada tomat. Yang pertama penyakit busuk buah pada tomat disebabkan oleh cendawan Thanatephorus cucumeris. Dan jenis kedua disebabkan oleh cendawan Colletotrichum coccodes. Pengendalian dilakukan dengan pergantian tanaman, menjaga kebersihan dan membuang serta memusnahkan buah yang terserang. Penyemprotan fungisida dilakukan jika serangan parah, dengan menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb atau kaptafol.
  • Bercak Daun, disebabkan oleh cendawan Cercospora capsici, pada daun yang terserang terdapat bintik-bintik bulat dan berwarna hitam kecoklatan. Lama kelamaan daun menguning dan akhirnya rontok. Pengendalian dilakukan dengan membuang dan memusnahkan bagian yang terserang serta dengan penyemprotan fungisida.
  • Tomato Yellow Leaf Curl Virus (TYLCV) Atau virus kuning-keriting pada daun, seperti halnya keriting bule pada tanaman cabe. Tanaman yang terinfeksi akan terlihat gejala daun muda mengkerut atau keriting dan berwarna kuning. Sedangkan pada daun tua tidak mengalami penyusutan. Vektor utama virus ini adalah kutu kebul. Pengendalian selanjutnya adalah dengan mengendalikan kutu kebul sebagai vektornya. Kutu kebul dapat diatasi dengan penyemprotan akarisida berbahan aktif abamectin.

Langkah budidaya yang terakhir adalah proses pemanenan. Tanaman bisa panen jika buah tomat sudah matang. Meskipun warna buah tomat masih berwarna hijau. Pada umumnya usia tanaman tomat yang siap panen adalah 2,5 sampai 3 bulan dari masa tanam. Tetapi waktu panen bisa berbeda – beda sesuai dengan varietas yang digunakan. Karena setiap varietas memiliki waktu panen yang berbeda-beda. Panen dilakukan setiap 2-3 hari dan dalam satu musim bisa dipanen hingga 10-15 kali, tergantung kondisi tanaman.

Demikian artikel kami tentang CARA BUDIDAYA TOMAT AGAR BERBUAH LEBAT DAN CEPAT PANEN. Semoga bermanfaat.

Budidaya Kentang Dengan Mudah Untuk Hasil Panen Maksimal

Budidaya Kentang Dengan Mudah Untuk Hasil Panen Maksimal

Budidaya Kentang Dengan Mudah Untuk Hasil Panen Maksimal

Kentang merupakan salah satu tanaman ubi yang memiliki cukup penggemar sendiri sebagai salah satu jenis makanan yang paling banyak di sukai masyarakat di Indonesia akentang sendiri juga jenis ubi yang bisa dijadikan beberapa olahan makanan, seperti kentang rebus, kentang goreng, ataupun olahan keripik dan menjadi bahan baku pembuatan kue donat serta bolu. Pasaran kentang sangat luas sehingga menjadikan buah kentang dicari dimanapun keberadaannya. Maka tak heran jika memilih budidaya tanaman kentang juga sangat menjanjikan.

Di dalam bahasa latin kentang dikenal sebagai Solanum tuberosum L. Yang merupakan tanaman sayuran perdu semusim dan berumbi seperti ubi, singkong, dan ketela. Tanaman kentang dapat berkembang biak dengan cara vegetatif melalui umbi. Pada umumnya tanaman  kentang akan tumbuh subur pada dataran tinggi yang memiliki iklim yang cenderung dingin. Dan jika ditanaman pada  dataran rendah dengan suhu udara tinggi, maka kebanyakan tanaman kentang tidak dapat membentuk umbi dan tidak bisa tumbuh dengan baik.

Budidaya Kentang Dengan Mudah Untuk Hasil Panen Maksimal

Tidak hanya itu ada beberapa syarat dan kriteria tertentu dalam budidaya tanaman kentang ini agar bisa tumbuh dan berkembang biak dengan baik. Untuk itu bagi And ayang tertarik menjalani budidaya tanaman kentang ini, bisa memperhatikan beberapa persyaratan tersebut, seperti :

  • Daerah yang ideal untuk budidaya kentang adalah dataran tinggi yang dengan ketinggian antara 1000-2000 mdpl.
  • Sedangkan ukuran suhu udara yang cocok untuk tanaman kentang agar bisa tumbuh maksimal antara 14 – 22 derajat celcius.
  • Jumlah Curah hujan yang diharapkan selama masa pertumbuhan tanaman kentang antara 1000 – 1500 mm pertahun. Adanya jumlah Curah hujan yang tinggi akan menyebabkan tanah terlalu lembab dan umbi menjadi membusuk.
  • Untuk Kondisi tanah yang baik adalah tanah gembur yang banyak mengandung unsur hara. Sedangkan kondisi Tanah yang keras dan padat hanya akan menghambat pembentukan dan perkembangan umbi pada tanaman kentang.

 

Setelah mengetahui beberapa kriteria dan syarat yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman kentang kita bisa beranjak pada cara menanam tanaman kentang agar bisa memproduksi umbi yang banyak. Adapun langkah atau Tahapan – tahapan yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan lahan tanam terlebih dahulu.

Untuk itu tanah pada lahan harus digemburkan terlebih dahulu. Cara menggembirakan tanah bisa dengan cara membajak atau mencangkulnya. Tanpa yang dibajak atau dicangkul harus bisa mencapai kedalaman kurang lebih 30 cm.

Tetapi pada kondisi tanah tertentu, pembajakan pada lahan dapat dilakukan antara 2 atau 3 kali agar tanah benar-benar gembur. Lalu setelah selesai proses pembajakan atau penggemburan tanah kemudian dapat  lakukan penjemuran minimal satu minggu.

Langkah selanjutnya adalah membuat bedengan dengan ukuran lebar 80 cm, tinggi 10 cm serta panjang bedengan dapat disesuaikan dengan kondisi lahan yang akan ditanami tanaman kentang. Pada proses Pembuatan bedengan memiliki tujuan agar tanaman kentang tidak terendam air saat hujan turun. Karena pada dasarnya tanaman kentang merupakan jenis tanaman yang sensitif, tidak menyukai kondisi tanah yang terlalu basah maupun terlalu kering sehingga kita harus dapat memastikan bahwa kondisi tanah selalu lembab

Jika tahapan pembuatan bedengan sudah selesai maka kita bisa beranjak ke proses pemberian pupuk dasar. pada tanaman kentang. Pemberian pupuk tidak dapat dilakukan sembarangan. Ada jenis, dosis dan cara pemberian pupuk yang harus diperhatikan.

Pada proses pemberian pupuk dasar biasanya dilakukan dengan cara ditaburkan secara merata diatas bedengan yang sudah disiapkan sebelumnya. Untuk jenis Pupuk dasar yang baik adalah pupuk kandang yang telah matang, dengan menggunakan dosis 20 – 30 ton per hektar lahan. Atau bisa juga ditambahkan pupuk NPK sebanyak 300 – 350 kg per hektar lahan. Kemudian pupuk yang ditaburkan tadi, ditutup dengan tanah agar tidak tergerus air saat hujan turun. Biarkan selama 10 – 15 hari sebelum penanaman dilakukan.

Sambil menunggu proses pemberian pupuk dasar kita bisa juga melakukan proses persiapan pembibitan pada tanaman kentang. Cara awal yang bisa dilakukan adalah memilih umbi yang sehat, tidak terinfeksi penyakit dan sudah  dipanen pada usia yang cukup. Ukuran umbi yang baik untuk bibit adalah jenis umbi yang memiliki berat antara 30 – 50 gram per buah. Kemudian umbi tersebut disimpan selama kurang lebih tiga bulan. Penyimpanan dimaksudkan untuk mengetahui apakah umbi bisa bertunas dengan baik atau tidak. Setelah umbi tumbuh tunas, lakukan seleksi pemangkasan tunas dengan cara memotong tunas yang memiliki panjang lebih dari 2 cm, karena tunas yang terlalu panjang tidak baik untuk ditanam.

Setelah selesai proses seleksi pada umbi dapat dilakukan pembuatan garitan pada bedengan untuk meletakkan bibit. Tanam bibit kentang dengan jarak 20 atau 30 cm. Kemudian timbun dengan tanah sehingga membentuk guludan setinggi 15 atau 20 cm.

Jika umbi sudah ditanam Anda juga harus memperhatikan cara Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Kentang. Pemeliharaan dan perawatan yang dimaksud meliputi :

  • Penyiangan yang dilakukan saat ada rumput atau gulma yang tumbuh disekitar tanaman umbi. Penyiangan dapat dilakukan saat tanaman berusia 1 bulan setelah tanam. Penyiangan dan perbaikan guludan selanjutnya dilakukan pada saat tanaman berusia 2 bulan. Setelah itu tanaman kentang sudah rimbun dan tidak perlu lagi dilakukan penyiangan.
  • Penyiraman hanya dilakukan jika kondisi tanah yang terlihat kering. Lakukan penyiraman seperlunya saja, jangan sampai terlalu basah atau menggenang.

Dalam budidaya jenis tanaman apapun, pengendalian hama dan penyakit adalah sesuatu yang sangat penting dan tidak boleh terlewatkan. Begitu pula saat Anda budidaya kentang. Pengendalian hama dan penyakit merupakan faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu kegiatan budidaya. Pengendalian sebaiknya dilakukan sejak dini, sebab jika sudah terlanjur parah serangan hama dan penyakit akan sulit untuk ddikendalikan. Jenis hama dan penyakit yang biasanya menyerang tanaman kentang antara lain Orong-orong, Hama Thrips, Ulat Grayak,  Penggerek Umbi, Kutu Daun, Ulat Tanah, Ulat Penggulung Daun, Bercak Kering, Layu Bakteri, Busuk Daun, Busuk Umbi, dan Layu Fusarium. Cara pengendalian ya bisa dengan penyemprotan herbisida dan fungisida saat awal musim tanam dan ketika ada gejala serangan hama dan penyakit.

Jika semua tahapan diatas sudah dilakukan, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melakukan panen. Tanaman kentang bisa dipanen pada usia 80 – 120 hari. Usia tanaman sampai siap dipanen berbeda-beda, tergantung pada jenis variaetas yang digunakan. Tanaman kentang harus dipanen pada usia yang tepat, tidak terlalu muda atau terlalu tua.

Proses panen sebaiknya  dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak umbi. Pada tanah yang sangat gembur panen bisa dilakukan hanya dengan mengeruk menggunakan tangan. Cara ini lebih efektif karena resiko kerusakan umbi sangat kecil. Setelah selesai pemanenan biarkan sesaat agar tanah yang menempel pada umbi mengering dan mudah untuk dibersihkan. Kemudian umbi yang sudah terkumpul dikemas menggunakan karung goni atau keranjang. Demikian artikel kami tentang BUDIDAYA KENTANG DENGAN MUDAH UNTUK HASIL PANEN MAKSIMAL  Semoga bermanfaat.

Tehnik Semai Cabai Yang Tepat Agar Tumbuh Dengan Cepat Dan Serempak

Tehnik Semai Cabai Yang Tepat Agar Tumbuh Dengan Cepat Dan Serempak

Tehnik Semai Cabai Yang Tepat Agar Tumbuh Dengan Cepat Dan Serempak

Cabai Rawit memiliki nama latin Capsicum frutescens, dan masuk dalam jenis famili solanaceae biasa disebut cabai kecil dan memiliki ukuran panjang antara 2–4 cm, mempunyai rasa pedas dan warnanya bervariasi, yaitu hijau, merah, kuning dan oranye. Pada varietas cabai rawit tertentu umurnya panjang dan berbuah sepanjang tahun sampai 2-3 tahun jika dipelihara dengan baik serta kebutuhan haranya tercukupi.

Dalam budidaya cabai rawit pasti diawali dengan proses persiapan bibit. Pada tahap ini biasanya meliputi proses penyemaian benih terlebih dahulu. Tujuan penyemaian benih sendiri adalah menghindari dan menekan adanya kematian bibit tanaman serta meningkatkan efektifitas penggunaan benih. Dalam tehnik penyemaian benih cabai juga bisa dilakukan melalui beberapa alternatif. Dan berikut ini beberapa tehnik semai cabai yang tepat agar dapat tumbuh dengan cepat dan Serempak.

  1. TEHNIK SEMAI BENIH CABAI DENGAN POLYBAG
  • Menyiapkan polybag dengan ukuran 6 x 8 cm, dan buat lubang pada bagian bawah polybag untuk drainase,
  • Isi polybag dengan media semai.
  • Susun polybag sesuai dengan media semai.
  • Kemudian susun polybag tersebut sesuai selera
  • Lakukan penyiraman pada polybag lalu diamkan beberapa saat
  • Sambil menunggu media polibag, lakukan perendaman benih dengan air hangat kuku selama 3 – 4 jam kemudian tiriskan. Agar mempercepat proses perkecambahan tambahkan pupuk ZPT secukupnya atau bisa juga menggunakan larutan bawang merah.
  • Setelah direndah tiriskan benih sebelum dimasukkan kedalam polybag.
  • Kemudian masukan benih satu persatu kepolybag (1 polybag 1 benih),
  • Tutup benih tersebut dengan tanah halus yang sudah diayak. jangan terlalu tebal, sebab akan menghambat pertumbuhan benih.
  • Semprot dengan insektisida untuk mencegah gangguan semut dan serangga lainnya,
  • Lalu tutup bagian dengan mulsa plastik selama -/+ 7 hari dan tunggu  sampai benih tumbuh. Penutupan dengan mulsa plastik dimaksudkan untuk menciptakan suasana hangat namun lembab, agar benih cepat berkecambah dan tumbuh serentak. Jika benih sudah tumbuh segera buka penutup mulsa. Kemudian buat para-para sebagai naungan dengan atap plastik bening tembus cahaya agar benih tidak rusak jika turun hujan. Cara ini bisa dilakukan untuk menyemai benih cabai, menyemai benih terung dan menyemai benih tomat. Demikian cara menyemai benih cabe, terong, tomat dan benih lainya. Semoga bermanfaat…
  • Lakukan pengecekan kelembaban setiap hari, jika kondisi tanah sering kering semprot dengan air, namun juga jangan terlalu sering. Karena kadar air yang terlalu banyak juga dapat membuat benih membusuk dan mati.
  • Biasanya benih akan tumbuh serentak di hari ke – 6 atau ke – 7. Jika sudah tumbuh setidaknya 70% buka mulsa penutup dan buat para-para sebagai naungan.

 

  1. TEHNIK SEMAI BENIH CABAI PADA BEDENGAN (TANPA Polybag)
  • Buat bedengan sesuai kebutuhan dengan media semai yang sudah didiapkan sebelumnya.
  • Lakukan penyiraman pada lahan dengan air secukupnya.
  • Buat jarak pada setiap bedengan minim 3 cm agar benih yang tumbuh tidak berhimpitan.
  • Kemudian masukan benih yang sudah di rendam oleh air hangat dan larutan ZPT pada larikan dengan jarak 2 -3 cm, kemudian tutup dengan tanah halus.
  • Tutup benih tersebut dengan tanah halus yang sudah diayak. jangan terlalu tebal, sebab akan menghambat pertumbuhan benih.
  • Semprot dengan insektisida untuk mencegah gangguan semut dan serangga lainnya,
  • Lalu tutup bagian dengan mulsa plastik selama -/+ 7 hari dan tunggu  sampai benih tumbuh,
  • Lakukan pengecekan kelembaban setiap hari, jika kondisi tanah sering kering semprot dengan air, namun juga jangan terlalu sering. Karena kadar air yang terlalu banyak juga dapat membuat benih membusuk dan mati.
  • Biasanya benih akan tumbuh serentak di hari ke – 6 atau ke – 7. Jika sudah tumbuh setidaknya 70% buka mulsa penutup dan buat para-para sebagai naungan.

 

  1. CARA SEMAI CABAI DENGAN MEDIA TISU
  • Menyiapkan alat dan bahan Kertas tissue, Sprayer, Nampan atau wadah tempat semai, Benih cabai berkualitas (unggul),
  • Setelah alat dan bahan siap maka ambil beberapa lembar kertas tissue dan tata rapi pada nampan. Buat 2-3 susun.
  • Semprot tissu yang sudah disusun dengan air menggunakan sprayer. Jaga tisu agar tetap lembab saja jangan sampai menggenang agar biji tidak berjamur dan busuk.
  • Kemudian benih cabai dan tata dengan rapi di atas tissue.
  • Tutup benih dengan tissue kemudian semprot lagi dengan sprayer.
  • Tutup rapat persemaian dengan menggunakan plastik dan simpan pada tempat yang teduh.
  • Biarkan benih sampai tumbuh dan berkecambah hingga benih bisa dipindah ke media tanam.

 

  1. CARA SEMAI CABAI DENGAN POT TRAY

Banyak yang menggunakan pot tray sebagai wadah proses semai pengganti polybag. Proses semai dengan pot tray juga lebih sederhana dan mudah untuk diterapkan. Berikut langkah – langkah yang bisa dilakukan.

  • Siapkan pot tray dan media semai. Biasanya banyak yang menggunakan media semai berupa campuran tanah, arang sekam dan pupuk kandang.
  • Setelah media semai sudah didapatkan, dan campur secara merata.
  • Masukkan media semai ke dalam pot tray.
  • Tahap selanjutnya sama dengan menyemai benih cabai dengan polybag.

 

  1. CARA SEMAI CABAI DENGAN ROCKWOOL
  • Menyiapkan alat dan bahan berupa Rrockwool Nampan, Cutter, Sprayer air, ZPT atau larutan bawang merah
  • Rendam benih cabai pada air hangat kuku yang sudah diberi larutan ZPT.
  • Potong-potong rockwoll membentuk dadu.
  • Susun potongan-potongan rockwoll pada nampan.
  • Buat lubang pada bagian tengah rockwoll sebagai tempat meletakkan benih cabai.
  • Siram rockwoll sampai basah namun jangan sampai tergenang.
  • Masukkan benih cabai pada rockwoll dengan 1 potongan rockwoll satu biji cabai.
  • Letakkan persemaian pada tempat yang teduh sampai benih tumbuh.
  • Setelah benih tumbuh selanjutnya bisa dipindah ke tempat yang terkena cahaya matahari sampai bibit siap dipindah ke lahan tanam.

 

  1. CARA SEMAI CABAI DENGAN TANAH CETAKKAN
  • Sebelum mulai semai harus bersihkan lahan yang akan dijadikan tempat persemaian.
  • Siapkan tanah halus dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1 kemudian aduk-aduk agar tercampur rata.
  • Siram campuran tanah dan pupuk kandang tersebut dengan air sampai basah kemudian aduk-aduk sampai membentuk adonan.
  • Semprot lahan yang akan digunakan untuk menyemai dengan pestisida.
  • Alasi tempat semai dengan daun pisang atau sekam padi.
  • Buat pagar pembatas setinggi kira-kira 5 cm pada setiap sisi persemaian.
  • Masukkan tanah adonan kemudian ratakan dan iris-iris membentuk dadu.
  • Buat lubang tanam pada setiap potongan kemudian masukkan benih (satu potongan 1 benih).
  • Kemudian tutup persemaian dengan plastik gelap agar suhu menjadi hangat.
  • Diamkan selama kurang lebih 7 hari
  • Jika benih sudah berkecambah buka plastik penutup dan ganti dengan plastik sungkup.
  • Benih siap dipindahkan ke lahan tanam setelah berumur 25-30 hari setelah semai.

Demikian artikel kami tentang TEHNIK SEMAI CABAI YANG TEPAT AGAR TUMBUH DENGAN CEPAT DAN SEREMPAK. Semoga bermanfaat.

 

 

Mengenali Masalah Dan Penyebab Gagal Panen Pada Budidaya Tomat Dan Cara Mengatasinya

Mengenali Masalah Dan Penyebab Gagal Panen Pada Budidaya Tomat Dan Cara Mengatasinya

Mengenali Masalah Dan Penyebab Gagal Panen Pada Budidaya Tomat Dan Cara Mengatasinya

Adanya serangan hama dan penyakit merupakan tantangan terbesar bagi para petani tomat. Maka diperlukan pengetahuan untuk mengatasi dan mengendalikan hal tersebut.  Tanaman tomat sendiri merupakan tanaman sayuran buah semusim seperti halnya tanaman cabe, terong dan sebagainya. Hama dan penyakit beberapa tanaman sayuran semusim hampir memiliki kemiripan. Baik dari jenis hama dan penyakit maupun gejala serangan. Misalnya tanaman tomat, cabe dan terong memiliki kemiripan dalam hal serangan hama dan penyakitnya.

Dan berikut ini adalah jenis hama dan cara pengendaliannya agar produktivitas tomat tidak terganggu :

  1. Kutu Kebul (Bemisicia tabacci)

Kutu kebul hewan bersayap dan berwarna putih ini adalah salah satu hama yang sangat berbahaya pada budidaya tomat. Hama ini biasanya bergerombol dibawah daun dan terlihat terselubungi tepung berwarna putih. Apabila tertiup angin atau tersentuh tepung putih tersebut akan beterbangan keudara. Kutu kebul menyerang dengan cara menghisap cairan daun. Tanaman yang terserang ditandai dengan pertumbuhan yang terhambat dan kerdil, daun menjadi keriting dan berwarna kuning. Kutu kebul merupakan vektor utama penyebaran virus gemini.

Jenis pengendalian hama kutu kebul yang dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan khususnya pada  areal budidaya, dengan cara penggunaan mulsa plastik dan bisa juga dengan melakukan pergantian tanaman. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan cara penyemprotan akarisida berbahan aktif abamectin.

 

  1. Lalat Buah (Bactrocera sp.)

Lalat buah adalah jenis serangga yang berwarna hitam kekuningan dan berbentuk seperti tawon kecil. Hama ini juga menyerang buah tomat dengan cara menyuntikkan telor kedalam ke dalam buah tomat. Telor yang bersarang didalam buah tomag akan menetas dan menjadi larva. Kemudian Larva-larva tersebut akan memakan seluruh daging buah tomat sehingga menyebabkan buah tomat jadi mudah busuk.

Pengendalian lalat buah dapat dilakukan dengan cara menggunakan perangkap lalat buah. Kebersihan dan sanitasi areal budidaya juga perlu diperhatikan. Sedangkan pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida yang berbau menyengat, misalnya jenis santoat atau curacron.

 

  1. Kutu Daun (Aphids)

Kutu daun merupakan jenis hama dari jenis kutu pengisap yang berwarna hijau. Sama seperti  kutu kebul, jenis hama ini juga merupakan hama pembawa virus. Hama ini dapat menyerang tanaman tomat dengan cara menghisap cairan daun dan bagian – bagian tanaman lainnya sehingga menyebabkan daun tomat menjadi keriting sehingga pertumbuhan tanaman tomat menjadi terhambat. Gejala serangan kutu daun ini sangat mudah dideteksi, biasanya ciri yang bisa ditemukan adalah adanya banyak semut pada tanaman tersebut. Jika ditemukan semut sudah dapat dipastikan tanaman tersebut diserang kutu daun.

Pengendalian hama kutu daun dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan pada area budidaya khususnya dari tanaman inang. Dan pengendalian kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan akarisida berbahan aktif abamectin.

 

  1. Ulat Buah (Helicoverpa armigera atau Heliothis armigera)

Hama Ulat buah dapat menyerang bagian buah, daun dan batang tomat. Gejala serangan pada buah tomat dapat ditandai dengan munculnya lubang pada buah sehingga banyak buah tomat yang membusuk. Sedangkan pada bagian daun dapat menyebabkan daun berlubang dan menyerang bagian batang muda.

Pengendalian hama dapat dilakukan dengan cara membersihkan gulma, membuang dan membunuh ulat secara manual. Secara kimiawi dapat disemprot dengan insektisida abamectin, regent atau prevaton.

 

  1. Ulat Tanah (Agrotis ipsilon)

Ulat tanah menyerang dengan cara memakan pangkal batang, menyebabkan tanaman mudah roboh dan mati. Pada batang muda ulat ini bisa menyerang dengan memakan habis tanaman. Ulat tanah berwarna kecoklatan dan bertubuh lebih besar dari ulat daun. Ulat tanah aktif pada malam hari, dan pada siang hari akan bersembunyi didalam tanah dan dibawah rerumputan.

Pengendalian dilakukan dengan membersihkan gulma, sehingga tidak ada tempat persembunyian bagi ulat ini. Secara kimia dapat disemprot dengan insektisida curacron, regent, atau prevaton. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada saat ulat ini aktif, yakni pada malam hari.

 

  1. Hama Thrips

Hama Trips juga dapat menyerang tanaman tomat khususnya pada bagian daun muda. Hama ini merusak tanaman tomat dengan cara menghisap cairan daun dan menyebabkan keriting daun. Hal ini sangat mengganggu pertumbuhan dan produktifitas tanaman tomat yang dibudidayakan.

Pengendaliannya yang dapat dilakukan yaitu dengan pergantian tanaman, membersihkan gulma dan tanaman inang. Secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin.

Budidaya tomat juga akan sering menemui permasalahan seperti retak buah tomat atau disebut juga pecah buah yang merupakan salah satu bentuk kualitas buruk buah tomat. Kualitas buah tomat dapat dilihat dari  penampilan warna, bentuk, ukuran serta tampilan buah yang mengkilap atau tidaknya kulit buah. Kasus retak buah tomat akan sangat merugikan petani, tomat yang retak tentu saja tidak layak jual. Ada beberapa type pecah buah tomat yang sering terjadi yaitu ;

  1. Fruit bursting, yakni pecah atau retak buah pada beberapa bagian hingga terlihat seperti buah meledak.
    2. Radial cracking, yakni pecah atau retak buah tomat dari tangkai buah kearah ujung buah.
    3. Concentrik cracking, pecah atau retak buah tomat pada bagian tengah buah secara melintang/horizontal.
    4. Cuticle cracking, pecah yang terjadi pada kutikula

Pecah atau Retak Pada Buah Tomat disebabkan oleh banyak faktor. Beberapa diantaranya adalah

  • Kultivar tomat yang tidak resisten terhadap pecah buah,
  • Terjadinya Penyerapan air dan gula kedalam buah yang terjadi terlalu cepat dengan jumlah air yang terlalu banyak pula.
  • Kondisi suhu yang terlalu tinggi.
  • Penggunaan pupuk nitrogen yang berlebihan dan kurangnya unsur kalsium (Ca).

Namun hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Karena masih ada cara – cara pengendalian yang efektif. Dengan cara yang akan kami jelaskan dibawah ini :

  1. Menggunakan kultivar tomat yang tahan terhadap pecah buah
  2. Menjaga kelembaban tanah tetap stabil. Siram tanaman secara rutin agar tidak terlalu kekeringan. Menyiram tanaman saat kondisi tanah terlalu kering menyebabkan tanaman menyerap air dengan cepat dan menyebabkan pecah atau retak buah,
  3. Gunakan pelindung tanaman dengan paranet agar disaat panas terik kondisi kelembaban tetap stabil. Pecah buah biasanya terjadi dengan cepat saat kondisi tanah basah akibat hujan dipagi atau malam hari dengan kondisi disiang hari yang sangat terik.
  4. Gunakan pupuk nitrogen yang berimbang, tidak berlebihan dan tidak kekurangan,
  5. Usahakan tanaman tidak kekurangan unsur kalsium (Ca). Kalsium berfungsi untuk mempertebal dinding sel buah, sehingga kulit buah lebih kuat dan lebih tahan serta tidak mudah pecah/retak.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan dalam artikel kami tentang MENGENALI MASALAH DAN PENYEBAB GAGAL PANEN PADA BUDIDAYA TOMAT DAN CARA MENGATASINYA. Semoga artikel ini bisa membantu Anda dalam menangani berbagai masalah dalam budidaya tanaman tomat.

 

Tips Budidaya Padi Darat Pada Lahan Kering Tanpa Olah Tanah (Tot)

Tips Budidaya Padi Darat Pada Lahan Kering Tanpa Olah Tanah (Tot)

Tips Budidaya Padi Darat Pada Lahan Kering Tanpa Olah Tanah (Tot)

Indonesia sebagai negara agraris tentu memiliki daerah dengan lahan pertanian yang luas. Meskipun sudah berkurang karena adanya Pembersih an lahan baik untuk fasilitas umum seperti jalan tol ataupun permukiman rumah. Hal ini karena didukung dari permintaan masyarakat akan kebutuhan bahan pokok makanan terus meningkat diiringi dengan Meningkatkannya pertumbuhan masyarakat Indonesia.

Sehingga petani padi terus bekerja keras agar bisa menghasilkan panen yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan pangan setiap hari. Namun ada beberapa masalah yang mengakibatkan tanaman gagal panen. Selain karena adanya serangan hama atau musibah seperti banjir, salah satu masalah yang sering dirasakan oleh petani padi yaitu robohnya padi sebelum panen. Hal ini juga disebabkan oleh berbagai faktor penyebabnya. Baik faktor kesalahan dalam pemilihan bibit atau faktor luar seperti adanya cuaca ekstrem dan faktor lingkungan lainnya. Tentunya jika sampai terjadi, kerugian yang diakibatkan oleh masalah ini jumlahnya juga tidak sedikit. Karena bisa jadi setelah mengeluarkan banyak modal untuk proses penanaman, dan harus berakhir dengan gagal panen karena tanaman padi yang roboh. Bukan hanya dari petani yang merasakan, masyarakat atau pemasok beras pun juga akan merasakan kerugian ini.

Tips Budidaya Padi Darat Pada Lahan Kering Tanpa Olah Tanah (Tot)

Ada masalah lain yang sering ditemukan dalam budidaya padi yaitu persediaan lahan yang sempit. Karena adanya pengalihan lahan pertanian yang beralih fungsi sebagai hunian atau bangunan komersial lainnya. Karena pada umumnya tanaman padi adalah jenis  tanaman yang hanya bisa hidup didarat (lahan kering) atau di lahan persawahan. Lazimnya padi memang ditanam disawah dengan pengairan yang cukup.

Akan tetapi saat ini sudah banyak ditemukan inovasi baru dalam penanaman padi khususnya pada beberapa daerah yang tidak ada sawah. Maka kita akan menemui padi yang ditanam di lahan kering atau lahan tadah hujan. Beberapa daerah tersebut dapat ditemukan di Pulau Sumatera, Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara dan sebagainya petani menanam padi darat dengan sistem TOT (Tanpa Olah Tanah). Sistem TOT biasanya dilakukan dengan perlakuan lahan minim pengolahan. Dengan sistem ini para petani tidak lagi melakukan pembajakan dan aktifitas pengolahan lahan lainnya seperti budidaya padi di sawah.

Lalu bagaimana sistem penanaman padi TOT tersebut bisa berjalan? Bagi Anda yang penasaran kami memiliki informasi lengkapnya seperti berikut ini.

 

CARA BUDIDAYA MENANAM PADI DENGAN SISTEM TOT PADA LAHAN KERING

Pada budidaya padi sistem TOT, petani hanya dapat melakukan pembersihan lahan dari gulma dan penggunaan herbisida. Kelebihan dari penanaman padi dengan sistem budidaya padi TOT dilahan kering (Gogo Rancah) adalah tidak memerlukan biaya yang tinggi, penghematan tenaga, penghematan waktu, dan penghematan tenaga pemeliharaan. Tetapi sayangnya ada kekurangan juga pada sistem TOT yaitu hasil produksi padi yang dihasilkan tidak sebanyak dengan padi yang ditanam disana.

Yang perlu diperhatikan dalam budidaya padi darat (Gogo Rancah) dengan sistem TOT biasanya hanya dilakukan 1 kali dalam setahun. Dan waktu penanaman dilakukan diakhir musim kemarau, biasanya dimulai pada pertengahan bulan agustus hingga akhir bulan september. Dengan demikian pada saat sudah memasuki musim penghujan tanaman padi sudah memasuki masa pertumbuhan generatif (Pembuahan). Dimana pada masa pembuahan diperlukan air yang cukup untuk mendukung pengisian bulir dan produksi yang maksimal.

Sedangkan untuk jenis varietas yang digunakan rata – rata adalah jenis varietas lokal yang memiliki kualitas yang cukup baik. Msebagai contoh pada daerah Kecamatan Kuntodarussalam Kabupaten Rokan Hulu, petani akan menggunakan varietas lokal dengan berbagai jenis antara lain jenis padi jangkar, kuku balam, sungkai, dan sebagainya. Varietas tersebut sudah diketahui memiliki keunggulan tahan terhadap cuaca ekstrem dan tahan terhadap hama dan penyakit.

Dan setelah menentukan jenis varietas padi yang sesuai dengan kondisi lahan maka bisa dilakukan langkah persiapan lahan budidaya padi dengan sistem TOT. Dengan cara seperti berikut ini :

  • Lahan mulai dibersihkan dari gulma atau rumput liar dengan cara dibabat atau di cabut secara manual.
  • Kemudian sisa gulma yang sudah kering bisa di bakar..
  • Jika proses di atas sudah selesai maka biarkan lahan selala beberapa waktu hingga tumbuh rumput muda, kemudian disemprot dengan herbisida.

 

Selanjutnya setelah persiapan lahan selesai maka bisa dilanjutkan dengan proses penanaman lahan dengan langkah – langkah berikut ini :.

  • Penanaman dilakukan dengan cara ditugal.
  • Benih ditanam 5 – 10 benih/lubang dengan jarak tanam 40 x 15 cm.
  • Jarak tanam disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah, semakin tinggi kesuburan tanah maka jarak tanam semakin jarang.
  • Untuk menghindari gangguan semut dan hama lainnya, benih sebaiknya dicampur dengan nematisida seperti furadan, petrofur, pentakur atau curater.

Yang tak kalah penting adalah pengendalian gulma dan hama serta penyakit. Karena munculnya gulma, hama atau penyakit dapat mengganggu dan mengurangi produktivitas padi. Jadi langkah yang bisa dilakukan adalah :

  • Gulma dibersihkan secara manual menggunakan cangkul atau dicabut.
  • Penggunaan herbisida sebaiknya dihindari, karena bisa mengganggu pertumbuhan tanaman padi.
  • Karena varietas yang digunakan adalah varietas lokal yang memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit, petani jarang sekali menggunakan pestisida kimia. Pestisida kimia hanya diaplikasikan jika ada serangan saja, dan itupun sangat jarang terjadi. Untuk mencegah serangan hama petani hanya melakukan antisipasi secara tradisional, yaitu dengan pengasapan setiap pagi dan sore hari. Sehingga hasil produksi padi sudah dapat dipastikan organik.

Langkah selanjutnya adalah pemupukan yang bisa dilakukan untuk menjaga produktivitas padi. Namun pada lahan dengan tingkat kesuburan tinggi, pemupukan tidak perlu dilakukan. Lakukan pemberian nitrogen secukupnya hanya pada tanaman yang kelihatan menguning dan tidak subur. Di Daerah Kuntodarussalam Kabupaten Rokan Hulu, budidaya padi darat (Gogo Rancah) sebagian besar dilakukan pada lahan yang berada disepanjang daerah aliran sungai rokan yang terkenal sangat subur. Sehingga petani tidak pernah atau jarang sekali menggunakan pupuk organik maupun kimia.

Yang terakhir dalam budidaya tanaman padi dengan sistem TOT adalah proses pemanenan tanaman padi. Pada umumnya masa panen varietas lokal seperti padi jangkar, sungkai, kuku balam cukup lama,yaitu  antara 4 sampai 5 bulan setelah masa tanam. Panen dilakukan jika sudah terlihat padi menguning antara 80 sampai 90 % dari jumlah padi keseluruhan. Cara panennya juga sama seperti cara pemanenan padi di lahan sawah.

Pengolahan padi dengan sistem TOT ini diharapkan bisa meningkatkan persediaan padi sebagai bahan pangan utama. Sehingga bisa membantu pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Sehingga seluruh daerah di Indonesia bisa menghasilkan dan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Dan mengurangi nilai impor beras dari negara lain.

Itulah artikel kami tentang informasi TIPS BUDIDAYA PADI DARAT PADA LAHAN KERING TANPA OLAH TANAH (TOT). Semoga bermanfaat.

Cara Mudah Budidaya Kentang Agar Cepat Panen

Cara Mudah Budidaya Kentang Agar Cepat Panen

Cara Mudah Budidaya Kentang Agar Cepat Panen

Kentang merupakan salah satu tanaman ubi yang memiliki cukup penggemar sendiri sebagai salah satu jenis makanan yang paling banyak di sukai masyarakat di Indonesia akentang sendiri juga jenis ubi yang bisa dijadikan beberapa olahan makanan, seperti kentang rebus, kentang goreng, ataupun olahan keripik dan menjadi bahan baku pembuatan kue donat serta bolu. Pasaran kentang sangat luas sehingga menjadikan buah kentang dicari dimanapun keberadaannya. Maka tak heran jika memilih budidaya tanaman kentang juga sangat menjanjikan.

Cara Mudah Budidaya Kentang Agar Cepat Panen

Di dalam bahasa latin kentang dikenal sebagai Solanum tuberosum L. Yang merupakan tanaman sayuran perdu semusim dan berumbi seperti ubi, singkong, dan ketela. Tanaman kentang dapat berkembang biak dengan cara vegetatif melalui umbi. Pada umumnya tanaman  kentang akan tumbuh subur pada dataran tinggi yang memiliki iklim yang cenderung dingin. Dan jika ditanaman pada  dataran rendah dengan suhu udara tinggi, maka kebanyakan tanaman kentang tidak dapat membentuk umbi dan tidak bisa tumbuh dengan baik.

Tidak hanya itu ada beberapa syarat dan kriteria tertentu dalam budidaya tanaman kentang ini agar bisa tumbuh dan berkembang biak dengan baik. Untuk itu bagi And ayang tertarik menjalani budidaya tanaman kentang ini, bisa memperhatikan beberapa persyaratan tersebut, seperti :

  • Daerah yang ideal untuk budidaya kentang adalah dataran tinggi yang dengan ketinggian antara 1000-2000 mdpl.
  • Sedangkan ukuran suhu udara yang cocok untuk tanaman kentang agar bisa tumbuh maksimal antara 14 – 22 derajat celcius.
  • Jumlah Curah hujan yang diharapkan selama masa pertumbuhan tanaman kentang antara 1000 – 1500 mm pertahun. Adanya jumlah Curah hujan yang tinggi akan menyebabkan tanah terlalu lembab dan umbi menjadi membusuk.
  • Untuk Kondisi tanah yang baik adalah tanah gembur yang banyak mengandung unsur hara. Sedangkan kondisi Tanah yang keras dan padat hanya akan menghambat pembentukan dan perkembangan umbi pada tanaman kentang.

 

Setelah mengetahui beberapa kriteria dan syarat yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman kentang kita bisa beranjak pada cara menanam tanaman kentang agar bisa memproduksi umbi yang banyak. Adapun langkah atau Tahapan – tahapan yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan lahan tanam terlebih dahulu.

Untuk itu tanah pada lahan harus digemburkan terlebih dahulu. Cara menggembirakan tanah bisa dengan cara membajak atau mencangkulnya. Tanpa yang dibajak atau dicangkul harus bisa mencapai kedalaman kurang lebih 30 cm.

Tetapi pada kondisi tanah tertentu, pembajakan pada lahan dapat dilakukan antara 2 atau 3 kali agar tanah benar-benar gembur. Lalu setelah selesai proses pembajakan atau penggemburan tanah kemudian dapat  lakukan penjemuran minimal satu minggu.

Langkah selanjutnya adalah membuat bedengan dengan ukuran lebar 80 cm, tinggi 10 cm serta panjang bedengan dapat disesuaikan dengan kondisi lahan yang akan ditanami tanaman kentang. Pada proses Pembuatan bedengan memiliki tujuan agar tanaman kentang tidak terendam air saat hujan turun. Karena pada dasarnya tanaman kentang merupakan jenis tanaman yang sensitif, tidak menyukai kondisi tanah yang terlalu basah maupun terlalu kering sehingga kita harus dapat memastikan bahwa kondisi tanah selalu lembab

Jika tahapan pembuatan bedengan sudah selesai maka kita bisa beranjak ke proses pemberian pupuk dasar. pada tanaman kentang. Pemberian pupuk tidak dapat dilakukan sembarangan. Ada jenis, dosis dan cara pemberian pupuk yang harus diperhatikan.

Pada proses pemberian pupuk dasar biasanya dilakukan dengan cara ditaburkan secara merata diatas bedengan yang sudah disiapkan sebelumnya. Untuk jenis Pupuk dasar yang baik adalah pupuk kandang yang telah matang, dengan menggunakan dosis 20 – 30 ton per hektar lahan. Atau bisa juga ditambahkan pupuk NPK sebanyak 300 – 350 kg per hektar lahan. Kemudian pupuk yang ditaburkan tadi, ditutup dengan tanah agar tidak tergerus air saat hujan turun. Biarkan selama 10 – 15 hari sebelum penanaman dilakukan.

Sambil menunggu proses pemberian pupuk dasar kita bisa juga melakukan proses persiapan pembibitan pada tanaman kentang. Cara awal yang bisa dilakukan adalah memilih umbi yang sehat, tidak terinfeksi penyakit dan sudah  dipanen pada usia yang cukup. Ukuran umbi yang baik untuk bibit adalah jenis umbi yang memiliki berat antara 30 – 50 gram per buah. Kemudian umbi tersebut disimpan selama kurang lebih tiga bulan. Penyimpanan dimaksudkan untuk mengetahui apakah umbi bisa bertunas dengan baik atau tidak. Setelah umbi tumbuh tunas, lakukan seleksi pemangkasan tunas dengan cara memotong tunas yang memiliki panjang lebih dari 2 cm, karena tunas yang terlalu panjang tidak baik untuk ditanam.

Setelah selesai proses seleksi pada umbi dapat dilakukan pembuatan garitan pada bedengan untuk meletakkan bibit. Tanam bibit kentang dengan jarak 20 atau 30 cm. Kemudian timbun dengan tanah sehingga membentuk guludan setinggi 15 atau 20 cm.

Jika umbi sudah ditanam Anda juga harus memperhatikan cara Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Kentang. Pemeliharaan dan perawatan yang dimaksud meliputi :

  • Penyiangan yang dilakukan saat ada rumput atau gulma yang tumbuh disekitar tanaman umbi. Penyiangan dapat dilakukan saat tanaman berusia 1 bulan setelah tanam. Penyiangan dan perbaikan guludan selanjutnya dilakukan pada saat tanaman berusia 2 bulan. Setelah itu tanaman kentang sudah rimbun dan tidak perlu lagi dilakukan penyiangan.
  • Penyiraman hanya dilakukan jika kondisi tanah yang terlihat kering. Lakukan penyiraman seperlunya saja, jangan sampai terlalu basah atau menggenang.

Dalam budidaya jenis tanaman apapun, pengendalian hama dan penyakit adalah sesuatu yang sangat penting dan tidak boleh terlewatkan. Begitu pula saat Anda budidaya kentang. Pengendalian hama dan penyakit merupakan faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu kegiatan budidaya. Pengendalian sebaiknya dilakukan sejak dini, sebab jika sudah terlanjur parah serangan hama dan penyakit akan sulit untuk ddikendalikan. Jenis hama dan penyakit yang biasanya menyerang tanaman kentang antara lain Orong-orong, Hama Thrips, Ulat Grayak,  Penggerek Umbi, Kutu Daun, Ulat Tanah, Ulat Penggulung Daun, Bercak Kering, Layu Bakteri, Busuk Daun, Busuk Umbi, dan Layu Fusarium. Cara pengendalian ya bisa dengan penyemprotan herbisida dan fungisida saat awal musim tanam dan ketika ada gejala serangan hama dan penyakit.

Jika semua tahapan diatas sudah dilakukan, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melakukan panen. Tanaman kentang bisa dipanen pada usia 80 – 120 hari. Usia tanaman sampai siap dipanen berbeda-beda, tergantung pada jenis variaetas yang digunakan. Tanaman kentang harus dipanen pada usia yang tepat, tidak terlalu muda atau terlalu tua.

Proses panen sebaiknya  dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak umbi. Pada tanah yang sangat gembur panen bisa dilakukan hanya dengan mengeruk menggunakan tangan. Cara ini lebih efektif karena resiko kerusakan umbi sangat kecil. Setelah selesai pemanenan biarkan sesaat agar tanah yang menempel pada umbi mengering dan mudah untuk dibersihkan. Kemudian umbi yang sudah terkumpul dikemas menggunakan karung goni atau keranjang. Demikian artikel kami tentang CARA MUDAH BUDIDAYA KENTANG AGAR CEPAT PANEN. Semoga bermanfaat.

Nutrisi Pengganti Nutrisi Ab Mix

Nutrisi Pengganti Nutrisi Ab Mix

Nutrisi Pengganti Nutrisi Ab Mix

Menanam tanaman atau kegiatan bercocok tanam adalah usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu. Media tanam yang wajar digunakan dalam bercocok tanam  adalah tanah dan campuran pupuk kompos, tanah sendiri untuk media bertumbuhnya akar sedangkan pupuk kompos sebagai nutrisi atau suplemen makanan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh berkembang.

Nutrisi Pengganti Nutrisi Ab Mix

Selain tanah dan suplemen makanan, tanaman juga membutuhkan air, seperti halnya manusia yang juga membutuhkan air. Air berperan penting sebagai pelarut nutrisi untuk mempermudah penyerapannya oleh tanaman. Air bukan hanya untuk melarutkan nutrisi pada tanaman, dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan juga sudah digunakan pada perang dunia ke II, air juga untuk media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar. Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik. Ada banyak tanaman yang sering kita jumpai pada sistem hidroponik ini seperti terong, cabai, strawberry, sawi, kangkung, selada, tomat, seledri, pakcoy dan masih banyak lagi. nah pertanyaanya apa hidroponik tersebut? Asal mula kata hidroponik tersebut berasal dari kata hydro dan ponos (bahasa Yunani kuno) yang memiliki arti hydro berarti air dan ponos berarti daya. Teknik menanam hidroponik bukan berarti menanam tanaman tanpa menggunakan media tanam. Menanam secara hidroponik tetap menggunakan media tanam sebagai penyangga tanaman ahgar tetap berdiri kokoh dan pertumbuhannya optimal.

Dalam menanam hidroponik entah itu sayuran daun, sayuran buah, atau buah sekalipun tetap termasuk kangkung memerlukan nutrisi yaitu nutrisi AB mix, nutrisi AB mix ada 2 bentuk, bentuk cair dan berbentuk serbuk. Perbedaan bentuk cair dan bnetuk serbuk adalah penggunaannya, penyimpanannya dan distribusinya. Nutrisi berbentuk cair memang lebih praktis soal penggunaanya yang siap pakai sesuai takaran akan tetapi kalau soal penyimpanan dan pendistribusian nutisi cair lebih repot karena volumenya yang lebih besar. Untuk nutrisi berbentuk serbuk, disamping penyimpanan dan pendistribusiannya mudah karena volumenya yang kecil (kemasan kecil), nutrisi berbentuk serbuk ini penggunaannya harus dilarutkan menjadi larutan pekat terlebih dahulu sebelum dicampur dengan air. Kenapa disebut nutrisi AB mix? Sebab didalam nutrisi tersebut terdapat 2 nutrisi yaitu nutrisi A dan nutrisi B dan dikemas secara terpisah.

Pertanyaan kali ini, apakah bisa tanaman hidroponik tidak menggunakan nutrisi AB mix? Jawabanya bisa, ada seorang hidroponikers yang memiliki keterbatasan dan kesulitan untuk mencari nutrisi AB Mix, beliau berhasil menanam kangkung hidroponik tanpa menggunakan nutrisi AB Mix.  Beliau menggunakan Pupuk NPK 16-16-16 yang berwarna biru sebagai nutrisi pengganti AB mix.

Bagi yang tinggal di kampung mungkin kesulitan untuk mendapatkan perlengkapan hidroponik. Mungkin salah satu opsinya adalah belanja di toko online. Akan tetapi mungkin orang juga mempermasalahkan biaya, oleh karena itu pasti ada pertanyaan apakah harus menggunakan nutrisi hidroponik AB mix dalam setiap bercocok tanam menggunakan teknik  hidroponik ?

Nutrisi Hidroponik Tidak Harus nutrisi AB Mix

Nah, berhubung ada pertanyaan diatas, jawabannya adalah memang tidak harus menggunakan nutrisi AB mix ada alternatif lain pengganti nutrisi AB mix. Misalnya pupuk NPK, dalam percobaan bercocok tanam kangkung menggunakan pupuk NPK terbukti kangkung tumbuh dengan baik, walaupun hasilnya tidak semaksimal menggunakan nutrisi AB Mix. Nutrisi AB Mix memiliki kandungan unsur hara yang lebih lengkap dibanding pupuk NPK , NPK  hanya memiliki kandungan Nitrogen (N), Phosphat (P), Kalium (K), Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Kekurangan pupuk NPK 16-16-16 adalah meninggalkan endapan jika dilarutkan. Untuk melengkapi kebutuhan unsur hara pada tanaman kangkung, dapat disemprotkan pupuk daun setiap 1 minggu sekali. Dalam pembuatan larutan pupuk NPK 16-16-16, dapat menggunakan 1 sendok makan NPK 16-16-16 per 5 liter air. Dosis ini berlaku seterusnya sampai panen. Bukan hanya pupuk NPK yang bisa menjadi alternatif pengganti nutrisi AB mix , ada alternatif yang tentunya alami dan ramah lingkungan, yuk kita intip cara pembuatannya:

Pertama kita siapkan alat dan bahan terlebih dahulu:

  • Kotoran ayam atau kotoran kambing sejumlah 1 karung
  • Dedak atau bekatul sejumlah 1/2 karung
  • Jerami atau dedaunan yang lain sejumlah 30 kg
  • Gula merah sejumlah 100 gr
  • Larutan bioaktivator seperti EM 4 sejumlah 50 ml
  • Air
  • Wadah/ember + penutup berkapasitas 100 L, beri lubang diameter ukurannya untuk ukuran selang di bagian atas tutupnya
  • Selang aerator diameter 0,5 cm
  • Botol bekas air mineral volume 1 liter

Cara pembuatannya:

  • Potong-potong jerami atau dedaunan, setelah itu campurkan dengan kotoran ternak dan dedak/bekatul
  • Lalu masukkan campuran jerami/ dedaunan, kotoran ternak dan juga dedak ke dalam wadah plastik kedap udara dan tambahkan air dengan perbandingan 2 : 1.
  • Aduk hingga larutan tercampur rata
  • Dilain tempat, larutkan bioktivator dan gula merah dalam 5 liter air
  • Lalu campurkan bioktivator dan gula merah ke dalam wadah kedap udara
  • Tutup rapat wadah plastiknya dan pastikan tidak ada celah udara
  • Isi botol bekas air mineral dengan air hingga 3/4 bagian, lalu masukkan ujung selang yang lain pada botol. Proses tersebut disebut proses anaerob.
  • Diamkan wadah berisi larutan tersebut selama 7 – 10 hari. Bila tercium aroma fermentasi, berarti pupuk organik cair telah berhasil dibuat, sebelum siap digunakan saring larutan terlebih dahulu. 1 liter pupuk organik cair tadi diencerkan kembali dengan 100 liter air, untuk ampas dari saringan pupuk cair tersebut juga dapat dijadikan pupuk padat.

Perlu diingat, ini hanya alternatif lain bila ingin mencoba bercocok tanam hidroponik tapi kesulitan untuk mendapatkan nutrisi AB Mix. Sebenarnya apapun bisa digunakan untuk nutrisi walaupun hasilnya tidak maksimal. Namun setidaknya kita dapat mewujudkan keinginan dan untuk pembelajaran setelahnya. Pupuk NPK 16-16-16 bisa dijadikan alternatif dan tidak ada salahnya untuk menggunakan nutrisi alami buatan sendiri karena lebih menghemat pengeluaran dan ramah lingkungan. Memang nutrisi AB Mix adalah nutrisi yang terbaik, karena terdapat kandungan unsur hara yang lengkap, dapat larut dalam air, dan tidak menimbulkan endapan, walaupun begitu tidak ada salahnya untuk mencoba dan bereksperimaen sendiri.

Demikian sekilas tentang alternatif lain pengganti nutrisi hidroponik AB mix. Kita dapat mengetahui bahwa tidak hanya nutrisi AB mix, pupuk NPK juga bisa digunakan untuk nutrisi hidroponik. Untuk lebih menghemat biaya juga ada alternatif nutrisi buatan sendiri dari bahan alami yang tentunya ramah lingkungan serta lebih hemat biaya pengeluaran, seperti halnya penulis lain, saya masih belajar menulis artikel tentang tanaman hidroponik dan nutrisinya ini dan juga mungkin saya tidak bisa spesifik menjelaskannya. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi ya sobat, terima kasih…

 

Kangkung Hidroponik Nutrisi Npk 16-16-16

Kangkung Hidroponik Nutrisi Npk 16-16-16

Kangkung Hidroponik Nutrisi Npk 16-16-16

Menanam tanaman atau kegiatan bercocok tanam adalah usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu. Media tanam yang wajar digunakan dalam bercocok tanam  adalah tanah dan campuran pupuk kompos, tanah sendiri untuk media bertumbuhnya akar sedangkan pupuk kompos sebagai nutrisi atau suplemen makanan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh berkembang. Selain tanah dan suplemen makanan, tanaman juga membutuhkan air, seperti halnya manusia yang juga membutuhkan air.

Kangkung Hidroponik Nutrisi Npk 16-16-16

Air berperan penting sebagai pelarut nutrisi untuk mempermudah penyerapannya oleh tanaman. Air bukan hanya untuk melarutkan nutrisi pada tanaman, dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan juga sudah digunakan pada perang dunia ke II, air juga untuk media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar.

Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik. Ada banyak tanaman yang sering kita jumpai pada sistem hidroponik ini seperti terong, cabai, strawberry, sawi, kangkung, selada, tomat, seledri, pakcoy dan masih banyak lagi. nah pertanyaanya apa hidroponik tersebut? Asal mula kata hidroponik tersebut berasal dari kata hydro dan ponos (bahasa Yunani kuno) yang memiliki arti hydro berarti air dan ponos berarti daya.

Teknik menanam hidroponik bukan berarti menanam tanaman tanpa menggunakan media tanam. Menanam secara hidroponik tetap menggunakan media tanam sebagai penyangga tanaman ahgar tetap berdiri kokoh dan pertumbuhannya optimal.

Kangkung merupakan salah satu jenis sayuran yang cukup populer di Indonesia. Setiap orang dapat memperoleh kangkung dengan membeli di pasar atau menanamnya sendiri dihalaman rumah. Bila kita tertarik untuk menanam kangkung sendiri, maka itu lebih baik juga upaya untuk lebih hemat. Sayuran ini sangat mudah ditanam, tak perlu lahan yang luas, jadi bisa menanamnya di lahan pekarangan rumah dengan menggunakan hidroponik.

Mengapa harus menggunakan hidroponik?

Sebab kangkung yang ditanam secara hidroponik mempunyai kualitas hasil yang lebih bercondong baik dari pada tanaman yang ditanam secara konvensional.

Dalam menanam hidroponik entah itu sayuran daun, sayuran buah, atau buah sekalipun tetap termasuk kangkung memerlukan nutrisi yaitu nutrisi AB mix, nutrisi AB mix ada 2 bentuk, bentuk cair dan berbentuk serbuk. Perbedaan bentuk cair dan bnetuk serbuk adalah penggunaannya, penyimpanannya dan distribusinya.

Nutrisi berbentuk cair memang lebih praktis soal penggunaanya yang siap pakai sesuai takaran akan tetapi kalau soal penyimpanan dan pendistribusian nutisi cair lebih repot karena volumenya yang lebih besar.

Untuk nutrisi berbentuk serbuk, disamping penyimpanan dan pendistribusiannya mudah karena volumenya yang kecil (kemasan kecil), nutrisi berbentuk serbuk ini penggunaannya harus dilarutkan menjadi larutan pekat terlebih dahulu sebelum dicampur dengan air.   Kenapa disebut nutrisi AB mix? Sebab didalam nutrisi tersebut terdapat 2 nutrisi yaitu nutrisi A dan nutrisi B dan dikemas secara terpisah.

Baca Juga : tabel nutrisi hidroponik

Nutrisi yang dibutuhkan oleh kangkung hidroponik juga tidak berbeda dengan nutrisi kebanyakan tanaman hidroponik lainnya. Bila menggunakan nutrisi hidroponik dari pupuk AB Mix, maka berikut cara membuatnya:

  • Siapkan emeber lalu masukkan air sumur sebanyak yang dibutuhkan sesuaikan dengan tabel pemakaian nutrisi pada kemasan. Biasanya pemakaian nutrisi menggunakan perbandingan 1:5:5 dan berlaku kelipatan.
  • Tambahkan nutrisi A dan nutrisi B kemudian aduk hingga tercampur rata.
  • Air nutrisi sudah siap digunakan untuk berbagai sistem hidroponik.
  • Tambahkan pada baskom sampai menyentuh dasar besek plastik (bila menggunakan besek dan baskom sebagai media tanam kangkung)

Pertanyaan kali ini, apakah bisa tanaman hidroponik termasuk  kangkung tidak menggunakan nutrisi AB mix? Jawabanya bisa, ada seorang hidroponikers yang memiliki keterbatasan dan kesulitan untuk mencari nutrisi AB Mix, beliau berhasil menanam kangkung hidroponik tanpa menggunakan nutrisi AB Mix.  Beliau menggunakan Pupuk NPK 16-16-16 yang berwarna biru sebagai nutrisi pengganti AB mix. Untuk lebih jelasnya, berikut kita simak langkah cara penanaman kangkung tanpa AB mix,

  1. Pertama siapkan peralatan dan bahan terlebih dahulu
  • Tandon nutrisi terbuat dari jerigen bekas herbisida
  • Cup bekas
  • Arang sekam
  • Sumbu dari kain flanel
  • Pupuk NPK 16-16-16
  1. Kedua buat lubang pada sisi jerigen , ukuran lubang sesuaikan dengan ukuran cup yang dipakai,
  2. Buat lubang juga pada bagian bawah cup lalu pasang sumbu dengan kain flanel
  3. Masukkan arang sekam ke dalam cup.
  4. Letakkan cup pada lubang derigen dan usahakan cup agar tidak masuk seluruhnya kedalam jerigen.
  5. Sebelum benih kangkung ditanam pada media tanam, isi tandon dengan air tanpa nutrisi secukupnya.
  6. Basahi media tanam dengan air biasa, bila sudah basah merata, tanam benih ke media tanam. Isikan 5 benih dalam 1 cup.
  7. Selepas 1 minggu pasca tanam, berikan kangkung nutrisi berupa larutan pupuk NPK 16-16-16. Dosis yang digunakan cukup dengan 1 sendok makan pupuk NPK per 5 liter air. Air yang digunakan untuk percampuran adalah air sumur.
  8. Untuk selanjutnya sampai kangkung panen tambahkan nutrisi dengan dosis yang sama bila nutrisi dalam tandon berkurang.
  9. Usahakan air nutrisi jangan sampai kehabisan atau kering. Bila kering tanaman akan layu dan mati.
  10. Setelah usia 25 hari kangkung sudah dapat di panen.

Pemeliharaan kangkung

Untuk pemeliharaan kangkung, kita hanya perlu memperhatikan kebutuhan nutrisi kangkung jangan sampai nutrisi pada tandon kering dan membiarkan kangkung tidak mendapatkan nutrisi dari larutan di bawahnya.

Ketika kangkung sudah berumur 2 minggu, kebutuhan kangkung akan larutan nutrisi akan bertambah. kita perlu meningkatkan jumlah pupuk yang tadinya 5 ml per 1 liter menjadi 7-9 ml per liter , ganti larutan nutrisi jika sudah berbau (bila menggunakan nutrisi AB mix). Bila menggunakan pupuk NPK berikan dengan dosis yang digunakan cukup dengan 1 sendok makan pupuk NPK per 5 liter air begitu seterusnya sampai memasuki masa panen.

Pemanenan

Kangkung hidroponik dapat dipanen setelah berumur 21-25 hari. Cara panen kangkung hidroponik ada dua macam, yaitu dengan mencabut langsung kangkung sampai akarnya ikut atau dengan memotong 2/3 bagian batang atas kangkung agar dapat tumbuh kembali. Ingat waktu pemanenan, karena bila tanaman kangkung tidak segera dipanen akan menimbulkan rasa pahit getir pada batang dan daun kangkung.

Demikianlah cara menanam kangkung hidroponik tanpa menggunakan nutrisi AB Mix. Dengan perlengkapan yang seadanya, cukup memanfaatkan barang-barang bekas sekitar rumah.

Sebagai pengganti nutrisi AB mix, disini menggunakan larutan pupuk NPK 16-16-16 sebagai nutrisinya. Walaupun hasilnya tidak semaksimal menggunakan AB mix, tapi cara ini  lumayan buat pemula untuk bercocok tanam hidroponik. Dalam artikel ini kita dapat menarik kesimpulan bahwa menanam dengan sistem hidroponik itu tidak harus mahal, karena bisa memanfaatkan barang bekas, dan nutrisi yang ada disekitar anda. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi. Terima kasih..

 

 

 

Definisi Teknik Hidroponik

Definisi Teknik Hidroponik

Definisi Teknik Hidroponik

Menanam tanaman atau kegiatan bercocok tanam adalah usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu. Media tanam yang wajar digunakan dalam bercocok tanam  adalah tanah dan campuran pupuk kompos, tanah sendiri untuk media bertumbuhnya akar sedangkan pupuk kompos sebagai nutrisi atau suplemen makanan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh berkembang. Selain tanah dan suplemen makanan, tanaman juga membutuhkan air, seperti halnya manusia yang juga membutuhkan air. Air berperan penting sebagai pelarut nutrisi untuk mempermudah penyerapannya oleh tanaman.

Definisi Teknik Hidroponik

Air bukan hanya untuk melarutkan nutrisi pada tanaman, dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan juga sudah digunakan pada perang dunia ke II, air juga untuk media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar. Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik. Ada banyak tanaman yang sering kita jumpai pada sistem hidroponik ini seperti terong, cabai, strawberry, sawi, kangkung, selada, tomat, seledri, pakcoy dan masih banyak lagi. nah pertanyaanya apa hidroponik tersebut? Asal mula kata hidroponik tersebut berasal dari kata hydro dan ponos (bahasa Yunani kuno) yang memiliki arti hydro berarti air dan ponos berarti daya. Teknik menanam hidroponik bukan berarti menanam tanaman tanpa menggunakan media tanam. Menanam secara hidroponik tetap menggunakan media tanam sebagai penyangga tanaman ahgar tetap berdiri kokoh dan pertumbuhannya optimal. Media tanam pada hidroponik dalah media tanam inert (media tanam tanpa unsur hara). Berikut media tanam hidroponik:

  • Arang Sekam

Arang sekam atau sekam bakar adalah limbah dari proses penggilingan padi atau lebih tepatnya kulit padi yang kemudian dibakar. Arang sekam banyak digunakan sebagai media tanam hidroponik karena harganya yang lebih murah dan mudah untuk ditemukan.

  • Spons

Spons atau busa merupakan material sintetis berpori yang umumnya sebagai bahan lapisan sofa atau jok kendaraan. Spons memiliki kemampuan menyerap dan menahan air yang tinggi sehingga cocok sebagai media semai maupun media tanam.

  • Expanded Clay

Expanded clay merupakan media tanam yang terbuat dari sejenis tanah liat yang sudah mengandung unsur hara atau mineral. Expanded clay cocok digunakan sebagai media semai karena mempunyai kelebihan yaitu memiliki kemampuan untuk menyimpan kandungan air bersih dengan baik, lalu ber pH netral dan stabil, serta memiliki aerasi yang cukup sempurna .

  • Rockwool

Rockwool adalah media tanam anorganik yang berbentuk mirip dengan busa, sangat ringan dan memiliki serabut-serabut halus. Rockwool berasal dari campuran batuan basalt, batu bara, batu kapur yang dipanaskan dengan suhu yang sangat tinggi sampai 1.600° C.

  • Cocopeat (Serbuk Sabut Kelapa)

Cocopeat (serbuk sabut kelapa) merupakan media tanam yang tergolong organik yang diperoleh dari hasil pengolahan limbah sabut kelapa. Cocopeat cukup stabil dan memiliki pH antara 5.0 – 6.8 dan daya serap air tinggi sehingga sangat baik untuk digunakan sebagai media tanam maupun semai.

  • Hydroton

Hydroton merupakan media tanam buatan yang berasal dari bahan dasar lempung yang dipanaskan. Media tanam hydroton berbentuk bulatan kecil, memiliki pori-pori kecil, dengan ukuran bervariasi antara 1 – 2,5 cm.

  • Perlite

Perlite adalah media tanam anorganik yang dibuat dari batu silika yang dipanaskan dengan suhu tinggi lalu mencair dan diubah kedalam ukuran kecil. Perlite berbobot sangat ringan, pH netral dan memiliki aerasi tinggi.

  • Vermiculite

Vermiculite meruapakan media tanam anorganik yang terbuat dari batuan yang dipanaskan dengan batuan yang cukup tinggi dan memiliki sifat agak mirip dengan perlite.

  • Hidrogel

Hidrogel merupakan media tanam anorganik yang terbuat dari kristal polimer. Hidrogel  memiliki kelebihan yaitu daya serap air yang cukup baik. Hidrogel juga memiliki kelebihan lain yaitu mampu menyerap nutrisi dalam volume dengan jumlah yang banyak. Hidrogel ini juga ramah lingkungan lho teman, karena dapat terurai dan membusuk.

  • Pumice

Pumice adalah jenis media tanam yang berasal dari batuan basalt hasil dari letusan gunung. Kita dapat menemukan pumice ini di pantai-pantai yang terkumpul sebagai akibat dari letusan gunung yang sudah ratusan tahun sebelumnya.

Dalam penerapan hidroponik, teknik menanam hidroponik dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara antara lain :

  • Wick System

Wick System atau cara menanam teknik hidroponik dengan sistem sumbu merupakan cara menanam hidroponik yang paling mudah, murah dan paling sederhana. Sistem ini sangat cocok untuk hidroponikers pemula. Mengapa sistem ini termasuk statis atau pasif? Karena air nutrisi pada tandon tidak bergerak dan diam didalam tandon. Air nutrisi pada tandon berada dibawah media tanam yang dihubungkan dengan sumbu untuk membantu akar tanaman menyerap nutrisi, biasanya untuk sumbu dapat menggunakan kain flanel karena daya serap kain flanel sangat baik. Sistem ini dapatmenggunakan barang-barang bekas yang ada disekitar rumah, itung-itung kita menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

  • Water Culture System atau Rakit Apung

Water Culture atau rakit apung juga termasuk system hidroponik sederhana sama hal nya wick system. Tanaman hidroponik diletakkan pada lembaran styrofoam dan diapungkan diatas larutan nutrisi. Pada system rakit apung ini akar tanaman dapat menyerap nutrisi secara langsung. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada tanaman, perlu digunakan pompa udara. Pompa udara berfungsi untuk memompa udara ke dalam air stone dan membuat gelembung-gelembung udara didalam tandon larutan nutrisi.

  • NFT System (Nutrient Film Technique)

Pada system NFT, larutan nutrisi dialirkan secara terus menerus serta secara langsung larutan nutrisi menyentuh akar tanaman. Larutan nutrisi pada sistem NFT dialirkan menggunakan pompa tanpa timer dan mengalir tipis didalam gully. Didalam gully larutan nutrisi melewati akar-akar tanaman dan akan kembali lagi ke dalam tandon larutan nutrisi.

  • Ebb & Flow System

Pada system Ebb & Flow atau sistem pasang surut cara kerjanya dengan menggenangi sementara akar tanaman dengan larutan nutrisi selama beberapa waktu, kemudian larutan nutrisi dikembalikan kedalam tandon nutrisi, begitu seterusnya. Nutrisi dialirkan menggunakan pompa dan timer otomatis yang telah diatur oleh karena itu tanaman mendapatkan air, nutrisi dan oksigen.

 

  • Drip System (Sistem Tetes)

Drip system merupakan suatu sistem hidroponik yang pemberian larutan nutrisinya pada tanaman dengan cara meneteskan larutan nutrisi melalui pipa atau selang yang menuju media tanam. System ini bisa dilakukan menggunakan atau tanpa pompa sekalipun.

  • Sistem fertigasi

fertigasi merupakan salah satu metode penanaman yang ada dalam sistem hidroponik, untuk memberikan larutan nutrisi metode fertigasi  ini memberikannya melalui sistem irigasi. Asal dari istilah sistem fertigasi sendiri terdiri dari dari dua kata yaitu “fertilizer” dan “irigation” yang mempunyai arti yaitu pengairan dan pemberian pupuk dalam sistem hidroponik ini melalui irigasi tetes. Sistem fertigasi ini juga dapat diaplikasikan pada pertanian konvensional atau media tanah, akan tetapi lebih terkenalnya sistem fertigasi ini dipakai di sistem pertanian hidroponik.

  • Aeroponics System

System Aeroponik merupakan sistem hidroponik yang paling canggih diantara sistem hidroponik yang lain dan dapat memberikan hasil terbaik. Sistem aeroponik cara kerjanya  dengan penyemprotkan nutrisi secara langsung keakar tanaman. Larutan nutrisi yang disemprotkan dalam bentuk kabut pada akar tanaman sehingga akar tanaman lebih mudah menyerap nutrisi yang nota bene nutrisinya banyak mengandung oksigen. Untuk menciptakan partikel-partikel air dalam bentuk kabut pada sistem ini dibutuhkan pompa bertekanan tinggi. Berbeda jauh dengan sistem hidroponik lainnya yang tidak membiarkan tanamnnya menggantung, pada sistem aeroponik ini, akar tanaman dibiarkan menggantung dan pengabutan larutan nutrisi dilakukan dari bawah akar.

Di Indonesia cara menanam hidroponik lebih banyak dilakukan dalam skala hobi walaupun juga ada yang sudah berskala industri. Dengan alasan efesiensi dan nilai seni, karena hidroponikers banyak berada di wilayah perkotaan dengan lahan yang terbatas itulah yang membuat orang memilih bercocok tanam menggunakan teknik hidroponik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11 Macam Media Tanam Hidroponik Yang Paling Baik

11 Macam Media Tanam Hidroponik Yang Paling Baik

11 Macam Media Tanam Hidroponik Yang Paling Baik

Media tanam hidroponik ialah suatu material atau bukan bahan tanah yang digunakan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman hidroponik. Media tanam berfungsi sebagai penopang supaya tanaman dapat berdiri dengan tegak dan tidak mudah roboh. Salah satu perbedaan yang terlihat antara menanam konvensional dengan sistem hidroponik terletak pada media tanam yang digunakan dalam menanam.

11 Macam Media Tanam Hidroponik Yang Paling Baik

Secara konvensional, media tanamnya adalah tanah, sedangkan pada sistem hidroponik menanam tanaman dengan menggunakan medai non tanah, ada beberapa jenis media tanam yang dapat digunakan pada sistem hidroponik antara lain : Sekam Bakar/Arang Sekam, Spons, Expanded Clay, Rockwool, Cocopeat (serbuk serabut kelapa), Perlite, Pumice, Vermiculite, atau Akar Pakis dan lain sebagainya. Untuk mengetahui penjelasan dari semua jenis media tanam hidroponik, berikut kita simak ulasannya,

  • Arang Sekam

Arang sekam atau sekam bakar adalah limbah dari proses penggilingan padi atau lebih tepatnya kulit padi yang kemudian dibakar. Arang sekam banyak digunakan sebagai media tanam hidroponik karena harganya yang lebih murah dan mudah untuk ditemukan. Perolehan arang sekam untuk media tanam adalah dari limbah yang berupa kulit padi yang dilakukan dengan teknik pembakaran tidak sempurna. Arang sekam bukan hanya  harganya yang murah dan dapat ditemukan dengan mudah, arang sekam juga sangat baik digunakan sebagai media tanam hidroponik karena lebih steril dari bakteri dan cendawan. Arang sekam bukan hanya digunakan sebagai media semai, arang sekam juga digunakan sebagai media tanam sistem hidroponik. Keunggulan lain arang sekam adalah memiliki daya tahan cukup lama, tidak mudah terurai dan bisa digunakan berulang-ulang.

  • Spons

Spons atau busa merupakan material sintetis berpori yang umumnya sebagai bahan lapisan sofa atau jok kendaraan. Spons memiliki kemampuan menyerap dan menahan air yang tinggi sehingga cocok sebagai media semai maupun media tanam.

  • Expanded Clay

Expanded clay merupakan media tanam yang terbuat dari sejenis tanah liat yang sudah mengandung unsur hara atau mineral. Expanded clay cocok digunakan sebagai media semai karena mempunyai kelebihan yaitu memiliki kemampuan untuk menyimpan kandungan air bersih dengan baik, lalu ber pH netral dan stabil, serta memiliki aerasi yang cukup sempurna .

  • Rockwool

Rockwool adalah media tanam anorganik yang berbentuk mirip dengan busa, sangat ringan dan memiliki serabut-serabut halus. Rockwool berasal dari campuran batuan basalt, batu bara, batu kapur yang dipanaskan dengan suhu yang sangat tinggi sampai 1.600° C. Rockwool dijual dalam bentuk lempengan atau blok-blok rockwool berukuran besar. Dalam pengaplikasiannya untuk media semai maupun tanam, blok rockwool dipotong kecil-kecil. Rockwool bisa digunakan sebagai media semai maupun media tanam karena kelebihannya yang tidak dimilki oleh media tanam yang lain yaitu, soal perbandingan komposisi air dan udara yang mampu disimpan olehnya. Akan tetapi rockwool memiliki pH yang cukup tinggi, sehingga memerlukan perlakuan khusus sebelum digunakan untuk media tanam maupun media semai.

  • Cocopeat (Serbuk Sabut Kelapa)

Cocopeat (serbuk sabut kelapa) merupakan media tanam yang tergolong organik yang diperoleh dari hasil pengolahan limbah sabut kelapa. Cocopeat cukup stabil dan memiliki pH antara 5.0 – 6.8 dan daya serap air tinggi sehingga sangat baik untuk digunakan sebagai media tanam maupun semai. Cocopeatdari bahan organik jadi aman untuk manusia, tanaman dan tentunya ramah lingkungan. Untuk aplikasinya sebagai media tanam hidroponik, cocopeat biasanya akan dicampur dengan arang sekam terlebih dahulu karena untuk  untuk meningkatkan aerasi dan pasokan oksigen pada akar tanaman tercukupi. Sebab cocopeat memiliki daya serap air yang sangat tinggi, sehingga tingkat aerasinya kecil. Semakin tinggi tingkat aerasi akan berpengaruh baik untuk pasokan oksigen pada akar tanaman. Cocopeat dapat menyimpan air sampai 73 % atau 6 – 9 kali lipat dari volumenya, jadi lebih hemat bila bercocok tanam hidroponik menggunakan cocopeat karena intensitas penyiraman dilakukan lebih jarang.

  • Hydroton

Hydroton merupakan media tanam buatan yang berasal dari bahan dasar lempung yang dipanaskan. Media tanam hydroton berbentuk bulatan kecil, memiliki pori-pori kecil, dengan ukuran bervariasi antara 1 – 2,5 cm. Pori-pori kecil pada hydroton memiliki peran untuk menyerap air nutrisi sehingga mampu menjaga ketersediaan nutrisi bagi tanaman. Hydroton merupakan media tanam hidroponik yang baik karena hydroton cukup stabil dan memiliki pH netral. Dengan bentuk hydroton yang bulat, dan juga media tanam ini  sangat poros, hydroton  mampu menyediakan oksigen yang cukup bagi akar tanaman. Hydroton dapat digunakan berulang-ulang sehingga dapat menghemat media tanam dan juga hemat biaya.

  • Perlite

Perlite adalah media tanam anorganik yang dibuat dari batu silika yang dipanaskan dengan suhu tinggi lalu mencair dan diubah kedalam ukuran kecil. Perlite berbobot sangat ringan, pH netral dan memiliki aerasi tinggi. Biasanya perlite dicampur dengan media tanam organik seperti cocopeat agar tanaman dapat menyerap unur hara secara lebih optimal. Perlite memilki kelebihan yaitu, kemampuannya untuk menyimpan nutrisi/unsur hara dengan jumlah yang tinggi yang diperlukan tanaman, dan juga merupakan sistem drainase yang cukup baik.

  • Vermiculite

Vermiculite meruapakan media tanam anorganik yang terbuat dari batuan yang dipanaskan dengan batuan yang cukup tinggi dan memiliki sifat agak mirip dengan perlite. Yang  membedakan antara vermiculite dan perlite adalah kemampuan daya serap dan bobotnya. Vermiculite memiliki daya serap air lebih tinggi, itulah sebabnya orang memilih vermiculite sebagai media tanam yang bagus dan vermiculite juga memiliki bobot lebih berat daripada perlite jadi diharapkan mampu menopang tanaman hidroponik lebih kuat untuk proses pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk pengaplikasiannya sebagai media tanam hidroponik, vermiculite dapat dicampur dengan perlite.

  • Akar Pakis

Bukan hanya arang sekam yang dapat ditemukan dengan mudah sebagai media tanam hidroponik organik terdapat akar pakis yang bisa didapatkan di alam. Namun kekurangan akar pakis untuk media tanam adalah memiliki daya serap air yang kurang baik dan mudah terurai atau busuk. Untuk meningkatkan daya serap yang tinggi terhadap air, akar pakis dapat dicampur dengan arang sekam atau cocopeat. Akar pakis dapat digunakan pada saat darurat saja atau jika tidak ada media tanam lainnya sebabnya karena akar pakis banyak kelemahannya.

  • Hidrogel

Hidrogel merupakan media tanam anorganik yang terbuat dari kristal polimer. Hidrogel  memiliki kelebihan yaitu daya serap air yang cukup baik. Hidrogel juga memiliki kelebihan lain yaitu mampu menyerap nutrisi dalam volume dengan jumlah yang banyak. Hidrogel ini juga ramah lingkungan lho teman, karena dapat terurai dan membusuk.

  • Pumice

Pumice adalah jenis media tanam yang berasal dari batuan basalt hasil dari letusan gunung. Kita dapat menemukan pumice ini di pantai-pantai yang terkumpul sebagai akibat dari letusan gunung yang sudah ratusan tahun sebelumnya. Pumice memiliki kemampuan sama seperti kerikil dalam mengikat air. Untuk mendukung akar tanaman dapat menyerap nutrisi dan dapat tumbuh dengan baik sebaiknya pumice dicampur dengan arang sekam atau vermiculite.

Demikian mengenai macam-macam media tanam hidroponik, semoga bermanfaat. Terima kasih.

 

 

Beberapa Macam Sistem Hidroponik

Beberapa Macam Sistem Hidroponik

Beberapa Macam Sistem Hidroponik

Menanam tanaman atau kegiatan bercocok tanam adalah usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu. Media tanam yang wajar digunakan dalam bercocok tanam  adalah tanah dan campuran pupuk kompos, tanah sendiri untuk media bertumbuhnya akar sedangkan pupuk kompos sebagai nutrisi atau suplemen makanan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh berkembang..

Beberapa Macam Sistem Hidroponik

Selain tanah dan suplemen makanan yang dibutuhkan oleh tanaman, tanaman juga membutuhkan air, seperti halnya manusia yang juga membutuhkan air. Air berperan penting sebagai pelarut nutrisi untuk mempermudah penyerapannya oleh tanaman. Air bukan hanya untuk melarutkan nutrisi pada tanaman, dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan juga sudah digunakan pada perang dunia ke II, air juga untuk media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar. Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik. Ada banyak tanaman yang sering kita jumpai pada sistem hidroponik ini seperti terong, cabai, strawberry, sawi, kangkung, selada, tomat, seledri, pakcoy dan masih banyak lagi.

 

Dimanapun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh subur dan maksimal tergantung pada nutrisi yang diperolehnya, karena bila nutrisi yang dibutuhkan selalu tercukupi tidak ada alasan untuk tanaman tidak tumbuh baik. Dalam bercocok tanam dengan menggunakan media konvensional, tanah berfungsi sebagai penyanggga tanaman, dan air sebagai pelarut nutrisi bagi tanaman agar bisa terserap oleh akar tanaman. Lain halnya dengan bercocok tanam menggunakan media hidroponik, yang sudah kita bahas sebelumnya bahwa hidroponik cara menanam tanaman dengan memanfaatkan air sebagai media pengganti tanah dan dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Dalam penerapan hidroponik, teknik menanam hidroponik dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara. Dari sistem cara menanam yang paling mudah dan paling sederhana hingga cara yang canggih dan rumit. Cara menanam hidroponik menggunakan cara yang sederhana cocok dilakukan oleh pemula, karena dapat dilakukan oleh siapa saja dengan alat-alat sederhana dan biaya yang tentunya murah. Wick System merupakan cara menanam hidroponik yang paling sederhana, mudah dan murah. Sementara cara menanam hidroponik yang paling canggih adalah Aeroponik dan tentunya alat yang dipakai mahal. Tidak hanya sitem wick atau aeroponik saja masih banyak cara menanam hidroponik yang dapat dilakukan antara lain  dengan System Tetes (Drip System), NFT System, Ebb & Flow System, serta Water Culture System. Untuk mengetahui penjelasan dari semua sistem-sistem hidroponik, berikut kita simak ulasannya,

  • Wick System

Wick System atau cara menanam teknik hidroponik dengan sistem sumbu merupakan cara menanam hidroponik yang paling mudah, murah dan paling sederhana. Sistem ini sangat cocok untuk hidroponikers pemula. Mengapa sistem ini termasuk statis atau pasif? Karena air nutrisi pada tandon tidak bergerak dan diam didalam tandon. Air nutrisi pada tandon berada dibawah media tanam yang dihubungkan dengan sumbu untuk membantu akar tanaman menyerap nutrisi, biasanya untuk sumbu dapat menggunakan kain flanel karena daya serap kain flanel sangat baik. Sistem ini dapatmenggunakan barang-barang bekas yang ada disekitar rumah, itung-itung kita menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Walaupun teknik ini dibilang cukup mudah dibanding dengan sistem lainnya, namun tetap memperhatikan unsur-unsur penting yang harus wal wajib dalam bercocok tanam hidroponik dengan menggunakan sistem wick, antara lain ;

  • Nutrisi yang digunakan
  • Media tanam, contohnya: arang sekam, cocopeat, rockwool, pecahan batu bata, kerikil dll.
  • Oksigen
  • Air
  • Water Culture System atau Rakit Apung

Water Culture atau rakit apung juga termasuk system hidroponik sederhana sama hal nya wick system. Tanaman hidroponik diletakkan pada lembaran styrofoam dan diapungkan diatas larutan nutrisi. Pada system rakit apung ini akar tanaman dapat menyerap nutrisi secara langsung. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada tanaman, perlu digunakan pompa udara. Pompa udara berfungsi untuk memompa udara ke dalam air stone dan membuat gelembung-gelembung udara didalam tandon larutan nutrisi.

  • NFT System (Nutrient Film Technique)

Pada system NFT, larutan nutrisi dialirkan secara terus menerus serta secara langsung larutan nutrisi menyentuh akar tanaman. Larutan nutrisi pada sistem NFT dialirkan menggunakan pompa tanpa timer dan mengalir tipis didalam gully. Didalam gully larutan nutrisi melewati akar-akar tanaman dan akan kembali lagi ke dalam tandon larutan nutrisi. System ini banyak disukai oleh para hidroponikers dan sekedar para pehoby. Perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk mencoba hidroponik sistem NFT ini, pertama memastikan aliran listrik dirumah cukup stabil, tidak pernah atau jarang sekali mati. Sebab bila listrik mati, tanaman juga bisa mati kekeringan karena nutrisi tidak dapat menjangkau tanaman. Kedua, modal untuk membuat instalasi NFT  karena sistem NFT lebih mahal daripada wick sistem

  • Ebb & Flow System

Pada system Ebb & Flow atau sistem pasang surut cara kerjanya dengan menggenangi sementara akar tanaman dengan larutan nutrisi selama beberapa waktu, kemudian larutan nutrisi dikembalikan kedalam tandon nutrisi, begitu seterusnya. Nutrisi dialirkan menggunakan pompa dan timer otomatis yang telah diatur oleh karena itu tanaman mendapatkan air, nutrisi dan oksigen.

 

  • Drip System (Sistem Tetes)

Drip system merupakan suatu sistem hidroponik yang pemberian larutan nutrisinya pada tanaman dengan cara meneteskan larutan nutrisi melalui pipa atau selang yang menuju media tanam. System ini bisa dilakukan menggunakan atau tanpa pompa sekalipun.

  • Sistem fertigasi

fertigasi merupakan salah satu metode penanaman yang ada dalam sistem hidroponik, untuk memberikan larutan nutrisi metode fertigasi  ini memberikannya melalui sistem irigasi. Asal dari istilah sistem fertigasi sendiri terdiri dari dari dua kata yaitu “fertilizer” dan “irigation” yang mempunyai arti yaitu pengairan dan pemberian pupuk dalam sistem hidroponik ini melalui irigasi tetes. Sistem fertigasi ini juga dapat diaplikasikan pada pertanian konvensional atau media tanah, akan tetapi lebih terkenalnya sistem fertigasi ini dipakai di sistem pertanian hidroponik. Di sistem pertanian hidroponik metode fertigasi di pakai pada tanaman sayuran buah seperti paprika, cabai, tomat, terong, mentimun, melon, semangka, strawberry dan tanaman sayur buah lainnya.

  • Aeroponics System

System Aeroponik merupakan sistem hidroponik yang paling canggih diantara sistem hidroponik yang lain dan dapat memberikan hasil terbaik. Sistem aeroponik cara kerjanya  dengan penyemprotkan nutrisi secara langsung keakar tanaman. Larutan nutrisi yang disemprotkan dalam bentuk kabut pada akar tanaman sehingga akar tanaman lebih mudah menyerap nutrisi yang nota bene nutrisinya banyak mengandung oksigen. Untuk menciptakan partikel-partikel air dalam bentuk kabut pada sistem ini dibutuhkan pompa bertekanan tinggi. Berbeda jauh dengan sistem hidroponik lainnya yang tidak membiarkan tanamnnya menggantung, pada sistem aeroponik ini, akar tanaman dibiarkan menggantung dan pengabutan larutan nutrisi dilakukan dari bawah akar.

Dalam mempraktekkan cara menanam hidroponik bisa disesuaikan dengan kondisi lahan, ketersediaan peralatan hidroponik yang kita miliki, juga modal yang kita miliki. Semakin canggih suatu sistem hidroponik yang digunakan maka biaya yang dikeluarkan semakin tinggi. Bagi hidroponikers pemula dan untuk hanya skala hobbi, biasanya memilih system wick karena paling mudah, sederhana dan biayanya murah.

Demikian pemaparan berbagai macam sistem hidroponik yang perlu kita ketahui sebelum mula bercocok tanam hidroponik. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi. Terima kasih..

Menanam Pakcoy Hidroponik Dengan Sistem Nft

Menanam Pakcoy Hidroponik Dengan Sistem Nft

Menanam Pakcoy Hidroponik Dengan Sistem Nft. Menanam tanaman atau kegiatan bercocok tanam adalah usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu.

Media tanam yang wajar digunakan dalam bercocok tanam  adalah tanah dan campuran pupuk kompos, tanah sendiri untuk media bertumbuhnya akar sedangkan pupuk kompos sebagai nutrisi atau suplemen makanan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh berkembang.. Selain tanah dan suplemen makanan yang dibutuhkan oleh tanaman, tanaman juga membutuhkan air, seperti halnya manusia yang juga membutuhkan air.

Menanam Pakcoy Hidroponik Dengan Sistem Nft

Air berperan penting sebagai pelarut nutrisi untuk mempermudah penyerapannya oleh tanaman. Air bukan hanya untuk melarutkan nutrisi pada tanaman, dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan juga sudah digunakan pada perang dunia ke II, air juga untuk media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar.

Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik… Ada banyak tanaman yang sering kita jumpai pada sistem hidroponik ini seperti terong, cabai, strawberry, sawi, kangkung, selada, tomat, pakcoy dan  masih banyak lagi, kali ini kita akan membahas tentang pakcoy hidroponik. Siapa yang tidak kenal dengan sayur pakcoy?

Iya pakcoy yang sering kali kita sebut sawi, padahal itu pakcoy, memang sekilas mirip sawi akan tetapi pakcoy memiliki daging lebih tebal. Kita hanya sering kali memakan dan memanfaatkannya saja tanpa mengetahui proses penanaman sawi berdaging ini. Untuk mengetahuinya akan kita bahas dalam artikel ini.

Baca Juga artikel ini : cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon

Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang tanaman tomat hidroponik menggunakan sistem NFT. Nah kali ini kita akan sedikit membahas tentang penanaman pakcoy dengan sistem NFT. Apa sih NFT itu?, ya NFT merupakan singkatan dari “Nutrient Film Technique” yang mempunyai arti “nutrisi mengalir tipis secara terus menerus“. Teknik hidroponik sistem NFT membutuhkan aliran listrik yang stabil, pompa, gully, pipa dan selang. Mengapa kali ini memilih pakcoy pada teknik hidroponik sistem NFT?, sebabnya pakcoy mudah ditanam, mudah tumbuh, perawatannya tidak rumit dan cepat panen.

Langkah-langkah menaman pakcoy hidroponik sistem NFT

Alat dan Bahan

  • Talang air / Talang PVC
  • Pompa akuarium
  • Rockwoll
  • Tandon nutrisi (bisa ember, styrofoam atau wadah apa saja)
  • Pipa 3/4 “.
  • Selang 5 ml secukupnya.
  • Benih pakcoy
  • Nutrisi
  • air

Cara Menanam Pakcoy Hidroponik Sistem NFT

  1. Menyiapkan Bibit Pakcoy

Pada sistem NFT media tanam yang cocok adalah rockwoll, potong rockwoll berbentuk kubus dengan ukuran panjang lebar dan tingginya 4 cm lalu beri lubang ditengahnya. Kemudian semai benih pakcoy pada rockwoll tersebut, dengan cara meletakkan benih pada lubang rockwoll. Setelah itu letakkan rockwoll pada wadah/nampan, isi wadah dengan nutrisi hidroponik ab mix. Kemudian tutup dengan plastik hitam supaya benih cepat berkecambah lalu letakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Bila bibit sudah ada  4 – 5 helai daun, bibit pakcoy sudah siap dipindah tanam ke gully atau instalasi NFT.

  1. Membuat Instalasi NFT

Selagi menunggu benih tumbuh, kita siapkan instalasi NFTnya. Talang pvc yang berbentuk huruf ”U” ditutup bagian atasnya. Lalu siapkan styrofoam, buat lubang pada styrofoam berbentuk bulat dengan diameter 8 sampai 10 cm pastinya sesuaikan dengan ukuran media semainya. Kemudian letakkan talang pvc pada rak, buat sedikit miring, untuk sudut kemiringannya bisa anda atur sendiri ya kurang lebih 5 cm.

Pompa air letakkan didalam tandon posisiya selalu terendam agar pompa tidak panas dan tidak mudah rusak sedangkan tandon nutrisi diletakkan dibawah rak. Selepas itu pasang pipa buang dari pompa menuju gully pada bagian ujung yang lebih tinggi. Dan pada bagian ujung gully yang lebih rendah hubungkan langsung ke tandon nutrisi, agar nutrisi kembali mengalir langsung ke dalam tandon nutrisi.

  1. Menanam Bibit Pakcoy

Bila bibit pakcoy sudah memiliki 4-5 helai daun, bibit bisa dipindah tanam ke dalam gully. Bibit dipindah tanam sekalian dengan media semainya. Lalu letakkan bibit pakcoy pada lubang gully yang telah dibuat tadi. Kemudian isi tandon dengan larutan nutrisi hidroponik ab mix, setelah itu hubungkan pompa dengan listrik supaya nutrisi bisa mengalir secara terus menerus.

  1. Perawatan dan Pemeliharaan pakcoy hidroponik

Perawatan dan pemeliharaan tanaman pakcoy hidroponik sistem NFT sebenarnya cukup mudah dan tidak ribet. Hanya saja perlu memperhatikan sedikit beberapa hal berikut ini :

  • Rutin mengontrol tandon nutrisi dan tambahkan nutrisi jika berkurang dan tingkatkan dosisnya sesuai umur tananamannya dan kebutuhannya.
  • Menjaga posisi pompa, posisi pompa tetap selalu terendam air.
  • Tanaman pakcoy harus terkena sinar matahari yang cukup.
  • Mengecek PH larutan nutrisi untuk pakcoy.

 

  1. Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman pakcoy
    • Ulat daun, ulat daun ini menyerang bagian daun terutama bagian pucuk tanaman pakcoy hingga daun pakcoy berlubang.
    • Kutu aphis, menyerang disela-sela daun dan menyebabkan tanaman pakcoy menjadi kerdil, daunnya keriting dan menggulung.
    • Penyakit busuk daun, disebabkan oleh jamur. Penyakit ini sering muncul saat tiba musim hujan, karena kondisinya yang lembab.
    • Penyakit akar gada, penyakit yang menyerang bagian akar. Penyakit ini mempunyai ciri-ciri, pada saat salah satu tanaman dicabut maka akan terlihat pada akar ada benjolan-benjolan pada akar pakcoy.
  2. Penanggulangan hama dan penyakit
    • Dalam bercocok tanam kita harus memperhatikan kondisi ekologi pada tanaman. Dengan menciptakan sanitasi yang baik, hal ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy, caranya dengan membersihkan gulma dengan penyiangan, membersihkan media tanam dan juga membersihkan tempat air, bila menanam pakcoy usahakan memperhatikan jarak antar tanaman karena bila terlalu rengjkat akan menimbulkan penyakit busuk daun.
    • Pengendalian secara fisik, yaitu dengan cara pemasangan paranet dilahan pakcoy
    • Pengendalian mekanik , yaitu dengan pengambilan langsung hama menggunakan tangan, seperti membuang ulat daun.
    • Pengendalian hayati, yaitu memanipulasi musuh-musuh alami untuk menurunkan populasi hama, misalnya dengan pemberian tricogreen (produk biofungisida). Tricogreen ini berbentuk bubuk putih kehijauan, bubuk ini ramah lingkungan jadi aman bagi manusia, hewan maupun lingkungan.
    • Pengendalian kimiawi, dengan menaburkan sedikit insektisida dalam menangani ulat daun, dan menggunakan fungisida bila ada penyakit busuk daun.
    • Penggunaan pestisida nabati, sebab penggunaan pestida ini karena penggunaan pestisida kimia dapat menimbulkan masalah resistensi hama, terbunuhnya musuh alami, untuk itu penggunaan pestisida nabati digunakan apalagi pestisida ini ramah lingkungan.

Perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk mencoba hidroponik sistem NFT ini, pertama memastikan aliran listrik dirumah cukup stabil, tidak pernah atau jarang sekali mati. Sebab bila listrik mati, tanaman juga bisa mati kekeringan karena nutrisi tidak dapat menjangkau tanaman. Kedua, modal untuk membuat instalasi NFT  karena sistem NFT lebih mahal daripada wick sistem. Demikian cara menanam pakcoy hidroponik,  terima kasih.

Penyebab Nutrisi Ab Mix Di Kemas Secara Terpisah

Penyebab Nutrisi Ab Mix Di Kemas Secara Terpisah

Penyebab Nutrisi Ab Mix Di Kemas Secara Terpisah

Setiap tanaman membutuhkan nutrisi, entah dalam media air ataupun dalam media konvensional. Nah pertanyaannya apa sih yang membedakan antara nutrisi hidroponik dengan pupuk? Memang secara umum nutrisi hidroponik dan pupuk memiliki satu kesamaan yaitu sebuah material tambahan pada tanaman untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan unsur hara. Agar tanaman tumbuh subur dan berproduksi dengan maksimal, tanaman memerlukan unsur hara dalam kelangsungan hidupnya.

Penyebab Nutrisi Ab Mix Di Kemas Secara Terpisah

Ngomomg-ngomong mengenai unsur hara, unsur hara apa saja yang dibutuhkan tanaman? Unsur hara dibutuhkan tanaman ada dua yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro, unsur hara makro terdiri dari nitrogen, phosphor, kalium, kalsium, sulfur, dan magnesium sedangkan unsur hara mikro terdiri dari molibdenum, seng, boron, alumunium, mangan, tembaga, dan besi. Unsur hara yang tertera tersebut dapat di peroleh pada material yang ada di pupuk dan nutrisi hidroponik. Untuk perbedaannya, pupuk dengan nutrisi hidroponik terlihat pada penggunaan dan sifat kelarutannya. Berikut ulasan mengenai beberapa perbedaan pupuk dengan nutrisi hidroponik :

  1. “Pupuk” dibuat khusus untuk tanaman konvensional (tanaman yang ditanam pada media tanah) sedangkan “nutrisi hidroponik” dibuat khusus untuk tanaman hidroponik.
  2. “Pupuk” umumnya digunakan pada tanaman konvensional, bila diterapkan pada tanaman hidroponik hasilnya akan tidak maksimal, lain halnya dengan “nutrisi hidroponik” dapat diterapkan pada tanaman hidroponik maupun tanaman konvensional dengan hasil yang maksimal
  3. Umumnya “Pupuk” tidak mudah larut dalam air secara sempurna serta meninggalkan endapan, sedangkan nutrisi hidroponik dapat larut 100% juga tidak menimbulkan endapan.

PENJELASAN NUTRISI HIDROPONIK

Dari ulasan artikel diatas kita dapat menarik kesimpulan bahwa nutrisi hidroponik ialah pupuk yang dibuat dengan formulasi khusus untuk tanaman hidroponik yang mempunyai  sifat larut dalam air secara sempurna tanpa menimbulkan endapan. Nutrisi hidroponik merupakan hasil formulasi dari garam-garam mineral yang mengandung beberapa unsur yang dibutuhkan tanaman. Sebab metode menanam secara hidroponik murni tidak menggunakan tanah sama sekali sebagai medianya dan memanfaatkan air sebagai sumber nutrisi untuk itu diperlukan pupuk yang larut di dalam air tanpa menimbulkan endapan. Nutrisi hidroponik dapat diserap secara langsung oleh akar tanaman melalui media air yang telah diberi nutrisi. Nutrisi hidroponik terdiri dari 2 bagian yaitu nutrisi A dan nutrisi B, karena itu nutrisi hidroponik sering dikenal dengan sebutan sebagai nutrisi AB mix. nutrisi AB mix ada 2 bentuk, bentuk cair dan berbentuk serbuk. Perbedaan bentuk cair dan bentuk serbuk adalah penggunaannya, penyimpanannya dan distribusinya. Nutrisi berbentuk cair memang lebih praktis soal penggunaanya yang siap pakai sesuai takaran akan tetapi kalau soal penyimpanan dan pendistribusian nutisi cair lebih repot karena volumenya yang lebih besar. Untuk nutrisi berbentuk serbuk, disamping penyimpanan dan pendistribusiannya mudah karena volumenya yang kecil (kemasan kecil), nutrisi berbentuk serbuk ini penggunaannya harus dilarutkan menjadi larutan pekat terlebih dahulu sebelum dicampur dengan air.

KANDUNGAN DARI NUTRISI AB MIX

Nutrisi AB mix mengandung berberapa macam unsur hara yang diperlukan tanaman untuk tumbuh dan berkembang dalam meneruskan kelangsungan hidup tanaman tersebut. Nutrisi A mengandung unsur hara makro yaitu nitrogen (N), phosphor (P), kalium (K), kalsium (Ca), sulfur (S), dan magnesium (Mg). Unsur hara makro dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang banyak dibanding dengan unsur hara mikro. Sedangkan nutrisi B mengandung unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif sedikit yaitu molibdenum (Mo), seng (Zn), boron (B), aluminium (Al), mangan (Mn), tembaga (Cu), khlor (Cl) dan besi (Fn). Unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif sedikit. Meskipun unsur hara mikro jumlahnya relatif sedikit, unsur hara mikro memiliki peran yang tidak kalah penting dengan unsur hara makro, bila kekurangan unsur hara mikro bisa menyebabkan tanaman tidak tumbuh dengan maksimal.

PENYEBAB NUTRISI HIDROPONIK DIKEMAS TERPISAH

Nutrisi hidroponik (AB mix) terdiri dari 2 bagian yaitu nutrisi A dan nutrisi B. Nutrisi hidroponik dijual di toko pertanian dengan kemasan yang terpisah. Mungkin untuk para hidroponikers pemula pertanyaan yanng muncul pasti mengenai kemasan nutrisi AB mix  yang terpisah dan tidak dikemas dalam satu kemasan. Jawabannya adalah nutrisi AB mix dikemas terpisah pasti memilki sebab dan tujuannya, tujuan di kemas terpisah biar tidak terjadi penggumpalan dan bila di satukan dalam satu kemasan akan terjadi reaksi kimia antara beberapa garam mineral dan akan menimbulkan penggumpalan atau nutrisi akan mengkristal. Bila terjadi penggumpalan pastinya ketika dilarutkan dalam air nutrisi akan menimbulkan endapan dan tidak lagi efesien untuk digunakan sebagai nutrisi bagi tanaman.

Untuk kita ketahui juga cara melarutkan AB mix yang benar karena hal ini juga berpengaruh terhadap tanaman. Berikut caranya:

  • Siapkan wadah terlebih dahulu, kita menggunakan 2 wadah terserah mau menggunakan ember atau bak, masing-masing wadah nantinya akan diisi 5 liter air bersih. Yang dimaksud air bersih adalah air sumur atau air sungai, bila ingin menggunakan air PAM, endapkan terlebih dahulu semalaman. Bila sudah selesai tandai masing-masing wadah semisal wadah 1 dan wadah 2
  • Habis itu wadah 1 diisi dengan 4 liter air. Buka kemasan produk nutrisi A yang berbentuk serbuk, lalu larutkan ke wadah 1, aduk sampai tercampur rata dengan air, bila sudah dipastikan tercampur tambahkan air sampai larutan menjadi 5 liter. Dan larutan pekatan 1 sudah siap.
  • Setelah wadah 1 sudah siap, lanjut ke wadah 2. Wadah 2 diisi dengan 4 liter air juga. Buka kemasan produk nutrisi B yang juga berbentuk serbuk, lalu larutkan ke wadah 2, aduk sampai tercampur rata dengan air, bila sudah dipastikan tercampur tambahkan air sampai larutan menjadi 5 liter. Dan larutan pekatan 2 sudah siap.
  • Pekatan 1 dan pekatan 2 sudah siap, setelah itu kita ssiapkan 2 buah derigen dengan ukuran 5 liter, sama halnya dengan wadah tadi, jerigen juga ditandai dengan nomor 1 dan 2. Oh iya teman jangan lupa cuci bersih derigen sebelum digunakan. Masukkan larutan pekatan 1 ke derigen 1 dan masukkan larutan pekatan 2 ke derigen 2.

Didalam kedua derigen terdapat larutan nutrisi yang masih pekat. Dan belum siap digunakan, untuk siap digunakan butuh diencerkan terlebih dahulu dengan menggunakan air bersih.

Demikian sekilas tentang penyebab nutrisi hidroponik/nutrisi AB mix yang dikemas terpisah, mungkin seperti halnya penulis lain, saya masih belajar menulis artikel tentang nutrisi hidroponik dan kandungan didalamnya serta penggunaan AB mix  ini dan juga mungkin saya tidak bisa spesifik menjelaskan cara pembuatannya. Sebagai penulis berharap  dengan adanya artikel ini dapat membantu anda mengetahui mengenai nutrisi AB mix yang dikemas terpisah serta pembuatannya yang benar. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi ya sobat, terima kasih.

 

 

 

Pengaruh Nilai Ph Pada Tanaman Hidroponik

Pengaruh Nilai Ph Pada Tanaman Hidroponik

Pengaruh Nilai Ph Pada Tanaman Hidroponik

Pada dasarnya pertumbuhan pada tanaman  tergantung pengaruh kualitas air, oksigen, cahaya, nutrisi, suhu, dan pH larutan nutrisi. Dalam media konvensional 6 faktor tadi sangat penting, bukan hanya pada media konvensional saja, pada media hidroponik juga sangatlah penting. Dalam artikel ini kita akan membahas pH larutan nutrisi pada media hidroponik. Tanaman hidroponik akan memproduksi dengan baik dan dapat tumbuh subur tergantung idealnya pH pada tanaman, karena pH pada setiap jenis tanamn itu berbeda-beda. Mengenai pH pada tanaman, yang dimaksud pH itu sendiri apa sih?, berikut kita simak penjelasanya.

Pengaruh Nilai Ph Pada Tanaman Hidroponik

pH adalah suatu ukuran derajat keasaman yang digunakan untuk mengungkapkan suatu  larutan bersifat asam atau bersifat basa. pH atau power of hydrogen didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut.  Dan apa yang dimaksud pH larutan nutrisi hidroponik? pH larutan nutrisi hidroponik yaitu suatu derajat keasaman yang digunakan untuk mengungkapkan suatu  larutan nutrisi hidroponik itu bersifat asam atau bersifat basa. Skala pH bukanlah skala yang absolut melainkan mempunyai sifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH nya ditentukan berdasarkan persetujuan Internasional (SI). Pada tanaman membutuhkan nutrisi ber pH netral atau mempunyai skala dalam rentang angka 6.0-6.5, bila pH kurang atau lebih dari rentangan angka tersebut, bisa dipastikan tanaman yang anda tanam tidak dapat tumbuh dan berproduksi dengan maksimal.

PENGARUH  SUATU PH LARUTAN NUTRISI PADA TANAMAN HIDROPONIK

Untuk mengukur suatu larutan nutrisi pada tanaman hidroponik dibutuhkan alat bernama pH meter. Dalam pH meter terdapat 14 angka dimulai angka 0-14. Bila pH meter menunjukkan angka dibawah angka 7 berarti larutan tersebut asam, dan bila pH meter menunjukkan angka lebih dari angka 7 sampai dengan angka 14 berarti larutan tersebut bersifat basa. Untuk tanaman hidroponik derajat pH sangatlah penting bagi pertumbuhan dan produksi yang diperoleh, untuk itu pH dalam larutan nutrisi harus ber-pH netral, dan pada media tanam pH memiliki skala pada rentang angka 6.0-6.5 karena agar akar tanaman dapat menyerap larutan nutrisi.  Untuk lebih jelasnya mengenai pentingnya pH pada larutan nutrisi hidroponik kita simak yang tertera dibawah ini:

  • pH larutan nutrisi hidroponik menunjukkan angka dibawah angka 7.0 (asam)

pH meter menunjukkan angka dibawah angka 7 berarti larutan tersebut asam, karena jumlah ion OH- lebih sedikit pada larutan daripada ion H+. Pada kondisi seperti ini unsur hara makro atau unsur hara yang yang sangat dibutukan pada tanaman yang meliputi nitrogen (N), phospor(P), kalium(K), kalsium(Ca), magnesium(Mg), dan juga sulfur(S) ini akan terikat secara kimiawi, hal ini membuat akar tidak dapat menyerap dan dapat mengakibatkan defisiensi unsur hara atau pengkerdilan tanaman daan tidak dapat memproduksi dengan maksimal.

  • pH larutan nutrisi hidroponik menunjukkan angka diatas angka 7.0 (basa)

Dalam larutan nutrisi yang bersifat basa jumlah ion OH- lebih tinggi pada larutan daripada ion H+. Pada kondisi seperti ini unsur hara makro atau unsur hara yang yang sangat dibutukan pada tanaman yang meliputi tembaga, mangan, seng dan besi ini akan terikat secara kimiawi, hal ini membuat akar tidak dapat menyerap dan dapat mengakibatkan defisiensi unsur hara atau pengkerdilan tanaman daan tidak dapat memproduksi dengan maksimal kemudian tanaman bisa mati.

  • pH larutan nutrisi hidroponik menunjukkan angka 6.0 – 6.5 (netral)

ion H+ dan ion OH- memiliki jumlah seimbang jadi tidak ada pengikatan unsur hara makro maupun unsur hara mikro pada larutan nutrisi yang bersifat netral. sehingga tanaman dapat tumbuh dengan usia yang lebih panjang dan memproduksi dengan maksimal, karena akar dapat menyerap unsur hara makro dan juga unsur hara mikro.

FAKTOR- FAKTOR APA SAJA YANG MEMPENGARUHI NAIK TURUNNYA PH LARUTAN NUTRISI HIDROPONIK?

Penggunaan air baku untuk melarutkan nutrisi hidroponik adalah air yang memiliki pH netral atau biasanya kita temukan pada air sumur. pH air baku dapat turun karena ada nutrisi ab mix yang dilarutkan, dalam nutrisi abmix terdapat unsur hara terlebih ada unsur nitrogen yang banyak. pH larutan nutrisi perlu sering-sering di cek untuk menghindari pengkerdilan pada tanaman atau pertumbuhan yang tidak maksimal, pengecekan dilakukan setiap 2 hari sekali. Untuk mengetahui faktor lain penyebab ada perubahan pH pada larutan nutrisi hidroponik, berikut penjelasannya;

  • Proses Fotosintesis

Fotosintesis merupakan proses pembentukan karbohidrat oleh tumbuhan, terutama tumbuhan yang memiliki zat krolofil atu zat daun. Pada proses ini tumbuhan membutuhkan sinar matahari yang berlangsung dari pagi hari sampai siang hari. Pembentukan karbohidrat pada tanaman tersebut disimpan dalam bentuk gula dan pati untuk cadangan makanan. Makanan tersebut untuk membentuk sel-sel dinding dan pertumbuhannya. Tanaman dapat menghasilan oksigen sebab tanaman menyerap air dari akar dan juga menyerap CO2 yang berasal dari udara. Mengapa fotosintesis salah satu faktor penyebabnya?, jawabanya ialah karena dari proses fotosintesis atau saat ada cahaya dan proses tersebut membutuhkan air yang banyak, karbon, melepas oksigen, itulah perubahan pH kearah alkalis atau pH naik.

  • Respirasi

Respirasi adalah proses pernafasan tanaman pada malam hari. Pada proses ini tanaman akan mengolah cadangan makanan berupa gula dan pati yang diperoleh dari proses fotosintesis pada siang hari dan menghasilkan sebuah energi. Dalam respirasi tanaman akan melepaskan gas CO2. Dampak pH dari proses respirasi pada tanaman adalah pH menjukkan angka ketingkat yang lebih asam atau lebih dikatakan pH turun.

  • Bakteri

Bila bakteri yang menyerang akar tanaman, akar tanaman akan membusuk dan kemudian mati. Pada proses pembusukan akar ini, akar yang busuk tersebut melepas asam  pada larutan nutrisi. Penanggulangan pada akar yang busuk ialah dengan cara memotong akar busuk yang terinfeksi bakteri atau jika akar yang terinfeksi bakteri itu parah, tanaman tersebut harus dimatikan agar tanaman lain tidak tertular.

  • Media tanam

Media tanam yang dipilih memiliki pH yang berbeda. Sebagai contoh rockwool, rockwool yang belum pernah dipakai untuk media tanam memiliki nilai pH yang cukup tinggi(basa). Sebelum digunakan untuk media tanam rockwool harus diturunkan pH nya dengan cara merendamnya menggunakan air tetesan buangan AC  atau air yang memiliki nilai pH 5.5 selama kurang lebih 24 jam.

CARA MENAIKKAN DAN MENURUNKAN PH LARUTAN NUTRISI HIDROPONIK DAN CARA MENGATUR PH NUTRISI HIDROPONIK PH UP DAN PH DOWN

Dalam menanam tanaman hidroponik hendaknya pH larutan nutrisinya rutin di cek setiap hari agar perubahan pH pada larutan dapat segera diatasi. pH yang selalu berubah-ubah  atau naik turun dapat berdampak buruk bagi pertumbuhan tanaman hidroponik. Bila pH dalam larutan nutrisi hidroponik tidak ideal, nilai pH dapat disesuaikan dengan menggunakan PH Up dan PH Down. PH Up digunakan untuk menaikkan pH dalam larutan nutrisi yang turun atau asam sedangkan PH Down digunakan untuk menurunkan pH dalam larutan nutrisi yang naik atau basa. Bila menggunakan PH UP dan PH DOWN ada caranya yaitu dengan memasukannya kedalam larutan nutrisi sedikit demi sedikit (tunggu selama 20-30 menit), lalu ukur larutan nutrisi menggunakan pH meter apakah pH sudah ideal apa belum, bila belum ideal lakukan penambahan pH lagi sampai ketemu angka ideal.

Demikian penjelasan tentang pengaruh pH pada tanaman hidroponik, semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi, terima kasih.

 

 

Tehnik Budidaya Gambas Oyong Yang Baik Dan Benar

Tehnik Budidaya Gambas Oyong Yang Baik Dan Benar

Tehnik Budidaya Gambas Oyong Yang Baik Dan Benar

Sebagian besar tidak mengetahui bahwa labu gambas atau yang sering dikenal gambas oyong juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan serta kecantikan terutama kulit. Selain itu gambas oyong juga dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan seseorang secara efektif. Nama lain dari sayuran ini adalah turai dalam bahasa Hindia, luffa acutangula, turiya, beerakai, dodka sponge labu atau okra China. Labu oyong juga tumbuh di Asia, Afrika, Timur tengah sampai Amerika Serikat.

Secara fisik sayuran gambas oyong berbentuk lonjong bewarna hijau dan memiliki banyak serat. Kandungan yang terdapat pada gambas oyong adalah ribiflavin, thiamin, seng, besi, mangan dan magnesium yang.

Tehnik Budidaya Gambas Oyong Yang Baik Dan Benar

Maka tidak heran jika sayuran gambas oyong ini banyak diminati dan layak untuk dibudidayakan. Namun sebelumnya kita harus memperhatikan Syarat Tumbuh Tanaman Gambas / Oyong seperti berikut ini :

  • Tanaman gambas membutuhkan sinar matahari secara penuh agar dapat tumbuh optimal.
  • Selain itu suhu paling cocok untuk tanaman gambas rata-rata  adalah 18 – 24 derajat celcius.
  • Membutuhkan ketersediaan air yang cukup karena tanaman gambas ini rentan terhadap kekeringan.
  • Jika kekurangan air tanaman akan tumbuh kerdil, berbatang kecil, bunga dan bakal buah rontok serta produksi tidak maksimal.
  • Membutuhkan tanah yang subur, gembur, memiliki aerasi dan drainase yang baik.
  • Sedangkan kadar pH ideal untuk tanaman gambas adalah 5,5 – 6,8 (netral)
  • Dan kelembaban yang sesuai rata-rata antara 50 – 60%.
  • Tanaman ini tidak mengenal musim, bisa dibudidayakan kapan saja, baik pada musim hujan maupun pada musim kemarau.
  • Tanaman ini tidak menyukai tanah yang terlalu basah dan genangan air.

 

  1. Persiapan Lahan Budidaya Gambas Bisa dilakukan dengan langkah berikut :
  • Bersihkan lahan dari sisa tanaman sebelumnya dan dari gulma atau rumput liar
  • Gemburkan tanah dengan cara mencangkulnya atau membajak ya.
  • Buat bedengan dengan lebar 80 – 100 cm, tinggi dan panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan.
  • Sebaiknya bedengan dibuat tidak terlalu tinggi, jika budidaya gambas dilakukan pada lahan datar atau sawah.
  • Dan jika musim hujan, sebaiknya bedengan dibuat agak tinggi agar air hujan tidak tergenang dan merendam akar tanaman.
  • Jarak antar bedengan adalah 2 – 2,5 meter.
  • Berikan p yo puk dolo it atau kapur pertanian jika pH tanah dibawah 5,5. Dolomit ditaburkan dilakukan 7 – 10 hari sebelum pemberian pupuk dasar, dan biarkan tersiram air hujan terlebih dahulu.

 

  1. Pada setiap tanah sebenarnya sudah tersedia unsur hara yang dibutuhkan tanaman, akan tetapi ketersediannya belum tentu mencukupi. Oleh karena itu perlu diberikan pupuk dasar. Pupuk dasar untuk tanaman gambas antara lain pupuk kandang/kompos, TSP, KCL dan ZA atau Urea. Perbandingan dosis pupuk TSP, KCL dan ZA adalah 2 : 1 : 1 (2 TSP : 1 KCL dan 1 ZA). Pupuk dasar ditaburkan merata diatas bedengan, kemudian diaduk hingga rata dengan tanah atau ditutup dengan tanah saja. Biarkan selama 7 – 10 hari dan biarkan tersiram air hujan sebelum pemasangan mulsa. Dosis pupuk dasar untuk tanaman gambas disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah.
  2. Benih gambas bisa diperoleh dengan membelinya di toko pertanian atau membuat benih sendiri dari tanaman gambas. Pilih benih gambas dari tanaman yang sudah diketahui kualitasnya atau varietas unggul. Buah gambas/oyong yang ingin dibuat benih lebih baik dibiarkan tua dan kering dipohon. Kemudian jemur biji gambas sampai kering sebelum benih ditanam.
  3. Melakukan penutupan pada gambas oyong seperti langkah berikut :
  • Tutup bagian bedengan dengan mulsa plastik untuk menghambat gulma dan supaya kelembaban tanah tetap stabil jika musim hujan.
  • Lalu buatlah lubang tanam dengan jarak 70 atau 80 cm. Dalam satu bedengan lubang tanam dibuat satu baris yang dibuat ditengah-tengah bedengan.
  • Sebelum ditanam pastikan sudah menjemur benih terlebih dahulu sampai kering.
  • Tanam satu benih dalam satu lubang tanam.
  • Kemudian ditutup dengan tanah tipis.
  • Lakukan penyiraman pada lahan sampai tanah basah jika tanah dalam kondisi kering.
  • Untuk mengantisipasi dan pencegahan gangguan hama, taburkan nematisida secukupnya disekitar benih.
  1. Penggunaan lanjaran atau para-para adalah sebagai penompang tumbuhnya tanaman gambas. Karena seperti yang kita tahu tanaman gambas tumbuh dengan cara merambat. Saat tumbuh tanaman gambas bisa mencapai 3 sampai 4 meter tingginya. Para-para sebaiknya dipasang segera setelah proses penanaman benih selesai. Bentuk atau model para-para tanaman gambas sama persis dengan para-para untuk tanaman pare.
  2. Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Gambas / Oyong
  • Setelah tanaman berusia satu minggu lakukan pengecekan secara rutin, pada tanaman gambas yang mungkin ada gangguan hama atau gulma yang tumbuh.
  • Pastikan ketersediaan air tanaman gambas cukup. Lakukan penyiraman secara rutin sesuai kebutuhan.
  • Lakukan penyiangan yaitu mencabut gulma atau rumput liar yang bisa menjadi tanaman pesaing bagi tanaman gambas. Lakukan minimal seminggu sekali.
  1. Pemupukan Susulan Tanaman Gambas
  • Pupuk susulan l (usia 10 HST) : Dosisnya 2 kg NPK dilarutkan dengan 250 liter air, kemudian dikocorkan 250 ml setiap tanaman.
  • Pupuk susulan II (usia 17 HST) : Dosisnya 3 kg NPK dilarutkan dengan 300 liter air, kemudian dikocorkan 300 ml setiap tanaman.
  • Pupuk susulan III (usia 24 HST) : Dosisnya 5 kg NPK dilarutkan dengan 500 liter air, kemudian dikocorkan 500 ml setiap tanaman.
  • Pupuk susulan IV (usia 31 HST) : Dosisnya 4 kg TSP + 4 kg KCL dan 2 kg ZA, ditaburkan atau ditugal disekeliling tanaman dengan jarak 30 cm dari pangkal batang.
  • Pupuk susulan V (usia 38 HST) : Dosisnya 9 kg TSP + 8 kg KCL dan 4 kg ZA, ditaburkan merata pada bedengan
  • Pupuk susulan VI dan VII dilakukan pada usia 50 dan 60 HST dengan dosis sama dengan pupuk susulan V.
  • Jika pada usia 75 HST tanaman gambas masih terlihat sehat pemupukan susulan bisa dilanjutkan kembali.

 

  1. Setiap tanaman budidaya pasti tidak luput dari gangguan OPT (organisme pengganggu tanaman). Untuk tanaman gambas sendiri ada beberapa jenis hama yang banyak dijumpai seperti hama oteng-oteng, penggorok daun, ulat grayak, ulat tanah, bekicot, jangkrik dan lalat buah. Untuk proses pengendalian hama ini bisa dilakukan dengan penyemprotan insektisida pada bagian tanaman yang terserang. Sedangkan jenis penyakit yang sering menyerang tanaman gambas atau oyong adalah bercak daun, layu fusarium, dan antraknosa. Dan Cara pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan penyemprotan fungisida seperti score, cozeb, dithane atau bion-M.

 

  1. Buah dari tanaman gambas atau oyong bisa dipanen pada saat tanaman berusia 40 – 45 HST (hari setelah tanam). Sebaiknya buah segera dipanen ketika masih muda, yaitu ketika kulit buah masih berwarna hijau segar, kulit tidak mengkilat, kulit buah masih lunak, mudah dipatahkan dan belum berserat. Waktu panen gambas dapat dilakukan setiap 2 hari sekali, dan pada satu musim tanam pemanenan bisa dilakukan hingga 25 – 30 kali tergantung varietas yang digunakan.

Demikian artikel kami tentang “TEHNIK BUDIDAYA GAMBAS OYONG YANG BAIK DAN BENAR” semoga bermanfaat.

Cara Efektif Dan Efisien Budidaya Cabai Rawit Tanpa Menggunakan Mulsa Plastik

Cara Efektif Dan Efisien Budidaya Cabai Rawit Tanpa Menggunakan Mulsa Plastik

Cara Efektif Dan Efisien Budidaya Cabai Rawit Tanpa Menggunakan Mulsa Plastik

Mulsa plastik adalah lembaran plastik yang digunakan sebagai penutup lahan tanaman budidaya dengan tujuan untuk melindungi permukaan tanah dari erosi, menjaga kelembaban tanah dan melindungi struktur tanah, serta menghambat atau mencegah pertumbuhan gulma dan jamur.

Mulsa plastik sendiri termasuk jenis bahan anorganik karena terbuat dari bahan polietilena yang berdensitas rendah dan dihasilkan melalui poses polimerisasi etilen di bawah tekanan tinggi.

Jenis mulsa plastik umumnya dibedakan berdasarkan warna dan intensitas cahaya yang dapat diteruskan. Beberapa warna mulsa plastik antara lain bening, putih, perak, hitam, hitam perak, merah, dan biru. Warna mulsa akan menentukan energi radiasi matahari yang diterima dan berdampak pada suhu lapisan olah tanah. Selain itu, cahaya yang dipantulkan permukaan mulsa juga berpengaruh kepada kondisi lingkungan sekitar tanaman.

Cara Efektif Dan Efisien Budidaya Cabai Rawit Tanpa Menggunakan Mulsa Plastik

Sayangnya tidak semua petani mampu mengolah lahannya dengan menggunakan mulsa plastik. Karena mulsa plastik dianggap sebagai penambah biaya operasional dan perawatan, sehingga keuntungan yang akan didapatkan saat panen tidak besar jika dibandingkan dengan biaya produksi yang tinggi. Terlebih banyak yang beranggapan bahwa mulsa plastik memiliki harga yang tidak murah. Harga standar rata-rata 1 rol mulsa plastik (-/+8 kg) petani harus mengeluarkan modal sebesar Rp. 260.000 – Rp. 280.000. Dalam 1 rol mulsa plastik tersebut bisa untuk menanam bibit cabai sebanyak 750 hingga 800 batang bibit cabai. Artinya jika budidaya cabai dilakukan tanpa menggunakan mulsa plastik petani bisa menghemat biaya sebesar Rp. 260.000 – Rp. 280.000 dalam setiap 750 – 800 batang cabai.

Dan bagi Anda pemula dalam budidaya tanaman cabai maka perlu memperhitungkan dengan baik apakah dana atau modal yang Anda miliki mencukupi kebutuhan mulsa plastik atau tidak. Atau bisa juga mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan menggunakan mulsa plastik untuk tanaman cabai rawit dan cabe merah seperti berikut ini :

KEKURANGAN :

  • Tanaman cabai akan lebih mudah terserang berbagai jenis penyakit.
  • Tanaman gulma lebih cepat tumbuh sehingga harus lebih sering melakukan penyiangan.
  • Kondisi tanah yang terlalu kering saat musim kemarau.
  • Sebaliknya saat musim hujan, kondisi tanah lebih mudah lembab.
  • Daun dan tanaman muda (baru pindah tanam) kotor oleh tanah karena percikan air hujan
  • Tanaman lebih rentan terhadap serangan jamur dan bakteri, terutama pada musim penghujan.

 

KELEBIHAN :

  • Menjaga kondisi tanah agar tetap basah saat musim kemarau
  • Penggunaan bibit lebih efektif
  • Meminimalkan hama jangkrik karena tidak ada tempat untuk bersembunyi
  • Mempermudah proses pemberian pupuk susulan
  • Tanaman cabai menjadi lebih kokoh dan subur karena ada kegiatan pendangiran

Jika Anda sudah mengetahui kekurangan dan kelebihan budidaya tanaman cabai dengan mulsa plastik, maka Anda bisa memutuskan layak atau tidak menggunakan mulsa plastik ini khususnya pada budidaya tanaman cabai Anda. Jika Anda kurang tertarik untuk menggunakan mulsa plastik ini, maka ikuti langkah berikut ini.

Sebelumnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam budidaya cabai tanpa mulsa plastik, salah satunya tentang pengendalian gulma dan penyakit jamur. Karena seperti penjelasan sebelumnya jika menanam cabai tanpa mulsa plastik akan menyebabkan metode ini gulma lebih cepat tumbuh dan pengendaliannya harus dilakukan lebih sering. Beberapa tips atau cara agar tanaman cabai tetap tumbuh dan berproduksi dengan maksimal meskipun dibudidayakan tanpa menggunakan mulsa plastik :

  1. Saat persiapan lahan kita bisa mencangkul dan membajak lahan yang bertujuan agar tanah bisa lebih gembur.
  2. Buat bedengan dengan lebar 90 – 100 cm, panjang sesuai lahan. Sebaiknya bedengan dibuat tidak terlalu tinggi agar saat melakukan pendangiran lebih mudah. Pendagringan adalah proses menimbunkan tanah disekitar area perakaran tanaman dengan tujuan menghambat pertumbuhan gulma. Pendangiran juga sering disebut pembumbunan memiliki beberapa manfaat. Adapun beragam manfaat tersebut antara lain ;
  • Menutup pupuk yang ditaburkan agar tidak mudah menguap
  • Membuat tanaman jadi lebih kokoh dan tidak mudah roboh.
  • Tanaman cabai lebih rimbun dan lebih subur karena tanah yang menutupi pangkal batang akan merangsang pertumbuhan akar baru dan akan lebih banyak menyerap nutrisi atau unsur hara yang ada didalam tanah.

 

  1. Untuk lahan yang landai atau miring, tinggi bedengan sebaiknya dibuat tidak lebih dari 10 cm. Jika terlalu tinggi pendangiran akan lebih sulit dilakukan.
  2. Buat parit atau aliran air disiketar lahan terutama saat musim hujan sehingga air bisa mengalir dan tidak mengenang pada area lahan.
  3. Melakukan pengecekan pH atau tingkat keasaman tanah. Kandungan pH ideal untuk tanaman cabai, yaitu antara 6.0 – 7.0. Jika pH rendah bakteri dan jamur lebih mudah berkembang biak, terlebih jika musim hujan.
  4. Semprot atau siram bedengan menggunakan trichoderma dan PGPR 1 minggu sebelum bibit cabai ditanam untuk menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri.
  5. Lakukan proses penyiangan minimal 2 minggu sekali atau saat melihat ada tanaman liar atau gulma yang tumbuh di area lahan untuk budidaya tanaman cabai.
  6. Pemupukan susulan pertama (10 HARI SETELAH TANAM), kedua (17 HARI SETELAH TANAM) dan ketiga (24 HARI SETELAH TANAM) dilakukan dengan cara dikocor. Jenis pupuk dan dosis disesuaikan dengan kondisi tanaman.
  7. Pemupukan susulan keempat yaitu saat tanaman cabai sudah berusia 1 bulan dilakukan dengan cara ditabur melingkar disekeliling batang. Sekaligus dilakukan pendangiran untuk menutup pupuk agar tidak menguap dan menghambat pertumbuhan gulma.
  8. Pemupukan kelima dilakukan ketika tanaman cabai berusia 60 HARI SETELAH TANAM, dosis sedikit lebih banyak dari dosis pemupukan susulan keempat. Pupuk ditaburkan merata disekeliling batang ketika tanah dalam kondisi basah atau setelah hujan turun. Lakukan lagi pendangiran, namun tipis saja sekedar menutup pupuk agar tidak menguap atau hanyut bersama air hujan.
  9. Selanjutnya Pemupukan susulan keenam yang dilakukan pada saat tanaman cabai masuk usia 90 HARI SETELAH TANAM, dosis bisa disamakan dengan pemupukan susulan kelima. Cara pemberiannya juga sama, pada saat ini kembali dilakukan pendangiran. Sebelum melakukan pemupukan dan pendangiran sebaiknya dilakukan pembersihan gulma terlebih dahulu.
  10. Setelah sebulan dari pemupukan ke enam, bisa dilakukan pemupukan kembali. Tetapi, perhatikan kondisi tanaman cabai jika masih sehat dan memungkinkan untuk berbuah kembali. Namun jika tidak memungkinkan, pemupukan sebaiknya dihentikan.
  11. Lakukan penyiraman rutin terutama saat menanam tanaman cabai saat musim kemarau. Sebab kondisi tanah jadi cepat kering. Penyiraman bisa dilakukan setiap 2 hari sekali atau disesuaikan dengan kebutuhan
  12. Penyemprotan fungisida bisa dilakukan untuk mencegah berbagai penyakit jamur dan bakteri, terutama jika budidaya dilakukan pada musim penghujan. Penyemprotan bisa dilakukan sebelum tanaman terserang.

 

Demikian artikel kami tentang “ CARA EFEKTIF DAN EFISIEN BUDIDAYA CABAI RAWIT TANPA MENGGUNAKAN MULSA PLASTIK”. Semoga bermanfaat.