Membuat Lubang Pipa Paralon Media Tanam Hidroponik

Membuat Lubang Pipa Paralon Media Tanam Hidroponik

Istanatanaman.com – Membuat Lubang Pipa Paralon Media Tanam Hidroponik Dengan Mudah Dan Murah Tanpa Bor Listrik. Menanam tanaman atau kegiatan bercocok tanam adalah usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu.

Media tanam yang wajar digunakan dalam bercocok tanam  adalah tanah dan campuran pupuk kompos, tanah sendiri untuk media bertumbuhnya akar sedangkan pupuk kompos sebagai nutrisi atau suplemen makanan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh berkembang..

Membuat Lubang Pipa Paralon Media Tanam Hidroponik

Selain tanah dan suplemen makanan yang dibutuhkan oleh tanaman, tanaman juga membutuhkan air, seperti halnya manusia yang juga membutuhkan air.

Air berperan penting sebagai pelarut nutrisi untuk mempermudah penyerapannya oleh tanaman. Air bukan hanya untuk melarutkan nutrisi pada tanaman, dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan juga sudah digunakan pada perang dunia ke II, air juga untuk media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar. Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik.

Asal mula kata hidroponik tersebut berasal dari kata hydro dan ponos (bahasa Yunani) yang memiliki arti hydro berarti air dan ponos berarti daya. Menanam secara hidroponik juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan menanam secara hidroponik

  1. Hemat lahan

Dibanding dengan menanam pada umumnya atau dengan media konvensional (media tanah) juga kadang kali harus memiliki lahan yang luas dan sarana irigasi atau perlu air yang banyak, hidroponik dapat dimulai dari dalam rumah sekalipun dan tidak membutuhkan air yang banyak, karena apa?  Sebab tanaman hidroponik dapat tumbuh pada instalasi pipa. Dan mengenai pipa ada pembahasan mengenai pipa dibawah.

  1. Mudah

Bercocok tanam dengan metode hidroponik lebih mudah, efektif dan praktis karena petani tidak memerlukan hewan melata si cacing untuk menggemburkan tanah. Perlu diingat saat ingin bercocok tanam hidroponik, juga membutuhkan belajar dasar-dasar ilmu mengenai hidroponik terlebih dahulu.

  1. Minim terserang hama

Mengapa saya sebut minim terserang hama bukan bebas hama, karena tidak mungkin tanaman dapat terhindar dari hama walaupun dengan teknik hidroponik sekalipun.

  1. Sehat

Tanaman yang ditanam secara hidroponik lebih sehat dan segar karena dalam menanam hidroponik tidak menggunakan pestisida kimia, kalaupun memakai jumlahnya itu sedikit dan biasanya hidroponikers mengganti pestisida kimia dengan pestisida nabati karena terbuat dari bahan alami dan tentunya aman bagi manusia juga ramah lingkungan.

  1. Hasil panen banyak

Dengan lahan yang minim, bila menekuni usaha hidroponik ini akan menghasilkan hasil panen yang cukup banyak. Alasan lain mengapa hidroponik dapat menghasilkan hasil panen yang banyak karena instalasi hidroponik yang buat bertingkat akan membuat lebih banyak menampung kuantitas sebuah tanaman.

Kekurangan menanam secara hidroponik

Pipa Hidroponik

  1. Modal yang dikeluarkan besar

Untuk menjadi hidroponikers pemula akan membutuhkan modal yang besar apalagi untuk budidaya hidroponik skala besar. Akan tetapi untuk skala hoby ada solusinya dengan menggunakan metode hidroponik sistem wick (suimbu) karena sistem ini lebih sederhana dibanding dengan sistem lain dan tentunya murah.

  1. Perlengkapan sulit didapatkan

Memang gaya bertani modern ini sudah banyak yang tahu akan tetapi mengenai peralatannya di toko pertanian sulit didapatkan, biasanya ada toko khusus hidroponik. Namun tidak perlu khawatir tetap ada solusinya dengan berbelanja di toko online bila disekitar anda tidak ada toko khusus hidroponik.

  1. Ketelitian ekstra

Memang butuh kesabaran dalam bertani hidroponik, bagaimana tidak kita harus ekstra teliti mengenai nutrisinya yang digunakan, selalu mengontrol tingkat keasaman dan perhitungan pemberian nutrisi harus sesuai dengan usia tanaman.

  1. Ketrampilan khusus

Bukan hanya ketelitian yang butuh tenaga ekstra tapi juga membutuhkan ketrampilan khusus yang harus dipelakjari lebih matang seperti keterampilan menanam, membibit, menyemai, sampai pemeliharaan dan juga perwatannya

Baca Juga : Penanaman Seledri Hidroponik Sistem Sederhana

Dalam menanam dengan metode hidroponik ada beberapa sistem yang sering dipakai yaitu,

  • Water culture system merupakan suatu sistem hidroponik yang bekerja dengan cara menggenangi tanaman dengan air yang bercampur larutan nutrisi.
  • NFT system (Nutrient Film Technique) merupakan suatu sistem hidroponik yang aplikasiannya dengan cara membagikan air nutrisi melalui aliran air yang tipis pada tanaman.
  • Ebb & flow system (sistem pasang surut) merupakan suatu sistem hidroponik yang sistemnya melalui proses pemompaan bak penampung dan kemudian akan membasahi akar tanaman, oleh karena itu tanaman mendapatkan air, nutrisi dan oksigen.
  • Drip system merupakan suatu sistem hidroponik yang pemberian larutan nutrisinya pada tanaman dengan cara meneteskan larutan nutrisi melalui pipa atau selang yang menuju media tanam.

Itulah beberapa sistem hidroponik dan beberapa dalam sistem hidroponik menggunakn pipa paralon. Yang sering pipa paralon digunakan dalam sistem NFT dan ada juga yang menggunakannya dalam hidroponik wick system atau sistem sumbu.

Pipa paralon memiliki fungsi sebagai penyangga netpot/wada media tanam serta tempat aliran nutrisi dalam sistem NFT. Lain lagi pada sistem wick, pipa paralon berfungsi sebagai tandon nutrisi.

Untuk meletakkan netpot/cup pada paralon dan agar tetap stabil diperlukan lubang pada pipa paralon tersebut. Untuk membuat lubang pada paralon biasanya menggunakan bor listrik. Sebab menggunakan bor listrik untuk melubangi paralon karena memang cara yang paling praktis, cepat dan tidak ribet.

Yang jadi masalahnya, tidak semua orang yang memiliki bor listrik. Ingin bercocok tanam hidroponik tapi kesulitan melubangi pipa paralonnya karena tidak memiliki bor listrik, tenang teman masih ada merica kalau tidak ada cabai maksudnya masih ada alternatif lain yang sudah tentu murah dan mudah pastinya. Kalian hanya butuh lilin dan cutter. Untuk mengetahui caranya, berikut ulasannya,

Cara Melubangi Pipa Paralon Tanpa Bor listrik

Pipa di Bor Listrik

  1. Pertama persiapkan alat dan bahan
  • Pipa paralon,
  • lilin,
  • cutter,
  • pensil/spidol,
  • penggaris,
  1. Pada bagian pipa paralon buat garis tengah, lalu buat pola lingkaran di kertas sesuai dengan ukuran netpot/cup yang akan dipakai.
  2. Nyalakan lilin kemudian arahkan ke pipa bagian lingkaran yang ingin dilubangi untuk memanaskan pipa. (Bila saat memanaskan pipa paralon sebaiknya jangan terlalu panas dan lembek. Bila terlalu lembek pipa bisa rusak dan sulit untuk dipotong. Supaya lebih mudah untuk melubanginya gunakan pipa paralon yang tidak begitu tebal tapi tidak tipis-tipis amat.)
  3. Bila ada pengering rambut (hair dryer) akan lebih praktis untuk memanaskan pipa. Namun tak mengapa bila tak punya
  4. Ambil cutter yang sudah disiapkan tadi lalu potong mengikuti pola yang dibuat.
  5. Kemudian masukkan netpot/cup pada lubang tersebut.
  6. Setelah selesai dan netpot/cup muat pada lubang, susun dan tata pipa paralon sesuai dengan selera.

Demikian sekilas tentang pemotongan Pipa Paralon Media Tanam Hidroponik secara manual yang murah dan mudah dan sedikit informasi mengenai sistem hidroponik, mungkin seperti halnya penulis lain, saya masih belajar menulis artikel tentang hidroponik dan juga mungkin saya tidak bisa spesifik menjelaskan sistemnya dan cara pemotongan pipanya.

Yang ingin beli tanaman seperti bibit pohon dan buah kami rekomendasikan ke sini Agro Sejahtera Jual Bibit Tanaman

Sebagai penulis berharap  dengan adanya artikel tentang membuat Pipa Paralon Media Tanam Hidroponik dapat membantu anda mengetahui mengenai sistem hidroponik seklaigus mengetahui pemotongan pipa tanpa harus menggunakan bor listrik. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi ya sobat, terima kasih.

Cara Menanam Terong Hidroponik

Cara Menanam Terong Hidroponik

Cara Menanam Terong Hidroponik Dengan Teknik Dutch Bucket System (Dbs) Tanpa Timer Dan Aerator. Usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu adalah definisi dari menanam tanaman atau kegiatan bercocok tanam.

Dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan juga sudah digunakan pada perang dunia ke II, air sebagai media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar.

Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik. Dalam hidroponik ada beberapa sistem yang digunakan salah satunya sistem DBS.

Cara Menanam Terong Hidroponik

Untuk  kalangan hidroponikers Indonesia sistem DBS (Dutch Bucket System) lebih dikenal dengan sebutan sistem DB, eits bukan demam berdarah ya teman. Sistem DB merupakan teknik hidroponik yang menekankan air dan nutrisi yang disirkulasikan terus – menerus dalam jangka waktu tertentu.

Dalam mensirkulasikan larutan nutrisi kedalam media tanam diperlukan pompa dan aliran listrik yang stabil. Dalam mengatur kebutuhan aliran nutrisi sesuai waktu yang diinginkan dibutuhkan timer, dan supaya nutrisi lebih cepat terserap oleh akar tanaman diperlukan aerator, fungsi aerator bukan hanya itu, aerator juga berfungsi sebagai penghasil oksigen yang dibutuhkan oleh akar tanaman termasuk tanaman terong.

Akan tetapi dalam realitanya sebagian pembudidaya hidroponik sistem DB memilih mempraktekkan sistem DB tanpa timer dan juga aerator. Salah satu orang yang mempraktekkan sistem tanpa aerator dan timer adalah ibu Dede Siti Hasanah.

Baca Juga : Penanaman Seledri Hidroponik Sistem Sederhana

Beliau mengatur sirkulasinya secara manual, walaupun secara manual tanpa ada timer dan aerator tanaman terong beliau tumbuh subur. Untuk media tanam, beliau menggunakan  media tanam yang pada umumnya digunakan bercocok tanam secara hidroponik tidak lain tidak bukan adalah campuran arang sekam dengan cocopeat (sabut kelapa).

Kalau ingin bercocok tanam terong secara hidroponik sistem DB tanpa menggunakan aerator dan timer seperti ibu Dede Siti Hasanah, berikut langkah-langkah menanamnya:

  1. Pertama persiapkan alat dan bahan untuk menanam terong hidroponik

  • Bucket (untuk bucket dapat memanfaatkan barang bekas yang ada disekitar rumah karena meminimalisir biaya yang dikeluarkan, semisal bekas box es krim )
  • Pot, untuk ukuran pot sudah pasti harus lebih kecil dari bucketnya
  • Pipa paralon, elbow, sambungan pipa, valve socket dan faucet socket (untuk jumlah yang digunakan sesuaikan dengan kebutuhan anda)
  • Selang fertigasi, nepple
  • Pompa
  • Tandon nutrisi
  • Hidrotom/zeolit (ingat sesuai kebutuhan saja) atau media tanam lainnya seperti arang sekam, cocopeat
  • Benih terong
  • Nutrisi AB mix
  1. Cara menanam terong hidroponik

  • Persiapan bibit dan cara semai terong hidroponik

Sebelum ditanam ke bucket, benih terong disemai terlebih dahulu dimedia semai, Penggunaan media semai bisa menggunakan arang sekam, selain dapat ditemukan dengan mudah dan juga penggunaan arang sekam juga bisa menghemat biaya,  media semai arang sekam lebih baik daripada penggunaan media semai tanah, sebab bibit dapat dicabut dengan mudah saat akan dipindah tanam serta meminimalisir kerusakan pada akar.

Bibit terong disemai secara teratur  dengan jarak antara satu benih dengan benih yang lain sepanjang 3 x 3 cm, lalu tutup tipis benih dengan arang sekam kemudian semprot dengan air tanpa nutrisi sampai media semai basah.

Tutup lagi semaian benih dengan plastik hitam, letakkan pada tempat yang tidak terkena paparan matahari secara langsung. Biasanya 5 – 6 hari kemudian benih sudah mulai tumbuh, bila dirasa sudah tumbuh buka plastik penutup tersebut.

  • Cara Membuat Media Tanam Terong Hidroponik sistem DB

Pada umumnya media tanam yang digunakan pada sistem hidroponik dengan teknik sistem DB yaitu hidroton atau zeolit. Akan tetapi ibu Dede kali ini menggunakan media tanam campuran arang sekam dengan cocopeat dan dengan perbandingan antar media yaitu 1:1. Kemudian masukkan campuran media tanam kedalam pot lalu tekan-tekan agar sedikit padat.

  • Cara Menanam Bibit Terong Hidroponik

Bila bibit sudah berumur 25-30 hari pasca semai, bibit sudah siap di pindah tanam. Pilihlah bibit terong yang benar-benar sehat dan memiliki batang yang kuat. Untuk mengambil bibit terong agar menghindari kerusakan pada akar, congkel bibit bersamaan dengan media semainya. Lalu tanam bibit terong tersebut pada pot tadi.

Bila penanaman sudah selesai, siram bibit terong dengan larutan nutrisi yang ber-ppm rendah agar bibit tidak layu. Bibit terong harus ternaungi (dihalangi penutup agar tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung) agar bibit terong dapat beradaptasi paling tidak selama 3 – 4 hari. Bila sudah 4 hari buka sedikit demi sedikit penghalang sinar matahari sampai akhirnya bibit mendapat sinar matahari secara langsung.

  1. Kebutuhan nutrisi dan dosis ppm terong hidroponik

  • Pada awal tanam 0 hari – 3 minggu pasca tanam nutrisi yang diberikan adalah 1000 ppm.
  • Setelah tanaman terong berusia 3 minggu lebih, naikkan dosis ppm nutrisi menjadi 1500 ppm. Pemberian larutan nutrisi dengan dosis 1500 ppm ini berlanjut sampai tanaman terong hidroponik masuk masa generatif atau pembungaan.
  • Sejak tanaman terong hidroponik sudah memasuki masa generatif (pembungaan), ppm dinaikkan menjadi 1750 ppm. Pemberian larutan nutrisi dengan dosis 1750 ppm ini berlanjut sampai tanaman terong hidroponik berbuah dan panen.
  1. Jadwal pemberian nutrisi terong hidroponik tanapa menggunakan timer

Jadwal pemberian larutan nutrisi yang berada pada tandon biasanya diatur pada timer. Tapi kali ini ibu Dede mengalirkan larutan nutrisi melalui pipa inlet dan selang fertigasi menggunakan pompa, dan untuk mematikan/menghidupkan pompa beliau memakai cara manual. Untuk mengalirkan larutan nutrisi dari tandon ke tanaman pompa dinyalakan setiap hari selama 10 jam tanpa henti, pompa mulai dinyalakan pada jam 07.00 hingga jam 17.00 dan pada saat malam hari pompa dimatikan (aliran nutrisi diberhentikan).

  1. Cara mengendalikan hama dan penyakit terong hidroponik

Untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit pada tanaman terong hidroponik,  cara yang dilakukan seperti pada tanaman terong pada umumnya. Pemeliharaan dan perawatannya dibilang cukup mudah dan tidak terlalu rumit, tapi kita juga tidak boleh terlalu mengabaikan kemudahan perawatan dan pemeliharaanya.

Cara Menanam Terong Hidroponik Alami

Seperti tanaman pada umumnya, tanaman terong hidroponik harus terkena sinar matahari yang cukup paling tidak minimal 5 jam per hari dan nutrisi yang sesuai dengan umurnya. Bila tanaman terong terlihat bercak daun, busuk akar, busuk buah lakukan pemotongan pada bagian yang diserang hama penyakit, dan apabila menyerang tanaman secara keseluruhan musnahkan tanaman agar tidak dapat menular ke tanaman lainnya dan lakukan penyemprotan cairan fungisida atau bakterisida seperlunya dengan kadar yang sesuai.

Baca Juga artikel ini : cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon

Demikian cuplikan cara menanam terong hidroponik sistem Dutch bucket dengan barang seadanya dan tentunya murah yang dilakukan oleh master hidroponik Bu Dede Siti Hasanah.

mungkin seperti halnya penulis lain, saya masih belajar menulis artikel tentang tanaman ini dan juga mungkin saya tidak bisa spesifik menjelaskan cara penanaman terong hidroponik sistem DB.

Sebagai penulis berharap dengan cara ini kita tidak perlu pusing memikirkan biaya untuk membeli perlengkapannya yang mahal, cukup dengan bahan yang banyak kita temui di sekitar rumah yang sering kita menganggapnya sampah. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi ya sobat, terima kasih.

Sejarah Perkembangan Hidroponik

Sejarah Perkembangan Hidroponik

Sejarah Perkembangan Hidroponik. Samapai saat ini masih banyak orang yang mengira bahwa metode menanam dengan sistem “Hidroponik” adalah metode baru dalam dunia pertanian modern. Persepsi tersebut tentunya punya alasan yang kuat, kemungkinan besar salah satunya karena masih banyak orang yang belum tahu tentang hidroponik.

Metode hidroponik dianggap hal baru dalam pertanian karena memang hanya sebagian orang yang tahu dan ada yang tahu tapi belum paham tentang metode ini. Namun pada era modern ini metode hidroponik semakin banyak digemari oleh petani terutama untuk petani diperkotaan. Dalam skala komersial, metode hidroponik belum begitu terkenal.

Sejarah Perkembangan Hidroponik

SEJARAH METODE HIDROPONIK

Apakah benar metode hidroponik sudah ada sejak 2600 tahun yang lalu? Lalu apa yang membuktikan bahwa metode hidroponik sudah dikenal dan dipraktekkan pada jaman dahulu?

Buktinya bahwa pada masa pemerintahan raja Nebuchadnezzar di Babilonia, mereka mengaplikasikan metode hidroponik pada taman gantungnya, metode tersebut dikenal dengan “Hanging Garden of Babylon” atau yang berarti taman gantung Babilonia.

Ternyata metode hidroponik juga dipraktekkan oleh masyarakat Mesir, China dan suku Astek dari Meksiko dengan model yang mereka sebut “Chinampas” atau yang dikenal dengan “Floating Garden”. Floating garden merupakan beberapa pulau buatan berbentuk persegi empat lalu diapungkan diatas danau untuk bercocok tanam.

PENELITIAN ILMIAH TENTANG METODE HIDROPONIK

Penelitian ilmiah pada metode hidroponik tentang kandungan zat dalam tumbuhan dan asal zat tersebut berkaitan erat dengan perkembangan metode hidroponik sampai sekarang. Pada tahun 1600, seorang peneliti berkebangsaan Belgia yang bernama Jan van Helmont, menyimpulkan bahwa tumbuhan mendapatkan zat-zat penyusunnya dari air.

Setelah penelitian yang dilakukan pada tahun 1600, 99 tahun kemudian John Woodward seorang peneliti dari Inggris menyimpulkan bahwa tanaman tumbuh sebagai hasil dari beberapa zat yang ada di air, yang berasal dari tanah, bukan hanya berasal dari air itu sendiri.

Baca Juga artikel ini : cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon

Dari penelitian terakhir tersebut topik mengenai metode hidroponik tidak ada perkembangan selama berpuluh-puluh tahun. Lalu pada tahun 1804 muncul asumsi baru tentang hidroponik bahwa “tanaman terdiri dari unsur-unsur kimia yang diperoleh dari air, tanah, dan udara” asumsi tersebut diungkapkan oleh De Saussure.

Dari pendapat tersebut dapat dipercaya karena pendapat tersebut dikuatkan oleh Boussingault pada tahun 1851, dia adalah seorang peneliti berkebangsaan Perancis.

Peneliti tersebut bereksperimen dengan menumbuhkan tanaman dalam media pasir atau quartz atau arang dan dengan ditambah larutan kimia dengan komposisi yang diketahui. Dari hasil eksperimennya, peneliti tersebut menyimpulan bahwa “air sangat penting untuk pertumbuhan tanaman dalam menyediakan hidrogen, dan materi dari tanaman kering mengandung hidrogen, karbon dan oksigen yang berasal dari udara”. Peneliti berkebangsaan Prancis tersebut juga berkesimpulan bahwa “tanaman mengandung nitrogen dan unsur mineral lainnya”.

Perkembangan jaman mulai pesat dan seiring berjalannya waktu, para peneliti berhasil menyebar luaskan penelitian metode hidroponik, mereka mengumumkan bahwa ” bagaimana tanaman dapat tumbuh dengan baik pada sebuah media inert atau yang lebih dimengerti dengan media tanpa unsur hara yang dibasahi dengan menggunakan air yang mengandung nutrisi untuk tanaman.

Pada perkembangan setelahnya, kedua peneliti berkebangsaan Jerman yang bernama Sach dan Knop pada tahun 1860 – 1861 telah berhasil pada penelitiannya dengan menanam tanaman langsung dalam larutan nutrisi tanpa menggunakan media tanpa unsur hara. Metode yang dibuatnya tersebut dikenal dengan sebutan “Nutriculture” yang merupakan cikal bakal atau titik perkembangnya teknik hidroponik yang berkembang pada jaman modern ini.

APLIKASI METODE HIDROPONIK UNTUK SKALA KOMERSIAL

Penelitian dan penemuan zat-zat kimia dapat membantu dalam proses identifikasi zat-zat yang dibutuhkan sebuah tanaman. Penemuan zat-zat kimia tersebut adalah yang paling penting dalam aspek “plant nutrition”. Plant nutrition ialah ditemukannya unsur-unsur hara tanaman baik unsur hara makro maupun unsur hara mikro. Perkembangan dalam penelitian selanjutnya para peneliti mengembangkan beberapa formula nutrisi dasar dalam studi nutrisi tanaman.

Metode “nutriculture” yang ditemukan Sach dan Knop yang menjadi cikal bakal dari metode hidroponik tersebut  tidak berkembang sampai tahun 1925. Perkembangan yang cukup berarti dan penting  dimulai ketika industri Green House tertarik untuk menggunakan metode nutriculture. Pengembangan yang luas dalam memodifikasi teknik “nutriculture” skala laboratorium untuk produksi tanaman skala besar baru diterapkan pada tahun 1925 – 1935.

Pada tahun pengembangan dan memodifikasi teknik nutriculture, seseorang yang berasal dari California bernama Dr. W.F Gericke menjadi orang pertama yang melakukan eksperimen untuk skala komersial tersebut. Pada eksperimen pertama komersialnya Dr. W.F Gericke menanam bawang merah, selada dan beberapa sayuran lainnya.

Metode yang digunakan Dr. W.F Gericke disebut dengan “Netriculture System Hidroponics”. Beliau juga yang pertama kali menggagas dan memperkenalkan istilah hidroponik untuk masyarakat luas.

Asal mula kata hidroponik tersebut berasal dari kata hydro dan ponos (bahasa Yunani kuno) yang memiliki arti hydro berarti air dan ponos berarti daya. Keberhasilan penemuan dan penelitian tersebut cukup menggemparkan dan diklaim sebagai “penemuan abad ini” oleh media di Amerika.

Dalam catatan sejarah, sistem hidroponik pernah diaplikasikan selama Perang Dunia ke II atau sekitar tahun 1939 – 1945. Ketika pada perang dunia ke II, teknik  hidroponik digunakan untuk menyediakan sayuran bagi tentara yang berada di daerah tandus dan pasokan air yang sedikit yang membuat sulitnya untuk budidaya secara konvensional.

Aplikasi sistem hidroponik secara komersial ini terus berkembang keseluruh dunia pada tahun 1950-an. Beberapa negara yang mengaplikasikan hidroponik pada masa itu antara lain, Italia, Jerman, Israel, Inggris, Spanyol, Rusia, Swedia dan Perancis.

Metode hidroponik terus berkembang secara signifikan pada era modern saat ini. Hal tersebut  dapat diketahui dengan adanya beberapa penemuan pendukung seperti plastik, pompa air, timer, dan berbagai peralatan lainnya. Beberapa penemuan pendukung tersebut memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan metode hidroponik sampai saat ini.  Pada jaman modern saat ini modal dan biaya operasional bisa ditekan karena semua bisa dirancang secara otomatis.

Metode hidroponik terus berkembang sampai saat ini dan ada 6 sistem hidroponik yang dikenal dengan berbagai macam variannya. Hal ini didukung dengan semakin berkembangnya teknologi dan ilmu dibidang pertanian yang berkaitan dengan hidroponik antara lain sistem yang otomatis dan terkontrol, pengaturan formula, ratio nutrisi dan teknik distribusi nutrisinya.

Di Amerika dan Eropa yang nota bene negara maju, sistem hidroponik pada skala industri adalah bagian dari sistem pertanian modern yang menggunakan green house. Sistem diatur serba otomatis dengan menggunakan robot. Pada saat ini anggapan besar bahwa hidroponik diyakini sebagai metode menanam yang paling cocok di masa depan.

Hal tersebut dikuatkan dengan adanya berbagai alasan, antara lain lahan yang semakin sempit khususnya pada daerah perkotaan, lahan subur semakin berkurang, dan karena populasi manusia yang terus  meningkat setiap tahunnya. Tidak hanya itu, sistem hidroponik memiliki kelebihan sebagai sistem yang bisa diaplikasikan tanpa mengenal musim, dapat diaplikasikan diberbagai wilayah dan kondisi serta tidak menimbulkan pencemaran pada tanah karena tidak menggunakan tanah sama sekali.

Demikian ulasan mengenai sejarah hidroponik, semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan. Terima kasih..

Menanam Cabai Hidroponik Sistem Murah, Mudah, Hasil Melimpah (Sistem Wick)

Menanam Cabai Hidroponik Sistem Murah, Mudah, Hasil Melimpah (Sistem Wick)

Menanam Cabai Hidroponik Sistem Murah, Mudah, Hasil Melimpah (Sistem Wick)

 

Menanam tanaman atau kegiatan bercocok tanam adalah usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu. Media tanam yang wajar digunakan dalam bercocok tanam  adalah tanah dan campuran pupuk kompos, tanah sendiri untuk media bertumbuhnya akar sedangkan pupuk kompos sebagai nutrisi atau suplemen makanan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh berkembang.. Selain tanah dan suplemen makanan yang dibutuhkan oleh tanaman, tanaman juga membutuhkan air, seperti halnya manusia yang juga membutuhkan air. Air berperan penting sebagai pelarut nutrisi untuk mempermudah penyerapannya oleh tanaman. Air bukan hanya untuk melarutkan nutrisi pada tanaman, dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan juga sudah digunakan pada perang dunia ke II, air juga untuk media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar. Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik.

Menanam Cabai Hidroponik Sistem Murah, Mudah, Hasil Melimpah (Sistem Wick)

Hal ini kita akan membahas tentang bercocok tanam cabai hidroponik sitem wick. Dapat menggunakan barang bekas untuk penanamannya. Barang bekas sebenarnya bisa terpakai lagi jika digunakan dengan baik dan benar, seperti halnya untuk pengganti pot, nah, kalau ingin tahu caranya berikut kita simak cara menanam cabai hidroponik denganmenggunakan sistem wick atau sistem sumbu.

 

  • Pertama yang harus kita siapkan dalam menanam cabai hidroponik sistem wick, berikut alat dan bahannya:
  • wadah, jumlah dan ukuran terserah anda atau sesuai kebutuhan. Tapi kali ini menggunakn botol bekas.
  • Media tanam dalam botol ini menggunakan arang sekam, cocopeat atau sabut kelapa, serta pecahan batu bata.
  • Kain flanel untuk sumbu
  • Nutrisi hidroponik untuk tanaman sayur buah
  • Gunting, pisau atau cuter
  • Air
  • Cat warna hitam atau yang berwarna gelas / menggunakan plastik hitam
  • Persiapan kedua adalah mempersiapkan tandon, pot dari botol bekas dan juga pemasangan sumbu
  • Semua bahan sudah dipersiapkan terutama botol bekas, gunting botol bekas menjadi dua bagian, potong botol dengan ukuran kira- kira 1/3 bagian atas karena bagian atas yaitu bagian mulut botol itu digunakan sebagai pot, dan yang bagian bawah digunakan sebagai tandon tandon nutrisi tanaman. Pada bagian atas botol tepatnya pada leher botol itu dilubangi sebanyak mungkin, dan juga lubangi bagian bawah botol yaitu bagian untuk tandon dengan ukuran lubang sebesar pensil yang kurang lebih diameternya 5 mm, lubang tersebut dibuat dengan jarak 10 cm dari dasar botol, gunanya sebagai keluar masuknya udara atau mengurangi penguapan.
  • Potong kain flanel untuk sumbu dengan ukuran lebar kurang lebih 2,5-3cm dan panjang kurang lebih 15 cm atau lebih tepatnya kain flanel menyentuh dasar botol tandon saat dipasang dan lalu pasangkan kain flanel pada bagian atas botol untuk pot.
  • Persiapan pembibitan cabai hidroponik.
  • Sebar bibit cabai dahulu di media arang sekam, cocopeat, rockwoll atau media tanam lainnya. Bibit cabai yang akan digunakan dalam hidroponik terserah anda, tergantung selera anda. Benih juga dapat diperoleh dari cabai setengah busuk (belum menjamur) yang ada di dapur lalu dikeringkan sampai kadar air dalam benih berkurang  atau kalau nggak ingin repot, bisa membeli benih cabai hibrida di toko pertanian terdekat.  Untuk membuat benih sendiri pilihlah calon benih dari cabai yang bagus, yang memiliki warna kulit warna merah sempurna, tentunya tidak berpenyakit atau menjamur, dan juga sudah cukup tua.
  • Jika bibit sudah disemai di media tanam, letakkan semaian cabai tadi ke tempat yang terlindung dari hujan dan juga cukup mendapatkan sinar matahari. Bila bibit sudah berumur 15 hari, bibit bisa dikenalkan ke sinar matahari secara langsung tapi tentunya secara bertahap agar bibit tidak kutilang dan berbatang.
  • Bibit jika sudah berumur 25-30 hari setelah penyemaian sudah siap untuk di tanam.
  • Tahapan menanam bibit cabai hidroponik
  • Pertama siapkan media tanam untuk bibit yaitu, pecahan batu bata kecil-kecil agar padat dan tidak banyak rongga bila dimasukkan ke dalam botol bekas(pot).
  • Buka dengan hati-hati polybag yang berisi bibit cabai agar akar bibit cabai tidak putus atau rusak, lalu masukkan pada pot (botol bekas), usahakan dalam menanam bibit cabai memperhatikan penempatan bibit cabai agar calon tanaman cabai nantinya dapat berdiri tegak dan kokoh.
  • Tentunya dalam penanaman hidroponik juga diperlukan nutrisi, untuk memberikan nutrisi pada tanaman cabai diperlukan larutan nutrisi hidroponik lalu masukkan pada tandon yang sudah disiapkan. Sangat perlu diperhatikan dalam pengisian larutan nutrisi pada tandon, tandon diisi cukup sebatas lubang yang ada pada tandon.
  • Lalu letakkan pot ke tandon
  • Letakkan tanaman cabai tersebut ke tempat yang terkena sinar matahari atau terhindar dari tempat yang terlalu lembab agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
  • Perlu pengecatan dengan warna yang gelap pada tandon untuk menghindari munculnya lumut yang menutupi lubang, bila tidak ada cat, bisa diganti kresek warna hitam.
  • Tandon juga dibalut dengan kain tebal yang dibasahi, atau bisa diganti dengan kardus atau styrofom, hal ini untuk menjaga suhu larutan nutrisi tetap dingin di terik panas pada siang hari
  • Cara perawatannya
  • Seperti umumya pemeliharaan tanaman cabai, selalu memperhatikan ketersediaan nutrisi pada tandon. Selalu dicek ketersediaan larutan pada tandon, karena bila usia cabai sudah menginjak minggu ke 2 lanjut, tanaman cabai meyerap nutrisi yang banyak.
  • Selalu menjaga suhu larutan pada tandon, karena bila suhu terlalu tinggi tanaman cabai akan layu dan pertumbuhan tanaman cabai akan terhambat.
  • Untuk memenuhi kebutuhan unsur hara mikropada tanamn cabai, pada masa pertumbuhan vegetatif (pembungaan) semprot tanaman dengan pupuk daun setiap seminggu sekali. bila tanaman cabai hidroponik sudah memasuki fase generatif, semprot tanaman cabai hidroponik dengan pupuk buah. Ada beberapamacam yang dapat menjadi pilihan untuk nutrisi pada masa generatif yaitu, gandasil A/B, Growmore, Bayfolan, POC Nasa atau Supergrow
  • Penanggulangan hama pada tanaman cabai hidroponik
  • Tanaman cabai hidroponik juga sama hal nya tanaman lain yang sering dihinggapi hama dan penyakit, biasanya hama dan penyakit yang sering menghinggapi tanaman hidroponik yaitu trips, tungau, apids/ kutu daun yang dapat menyebabkan daun tanaman cabai keriting. Cara menggilangkannya dengan cara menyemprotkan larutan campuran air tembakau, bawang putih, akarisida berbahan aktif profenofos dan piridaben atau abamectin.
  • Bila terjadi bercak daun, busuk batang, busuk akar, busuk kuncup, busuk pada buah cabai, lakukan pemotongan pada bagian yang diserang hama penyakit, dan lakukan penyemprotan cairan fungisida atau bakterisida dengan kadar yang sesuai.
  • Umur untuk waktu panen

Umur untuk tanaman cabai hidroponik tidak jauh berbeda dengan tanaman cabai yang tumbuh di tanah. jika ingin memanen hasil cabai berwarna hijau, dapat dipetik sekitar umur 75-80 hari pasca tanam. Dan bila ingin hasil dengan buah berwarna merah dapat di panen pada umur 110 hari pasca tanam.

 

Sebagai penulis berharap dengan adanya artikel ini dapat bermanfaat dan juga dapat  dijadikan inspirasi buat sobat tanam di manapun anda berada, terima kasih..

 

 

 

 

 

 

Penanaman Seledri Hidroponik Sistem Sederhana

Penanaman Seledri Hidroponik Sistem Sederhana

Penanaman Seledri Hidroponik Sistem Sederhana

Menanam tanaman atau kegiatan bercocok tanam adalah usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu. Media tanam yang wajar digunakan dalam bercocok tanam  adalah tanah dan campuran pupuk kompos, tanah sendiri untuk media bertumbuhnya akar sedangkan pupuk kompos sebagai nutrisi atau suplemen makanan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh berkembang.

Selain tanah dan suplemen makanan yang dibutuhkan oleh tanaman, tanaman juga membutuhkan air, seperti halnya manusia yang juga membutuhkan air. Air berperan penting sebagai pelarut nutrisi untuk mempermudah penyerapannya oleh tanaman.

Air bukan hanya untuk melarutkan nutrisi pada tanaman, dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan juga sudah digunakan pada perang dunia ke II, air juga untuk media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar. Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik.

Asal mula kata hidroponik tersebut berasal dari kata hydro dan ponos (bahasa Yunani) yang memiliki arti hydro berarti air dan ponos berarti daya.

Seledri, siapa yang tak kenal tanaman satu ini, merupakan salah satu tanaman sayuran daun yang biasa digunakan untuk bahan tambahan masakan khususnya untuk soup ayam atau daging.

Seledri juga termasuk tanaman obat lho teman, seledri memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Akar serta daunnya mengandung beberapa kandungan penting seperti asparagin asam amino, tirosin, karoten, asam nikotinat, zat mikro, minyak astiri, seledri juga kaya akan vitamin B atau tiamin, ribloflavin, vitamin K, vitamin E, provitamin A serta asam askrobat, kolin, protein.

Bila ingin membudidayakan tanaman seledri, tanaman ini dapat diperbanyak secara generatif maupun vegetatif, perbanyakan secara generatif yaitu perbanyakan dengan menyemai biji, sedangkan perbanyakan vegetatif yaitu perbanyakan tanaman seledri dengan menanam anakan dari seledri induk. Biasanya orang yang ingin menanamnya, memilih menanam seledri dengan bibit anakan sebab dapat lebih cepat panen dan tidak harus menyemai.

Baca Juga artikel ini : cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon

Bila memperbanyak tanaman seledri secara generatif, membutuhkan sedikit kesabaran karena harus menunggu waktu yang agak lama, karena harus disemai terlebih dahulu dan bibit baru dapat ditanam pada usia 5 – 6 minggu. Namun bila ingin menanam seledri hidroponik dengan jumlah yang agak banyak, pilihan terbaik adalah menggunakan bibit  dari  biji ( generatif ). Benih seledri dapat diperoleh dengan jumlah banyak di toko online atau toko perlengkapan hidroponik.

BERIKUT LANGKAH-LANGKAH MENANAM SELEDRI HIDROPONIK DARI SEMAI BENIH

Penyemaian benih seledri (untuk yang memilih memperbanyak seledri dari biji)

Alat dan Bahan

  • Pot atau wadah untuk menyemai
  • Arang sekam dan cocopeat (serbuk sabut kelapa)
  • Benih seledri
  • Plastik hitam
  • Nutrisi hidroponik
  • air secukupnya

Cara Menyemai Seledri Hidroponik

  • Campurkan terlebih dahulu media semainya yaitu, arang sekam dan cocopeat dengan perbandingan 1 : 1.
  • Siapkan pot/wadah lalu lubangi bagian bawahnya.
  • Masukkan media semai tadi kedalam pot atau wadah yang sudah disiapkan
  • Taburkan benih seledri pada media semai
  • Semprot benih dengan air biasa menggunakan sprayer
  • Kemudian tutup rapat menggunakan plastik hitam agar benih seledri cepat tumbuh
  • Cek setiap 2 hari sekali, jika media semai kering siram dengan air biasa lagi menggunakan sprayer.
  • Biasanya benih akan tumbuh pada hari 7 – 10.
  • Bila benih sudah terlihat tumbuh kira-kira 70%, buka penutup plastik hitam.
  • Lalu letakkan semaian ditempat yang teduh terlindung dari hujan dan juga terhindar dari sinar matahari langsung.
  • Supaya bibit seledri tumbuh subur dan maksimal, tambahkan nutrisi hidroponik ab mix. Caranya dengan mencelupkan pot/wadah semaian benih seledri ke larutan nutrisi sampai media semai basah, setelah itu angkat dan tiriskan.
  • Secara bertahap perkenalkan sedikit demi sedikit bibit seledri dengan sinar matahari secara langsung.

 

Penanaman bibit seledri hidroponik sistem wick

Bibit seledri hidroponik sudah siap dipindah tanam pada usia 5 – 6 minggu pasca semai. Memindah seledri caranya dengan mengambil bibit satu persatu bersamaan dengan media semainya.

Hal ini dilakukan ada maksudnya yaitu agar akar tidak rusak dan meninimalisir kerusakan  pada akar. Kemudian bersihkan media semai yang menempel pada akar bibit seledri dengan air biasa, lakukan dengan hati-hati supaya akar seledri tidak rusak. Bila akar sudah bersih, bibit sudah siap dipindah tanam ke netpot. Kemudian kita lanjut ke proses penanaman,

  • Pertama kita siapkan alat dan bahan, antara lain :
    • Netpot/Cup bekas air minum gelasan
    • Media tanam, dapat menggunakan rock woll atau campuran arang sekam dengan cocopeat (tergantung selera anda)
    • Kain flanel untuk sumbu
    • Kali ini yang kita pakai pipa paralon sebagai tandon nutrisi, kalau ingin mengganti dengan toples, botol bekas atau ember tidak mengapa.
    • Nutrisi ab mix daun

Cara Menanam

  • Lubangi pipa paralon dengan diameter disesuaikan dengan netpot/cup yang dipakai.
  • Dilain tempat buatlah rak untuk meletakkan pipa paralon.
  • Tutup lubang ujung pipa paralon dengan penutup agar nutrisi tidak tumpah. Dapat menggunakan styrofoam untuk penutupnya.
  • Lalu isikan pipa paralon dengan larutan nutrisi.
  • Lain tempat lubangi bawah netpot/cup, kemudian pasang sumbu pada bagian bawah netpot/cup.
  • Isi netpot/cup dengan media tanam
  • Buat sedikit lubang di tengah lalu tanam bibit seledri dengan hati-hati
  • Letakkan netpot/cup yang berisi bibit pada lubang-lubang pipa paral
  • Beri naungan paranet agar tanaman tidak terpapar sinar matahari langsung dan supaya tanaman dapat beradaptasi pada lingkungan yang baru.
  • Perkenalkan tanaman seledri dengan sinar matahari secara bertahap sampai akhirnya terpapar sinar matahari secara langsung pada saat seledri berumur kurang lebih 5 – 7 hari pasca tanam.
  • Perawatan dan Pemeliharaan Seledri Hidroponik sistem wick
    • Penambahan larutan nutrisi selalu dicek, semakin bertambah umur seledri semakin banyak nutrisi yang diperlukan.
    • Pastikan larutan nutrisi tidak sampai menyentuh netpot/cup kurang lebih 1 cm berada dibawah netppot/cup.
  • Mengendalikan Hama dan Penyakit Seledri Hidroponik
    • Tanaman seledri hidroponik juga sama hal nya tanaman lain yang sering dihinggapi hama dan penyakit, biasanya hama dan penyakit yang sering menghinggapi tanaman hidroponik yaitu trips, tungau, apids/ kutu daun yang dapat menyebabkan daun tanaman seledri keriting. Cara menggilangkannya dengan cara menyemprotkan larutan campuran air tembakau, bawang putih, akarisida berbahan aktif profenofos dan piridaben atau abamectin.
    • Bila terjadi bercak daun, busuk batang, busuk akar, busuk kuncup, lakukan pemotongan pada bagian yang diserang hama penyakit, dan lakukan penyemprotan cairan fungisida atau bakterisida dengan kadar yang sesuai atau bisa menggunakan pestisida nabati.

Panen Seledri Hidroponik

Seledri hidroponik  sudah dapat dipanen setelah 1-1,5 bulan pasca tanam. Cabut tanaman seledri dari netpot. Setelah panen, pipa paralon dan netpot dicuci sampai bersih untuk kemudian anda gunakan lagi untuk menanam. Bila ada anakan seledri dapat ditanam kembali dengan cara yang sama.

Yang ingin beli tanaman seperti bibit pohon dan buah kami rekomendasikan ke sini Agro Sejahtera Jual Bibit Tanaman

Demikian cara penanaman seledri hidroponik sistem wick, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan inspirasi teman..terima kasih..

Penyemaian Benih Seledri Hidroponik

Penyemaian Benih Seledri Hidroponik

Penyemaian Benih Seledri Hidroponik

Menanam tanaman atau kegiatan bercocok tanam adalah usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu. Media tanam yang wajar digunakan dalam bercocok tanam  adalah tanah dan campuran pupuk kompos, tanah sendiri untuk media bertumbuhnya akar sedangkan pupuk kompos sebagai nutrisi atau suplemen makanan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh berkembang..

Selain tanah dan suplemen makanan yang dibutuhkan oleh tanaman, tanaman juga membutuhkan air, seperti halnya manusia yang juga membutuhkan air. Air berperan penting sebagai pelarut nutrisi untuk mempermudah penyerapannya oleh tanaman. Air bukan hanya untuk melarutkan nutrisi pada tanaman, dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan juga sudah digunakan pada perang dunia ke II, air juga untuk media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar.

Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik. Asal mula kata hidroponik tersebut berasal dari kata hydro dan ponos (bahasa Yunani) yang memiliki arti hydro berarti air dan ponos berarti daya.  Ada banyak tanaman yang sering kita jumpai pada sistem hidroponik ini seperti terong, cabai, strawberry, sawi, kangkung, selada, seledri dan masih banyak lagi, kali ini kita akan membahas tentang seledri hidroponik.

Baca Juga : Penanaman Seledri Hidroponik Sistem Sederhana

Seledri, siapa yang tak kenal tanaman satu ini, merupakan salah satu tanaman sayuran daun yang biasa digunakan untuk bahan tambahan masakan khususnya untuk soup ayam atau daging. Seledri juga termasuk tanaman obat lho teman, seledri memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Akar serta daunnya mengandung beberapa kandungan penting seperti asparagin asam amino, tirosin, karoten, asam nikotinat, zat mikro, minyak astiri, seledri juga kaya akan vitamin B atau tiamin, ribloflavin, vitamin K, vitamin E, provitamin A serta asam askrobat, kolin, protein. Untuk itu banyak orang yang membudidayakan seledri apalagi seledri hidroponik karena khasiatnya, berikut manfaat seledri bagi kesehatan:

  1. Menurunkan tekanan darah tinggi

Dengan memakan seledri mentah, dapat mengurangi penderita tekaran darah tinggi dan juga seledri sebagai obat untuk hati.

  1. Meredakan reumatik, asam urat dan nyeri persendian

Anjuran untuk meredakan reumatik, asam urat dan nyeri persendian dapat mengolahnya terlebih dahulu dengan cara, ambil satu sendok makan akar seledri yang masih segar, lalu tuangkan 2 gelas air panas, seduh selama kurang lebih 4 jam dan dalam keadaan wadah yang tertutup. Lalu campurkan 2 sendok makan jahe. Minum ramuan ini 2-4 kali sehari dan minum 30 menit setelah makan.

  1. Menghilangkan insomnia

Cara meramunya dengan mengambil 1/8 cangkir akar seledri lalu tuangkan ke dalam 4 cangkir air dingin kemudian rebus selama 8 jam setelah itu tiriskan. Anjuran minum 3 kali sehari dengan 1 sendok teh obat ini.

  1. Menyembuhkan alergi

Perasan akar seledri dapat menyembuhkan alergi dengan cara mengambil perasan akar seledri 1-2 sendok teh anjuran minum 3 kali sehari, minum 30 menit sebelum makan.

Bila ingin membudidayakan tanaman seledri, tanaman ini dapat diperbanyak secara generatif maupun vegetatif, perbanyakan secara generatif yaitu perbanyakan dengan menyemai biji, sedangkan perbanyakan vegetatif yaitu perbanyakan tanaman seledri dengan menanam anakan dari seledri induk. Biasanya orang yang ingin menanamnya, memilih menanam seledri dengan bibit anakan sebab dapat lebih cepat panen dan tidak harus menyemai. Bila memperbanyak tanaman seledri secara generatif, membutuhkan sedikit kesabaran karena harus menunggu waktu yang agak lama, karena harus disemai terlebih dahulu dan bibit baru dapat ditanam pada usia 5 – 6 minggu. Namun bila ingin menanam seledri hidroponik dengan jumlah yang agak banyak, pilihan terbaik adalah menggunakan bibit  dari  biji ( generatif ). Benih seledri dapat diperoleh dengan jumlah banyak di toko online atau toko perlengkapan hidroponik.

Berikut langkah-langkah menyemai seledri hidroponik

Alat dan Bahan

  • Pot atau wadah untuk menyemai
  • Arang sekam dan cocopeat (serbuk sabut kelapa)
  • Benih seledri
  • Plastik hitam
  • Nutrisi hidroponik
  • air secukupnya

Cara Menyemai Seledri Hidroponik

  • Campurkan terlebih dahulu media semainya yaitu, arang sekam dan cocopeat dengan perbandingan 1 : 1.
  • Siapkan pot/wadah lalu lubangi bagian bawahnya.
  • Masukkan media semai tadi kedalam pot atau wadah yang sudah disiapkan
  • Taburkan benih seledri pada media semai
  • Semprot benih dengan air biasa menggunakan sprayer
  • Kemudian tutup rapat menggunakan plastik hitam agar benih seledri cepat tumbuh
  • Cek setiap 2 hari sekali, jika media semai kering siram dengan air biasa lagi menggunakan sprayer.
  • Biasanya benih akan tumbuh pada hari 7 – 10.
  • Bila benih sudah terlihat tumbuh kira-kira 70%, buka penutup plastik hitam.
  • Lalu letakkan semaian ditempat yang teduh terlindung dari hujan dan juga terhindar dari sinar matahari langsung.
  • Supaya bibit seledri tumbuh subur dan maksimal, tambahkan nutrisi hidroponik ab mix. Caranya dengan mencelupkan pot/wadah semaian benih seledri ke larutan nutrisi sampai media semai basah, setelah itu angkat dan tiriskan.
  • Secara bertahap perkenalkan sedikit demi sedikit bibit seledri dengan sinar matahari secara langsung.

Pindah Tanam

Bibit seledri hidroponik sudah siap dipindah tanam pada usia 5 – 6 minggu pasca semai. Memindah seledri caranya dengan mengambil bibit satu persatu bersamaan dengan media semainya. Hal tersebut dilakukan supaya akar tidak rusak dan meninimalisir kerusakan  pada akar. Kemudian bersihkan media semai yang menempel pada akar bibit seledri dengan air biasa, lakukan dengan hati-hati supaya akar seledri tidak rusak. Bila akar sudah bersih, bibit sudah siap dipindah tanam ke netpot.

Setiap hidroponikers tentu menginginkan agar tanaman hidroponiknya tumbuh subur dan tumbuh dengan maksimal termasuk tanaman seledri. Kali ini ada sedikit tips agar tanaman hidroponik dapat tumbuh subur walaupun di artikel penyemaian benih seledri, namun tak apalah, yuk kita bahas,

  • Cara pertama untuk membuat tanaman tumbuh subur dengan melakukan pemilihan tempat yang cocok dan sesuai kebutuhan tanaman hidroponik yang ditanam. Misalnya, pilihlah tempat yang terdapat cahaya matahari dengan mudah karena tanaman membutuhkan cahaya matahari minimal 5 jam per harinya.
  • Cara kedua yang dapat dilakukan ialah mengontrol rutin larutan nutrisi pada tandon, karena larutan nutrisi merupakan satu-satunya unsur hara yang dibutuhkan tanaman hidroponik agar dapat tumbuh dengan baik. Apabila didalam tandon nutrisi larutan nutrisinya berkurang atau menipis maka penambahan sangat diperlukan dengan cepat agar tanaman tidak mengalami kekurangan nutrisi. Oh iya teman, untuk meningkatkan nutrisi hidroponik sesuaikan umur tanamannya.

Demikian sekilas cara penyemaian tanaman seledri, setelah proses penyemaian selesai, langkah selanjutnya adalah langkah-langkah pindah tanam seledri hidroponik, lalu perawatannya dan pemanenannya. Ada beberapa cara untuk menanam tanaman seledri hidroponik terdapat banyak pilihannya yaitu, sengan sistem wick, sistem NFT, sistem pot self.

Dengan adanya banyak pilihan sistem penanaman hidroponik, hal ini dapat diharapkan dbisa memudahkan para hidroponikers dalam menanam semaian seledri yang sudah berhasil pecah benih atau semai dengan biji (generatif) mungkin seperti halnya penulis lain, saya masih belajar menulis artikel tentang tanaman ini dan juga mungkin saya tidak bisa spesifik menjelaskan cara penanamannya. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi ya sobat, terima kasih.

 

 

 

Tabel Ppm Dan Ph Pada Tanaman Sayuran Buah, Tanaman Buah Dan Tanaman Buah

Tabel Ppm Dan Ph Pada Tanaman Sayuran Buah, Tanaman Buah Dan Tanaman Buah

Tabel Ppm Dan Ph Pada Tanaman Sayuran Buah, Tanaman Buah Dan Tanaman Buah. Mengenai hidroponik, larutan nutrisinya tidak jauh dengan istilah PPM, sementara apa yang dimaksud dengan PPM itu sendiri?

PPM adalah singkatan dari “Part Per Million” atau “Sepersejuta Bagian” yang mempunyai arti satuan untuk mengukur kepekatan suatu larutan berbentuk cair yang umumnya pada larutan nutrisi hidroponik.

Pengukuran kepekatan larutan nutrisi pada sistem  hidroponik diperlukan untuk menyesuaikan kebutuhan nutrisi dengan fase pertumbuhan tanaman. Penambahan PPM nutrisi disesuaikan dengan usia tanaman, semakin tanaman berumur tua maka semakin tinggi pula dosis PPM yang dibutuhkan.

Tabel Ppm Dan Ph Pada Tanaman Sayuran Buah, Tanaman Buah Dan Tanaman Buah

Setiap tanaman memiliki tingkat kepekatan nutrisi yang dibutuhkan berbeda-beda. Misalnya saja tanaman sayuran buah dan buah musiman pada umumnya membutuhkan ppm yang lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran daun.

Akan tetapi hal tersebut tidak selalu berlaku dan menjadi pathokan, sebab ada juga sayuran daun yang menyerap lebih nutrisi dan membutuhkan ppm tinggi. Kepekatan nutrisi hidroponik diukur dengan sebuah alat pengukur yang disebut TDS meter yang memiliki satuan ppm.

Baca Juga artikel ini : cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon

TDS meter merupakan singkatan dari Total Disolved Solids atau yang berarti jumlah padatan terlarut. Jadi kita dapat menarik kesimpulan bahwa TDS meter adalah alat pengukur jumlah padatan atau partikel yang terlarut dalam air.

Bukan hanya untuk mengukur kepekatan larutan nutrisi hidroponik/konsentrasi larutan nutrisi saja, alat ini juga dapat mengukur jumlah partikel yang terlarut dalam air minum kita.

Pengukuran  suatu larutan nutrisi hidroponik itu hal yang sangat penting karena bila larutan nutrisi suatu tanaman hidroponik tidak diukur dan dicek kemungkinan besar tanaman akan kekurangan nutrisi pertumbuhannya atau bisa jadi racun untuk tanaman itu sendiri akibat dari kelebihan suatu nutrisi.

Selain ppm, tingkat keasaman air atau pH juga harus diperhatikan dalam berhidroponik. Sudah banyak yang tahu alat ini, alat yang digunakan untuk mengukur derajat keasaman atau kebasaan pada suatu benda baik padat maupun cair.

PH meter bukan hanya berfungsi untuk mengukur pH pada media tanam konvensional (tanah) saja, pH meter dapat juga digunakan pada media air (hidroponik), dalam media hidroponik, pengukuran pH pada air dilakukan sebelum dan sesudah penambahan nutrisi hidroponik.

Rentang  angka yang ada pada pH meter yaitu angka 1 hingga 14, pada saat pengukuran bila angka menunjukkan angka dibawah angka 7 maka pH tersebut bersifat  asam, dan bila angka menunjukkan angka diatas angka 7 maka pH tersebut bersifat basa, serta bila pengukuran menunjukkan angka 7 maka pH tersebut netral.

Tidak lain tidak bukan bahwa pengukuran suatu pH dalam media tanam maupun larutan nutrisinya adalah hal yang harus wal wajib dilakukan. Sebab unsur-unsur mineral didalam air pada media hidroponik harus pada pH dengan rentang angka 5.5-7.0 atau dengan Ph netral. Pengukuran pH pada larutan nutrisi hidroponik sangatlah penting, karena larut tidaknya unsur mineral, menyerap tidaknya pada akar tanaman tergantung nilai pH  pada larutan nutrisinya dan hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman hidroponik.

Pada saat larutan nutrisi memiliki pH terlalu asam ataupun sebaliknya larutan nutrisi dalam keadaan basa maka hasilnya tanaman akan tumbuh kerdil atau tidak normal. Dan sekali lagi bahwa tanaman akan toleran terhadap larutan nutrisi ber-pH normal (5.5-7.0) yang akan membuat unsur mineral dalam media air dapat terlarut dan dapat diserap oleh akar pada tanaman.

PH meter sebelum dipakai harus dikalibrasi terlebih dahulu, dan kalibrasi itu sendiri mempunyai arti adalah suatu alat ukur yang pada setiap pengukurannya terbukti akurat. Dan menurut ISO/IEC guide 17025:2005 serta Vocabulary of International Metrologi atau yang dikenal dengan singkatan VIM manyatakan bahwa kalibrasi adalah suatu rangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh instrumen ukur, atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur dengan nilai-nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dari besarn yang diukur dalam kondisi tertentu.

Dan kita bisa menarik kesimpulan bahwa kalibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional pada nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dan mengecek mampu atau tidaknya telusur ke standar nasional maupun internasional.

Di beberapa negara khususnya Indonesia juga memiliki lembaga metrologi nasional, kemudia pusat kalibrasi instrumentasi dan metrologi atau biasa disebut dengan PUSLIT KIM LIPI yang demikian memiliki standar pengukuran sangat tinggi dalam SI dan juga satuan-satuan turunannya sebagai acuan untuk perangkat yang di kalibrasi.

Tujuan dan manfaat kalibrasi untuk larutan nutrisi pada tanaman hidroponik :

  • Memastikan keakuratan sebuah nilai PH meter sesuai dengan spesifikasinya
  • Mencapai pengukuran nilai PH yag ideal untuk tanaman hidroponik
  • Menghindari penyimpangan dalam pengukuran nilai PH pada tanaman
  • Untuk menjamin suatu hasil pengukuran nilai PH pada tanaman dengan standar yang ditentukan.
  • Untuk mendukung sistem mutu yang diterapkan pada laboratorium yang dimiliki.
  • Memastikan pengukuran PH larutan nutrisi sesuai dengan kadar yang dibutuhkan untuk tanaman karena bila tidak sesuai kadarnya tanaman akan mengalami pertumbuhan yang buruk.
  • Sebagai langkah untuk menjaga sebuah PH meter pada tanaman agar tetap baik dan hasil yang akurat.

Berikut ini tabel ppm dan pH larutan nutrisi pada beberapa tanaman sayuran buah, tanaman umbi dan tanaman buah :

  • PPM dan pH Tanaman Sayuran buah, Tanaman Buah dan Tanaman Buah
  • Tabel PPM dan pH Tanaman Sayuran Buah
No. Nama Sayuran Buah pH PPM
1. Cabai 6.0-6.5 1260-1540
2. Kacang Polong 6.0-7.0 980-1260
3. Okra 6.5 1400-1680
4. Bawang merah 6.0-6.5 1400-3500
5. Terong 6.0 1750-2450
6. Timun 5.5 1190-1750
7. Timun Jepang 6.0 1260-1680

 

  • Tabel PPM dan pH Tanaman Umbi
No. Nama Tanaman Ubi pH PPM
1. Bawang Merah 6.0-6.7 980-1260
2. Bawang Putih 6.0 980-1260
3. Kentang 5.0-6.0 1400-1750
4. Lobak 6.0-6.5 1260-1680
5. Talas 5.0-5.5 1750-2100
6. Ubi 6.0 980-1260
7. Ubi Jalar 5.5-6.0 1400-1750
8. Wortel 6.3 1120-1400

 

  • Tabel PPM dan pH Tanaman Buah
No. Nama Tanaman Buah pH PPM
1. Blueberry 4.0-5.0 1260-1400
2. Kismis Hitam 6.0 980-1260
3. Kismis Merah 6.0 1400-1680
4. Melon 5.5-6.0 1400-1750
5. Markisa 6.5 840-1680
6. Nanas 5.5-6.0 1400-1680
7. Pisang 5.5-6.5 1260-1540
8. Pepaya 6.5 840-1680
9. Strawberry 6.0 1260-1540
10. Semangka 5.8 1260-1680

Tingkat kepekatan suatu larutan nutrisi (ppm) pada beberapa tabel diatas bukan merupakan aturan baku, kita dapat memodifikasi dan bereksperimen sendiri. Angka ppm pada tabel tersebut merupakan angka perkiraan, kepekatan nutrisi tanaman anda tidak harus sama persis dan terpaku dengan angka ppm pada tabel diatas.

Anda dapat sedikit menambah atau mengurangi angka ppm tersebut, akan tetapi tetap memperhatikan kesesuaian dengan kondisi dan kebutuhan tanaman anda. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi bagi anda. Terima kasih.

Tabel Ppm Dan Ph Pada Tanaman Bunga Dan Tanaman Herbal

Tabel Ppm Dan Ph Pada Tanaman Bunga Dan Tanaman Herbal

Tabel Ppm Dan Ph Pada Tanaman Bunga Dan Tanaman Herbal

 

Mengenai hidroponik, larutan nutrisinya tidak jauh dengan istilah PPM, sementara apa yang dimaksud dengan PPM itu sendiri? PPM adalah singkatan dari “Part Per Million” atau “Sepersejuta Bagian” yang mempunyai arti satuan untuk mengukur kepekatan suatu larutan berbentuk cair yang umumnya pada larutan nutrisi hidroponik. Pengukuran kepekatan larutan nutrisi pada sistem  hidroponik diperlukan untuk menyesuaikan kebutuhan nutrisi dengan fase pertumbuhan tanaman. Penambahan PPM nutrisi disesuaikan dengan usia tanaman, semakin tanaman berumur tua maka semakin tinggi pula dosis PPM yang dibutuhkan.

Tabel Ppm Dan Ph Pada Tanaman Bunga Dan Tanaman Herbal

Setiap tanaman memiliki tingkat kepekatan nutrisi yang dibutuhkan berbeda-beda. Misalnya saja tanaman sayuran buah dan buah musiman pada umumnya membutuhkan ppm yang lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran daun. Akan tetapi hal tersebut tidak selalu berlaku dan menjadi pathokan, sebab ada juga sayuran daun yang menyerap lebih nutrisi dan membutuhkan ppm tinggi. Kepekatan nutrisi hidroponik diukur dengan sebuah alat pengukur yang disebut TDS meter yang memiliki satuan ppm. TDS meter merupakan singkatan dari Total Disolved Solids atau yang berarti jumlah padatan terlarut. Jadi kita dapat menarik kesimpulan bahwa TDS meter adalah alat pengukur jumlah padatan atau partikel yang terlarut dalam air. Bukan hanya untuk mengukur kepekatan larutan nutrisi hidroponik/konsentrasi larutan nutrisi saja, alat ini juga dapat mengukur jumlah partikel yang terlarut dalam air minum kita. Pengukuran  suatu larutan nutrisi hidroponik itu hal yang sangat penting karena bila larutan nutrisi suatu tanaman hidroponik tidak diukur dan dicek kemungkinan besar tanaman akan kekurangan nutrisi pertumbuhannya atau bisa jadi racun untuk tanaman itu sendiri akibat dari kelebihan suatu nutrisi.

Selain ppm, tingkat keasaman air atau pH juga harus diperhatikan dalam berhidroponik. Sudah banyak yang tahu alat ini, alat yang digunakan untuk mengukur derajat keasaman atau kebasaan pada suatu benda baik padat maupun cair. PH meter bukan hanya berfungsi untuk mengukur pH pada media tanam konvensional (tanah) saja, pH meter dapat juga digunakan pada media air (hidroponik), dalam media hidroponik, pengukuran pH pada air dilakukan sebelum dan sesudah penambahan nutrisi hidroponik. Rentang  angka yang ada pada pH meter yaitu angka 1 hingga 14, pada saat pengukuran bila angka menunjukkan angka dibawah angka 7 maka pH tersebut bersifat  asam, dan bila angka menunjukkan angka diatas angka 7 maka pH tersebut bersifat basa, serta bila pengukuran menunjukkan angka 7 maka pH tersebut netral.

Tidak lain tidak bukan bahwa pengukuran suatu pH dalam media tanam maupun larutan nutrisinya adalah hal yang harus wal wajib dilakukan. Sebab unsur-unsur mineral didalam air pada media hidroponik harus pada pH dengan rentang angka 5.5-7.0 atau dengan Ph netral. Pengukuran pH pada larutan nutrisi hidroponik sangatlah penting, karena larut tidaknya unsur mineral, menyerap tidaknya pada akar tanaman tergantung nilai pH  pada larutan nutrisinya dan hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman hidroponik. Pada saat larutan nutrisi memiliki pH terlalu asam ataupun sebaliknya larutan nutrisi dalam keadaan basa maka hasilnya tanaman akan tumbuh kerdil atau tidak normal. Dan sekali lagi bahwa tanaman akan toleran terhadap larutan nutrisi ber-pH normal (5.5-7.0) yang akan membuat unsur mineral dalam media air dapat terlarut dan dapat diserap oleh akar pada tanaman.

PH meter sebelum dipakai harus dikalibrasi terlebih dahulu, dan kalibrasi itu sendiri mempunyai arti adalah suatu alat ukur yang pada setiap pengukurannya terbukti akurat. Dan menurut ISO/IEC guide 17025:2005 serta Vocabulary of International Metrologi atau yang dikenal dengan singkatan VIM manyatakan bahwa kalibrasi adalah suatu rangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh instrumen ukur, atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur dengan nilai-nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dari besarn yang diukur dalam kondisi tertentu. Dan kita bisa menarik kesimpulan bahwa kalibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional pada nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dan mengecek mampu atau tidaknya telusur ke standar nasional maupun internasional. Di beberapa negara khususnya Indonesia juga memiliki lembaga metrologi nasional, kemudia pusat kalibrasi instrumentasi dan metrologi atau biasa disebut dengan PUSLIT KIM LIPI yang demikian memiliki standar pengukuran sangat tinggi dalam SI dan juga satuan-satuan turunannya sebagai acuan untuk perangkat yang di kalibrasi.

Tujuan dan manfaat kalibrasi untuk larutan nutrisi pada tanaman hidroponik :

  • Memastikan keakuratan sebuah nilai PH meter sesuai dengan spesifikasinya
  • Mencapai pengukuran nilai PH yag ideal untuk tanaman hidroponik
  • Menghindari penyimpangan dalam pengukuran nilai PH pada tanaman
  • Untuk menjamin suatu hasil pengukuran nilai PH pada tanaman dengan standar yang ditentukan.
  • Untuk mendukung sistem mutu yang diterapkan pada laboratorium yang dimiliki.
  • Memastikan pengukuran PH larutan nutrisi sesuai dengan kadar yang dibutuhkan untuk tanaman karena bila tidak sesuai kadarnya tanaman akan mengalami pertumbuhan yang buruk.
  • Sebagai langkah untuk menjaga sebuah PH meter pada tanaman agar tetap baik dan hasil yang akurat.

Berikut ini tabel ppm dan pH untuk jeni-jenis tanaman bunga seperti gladiol, dahlia, anthurium dan lain sebagainya. Kepekatan nutrisi untuk tanaman bunga berbeda-beda tergantung jenisnya. Dibawah ini juga dilengkapi tabel ppm berbagai jenis tanaman herbal seperti lavender, mint, basil, rosemary dan lain sebagainya.

  • PPM dan pH Tanaman Bunga dan Tanaman Herbal
  • PPM dan pH Tanaman Bunga
No. Nama Tanaman Bunga pH PPM
1. African Violet 6.0-7.0 840-150
2. Anthurium 5.0-6.0 1120-1400
3. Antirrhinim 6.5 1120-1400
4. Aphelandra 5.0-6.0 1260-1680
5. Aster 6.0-6.5 1260-1680
6. Begonia 6.5 980-1260
7. Bromeliads 5.0-7.5 560-840
8. Caladium 6.0-7.5 1120-1400
9. Canna 6.0 1260-1680
10. Carnation 6.0 1260-2450
11. Chrysanthemu 6.0-6.2 1400-1750
12. Cymbidiums 5.5 420-560
13. Dahlia 6.0-7.0 1050-1400
14. Dieffenbachia 5.0 1400-1680
15. Dracaena 5.0-6..0 14.00-1680
16. Ferns 6.0 1120-1400
17. Ficus 5.5-6.0 1120-1680
18. Freesia 6.5 700-1400
19. Impatiens 5.5-6.5 1260-1400
20. Gerbera 5.0-6.5 1400-1750
21. Gladiolus 5.5-6.5 1400-1680
22. Monstera 5.0-6.0 1400-1680
23. Palms 6.0-7.5 1120-1400
24. Roses 5.5-6.0 1050-1750
25. Stock 6.0-7.0 1120-1400

 

  • Tabel PPM dan pH Tanaman Herbal
No. Nama Tanaman Herbal pH PPM
1. Basil 5.5-6.5 700-1120
2. Chicory 5.5-6.0 14.00-1600
3. Chives 6.0-6.5 1260-1540
4. Fennel 6.4-6.8 700-980
5. Lavender 6.4-6.8 700-980
6. Lemon Balm 5.5-6.5 700-1120
7. Marjoram 6.0 1120-1400
8. Mint 5.5-6.0 1400-1680
9. Mustard Cress 6.0-6.5 840-1680
10. Parsley 5.5-6.0 560-1260
11. Rosemary 5.5-6.0 700-1120
12. Sage 5.5-6.5 700-1120
13. Thyme 5.5-70 560-1120
14. Watercress 6.5-6.8 280-1260

 

Tingkat kepekatan suatu larutan nutrisi (ppm) pada beberapa tabel diatas bukan merupakan aturan baku, kita dapat memodifikasi dan bereksperimen sendiri. Angka ppm pada tabel tersebut merupakan angka perkiraan, kepekatan nutrisi tanaman anda tidak harus sama persis dan terpaku dengan angka ppm pada tabel diatas. Anda dapat sedikit menambah atau mengurangi angka ppm tersebut, akan tetapi tetap memperhatikan kesesuaian dengan kondisi dan kebutuhan tanaman anda. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi bagi anda. Terima kasih.

Tabel Ppm Dan Ph Nutrisi Suatu Tanaman

Tabel Ppm Dan Ph Nutrisi Suatu Tanaman

Tabel Ppm Dan Ph Nutrisi Suatu Tanaman

Mengenai hidroponik, larutan nutrisinya tidak jauh dengan istilah PPM, sementara apa yang dimaksud dengan PPM itu sendiri? PPM adalah singkatan dari “Part Per Million” atau “Sepersejuta Bagian” yang mempunyai arti satuan untuk mengukur kepekatan suatu larutan berbentuk cair yang umumnya pada larutan nutrisi hidroponik.

Pengukuran kepekatan larutan nutrisi pada sistem  hidroponik diperlukan untuk menyesuaikan kebutuhan nutrisi dengan fase pertumbuhan tanaman. Penambahan PPM nutrisi disesuaikan dengan usia tanaman, semakin tanaman berumur tua maka semakin tinggi pula dosis PPM yang dibutuhkan.

Tabel Ppm Dan Ph Nutrisi Suatu Tanaman

Setiap tanaman memiliki tingkat kepekatan nutrisi yang dibutuhkan berbeda-beda. Misalnya saja tanaman sayuran buah dan buah musiman pada umumnya membutuhkan ppm yang lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran daun. Akan tetapi hal tersebut tidak selalu berlaku dan menjadi pathokan, sebab ada juga sayuran daun yang menyerap lebih nutrisi dan membutuhkan ppm tinggi. Kepekatan nutrisi hidroponik diukur dengan sebuah alat pengukur yang disebut TDS meter yang memiliki satuan ppm.

TDS meter merupakan singkatan dari Total Disolved Solids atau yang berarti jumlah padatan terlarut. Jadi kita dapat menarik kesimpulan bahwa TDS meter adalah alat pengukur jumlah padatan atau partikel yang terlarut dalam air.

Bukan hanya untuk mengukur kepekatan larutan nutrisi hidroponik/konsentrasi larutan nutrisi saja, alat ini juga dapat mengukur jumlah partikel yang terlarut dalam air minum kita. Pengukuran  suatu larutan nutrisi hidroponik itu hal yang sangat penting karena bila larutan nutrisi suatu tanaman hidroponik tidak diukur dan dicek kemungkinan besar tanaman akan kekurangan nutrisi pertumbuhannya atau bisa jadi racun untuk tanaman itu sendiri akibat dari kelebihan suatu nutrisi.

Selain ppm, tingkat keasaman air atau pH juga harus diperhatikan dalam berhidroponik. Alat untuk mengukur pH larutan disebut pH meter. PH meter sebelum dipakai harus dikalibrasi terlebih dahulu, dan kalibrasi itu sendiri mempunyai arti adalah suatu alat ukur yang pada setiap pengukurannya terbukti akurat.

Dan menurut ISO/IEC guide 17025:2005 serta Vocabulary of International Metrologi atau yang dikenal dengan singkatan VIM manyatakan bahwa kalibrasi adalah suatu rangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh instrumen ukur, atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur dengan nilai-nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dari besarn yang diukur dalam kondisi tertentu.

Baca Juga : Penanaman Seledri Hidroponik Sistem Sederhana

Dan kita bisa menarik kesimpulan bahwa kalibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional pada nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dan mengecek mampu atau tidaknya telusur ke standar nasional maupun internasional.

Di beberapa negara khususnya Indonesia juga memiliki lembaga metrologi nasional, kemudia pusat kalibrasi instrumentasi dan metrologi atau biasa disebut dengan PUSLIT KIM LIPI yang demikian memiliki standar pengukuran sangat tinggi dalam SI dan juga satuan-satuan turunannya sebagai acuan untuk perangkat yang di kalibrasi.

Tujuan dan manfaat kalibrasi untuk larutan nutrisi pada tanaman hidroponik :

  • Memastikan keakuratan sebuah nilai PH meter sesuai dengan spesifikasinya
  • Mencapai pengukuran nilai PH yag ideal untuk tanaman hidroponik
  • Menghindari penyimpangan dalam pengukuran nilai PH pada tanaman
  • Untuk menjamin suatu hasil pengukuran nilai PH pada tanaman dengan standar yang ditentukan.
  • Untuk mendukung sistem mutu yang diterapkan pada laboratorium yang dimiliki.
  • Memastikan pengukuran PH larutan nutrisi sesuai dengan kadar yang dibutuhkan untuk tanaman karena bila tidak sesuai kadarnya tanaman akan mengalami pertumbuhan yang buruk.
  • Sebagai langkah untuk menjaga sebuah PH meter pada tanaman agar tetap baik dan hasil yang akurat.

Kita kembali pokok pembicaraan soal tabel PPM dan pH yang perlu diketahui. Berikut ini daftar ppm dan pH nutrisi untuk beberapa tanaman :

  • Tabel PPM dan pH Sayuran Daun
No. Nama Sayuran Daun PH PPM
1. Artichoke 6.5-7.5 560-1260
2. Asparagus 6.0-6.8 980-1200
3. Bawang Pre 6.5-7.0 980-1260
4. Bayam 6.0-7.0 1260-1610
5. Brokoli 6.0-6.8 1960-2450
6. Brussell Kecambah 6.5 1750-2100
7. Endive 5.5 1400-1680
8. Kailan 5.5-6.5 1050-1400
9. Kangkung 5.5-6.5 1050-1400
10. Kubis 6.5-7.0 1750-2100
11. Kubis Bunga 6.5-7.0 1750-2100
12. Pakcoy 7.0 1050-1400
13. Sawi Manis 5.5-6.5 1050-1400
14. Sawi Pahit 6.0-6.5 840-1680
15. Seledri 6.5 1260-1680
16. Selada 6.0-7.0 560-840
17. Silverbeet 6.0-7.0 1260-1610
  • Tabel PPM dan pH Tanaman Bunga
No. Nama Tanaman Bunga pH PPM
1. African Violet 6.0-7.0 840-150
2. Anthurium 5.0-6.0 1120-1400
3. Antirrhinim 6.5 1120-1400
4. Aphelandra 5.0-6.0 1260-1680
5. Aster 6.0-6.5 1260-1680
6. Begonia 6.5 980-1260
7. Bromeliads 5.0-7.5 560-840
8. Caladium 6.0-7.5 1120-1400
9. Canna 6.0 1260-1680
10. Carnation 6.0 1260-2450
11. Chrysanthemu 6.0-6.2 1400-1750
12. Cymbidiums 5.5 420-560
13. Dahlia 6.0-7.0 1050-1400
14. Dieffenbachia 5.0 1400-1680
15. Dracaena 5.0-6..0 14.00-1680
16. Ferns 6.0 1120-1400
17. Ficus 5.5-6.0 1120-1680
18. Freesia 6.5 700-1400
19. Impatiens 5.5-6.5 1260-1400
20. Gerbera 5.0-6.5 1400-1750
21. Gladiolus 5.5-6.5 1400-1680
22. Monstera 5.0-6.0 1400-1680
23. Palms 6.0-7.5 1120-1400
24. Roses 5.5-6.0 1050-1750
25. Stock 6.0-7.0 1120-1400

 

  • Tabel PPM dan pH Tanaman Herbal
No. Nama Tanaman Herbal pH PPM
1. Basil 5.5-6.5 700-1120
2. Chicory 5.5-6.0 14.00-1600
3. Chives 6.0-6.5 1260-1540
4. Fennel 6.4-6.8 700-980
5. Lavender 6.4-6.8 700-980
6. Lemon Balm 5.5-6.5 700-1120
7. Marjoram 6.0 1120-1400
8. Mint 5.5-6.0 1400-1680
9. Mustard Cress 6.0-6.5 840-1680
10. Parsley 5.5-6.0 560-1260
11. Rosemary 5.5-6.0 700-1120
12. Sage 5.5-6.5 700-1120
13. Thyme 5.5-70 560-1120
14. Watercress 6.5-6.8 280-1260

 

  • Tabel PPM dan pH Tanaman Sayuran Buah
No. Nama Sayuran Buah pH PPM
1. Cabai 6.0-6.5 1260-1540
2. Kacang Polong 6.0-7.0 980-1260
3. Okra 6.5 1400-1680
4. Bawang merah 6.0-6.5 1400-3500
5. Terong 6.0 1750-2450
6. Timun 5.5 1190-1750
7. Timun Jepang 6.0 1260-1680

 

  • Tabel PPM dan pH Tanaman Umbi
No. Nama Tanaman Ubi pH PPM
1. Bawang Merah 6.0-6.7 980-1260
2. Bawang Putih 6.0 980-1260
3. Kentang 5.0-6.0 1400-1750
4. Lobak 6.0-6.5 1260-1680
5. Talas 5.0-5.5 1750-2100
6. Ubi 6.0 980-1260
7. Ubi Jalar 5.5-6.0 1400-1750
8. Wortel 6.3 1120-1400

 

  • Tabel PPM dan pH Tanaman Buah
No. Nama Tanaman Buah pH PPM
1. Blueberry 4.0-5.0 1260-1400
2. Kismis Hitam 6.0 980-1260
3. Kismis Merah 6.0 1400-1680
4. Melon 5.5-6.0 1400-1750
5. Markisa 6.5 840-1680
6. Nanas 5.5-6.0 1400-1680
7. Pisang 5.5-6.5 1260-1540
8. Pepaya 6.5 840-1680
9. Strawberry 6.0 1260-1540
10. Semangka 5.8 1260-1680

 

Tingkat kepekatan suatu larutan nutrisi (ppm) pada beberapa tabel diatas bukan merupakan aturan baku, kita dapat memodifikasi dan bereksperimen sendiri.

Yang ingin beli tanaman seperti bibit pohon dan buah kami rekomendasikan ke sini Agro Sejahtera Jual Bibit Tanaman

Angka ppm pada tabel tersebut merupakan angka perkiraan, kepekatan nutrisi tanaman anda tidak harus sama persis dan terpaku dengan angka ppm pada tabel diatas. Anda dapat sedikit menambah atau mengurangi angka ppm tersebut, akan tetapi tetap memperhatikan kesesuaian dengan kondisi dan kebutuhan tanaman anda.

Inspirasi Berkebun Cabai

Inspirasi Berkebun Cabai

Inspirasi Berkebun Cabai Dan Sayuran Dengan Dua Teknik Yang Digabungkan Yaitu Teknik Hidroponik Dengan Teknik Vertikulture. Sejak beberapa tahun belakangan “berkebun” menjadi trend dalam mengisi waktu luang karena kesibukan bekerja. Terutama masyarakat yang tinggal diwilayah perkotaan dengan lahan yang terbatas dan pasokan air yang terbatas.

Bermacam-macam cara orang kota menyiasati agar lahan yang sempit dapat digunakan untuk sekedar menyalurkan hobinya atau menambah penghasilan dalam berkebun. Dari yang berkebun secara konvensional (tanah), hidroponik, aquaponik dan vertikultur.

Inspirasi Berkebun Cabai Dan Sayuran Dengan Dua Teknik Yang Digabungkan Yaitu Teknik Hidroponik Dengan Teknik Vertikulture.

Memang berkebun secara konvensional (media tanah) yang paling mudah dan tidak memerlukan teknik khusus adalah,akan tetapi berkebun konvensional dibutuhkan ketersediaan lahan dan tanah yang cukup, walaupun hal tersebut dilakukan dengan menggunakan pot atau polybag, tetap saja tidak cocok dengan masyarakat perkotaan denganlahan dan tanah yang terbatas.

Baca Juga : Penanaman Seledri Hidroponik Sistem Sederhana

Selain kurang cocok, berkebun konvensional kurang efektif dilakukan pada lahan yang sempit dan terbatas seperti diperkotaan. Berkebun konvensional juga banyak menyita waktu ditengah kesibukan kita, karena kita diharuskan melakukan perawatan yang rutin seperti menyiram, memupuk, menyiangi rumput dan apalagi saat diserang hama serta penyakit.

SOLUSI BERKEBUN DI LAHAN SEMPIT

Sebetulnya banyak cara untuk menyiasati keterbatasan media tanah serta lahan diperkotaan, misalnya dapat berkebun dengan menerapkan sistem vertikultur, hidroponik atau aquaponik. Apasih sistem vertikultur, hidroponik dan aquaponik? Kita bahas satu per satu,  Vertikultur adalah sistem berkebun yang cara menyusun atau meletakkan tanamannya secara vertikal.

Walaupun  teknik vertikultur pada umumnya menggunakan media konvensional (tanah), tetapi teknik ini efektif lho teman untuk memaksimalkan penggunaan lahan kita yang terbatas. Dengan menggunakan teknik ini kita bisa menanam berbagai jenis tanaman tanpa memerlukan lahan yang luas. Satu lagi sistem aquaponik adalah sistem gabungan antara sistem hidroponik dan aquakultur.

Dengan sistem aquaponik ini kita dapat memelihara ikan dan sekaligus berkebun, hasil yang kita peroleh bukan hanya hasil kebun saja melainkan panen ikan juga. Eits hampir lupa, masih ada sistem hidroponik yang belum kita bahas.

Bila kita tidak memiliki tanah sama sekali, kita dapat menerapkan teknik berkebun dengan menggunakan cara sistem hidroponik. Media tanam hidroponik adalah arang sekam, cocopeat (sabut kelapa), rockwoll, perlite, hydroton atau vermiculite. Lagi pula media tanam hidroponik yang tertera tersebut lebih mudah didapatkan diperkotaan.

Baca Juga artikel ini : cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon

Hidroponik adalah menanam dalam media air. Ya memang dalam bercocok tanam menggunakan teknik hidroponik menekankan pada pemenuhan nutrisinya melalui medianya yaitu air yang kemudian diserap oleh akar tanaman.

Pupuk adalah istilah sumber makanan pada media konvensional atau media tanah berbeda dengan media air/hidroponik istilah sumber makanan disini disebut larutan nutrisi yang biasanya larutan nutrisi yang dipakai adalah AB mix, ada yang tahu mengapa disebut AB mix?,

Kita kasih tahu ya, karena pada kemasan AB mix terdapat dua bagian yaitu nutrisi A dan nutrisi B, dan dikemas secara terpisah. Untuk mengetahui kadar ppm yang terkandung pada larutan nutrisi AB mix diperlukan alat pengukur yaitu TDS meter, EC meter, pH meter. Alat tersebut dapat mengetahui kadar kepekatan larutan, konduktifitas, dan dapat mengetahui pH pada suatu larutan nutrisi AB mix.

Apa jadinya jika vertikultur dan hidroponik digabungkan ya teman? emm penggabungan ini  menjadi sesuatu yang luar biasa yaitu suatu sistem berkebun yang disebut Vertikultur Hidroponik.

Gabungan dari kedua sistem berkebun tersebut sangat efektif dilakukan di wilayah perkotaan yang nota bene berlahan sempit. Teknik Vertikultur Hidroponik ini sangat efesien dalam penggunaan lahan serta tidak memerlukan tanah untuk medianya. berbeda jauh bila dibandingkan dengan menggunakan teknik hidroponik pada umumnya dilakukan dengan pipa atau talang horizontal.

Dengan teknik Vertikultur Hidroponik ini, kita bisa memanfaatkan setiap jengkal lahan sekitar rumah untuk berkebun. Kita bisa menanam dengan  bermacam-macam jenis sayuran pada lahan yang luasnya sangat terbatas.

INSPIRASI TANAMAN VERTIKULTUR HIDROPONIK

Dalam mendesain teknik vertikultur hidroponik bisa bermacam-macam desain yang diinginkan. Kita bisa berkreasi desain sendiri sesuai dengan selera serta ketersediaan alat dan bahan (jangan memaksa pada alat dan bahan). Kita bisa menggunakan pipa paralon, pot, atau barang-barang bekas yang ada disekitar kita seperti botol-botol bekas, kaleng bekas dan barang-barang bekas lainnya bisa anda manfaatkan untuk berkebun dengan teknik vertikultur hidroponik yang tentunya lebih murah dan menghemat biaya. Tempat meletakkan tanaman dengan teknik vettikultur hidroponik ini dapat memanfaatkan dinding rumah, pagar, atau membuat rak sendiri. Berikut contoh inspirasi desain yang dilakukan oleh ibu Mar’atus Ariefin dan ibu CC Sarie, Ibu Mar’atus Ariefin menerapkan teknik vertikultur hidroponik untuk menanam cabai,  dan ibu CC Sarie menanam dengan teknik yang sama yaitu teknik vertikultur hidroponik.

  • Inspirasi menanam cabai dengan vertikultur hidroponik

Kali ini kita kan mengulik cerita dari seorang gardener, ibu Mar’atus Ariefin. Beliau menanam cabai dengan teknik Vertikultur Hidroponik. Ibu Mar’atus Ariefin ini menggunakan dinding rumah yang kosong untuk menanam tanaman cabainya, Ibu Mar’atus Ariefin merangkai tanaman cabai dengan tali dan mengantungnya di dinding rumahnya. Memang sungguh layak untuk menjadi inspirasi berkebun karena terlihat sangat menarik dan patut untuk ditiru oleh sobat tanam. Untuk menanam cabai vertikultur hidroponik yang di rangkai dengan tali kemudian digantung pada dinding rumah, ibu Mar’atus Ariefin  memanfaatkan cup bekas untuk wadah/potnya.

  • Inspirasi menanam sayur dengan vertikultur hidroponik

Sama halnya ibu Mar’atus Ariefin, ibu CC sarie juga berkebun menggunakan teknik vertikultur hidroponik. Bedanya dengan ibu Mar’atus Ariefin, ibu CC Sarie memilih menanam tanaman sayur dan beliau menggunakan gabungan dua teknik, yaitu teknik hidroponik  sistem Dutch Bucket (DB) dengan vertikultur.

Seperti yang dilakukan ibu Mar’atus Ariefin yang menggunakan botol bekas wadah/pot,  Ibu CC Sarie juga memanfaatkan botol bekas air mineral untuk pot tanaman sayurnya yang kemudian disusun pada rak. Pada sistem yang digunakan ibu CC sarie, nutrisi pada tandon  dipompa keatas yang kemudian dialirkan melalui beberapa selang khusus untuk memberi nutrisi pada tanaman. Sebagian larutan nutrisi akan mengalir kembali ke dalam tandon dan akan dipompa kembali ke tanaman, prosesnya seterusnya begitu sampai tanaman siap panen.

Demikian sekilas inspirasi berkebun dengan dua teknik yang digabungkan yaitu teknik hidroponik dengan teknik vertikulture. Yang perlu diingat bila ingin menghias halaman juga sekalian berkebun adalah memilih tata letak tanaman vertikulture hidroponik.

Seperti halnya tanaman pada umumnya yang membutuhkan cahaya matahari minimal 5 jam maka pilihlah tempat yang tersinari matahari agar tanaman dapat tumbuh berkembang secara optimal.

Dan bila ingin menggantung atau menempelkan pot ke dinding rumah, pilihlah dinding pada bagian timur atau dinding bagian barat. Mungkin seperti halnya penulis lain, saya masih belajar menulis artikel tentang tanaman ini dan juga mungkin saya tidak bisa spesifik menjelaskan cara penanamannya.

Sebagai penulis berharap  dengan cara ini kita tidak perlu pusing memikirkan biaya yang berlebih untuk menanam tanaman cabai ataupun sayuran lainya di sistem hidroponik vertikultur ini, cukup dengan bahan yang banyak kita temui di pekarangan sekitar rumah yang sering kita menganggapnya sampah tak berguna. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi ya sobat, terima kasih.

Sistem Hidroponik Sederhana Dutch Bucket System (Dbs) Atau Sistem Db

Sistem Hidroponik Sederhana Dutch Bucket System (Dbs) Atau Sistem Db

Sistem Hidroponik Sederhana Dutch Bucket System (Dbs) Atau Sistem Db

Menanam tanaman atau kegiatan bercocok tanam adalah usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu. Dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan juga sudah digunakan pada perang dunia ke II, air sebagai media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar. Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik. Dalam hidroponik ada beberapa sistem yang digunakan salah satunya sistem DBS. Kalau masih hidroponikers pemula mungkin istilah Dutch Bucket System (DBS) atau Bato Bucket System dalam metode hidroponik masih asing. Okeh, untuk itu kita bahas dalam artikel ini.

Sistem Hidroponik Sederhana Dutch Bucket System (Dbs) Atau Sistem Db

Sistem ini (Dutch Bucket System) pertama kali dikembangkan di negeri kincir angin yaitu Belanda. Dari dulu sampai saat ini Dutch Bucket System (DBS) merupakan teknik hidroponik yang paling populer di dunia termasuk Indonesia. Pertanian modern di negara asalnya yaitu Belanda sebagian besar menggunakan teknik ini. Bukan hanya Belanda, DB sistem juga banyak diadopsi di berbagai negara di belahan dunia dalam budidaya pertanian mereka yang nota bene memiliki pasokan air yang terbatas. Mengapa demikian, karena sistem DB sudah terbukti mampu meningkatkan hasil panen dengan teknik yang sederhana, kita ambil bukti dari negara asalnya yaitu Belanda, Belanda adalah negara eksportir terbesar dunia untuk komoditas bunga, buah tomat, dan cabai, ditahun 2014 Belanda dapat mengekspor bunga dan sayuran tersebut yang nilainya lebih dari 14 billion euros padahal tingkat kepadatan penduduknya sangat padat.

Sistem DB merupakan teknik hidroponik yang menekankan air dan nutrisi yang disirkulasikan terus – menerus dalam jangka waktu tertentu. Dalam mensirkulasikan larutan nutrisi kedalam media tanam diperlukan pompa dan aliran listrik yang stabil. Dalam mengatur kebutuhan aliran nutrisi sesuai waktu yang diinginkan dibutuhkan timer, dan supaya nutrisi lebih cepat terserap oleh akar tanaman diperlukan aerator, fungsi aerator bukan hanya itu, aerator juga berfungsi sebagai penghasil oksigen yang dibutuhkan oleh akar tanaman termasuk tanaman terong. Cara kerja sistem DB ini hampir sama dengan sistem NFT cuman yang membedakan hanya instalasinya.

BAGIAN PALING PENTING PADA DUTCH BUCKET SYSTEM

Pada metode hidroponik dengan sistem DB ada 5 bagian penting yaitu bucket, pipa outlet, pipa inlet, tandon nutrisi dan pompa air. Untuk mengetahui cara kerja dan peranannya, berikut ulasanya:

  1. Bucket istilah dari wadah atau ember merupakan bagian yang memiliki peran sebagai wadah media tanam. Pada bagian bawah bucket/ wadah tersebut ada lubang outlet yang letaknya sedikit lebih tinggi dari dasar bucket. Lubang outlet tersebut terhubung dengan pipa menuju tandon larutan nutrisi. Apakah fungsi dari lubang outlet tersebut? Fungsinya ialah untuk menjaga agar larutan nutrisi tersedia dalam batas tertentu. Tujuan pemberian dengan batas tertentu adalah agar tanaman selalu mendapat pasokan nutrisi dan air, tetapi tidak dengan jumlah yang berlebih.
  2. Pipa inlet, pipa yang memiliki fungsi untuk mengalirkan larutan nutrisi ke media tanam. Pipa inlet tersebut terhubung langsung dengan pompa yang berada pada tandon nutrisi, kemudian larutan nutrisi dari pipa inlet dialirkan ke media tanam melalui selang kecil yang biasanya berwarna hitam dan berukuran 5 mm yang biasa disebut selang piping.
  3. Sedangkan pipa outlet adalah pipa yang terhubung dengan lubang dibawah bucket/ wadah media tanam, pipa ini memiliki fungsi yaitu untuk mengembalikan larutan nutrisi ke tandon. Bila larutan nutrisi pada media tanam dalam bucket/ wadah sudah melampaui ambang batas tetentu, dan mengakibatkan kelebihan larutan nurtrisi, maka secara otomatis akan kembali ke tandon.
  4. Tandon nutrisi pasti kita sudah tahu fungsinya yaitu, sebagai tempat penyimpanan larutan nutrisi. Didalam tandon nutrisi terdapat pompa untuk mengalirkan larutan nutrisi ke tanaman.
  5. Pompa adalah alat penting yang harus wal wajib ada pada sistem DB. Tanpa adanya pompa, larutan nutrisi tidak dapat disirkulasikan dari tandon ke media tanam dan sebaliknya tidak dapat dikembalikan ke tandon. Pompa diatur secara otomatis untuk mengalirkan nutrisi secara periodik selama waktu yang bisa ditentukan oleh petani hidroponik.

Media tanam yang biasa digunakan pada Dutch Bucket System antara lain yaitu, hidroton, perlite, batu apung atau zeolit. Menurut master ibu Dede Siti Hasanah (hidroponiker yang memakai sistem DB tanpa aerator dan timer sekaligus memiliki usaha menyediakan perlengkapan hidroponik) media tanam  sistem DB bisa juga menggunakan cocopeat, arang sekam dan zeolit. Campuran cocopeat (sabut kelapa) dan arang sekam diletakkan pada lapisan bawah dan zeolit berada diatasnya. Media tanam tersebut dimasukkan ke dalam bucket tidak sepenuhnya hanya seperempat bagian saja. Sistem DB ini dapat di aplikasikan untuk beberapa jenis tanaman yaitu, bawang merah, semangka, terong, cabai, paprika, anggur, mentimun dan melon. Namun demikian bukan hanya yang hanya saya sebutkan tadi sebenarnya hampir semua jenis tanaman semusim bisa ditanam menggunakan sistem DB ini.

KELEBIHAN PADA DUTCH BUCKET SYSTEM

Sistem DB mempunyai kelebihan antara lain :

  • Fleksibel, Dutch Bucket System (DBS) ini bisa di aplikasikan pada pertanian dengan berbagai skala baik skala kecil (hobi) maupun skala besar (skala budidaya).
  • Sederhana sistemnya dan relatif murah karena sistem ini menggunakan alat dan bahan yang dibuat dengan barang-barang bekas dan peralatan seadanya.
  • Tanaman lebih subur dan produktif, oleh sebab adanya sirkulasi air dan nutrisi yang memungkinkan terdapat lebih banyak oksigen pada larutan nutrisi tersebut dan mudah terserap oleh akar tanaman.

KELEMAHAN PADA DUTCH BUCKET SYSTEM

Pada sistem DB ini memang terlihat kelebihannya akan tetapi setiap sistem juga memiliki kelemahan termasuk sistem ini, sistem DB memiliki biaya yang tinggi bila memilih media tanamnya adalah hiidroton, dan saluran fertigasi kadang ada kalanya tersumbat oleh air nutrisi yang kotor. Namun tidak usah khawatir tetap ada solusinya.

Demikian sekilas cuplikan tentang sistem Dutch bucket dengan barang seadanya dan tentunya murah yang dilakukan oleh master hidroponik Bu Dede Siti Hasanah. Hal yang perlu diperhatikan pada sistem DB ini ialah pasokan listrik, sistem ini memerlukan listrik yang stabil. Bila daerah anda berada diwilayah dengan kondisi pasokan listrik yang minim atau aliran listrik yang sering mati, diperkirakan anda memiliki banyak kendala untuk penerapan sistem ini. Untuk solusinya memang dengan memakai tenaga surya akan tetapi juga perlu diperhatikan biaya yang dikeluarkan, bisa jadi akan membengkak karena menggunakannya untuk sistem ini.mungkin seperti halnya penulis lain, saya masih belajar menulis artikel tentang tanaman ini dan juga mungkin saya tidak bisa spesifik menjelaskan cara penanaman terong hidroponik sistem DB. Sebagai penulis berharap dengan cara ini kita tidak perlu pusing memikirkan biaya untuk membeli perlengkapannya yang mahal, cukup dengan bahan yang banyak kita temui di sekitar rumah yang sering kita menganggapnya sampah. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi ya sobat, terima kasih…

 

 

 

 

 

 

Beberapa Jenis Tanaman Yang Bisa Ditanam Secara Hidroponik

Beberapa Jenis Tanaman Yang Bisa Ditanam Secara Hidroponik

Beberapa Jenis Tanaman Yang Bisa Ditanam Secara Hidroponik

Hidroponik merupakan cara bercocok tanam atau cara budidaya tanaman dengan memanfaatkan air tanpa ada unsur tanah didalamnya, dan dengan menekankan pada kebutuhan nutri pada tanaman. Metode hidroponik sangat digandrungi sebagian besar petani kota atau petani lahan sempit karena penggunaan air pada tanaman sangat efisien dibanding dengan media konvensional (media tanah) jadi sangat cocok dengan daerah yang pasokan airnya terbatas. Tanaman hidroponik juga tidak kalah sehat dan bergizi dibanding tanaman yang ditanam di media konvensional.

Beberapa Jenis Tanaman Yang Bisa Ditanam Secara Hidroponik

Bila anda ingin menanam tanaman hidroponik dirumah, sebelum itu harus mengetahui jenis tanaman hidroponik. Lalu apa saja sih tanaman yang bisa ditanam dengan cara hidroponik?

Sebenarnya sebagian besar jenis-jenis tanaman bisa ditanam dengan teknik hidroponik. Hanya saja kita bingung karena baru pertama mulai berkebun hidroponik, untuk memilih jenis tanaman belum juga memilih sistem hidroponik yang digunakan. Untuk pemula gunakan sistem yang paling sederhana dan mudah yakni sistem wick.

Dan pemilihan jenis tanaman anda tak perlu bingung, pusing lagi, berikut rangkuman jenis-jenis tanaman yang bisa ditanam secara hidroponik. Berikut ini beberapa jenis tanaman yang biasa dibudidayakan dengan teknik hidroponik :

Tanaman Sayuran Daun

Tanaman sayuran daun menjadi primadona untuk alangan hidroponikers pemula. Dengan alasan tanaman sayuran daun mudah dan cepat tumbuh, mudah merawatnya, berumur pendek jadi tidak menunggu lama untuk panennya. Tanaman sayuran daun tidak membutuhkan perhatian ekstra atau khusu agar tumbuh dengan baik dan maksimal, yang perlu diperhatikan cukup inti sari pada tanaman hidroponik yaitu kebutuhan air dan nutrisi.

Untuk tanaman sayuran daun ada yang disemai telebih dahulu atau ada yang bisa langsung ditanam. Tanaman sayuran daun ini sangat cocok bagi yang hanya sedikit memiliki waktu luang, cukup memannfaatkan waktu luang tersebut di pagi hari sebelum berangkat bekerja atau sepulang bekerja dan juga pada saat hari libur. Berikut beberapa jenis tanaman sayuran daun yang menjadi pilihan untuk memulai bercocok tanam hidroponik:

  • Kangkung

Kangkung hidroponik mempunyai kualitas yang lebih baik dibanding kangkung yang ditanam pada media konvensional (tanah). Bila ingin menanamnya harus memperhatikan kualitas benih yang dipilih, lalu penyemaianya, penanamannya, dan nutrisi yang digunakan.

  • Selada

Tanaman ini sudah lama terjun dan berkecimpung didunia hidroponik, tercatat telah ditanam pada lebih dari 300.000 hektar lahan hidroponik yang menghasilkan 3 juta ton selada per tahun.

  • Pakcoy

Pakcoy hidroponik yang biasa disebut dengan sawi daging tersebut dalam budidayanya dibutuhkan naungan paranet untuk mengurangi intensitas matahari karena bila intensitas sinar matahari sangat tinggi mengakibatkan pakcoy layu.

  • Sawi

Pada saat ingin menanam sawi, kualitas bibit sawi akan mempengaruhi hasil tanaman hidroponik sawi nantinya.

  • Seledri

Tanaman ini sudah tidak asing di dapur keluarga, tanaman hidroponik ini dapat dibudidayakan menggunakan sistem wick atau menggunakan sistem rakit apung (water culture)

  • Bayam

Bayam dapat tumbuh dengan baik dengan sistem hidroponik, bayam tidak begitu banyak cahaya atau suhu yang panas. Bayam dapat dipanen secara rutin dalam jangka waktu 12 minggu.

  • Brokoli

Tanaman brokoli hidroponik hari ke hari akan akan bertambah besar, untuk itu pada penanamanya usahakan satu lubang satu tanaman dan memberi jarak yang cukup agar nantinya saat tumbuh berkembang tidak berdempetan.

  • Dan tanaman lainnya

 

Tanaman Sayuran Buah

Tanaman sayuran buah, mungkin bisa dibilang jenis tanaman buah yang perlu perhatian khusus dan ekstra lagi pula tanaman sayuran buah ini juga jenis tanaman yang memiliki umur lebih panjang dan perawatannya yang sedikit rumit. Semakin panjang usia tanaman sayuran buah, semakin banyak pula masalah yang muncul pada tanaman sayuran buah khususnya pada buah yang dihasilkan. Masalah yang sering timbul pada jenis sayuran buah umumnya pada kebutuhan nutrisi tanaman, serangan hama dan penyakit. Berikut beberapa jenis tanaman sayuran buah yang menjadi pilihan untuk memulai bercocok tanam hidroponik:

  • Cabai, meliputi cabai rawit, cabai besar, cabai setan

Menanam cabai hidroponik banyak digemari karena perawatannya tidak ribet dan tidak susah. Oleh karena cabai mahal, menanam cabai hidroponik sendiri bisa jadi alternatif penghematan uang belanja.

  • Paprika

Paprika merupakan tanaman yang mudah dan cepat pertumbuhannya, jenis taanaman sayuran buah hidrponik satu ini sangat menguntungkan untuk dibudidayakan, bila perawatan yang diberikan secara intensif dalam satu tanaman dapat memperoleh 2,5 kg buag paprika.

  • Tomat

Tanaman ini sangat mudah untuk ditanam secara hidroponik, akan tetapi dalam bercocok tanam tomat perlu diperhatikan pemilihan bibit tomat, pilih bibit yang unggul dan gunakan media tanam cocopeat serta berikan perawatan yang rutin sampai umur bibit hampir satu bulan atau siap tanam.

  • Bawang merah

Bila ingin menanam bawang merah hidroponik sendiri, bibit dapat diperoleh dari dapur, untuk bibit yang baik memiliki ciri-ciri yaitu, warna umbi mengkilap dan padat, memiliki calon akar dan pada saat mau menanam potong seperlima bagian ujung bawang merah.

  • Terung

Tanaman ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, pasalnya selain untuk lalapan, tanaman ini juga memiliki khasiat untuk mencegah kanker usus, apalagi bila ditanam secara hidroponik, khasiatnya lebih mujarab.

  • Dan tanaman lainnya

 

Tanaman Buah Semusim

Tanaman buah semusim adalah tanaman yang dapat dipanen hasilnya dalam satu musim tanam. Tanaman buah semusim dengan tanaman sayuran buah sama-sama menghasilkan buah, akan tetapi umur tanaman buah semusim lebih pendek dibanding tanaman sayuran buah.

Disamping itu masih ada perbedaan diantara kedua tanaman tersebut yaitu, perawatan tanaman buah semusim membutuhkan perhatian ekstra dan khusus, harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang tanaman buah semusim, tanaman buah semusim juga membutuhkan ruang yang lebih luas dan juga tanaman buah semusim ini ada juga yang  memerlukan ajir/lanjaran untuk media rambatannya.

Baca Juga : Penanaman Seledri Hidroponik Sistem Sederhana

Tanaman buah semusim ada kalanya membutuhkan penyerbukan bantuan agar bisa menghasilkan buah dengan kualitas yang baik, kita ambil contoh tanaman semangka non biji, oleh sebab bunga jantan semangka non biji mandul, diperlukan penyerbukan manual dibantu oleh manusia dengan melakukan penyerbukan dengan bunga jantan semangka berbiji. Berikut beberapa jenis tanaman sayuran buah yang menjadi pilihan untuk memulai bercocok tanam hidroponik :

  • Timun

Pembudidayaan timun dimulai dengan mempersiapkan  media tanam, wadah tanam, pemeliharaan benih, penanaman hasil semai, memastikan pencahayaan yang cukup dan suhu yang sesuai serta pemeliharaan teratur pada larutan nutrisinya.

  • Semangka

Hal yang perlu diperhatikan saat menanam semangka adalah pada saat pemilihan bibit, penyemaian tanaman, penanaman tanaman, perawatan dan pemeliharaan tanaman samapi proses panen buah semangka saat tanaman berumur 2-3 bulan pasca tanam.

  • Melon

Dalam melakukan penanaman melon hidroponik hal yang perlu diperhatikan adalah lahan yang digunakan, lahan yang digunakan pekarangan yang cukup luas.

  • Strawberry

Petani di Indonesia sekarang sudah beralih dari menanam strawberry dimedia konvensional menjadi strawberry hidroponik dan menggunakaan sistem tetes yang lebih mudah dan praktis.

  • Jagung

Ternyata jagung dapat ditanam secara hidroponik lho..oleh sebab jagung memiliki akar serabut yang mudah menyerap air.

  • Dan tanaman lainnya

Demikian jenis-jenis tanaman yang bisa ditanam secara hidroponik. Semoga dapat menjadi inspirasi.

Langkah-Langkah Menanam Hidroponik

Langkah-Langkah Menanam Hidroponik

Langkah-Langkah Menanam Hidroponik Dengan Sistem Sederhana (Sistem Wick)

 

Menanam tanaman atau kegiatan bercocok tanam adalah usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu. Media tanam yang wajar digunakan dalam bercocok tanam  adalah tanah dan campuran pupuk kompos, tanah sendiri untuk media bertumbuhnya akar sedangkan pupuk kompos sebagai nutrisi atau suplemen makanan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh berkembang..

Langkah-Langkah Menanam Hidroponik Dengan Sistem Sederhana (Sistem Wick)

Selain tanah dan suplemen makanan yang dibutuhkan oleh tanaman, tanaman juga membutuhkan air, seperti halnya manusia yang juga membutuhkan air. Air berperan penting sebagai pelarut nutrisi untuk mempermudah penyerapannya oleh tanaman. Air bukan hanya untuk melarutkan nutrisi pada tanaman, dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan juga sudah digunakan pada perang dunia ke II, air juga untuk media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar. Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik. Dalam menanam dengan metode hidroponik ada beberapa sistem yang sering dipakai yaitu,

  • Water culture system merupakan suatu sistem hidroponik yang bekerja dengan cara menggenangi tanaman dengan air yang bercampur larutan nutrisi.
  • NFT system (Nutrient Film Technique) merupakan suatu sistem hidroponik yang aplikasiannya dengan cara membagikan air nutrisi melalui aliran air yang tipis pada tanaman.
  • Ebb & flow system (sistem pasang surut) merupakan suatu sistem hidroponik yang sistemnya melalui proses pemompaan bak penampung dan kemudian akan membasahi akar tanaman, oleh karena itu tanaman mendapatkan air, nutrisi dan oksigen.
  • Drip system merupakan suatu sistem hidroponik yang pemberian larutan nutrisinya pada tanaman dengan cara meneteskan larutan nutrisi melalui pipa atau selang yang menuju media tanam.
  • Aeroponyc system merupakan suatu sistem hidroponik yang menggunakan selang penyebar untuk membuat butiran kabut halus yang nantinya kabut ini untuk oksigen tanaman.
  • Bubbleponics system merupakan suatu sistem hidroponik yang pada saat masuk awal pertumbuhan akar, larutan nutrisinya dipompakan dengan menggunakan pembentuk gelembung, gunanya untuk memperbanyak kandungan oksigen didalam larutan yang akan diserap oleh akar tanaman.
  • DFT system merupakan suatu sistem hidroponik yang penanamannya menggunakan sirkulasi larutan nutrisi tanaman selama 24 dan secara terus menerus pada rangkaian aliran yang tertutup.
  • Sistem fertigasi merupakan suatu sistem yang pengaplikasiannya menggunakan unsur hara melalui irigasinya, bioponik system merupakan suatu sistem hidroponik yang menggunakan bahan-bahan alami untuk nutrisinya,

Itulah beberapa sistem yang biasa di gunakan petani hidroponik, ada satu sistem yang belum tertera diatas yaitu sistem wick, sistem wick yang akan kita ulas lebih lanjut dalam artikel kali ini.

Dimanapun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh subur dan maksimal tergantung pada nutrisi yang diperolehnya, karena bila nutrisi yang dibutuhkan selalu tercukupi tidak ada alasan untuk tanaman tidak tumbuh baik. Dalam bercocok tanam dengan menggunakan media konvensional, tanah berfungsi sebagai penyanggga tanaman, dan air sebagai pelarut nutrisi bagi tanaman agar bisa terserap oleh akar tanaman. Lain halnya dengan bercocok tanam menggunakan media hidroponik, yang sudah kita bahas sebelumnya bahwa hidroponik cara menanam tanaman dengan memanfaatkan air sebagai media pengganti tanah dan dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Untuk bercocok tanam hidroponik dengan alat yang murah dan sederhana adalah dengan menggunakan sistem wick atau menggunakan sistem sumbu, suatu sistem yang menghubungkan antara larutan nutrisi yang terdapat pada bak/tandon dengan media tanam, sistem ini pasif yang berarti tidak ada bagian yang bergerak, larutan nutrisi dari bak penampung/tandon nutrisi dapat terserap oleh akar pada tanaman dengan memanfaatkan daya kapilaritas pada sumbu.

Walaupun teknik ini dibilang cukup mudah dibanding dengan sistem lainnya, namun tetap memperhatikan unsur-unsur penting yang harus wal wajib dalam bercocok tanam hidroponik dengan menggunakan sistem wick, antara lain ;

  • Nutrisi yang digunakan
  • Media tanam, contohnya: arang sekam, cocopeat, rockwool, pecahan batu bata, kerikil dll.
  • Oksigen
  • Air

Teknik Hidroponik Wick System

Teknik wick memang susah-susah gampang, berikut cuplikannya, tanaman yang akan ditanam diletakkan pada wadah berisi larutan nutrisi, wadah yang digunakan untuk tandon larutan nutrisi dapat berupa botol bekas air mineral, gelas, ember, toples atau bak air. Agar larutan nutrisi  dapat terserap oleh akar tanaman, cairan tersebut diberi pergerakan mesin gelembung atau yang biasa disebut aerator yang biasanya terdapat di aquarium itu lho, bila tidak menggunakan aerator juga tidak mengapa, karena tanpa aerator pun sistem sumbu ini sudah dapat menghasilkan tanaman yang subur. Berikut cara pembuatan sistem wick:

  • Alat Dan Bahan Yang Diperlukan
  • Rockwool atau bisa juga menggunakan media tanam lainnya seperti cocopeat atau arang sekam, tapi kali ini kita menggunakan media tanam rockwoll
  • Baki atau nampan
  • Benih tanaman
  • Tandon nutrisi (baskom, atau botol bekas)
  • Air
  • Pisau / cutter
  • Sumbu (kain flanel)
  • Lembaran styrofoam atau lembaran kayu
  • Cara Menyemai
  • Potong rockwool menggunakan cutter dengan ukuran 2,5 cm x 2,5 cm
  • Lubangi rockwool di bagian tengah krang lebih sedalam 0,5 cm.
  • Kemudian rendam rockwool ke dalam air selama 6 jam, sebelum digunakan untuk media tanam.
  • Setelah 6 jam, lalu tiriskan rockwool tanpa diperas, letakkan di atas nampan.
  • Masukkan benih tanaman ke dalam lubang rockwool yang dibuat tadi.
  • Letakkan nampan yang berisi semaian benih tadi ke tempat yang teduh dan sedikit penerangan matahari, karena bila benih terpapar sinar matahari langsung akan berbahaya bagi kecambah.
  • Diamkan sampai benih berkecambah dan tumbuh daun yang mencuat kepermukaan. Bila media tanam rockwool terlihat mengering, cukup semprot dengan air sampai basah.
  • Bila bibit tanaman muncul sepenuhnya sudah lengkap dengan batang dan daunnya, bibit diperkenalkan sinar matahari penuh waktu pagi. Tapi hindari saat siang hari karena panas yang menyengat sebaiknya bibit dilindungi kareena akan berpengaruh terhadap pertumbuhannya.
  • Cara memindah tanam ke pot hidroponik
  • Bila sudah tumbuh 4 helai daun atau tanaman sudah cukup umur(tetap menyesuaikan jenis tanamannya), bibit sudah siap dipindah tanah ke dalam pot hidroponik.
  • Pot hidroponik dapat menggunakan netpot bisa juga menggunakan cup bekas air mineral.
  • Kemudian lubangi pot hidroponik di bagian bawahnya lalu pasangkan kain flanel untuk sumbunya.
  • Lain tempat buat lubang pada lembaran kayu atau bisa menggunakan styrofoam (sebagai penyangga antara cup dengan tandon nutrisi) ukuran lubang sesuaikan dengan ukuran netpot atau cup bekas.
  • Kemudian letakkan netpot / cup pada lubang styrofoam. Lalu tempatkan diatas tandon nutrisi.
  • Sebelum itu terlebih dahulu tandon nutrisi diisi dengan larutan air dan nutrisi hidroponik yang telah dicairkan sebelumnya, untuk mengetahui bagaimana cara mencairkan nutrisi hidroponik keterangan penggunaan ada di kemasan nutrisi. Biasanya nutrisi hidroponik yang diberikan pada tanaman yaitu 5ml nutrisi A dan 5ml nutrisi B per satu liter air.
  • Semua instalasi wick sudah siap, lalu letakkan pot hidroponik di tempat yang tidak tergenang air hujan atau yang tidak langsung terkena air hujan
  • Larutan nutrisi dan air harus dicek secara berkala jangan sampai kekeringan dan kehabisan nutrisi.
  • Bisa menggunakan aerator untuk mengatur kadar oksigen dan pelarutan nutrisi.
Alat Terpenting Pada Larutan Nutrisi Hidroponik

Alat Terpenting Pada Larutan Nutrisi Hidroponik

Alat Terpenting Pada Larutan Nutrisi Hidroponik

Menanam dalam media air adalah hidroponik. Ya memang dalam bercocok tanam menggunakan teknik hidroponik menekankan pada pemenuhan nutrisinya melalui medianya yaitu air yang kemudian diserap oleh akar tanaman. Pupuk adalah istilah sumber makanan pada media konvensional atau media tanah berbeda dengan media air/hidroponik istilah sumber makanan disini disebut larutan nutrisi yang biasanya larutan nutrisi yang dipakai adalah AB mix, ada yang tahu mengapa disebut AB mix?, kita kasih tahu ya, karena pada kemasan AB mix terdapat dua bagian yaitu nutrisi A dan nutrisi B, dan dikemas secara terpisah.

Alat Terpenting Pada Larutan Nutrisi Hidroponik

Untuk mengetahui kadar ppm yang terkandung pada larutan nutrisi AB mix diperlukan alat pengukur yaitu TDS meter, EC meter, pH meter. Alat tersebut dapat mengetahui kadar kepekatan larutan, konduktifitas, dan dapat mengetahui pH pada suatu larutan nutrisi AB mix. Untuk lebih jelasnya kita lihat pemaparan dibawah ini:

  • TDS Meter

TDS meter merupakan singkatan dari Total Disolved Solids atau yang berarti jumlah padatan terlarut. Jadi kita dapat menarik kesimpulan bahwa TDS meter adalah alat pengukur jumlah padatan atau partikel yang terlarut dalam air. Bukan hanya untuk mengukur kepekatan larutan nutrisi hidroponik/konsentrasi larutan nutrisi saja, alat ini juga dapat mengukur jumlah partikel yang terlarut dalam air minum kita.

Pengukuran  suatu larutan nutrisi hidroponik itu hal yang sangat penting karena bila larutan nutrisi suatu tanaman hidroponik tidak diukur dan dicek kemungkinan besar tanaman akan kekurangan nutrisi pertumbuhannya atau bisa jadi racun untuk tanaman itu sendiri akibat dari kelebihan suatu nutrisi.

Dalam pengukuran TDS meter, satuan yang digunakan adalah ppm, untuk ppm itu sendiri  singkatan dari Part Per Million atau yang berarti sepersejuta bagian. Sekali lagi saya katakan bahwa suatu larutan nutrisi hidroponik perlu diukur, karena bila larutan nutrisi suatu tanaman hidroponik tidak diukur dan dicek kemungkinan besar tanaman akan kekurangan nutrisi pertumbuhannya atau bisa jadi racun untuk tanaman itu sendiri akibat dari kelebihan suatu nutrisi.

Ingat batasan ukuran ppm pada suatu tanaman itu berbeda-beda, kita ambil contoh untuk sayuran daun(seledri, kangkung, selada, bayam, dll) jumlah ppm rentang 900-1200, untuk tanaman hias(anggrek) nutrisi yang dibutuhkan ppm yang rendah rentang 300-400 ppm, lain lagi dengan sayuran buah (paprika, cabai merah, cabai rawit, bawang merah) nutrisi yang dibutuhkan lebih tinggi rentang angka 1500-2000 ppm.

  • EC Meter

EC meter sebenarnya sama dengan TDS meter dalam fungsinya yaitu mengukur kepekatan larutan nutrisi hidroponik suatu tanaman hidroponik, EC meter sendiri adalah singkatan dari Electrical Conductivity. Yang membedakan EC meter dengan TDS meter adalah soal cara kerja pengukurannya dengan menggunakan unit yang berbeda, EC meter untuk mengukur nilai konduktivitas suatu larutan saja sedangkan TDS meter untuk mengukur konsentrasi/jumlah partikel yang terkandung dalam larutan.

Dalam penggunaan dan fungsinya sama saja, bila tidak ada EC meter dapat menggunakan TDS meter, dan begitupun sebaliknya bila tidak ada TDS meter dapat menggunakan EC meter untuk mengukur kepekatan suatu larutan hidroponik.

EC (Electrical conductivity) atau yang berarti daya hantar listrik suatu larutan nutrisi di suatu tanaman hidroponik dipengaruhi oleh nilai kepekatan suatu larutan. Dapat disimpulkan bahwa bila semakin pekat suatu larutan nutrisi maka semakin tinggi daya hantar listriknya (nilai EC ), begitupun sebaliknya bila nilai daya hantar listrik (nilai EC) rendah maka semakin rendah nilai kepekatannya.

Dalam pengukuran EC meter, satuan sebenarnya yang digunakan adalah mS/cm (mili siemen/cm) atau mmho/cm (milli hos/cm) akan tetapi bila dilapangan (area kerja pengukuran suatu larutan) kebanyakan menyebutnya hanya EC saja (contoh 2 EC atau 3 EC), bisa jadi kemungkinan besar terlalu ribet penyebutan satuannya.

  • PH Meter

PH meter- sudah banyak yang tahu alat ini, alat yang digunakan untuk mengukur derajat keasaman atau kebasaan pada suatu benda baik padat maupun cair. PH meter bukan hanya berfungsi untuk mengukur pH pada media tanam konvensional (tanah) saja, pH meter dapat juga digunakan pada media air (hidroponik), dalam media hidroponik, pengukuran pH pada air dilakukan sebelum dan sesudah penambahan nutrisi hidroponik.

Rentang  angka yang ada pada pH meter yaitu angka 1 hingga 14, pada saat pengukuran bila angka menunjukkan angka dibawah angka 7 maka pH tersebut bersifat  asam, dan bila angka menunjukkan angka diatas angka 7 maka pH tersebut bersifat basa, serta bila pengukuran menunjukkan angka 7 maka pH tersebut netral.

Tidak lain tidak bukan bahwa pengukuran suatu pH dalam media tanam maupun larutan nutrisinya adalah hal yang harus wal wajib dilakukan. Sebab unsur-unsur mineral didalam air pada media hidroponik harus pada pH dengan rentang angka 5.5-7.0 atau dengan Ph netral. Pengukuran pH pada larutan nutrisi hidroponik sangatlah penting, karena larut tidaknya unsur mineral, menyerap tidaknya pada akar tanaman tergantung nilai pH  pada larutan nutrisinya dan hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman hidroponik.

Baca Juga mungkin bermanfaat :

Tabel Ppm Dan Ph Nutrisi Suatu Tanaman

Pada saat larutan nutrisi memiliki pH terlalu asam ataupun sebaliknya larutan nutrisi dalam keadaan basa maka hasilnya tanaman akan tumbuh kerdil atau tidak normal. Dan sekali lagi bahwa tanaman akan toleran terhadap larutan nutrisi ber-pH normal (5.5-7.0) yang akan membuat unsur mineral dalam media air dapat terlarut dan dapat diserap oleh akar pada tanaman.

Untuk petani hidroponik pemula mungkin agak sedikit bingung mengenai nilai EC meter dan  TDS meter, apalagi kedua alat tersebut memiliki fungsi yang sama yaitu untuk mengukur kepekatan pada larutan nutrisi hidroponik.

Ada tips buat kalian para hidroponikers pemula agar tidak ada kebingungan diantara kita, ups maksudnya diantara TDS meter dengan EC meter, untuk menghindari kebingungan pilihlah salah satu alat tersebut untuk mengukur kepekatan larutan nutrisi, dan soal angka pasti pada kebanyakan TDS meter maupun EC meter menetapkan nilai 1 mS/cm atau1 EC =500-700 ppm sebagai patokannya.

Memang angka ppmnya dalam angka rentangan bukan angka pasti akan tetapi perbedaan tersebut soal yang wajar dan masih dalam batas toleransi tanaman hidroponik, dan dapat dikatakan tanaman yang seharusnya membutuhkan 500 ppm, bila diberikan nutrisi berkisar 700 ppm tidak ada pengaruhnya, tidak ada masalah, dan tanaman hidroponik masih bisa tumbuh berkembang dengan normal.

Demikian sekilas tentang TDS Meter, EC Meter dan pH Meter yang nota bene bisa disebut alat-alat terpenting dalam menanam hidroponik terkhusus pada larutan nutrisinya, mungkin seperti halnya penulis lain, saya masih belajar menulis artikel tentang tanaman ini dan juga mungkin saya tidak bisa spesifik menjelaskannya.

Sebagai penulis berharap  dengan adanya artikel ini bisa sedikit memberitahu anda mengenahi alat yang harus ada pada saat bercocok tanam hidroponik terkhusus soal larutan nutrisinya. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi ya sobat, terima kasih.

Cara Pembuatan Larutan Nutrisi Ab Mix Yang Benar Dan Tips Memilih Ab Mix Yang Sesuai

Cara Pembuatan Larutan Nutrisi Ab Mix Yang Benar Dan Tips Memilih Ab Mix Yang Sesuai

Cara Pembuatan Larutan Nutrisi Ab Mix Yang Benar Dan Tips Memilih Ab Mix Yang Sesuai

Menanam tanaman atau kegiatan bercocok tanam adalah usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu. Media tanam pada umunya digunakan dalam bercocok tanam  adalah tanah dan campuran pupuk kompos, tanah sendiri untuk media bertumbuhnya akar sedangkan pupuk kompos berperan sebagai nutrisi atau suplemen makanan yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan perkembanganya.

Selain tanah dan suplemen makanan yang dibutuhkan oleh tanaman, tanaman juga membutuhkan air, seperti halnya manusia yang juga membutuhkan air. Air berperan penting sebagai pelarut nutrisi untuk mempermudah penyerapannya oleh tanaman. Air bukan hanya untuk melarutkan nutrisi pada tanaman, dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan juga sudah digunakan pada perang dunia ke II, air juga untuk media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar. Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik.

Cara Pembuatan Larutan Nutrisi Ab Mix Yang Benar Dan Tips Memilih Ab Mix Yang Sesuai

Dalam menanam hidroponik entah itu sayuran daun, sayuran buah, atau buah sekalipun tetap memerlukan nutrisi yaitu nutrisi AB mix, nutrisi AB mix ada 2 bentuk, bentuk cair dan berbentuk serbuk. Perbedaan bentuk cair dan bnetuk serbuk adalah penggunaannya, penyimpanannya dan distribusinya.

Nutrisi berbentuk cair memang lebih praktis soal penggunaanya yang siap pakai sesuai takaran akan tetapi kalau soal penyimpanan dan pendistribusian nutisi cair lebih repot karena volumenya yang lebih besar. Untuk nutrisi berbentuk serbuk, disamping penyimpanan dan pendistribusiannya mudah karena volumenya yang kecil (kemasan kecil), nutrisi berbentuk serbuk ini penggunaannya harus dilarutkan menjadi larutan pekat terlebih dahulu sebelum dicampur dengan air.

Baca Juga tentang Tabel Ppm dan Ph Nutrisi suatu tanaman mungkin bermanfaat :

Tabel Ppm Dan Ph Nutrisi Suatu Tanaman

Kenapa disebut nutrisi AB mix? Sebab didalam nutrisi tersebut terdapat 2 nutrisi yaitu nutrisi A dan nutrisi B dan dikemas secara terpisah. Untuk melarutkan nutrisi AB mix ada ketentuannya, berikut ketentuannya,

CARA MELARUTKAN NUTRISI HIDROPONIK AB MIX

Pada produk nutrisi AB mix sudah dilengkapi panduan bagaimana cara melarutkan nutrisi hidroponik. Walaupun ada keterangan di kemasan tidak ada salahnya berbagi informasi dan solusi. Okeh kali ini kita akan menjelaskan sekilas cara melarutkan nutrisi AB mix , berikut cara pembuatannya :

  • Siapkan wadah terlebih dahulu, kita menggunakan 2 wadah terserah mau menggunakan ember atau bak, masing-masing wadah nantinya akan diisi 5 liter air bersih. Yang dimaksud air bersih adalah air sumur atau air sungai, bila ingin menggunakan air PAM, endapkan terlebih dahulu semalaman. Bila sudah selesai tandai masing-masing wadah semisal wadah 1 dan wadah 2
  • Habis itu wadah 1 diisi dengan 4 liter air. Buka kemasan produk nutrisi A yang berbentuk serbuk, lalu larutkan ke wadah 1, aduk sampai tercampur rata dengan air, bila sudah dipastikan tercampur tambahkan air sampai larutan menjadi 5 liter. Dan larutan pekatan 1 sudah siap.
  • Setelah wadah 1 sudah siap, lanjut ke wadah 2. Wadah 2 diisi dengan 4 liter air juga. Buka kemasan produk nutrisi B yang juga berbentuk serbuk, lalu larutkan ke wadah 2, aduk sampai tercampur rata dengan air, bila sudah dipastikan tercampur tambahkan air sampai larutan menjadi 5 liter. Dan larutan pekatan 2 sudah siap.
  • Pekatan 1 dan pekatan 2 sudah siap, setelah itu kita ssiapkan 2 buah derigen dengan ukuran 5 liter, sama halnya dengan wadah tadi, jerigen juga ditandai dengan nomor 1 dan 2. Oh iya teman jangan lupa cuci bersih derigen sebelum digunakan. Masukkan larutan pekatan 1 ke derigen 1 dan masukkan larutan pekatan 2 ke derigen 2.

Didalam kedua derigen terdapat larutan nutrisi yang masih pekat. Dan belum siap digunakan, untuk siap digunakan butuh diencerkan terlebih dahulu dengan menggunakan air bersih, lebih detail caranya, simak berikut:

  • Siapkan wadah untuk mencampur, lalu masukkan 5 ml larutan pekatan nutrisi 1 lalu tambahkan 1 liter air bersih, aduk sampai tercampur rata, habis itu masukkan 5 ml larutan pekatan nutrisi 2, aduk lagi sampai tercampur rata. Iya sekatrang larutan nutrisi AB mix sudah siap diaplikasikan pada tanaman. Perlu dihindari saat mencampurkan kedua larutan tersebut, jangan sampai larutan tersebut masih dalam keadaan pekat, hal ini akan menjadikan larutan akan membentuk gumpalan, bila larutan menggumpal larutan nutrisi tersebut tidak bisa digunakan untuk memberi nutrisi pada tanaman.
  • Tadikan kita membuat larutan nutrisi dari nutrisi AB mix yang berbentuk serbuk sekarang kita akan membuat larutan nutrisi dari nutrisi AB mix yang cair nutrisi. Bila kita ingin membuat 5 liter larutan nutrisi siap pakai, berarti kita harus melarutkan 25 ml larutan nutrisi pekatan 1 dan 25 ml pekatan 2 dengan 5 liter air bersih. Kita mengambil kesimpulan bahwa dalam 5 ml larutan nutrisi pekatan 1 dan 5 ml larutan nutrisi pekatan 2 menghasilkan 1 liter larutan nutrisi yang siap digunakan.
  • Apabila pada kemasan tertulis untuk 1000 liter dengan ppm berjumlah 750 maka larutan nutrisi yang dibuat seperti percobaan 1 dan kedua tadi sama-sama menghasilkan larutan dengan ppm berjumlah 750.
  • Bila ingin membuat larutan siap pakai dengan ppm berjumlah 1500, maka harus menggunakan takaran dengan dua kali lipatannya, misal 10 ml pekatan 1 dan 10 ml pekatan 2 dilarutkan dengan 1 liter air bersih dan akan ketemu hasil larutan siap pakai dengan ppm sebanyak 1500
  • Perlu diingat pada kemasan produk AB mix ada petunjuk penggunaannya dan keterangannya mohon dibaca dengan seksama agar kita menggunakannya sesuai aturan dan hasil yang diperoleh nantinya akan maksimal.
  • Untuk hasil maksimal diperlukan harga yang sesuai, istilahnya harga membawa rupa barangnya, begitupun nutrisi AB mix, biasanya harga nutrisi AB mix yang murah mencantumkan keterangan ppm dengan ppm yang rendah dan ketika kita ingin menaikkan dosis ppm untuk tanaman penggunaannya akan lebih boros.
  • Pada keterangan diluar kemasan nutrisi AB Mix biasanya terdapat satuan ppm, tapi terkadang ada juga merk kemasan yang memilih satuan Ms/cm atau EC, dalam 1 Ms/cm = kurang lebih sama dengan 700 ppm.
  • Untuk lebih jelasnya, agar mengetahui kadar ppm atau EC pada larutan kitamenggunakan alat pengukur yang biasa disebut TDS meter/ EC meter.

Demikian sekilas cara pembuatan larutan nutrisi pekatan dan larutan nutrisi siap pakai yang benar, mungkin seperti halnya penulis lain, saya masih belajar menulis artikel tentang penggunaan AB mix  ini dan juga mungkin saya tidak bisa spesifik menjelaskan cara pembuatannya. Sebagai penulis berharap  dengan adanya artikel ini dapat membantu anda dengan memilih nutrisi AB mix yang baik serta pembuatannya yang benar. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi ya sobat, terima kasih.

Cara Membudidayakan Cabai Hidroponik

Cara Membudidayakan Cabai Hidroponik

Cara Membudidayakan Cabai Hidroponik Menggunakan Sistem Fertigasi Tanpa Green House

Cabai, sayuran buah yang sudah tidak asing lagi untuk para pecinta makanan pedas khususnya warga Indonesia, tercatat bahwa konsumsi cabai di Indonesiam dapat mencapai 1,77 kg perkapita setiapa tahunnya. Cabai menjadi salah satu diantara tanaman sayur buah yang menjadi favorit banyak petani, karena ketoleransiannya terhadap iklim, suhu dan cuaca begitupun juga tempat cabai tumbuh, tanaman cabai dapat tumbuh di dataran tinggi, menengah sampai rendah. Oleh karena itu budidaya cabai menjadi peluang usaha yang menjanjikan, apalagi pada saat ini harga cabai melambung cukup tinggi.

Cara Membudidayakan Cabai Hidroponik Menggunakan Sistem Fertigasi Tanpa Green House

Untuk membudidayakan tanaman cabai ada banyak macam metode yang dapat digunakan yaitu, media konvensional atau media tanah, ada juga dengan metode hidroponik, pada metode hidroponik ada beberapa sistem dalam penanamannya, antara lain sistem wick atau sistem sumbu, sistem NFT (Nutrient Film Tecknique), sistem DBS (Dutch Bucket System), dan sistem fertigasi. Bila bercocok tanam hidroponik berskala besar dan menggunakan sistem fertigasi dianjurkan menggunakan polybag karena dijamin lebih murah, mudah, dan juga efektif. Kali ini kita akan membahas bagaimana cara menanam cabai hidroponik sistem fertigasi tanpa green house. Berikut pemaparannya

PERSIAPAN BIBIT, LAHAN DAN INSTALASI FERTIGASI

  • Persiapan Bibit Cabe

Pilih varietas yang akan ditanam contohnya, cabai rawit, cabai keriting, cabai setan, atau cabai besar. Bila varietas sudah dipilih lalu sebarkan benih cabai ke tray semai (media semai dapat menggunakan sabut kelapa/cocopeat atau arang sekam), lubangi terlebih dahulu media semai baru ditanam benih tersebut, untuk setiap lubang semai isi 1 atau 2 benih cabai. Lakukan perawatan rutin  sampai bibit berumur 25-30 hari pasca tanam atau siap untuk dipindah tanam.

  • Persiapan Lahan

Lahan  yang mau digunakan untuk menanam cabai hidroponik dengan sistem fertigasi harus bersih bebas dari gulma dan bersih dari sisa tonggak kayu. Lahan tersebut harus diratakan dan kemudian buat bedengan agar nantinya tanaman cabai hidroponik tidak tergenang air hujan. Tidaklah sembarangan membuat bedengan, ada aturan jaraknya teman, bedengan dibuat dengan lebar rentang 90-100 cm dan antar bedengan jaraknya rentang 70-80 cm, lalu tentang tinggi dan panjang bedengan sesuaikan lahan yang anda pilih. Bila bedengan sudah sesuai aturan, rapikan bedengan dengan meratakannya, hal ini untuk mencegah polybag tidak miring.

 

  • Perlengkapan dan Instalasi Sistem Fertigasi

Alat dan bahan yang digunakan untuk metode hidroponik dengan sistem fertigasi  yaitu, pipa paralon diameter 2 inch, pipa pembagi, selang piping ukuran diameternya  5 mm potong-potong ukuran 50-60 cm usahakan selang berwarna hitam agar tidak ditumbuhi lumut, neple, timer dan juga stik fertigasi. Pipa paralon memiliki fungsi untu mengalirkan nutrisi dari tandon nutrisi ke lahan lalu dibagi untuk mengalirkan disetiap bedengan menggunakan pipa ¾ inch. Kemudian selang fertigasi/selang piping diameter 5 mm dipasang sesuai jumlah polybag yang digunakan pada selang pembagi Untuk setiap polybag dipasang 1 atau 2 buah selang piping, tergantung tanaman yang akan di tanam dalam polybag, bila polybag diisi dengan 2 tanaman, selang piping yang digunakan sebanyak 2 buah, pasang/hubungkan neple antara pipa pembagi dengan selang piping/selang fertigasi, tancapkan stick fertigasi pada media tanam dan juga dipasang pada ujung selang piping.

 

CARA MENANAM CABAI HIDROPONIK DENGAN SISTEM FERTIGASI

  • Persiapan polybag serta media tanam

Media tanam yang digunakan pada metode hidroponik sistem fertigasi dapat berupa hanya cocopeat, atau campuran antara cocopeat dengan arang sekam dengan perbandingan 1:1, tapi kali ini kita menggunakan cocopeat saja. Untuk polybag kita menggubakan polybag berukuran diameter 25-30 cm.

  • Cara Menanam Bibit Cabai

Bila bibit sudah berumur 25-30 hari pasca tanam, bibit sudah bisa dipindah tanam. Buat lubang pada media tanam, lalu tanam bibit cabai dan tekan sedikit agar tanaman berdiri kokoh. Ada catatan bila menanam bibit cabai, lakukan pada saat sore hari atau saat matahari tidak terlalu terik. Lalu lakukan pemberian larutan nutrisi dengan kadar ppm yang rendah. Saat cabai baru selesai ditanam memang terlihat layu tapi beberapa hari kemudian bibit cabai sudah bisa beradaptasi.

  • Dosis serta waktu pemberian nutrisi

Dalam tanaman hidroponik kali ini kita menggunakan ab mix. Ada 2 jenis ab mix yang dijual di toko pertanian yaitu nutrisi atau ab mix umum, nutrisi untuk sayuran daun dan nutrisi untuk tanaman buah, sedangkan nurisi atau ab mix khusus, nutrisi yang khusus untuk spesifik jenis tanaman contohnya ab mix terong, ab mix bawang merah, paprika. Untuk kali ini kita menggunakan ab mix cabai untuk memperoleh hasil maksimal.

Dosis pemberian nutrisi untuk cabe hidroponik sstem fertigasi:

a). Awal tanam sebanyak 750 ppm

b). 2 minggu pasca tanam sebanyak 1000 ppm

c). 3 minggu pasca tanam sebanyak 1500 ppm

d). 4 minggu pasca tanam sebanyak 2000 ppm

e). Masa generatif (pembungaan sampai menjadi buah) sampai panen sebanyak 2500 ppm

 

Waktu pemberian nutrisi pada tanaman :

  • Nutrisi yang diberikan untuk cabai mulai pagi sampai sore hari, atur timer agar pompa hidup 6 kali dalam satu hari dan durasi pompa hidup selama 3 menit.
  • Pada saat malam hari pemberian nutrisi dihentikan atau pompa dimatikan
  • Tanaman diberikan air tanpa nutrisi seharian full dan dilakukan setiap seminggu sekali.
  • Cara pemeliharaan cabai hidroponik
  • Pada tanaman cabai dibutuhkan pemasangan ajir untuk penopang tanaman cabai. Ajir ditancapkan pada tanah, bukan di polybag karena dikhawatiirkan akan merusak akar tanaman cabai, lalu ikat menggunakan tali.
  • Pemangkasan pada tunas, agar tanaman induk dapat memproduksi buah dengan maksimal. Tunas dirempel habis ke cabang berbentuk Y atau dikurangi sebagian saja tidak mengapa.
  • Hama dan penyakit yang menyerang cabe hidroponik
  • Tanaman cabai hidroponik juga sama hal nya tanaman lain yang sering dihinggapi hama dan penyakit, biasanya hama dan penyakit yang sering menghinggapi tanaman hidroponik yaitu trips, tungau, apids/ kutu daun yang dapat menyebabkan daun tanaman cabai keriting. Cara menggilangkannya dengan cara menyemprotkan larutan campuran air tembakau, bawang putih, akarisida berbahan aktif profenofos dan piridaben atau abamectin.
  • Bila terjadi bercak daun, busuk batang, busuk akar, busuk kuncup, busuk pada buah cabai, lakukan pemotongan pada bagian yang diserang hama penyakit, dan lakukan penyemprotan cairan fungisida atau bakterisida dengan kadar yang sesuai.
  • Panen Cabai Hidroponik

Umur untuk tanaman cabai hidroponik tidak jauh berbeda dengan tanaman cabai yang ditanam pada media konvensional. Bila ingin memanen cabai dengan hasil cabai berwarna hijau, dapat dipetik pada umur 75-80 hari pasca tanam. Dan bila ingin hasil dengan buah berwarna merah atau sudah matang dapat di panen pada umur 110 hari pasca tanam.

Baca Juga artikel ini : cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon

Demikian cara menanam cabai hidroponik dengan menggunakan sistem fertigasi tanpa menggunakan green house.

 

 

 

 

Persiapan Lahan Yang Tepat Untuk Tanaman Hidroponik Dengan Sistem Fertigasi

Persiapan Lahan Yang Tepat Untuk Tanaman Hidroponik Dengan Sistem Fertigasi

Persiapan Lahan Yang Tepat Untuk Tanaman Hidroponik Dengan Sistem Fertigasi. Fertigasi adalah salah satu metode penanaman yang ada dalam macam-macam sistem penanaman hidroponik. Untuk memberikan larutan nutrisinya metode fertigasi  ini memberikannya melalui sistem irigasinya.

Asal istilah fertigasi ini sendiri terdiri dari dua kata yaitu “fertilizer” dan “irigation” yang mengandung arti yaitu pengairan dan pemberian pupuk dalam sistem hidroponik ini melalui irigasi tetes. Sistem fertigasi ini jugab dapat diaplikasikan pada pertanian konvensional, akan tetapi lebih terkenalnya sistem fertigasi ini dipakai di sistem pertanian hidroponik.

Persiapan Lahan Yang Tepat Untuk Tanaman Hidroponik Dengan Sistem Fertigasi

Pada sistem pertanian hidroponik metode fertigasi ini di pakai pada tanaman sayuran buah  dan tanaman buah seperti paprika, cabai, tomat, terong, mentimun, melon, semangka, strawberry dan tanaman sayuran buah lainnya.

Bukan hanya Indonesia saja membudidayakan tanaman sayuran buah dengan sistem fertigasi ini, negara serumpun kita Malaysia pun cukup terkenal dengan budidaya tanaman menggunakan sistem  fertigasi  dan hampir semua petani di negara ini menggunakan sistem ini. Di negara yang terkenal dengan menara petromas ini lebih mengenal sistem fertigasi dengan sebutan sistem hidroponik padahal sebenarnya sistem fertigasi itu salah satu metode dari sistem hidroponik tersebut.

Sistem ini sangat digandrungi di sebagian besar petani sayur buah mengapa tidak?, sistem ini lebih efisien penggunaan air, nutrisi, dan juga hemat tenaga pembudidayanya, kita lebih santai dalam membudidayakannya disamping keuntungan tersebut sistem fertigasi ini ada kekurangannya dalam segi perlengkapan, pasalnya perlengkapan yang dipakai masih dibilang terlalu mahal harganya, oleh karena itu mengapa sebagian besar petani di negara kita enggan membudidayakan tanaman sayur buah dengan sistem fertigasi ini.

Ya kali ini ada solusi nih buat mempermudah dan mempermurah  untuk membudidaya tanaman dengan sistem fertigasi. Ya dengan menanam sistem fertigasi dengan menggunakan pot, kaleng bekas, atau dengan menggunakan polybag.

Baca Juga artikel ini : cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon

Syarat tumbuh tanaman hidroponik

Bila bercocok tanam hidroponik   berskala besar dan menggunakan sistem fertigasi dianjurkan menggunakan polybag karena dijamin lebih murah, mudah, dan juga efektif. Untuk memulai menanam hidroponik ada syarat yang perlu diperhatikan berikut beberapa syarat tumbuh tanaman hidroponik :

  • Cahaya matahari

Seperti halnya pada tanaman konvensional, pada tanaman hidroponik juga membutuhkan paparan sinar matahari selama 8-10 jam setiap harinya. Atau jika minim sinar matahari bisa menggunakan lampu LED dengan cahaya terang.

  • Udara

Oksigen dalam air harus diatas 6 ppm. Untuk menjaga sirkulasi udara dalam air tetap baik, kita dapat menggunakan pompa udara seperti yang digunakan pada akuarium. Bukan hanya oksigen yang penting bagi tanaman hidroponik, karbondioksida juga penting untuk berlangsungnya fotosintesis pada tanaman.

  • Air

Air yang baik untuk budidaya hidroponik adalah air sumur/air tanah yang jernih atau air dengan kadar EC yang rendah dan PH hampir 0.

Langkah Langkah Persiapan Lahan Menanam Cabai Hidroponik Sistem Fertigasi

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum menanam cabai hidroponik sistem fertigasi yaitu:

  • Lahan
  • Mulsa
  • Media tanam
  • Polybag
  • Perlengkapan fertigasi
  • Pompa
  • Timer
  • Bak nutrisi / tandon

Untuk lebih jelasnya, apa masing-masing peranan dan fungsinya, berikut penjelasannya:

  • Persiapan lahan

Lahan  yang mau digunakan untuk menanam cabai hidroponik dengan sistem fertigasi harus bersih bebas dari gulma dan bersih dari sisa tonggak kayu. Lahan tersebut harus diratakan dan kemudian buat bedengan agar nantinya tanaman cabai hidroponik tidak tergenang air hujan. Tidaklah sembarangan membuat bedengan, ada aturan jaraknya teman, bedengan dibuat dengan lebar rentang 90-100 cm dan antar bedengan jaraknya rentang 70-80 cm, lalu tentang tinggi dan panjang bedengan sesuaikan lahan yang anda pilih. Bila bedengan sudah sesuai aturan, rapikan bedengan dengan meratakannya, hal ini untuk mencegah polybag tidak miring.

  • Pemasangan Mulsa

Lahan sudah siap, langkah berikutnya yaitu pemasangan mulsa. Dalam cabai hidroponik dengan menggunakan sistem fertigasi ini, pemasangan mulsa tidak ada bedanya dari cara pemsangan mulsa untuk tanaman cabai pada lahan konvensional. Pemasangan mulsa pada tanaman cabai ini gunanya untuk menghindari tumbuhnya rumput liar atau gulma.

  • Persiapan Media Tanam

Media tanam untuk cabai hidroponik sistem fertigasi ini bisa menggunakan campuran arang sekam dengan cocopeat (sabut kelapa) atau menggunakan sabut kelapa saja tidak apa-apa. Perbandingan campuran media tanam bila menggunakan campuran cocopeat dengan arang sekam yaitu 1:1.

  • Persiapan Polybag

Media tanam yang dipilih entah menggunakan campuran arang sekam dengan cocopeat (sabut kelapa) atau menggunakan sabut kelapa saja tersebut dimasukkan kedalam polybag yang sudah dipersiapkan.

Lalu tekan perlahan agar sedikit padat, bila sudah selesai susun polybag diatas mulsa plastik dengan aturan jarak antar polybag 60×60 cm atau sesuai lebar lahan yang sudah dipersiapkan. Atur posisi polybag dengan menggunakan pola zig-zag atau sejajar. Bila sudah selesai pasang instalasi fertigasi kemudian letakkan ditengah bedengan lalu tancapkan 1 stik fetigasi per satu polybag.

  • Perlengkapan Fertigasi

Alat dan bahan yang digunakan untuk metode hidroponik dengan sistem fertigasi  yaitu, pipa paralon diameter 2 inch, pipa pembagi, selang piping ukuran diameternya  5 mm potong-potong ukuran 50-60 cm usahakan selang berwarna hitam agar tidak ditumbuhi lumut, neple, timer dan juga stik fertigasi.

Pipa paralon memiliki fungsi untu mengalirkan nutrisi dari tandon nutrisi ke lahan lalu dibagi untuk mengalirkan disetiap bedengan menggunakan pipa ¾ inch. Kemudian selang fertigasi/selang piping diameter 5 mm dipasang sesuai jumlah polybag yang digunakan pada selang pembagi Untuk setiap polybag dipasang 1 atau 2 buah selang piping, tergantung tanaman yang akan di tanam dalam polybag, bila polybag diisi dengan 2 tanaman, selang piping yang digunakan sebanyak 2 buah, pasang/hubungkan neple antara pipa pembagi dengan selang piping/selang fertigasi, tancapkan stick fertigasi pada media tanam dan juga dipasang pada ujung selang piping.

  • Bak nutrisi/tandon dan pompa

Ukuran bak nutrisi atau tandon sesuaikan dengan jumlah tanaman cabai yang akan ditanam, semakin banyak yang ditanam maka semakin besar pula ukuran bak nutrisi /tandon. Untuk pompa dipasang pada bak nutrisi/tandon lalu hubungkan dengan pipa induk.

  • Tes instalasi

Tahap terakhir tes instalasi, di tes apakah bekerja dengan lancar dan baik atau tidak lancar. Cek juga debit air yang mengalir pada media berapa ml per menit. Jika sudah baik dan ready, bibit bisa ditanam ke media instalasi

Demikian sekilas tentang ppersiapan lahan untuk pembuatan instalasi fertigasi secara sederhana, mungkin seperti halnya penulis lain, saya masih belajar menulis artikel tentang tanaman ini dan juga mungkin saya tidak bisa spesifik menjelaskan cara pembuatannya.

Sebagai penulis berharap  dengan cara ini kita tidak perlu pusing memikirkan biaya untuk membeli perlengkapannya yang mahal, cukup dengan bahan yang banyak kita temui di sekitar rumah.Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi ya sobat, terima kasih.

Bawang Merah Hidroponik Sederhana Hasil Melimpah

Bawang Merah Hidroponik Sederhana Hasil Melimpah

Bawang Merah Hidroponik Sederhana Hasil Melimpah

Bawang merah merupakan salah satu bumbu masak yang pastinya harus ada di dapur, tanaman yang berasal dari Iran dan Pakistan ini biasanya dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki iklim kering, suhu sedikit panas, dan juga tempat terbuka, untuk itu dapatkah bawang merah ditanam menggunakan metode hidroponik?

Pada jaman sekarang ini, jawabanyya adalah bisa, karena hampir semua jenis tanaman dan varietasnya sebenarnya dapat ditanam menggunakan sistem hidroponik, entah itu tanaman sayuran daun, sayuran buah, tanaman umbi maupun tanaman buah atau tanaman hias sekalipun.

Bawang Merah Hidroponik Sederhana Hasil Melimpah

Kita intip sekilas tentang  hidroponiker (sebutan keren untuk pembudidaya tanamn melalui sistem hidroponik) yaitu ibu Petty Fathiyah, beliau adalah salah satu seorang master hidroponik yang berhasil menanam bawang merah dengan menggunakan sistem hidroponik.  Berikut tips cara budidayanya:

Tahapan cara menanam bawang merah hidroponik:

Pertama, siapkan alat dan bahan.

Hanya untuk skala hobi, alat yang digunakan dalam menanam bisa dari barang bekas, entah itu botol bekas, atau toples sosis . hal ini juga bisa jadi alternatif untuk tidak mengeluarkan biaya berlebih dan tentunya lebih bisa memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai serta mengurangi pencemaran lingkungan karena sampah yang susah terurai. Okeh, kita lanjut dipembahasan alat dan bahan, berikut alat dan bahan untuk menanam bawang merah hidroponik:

  • Pot, pot bisa menggunakan pot jadi atau dari barang bekas, mengapa menggunakan barang bekas, diatas ada keterangannya.
  • Tandon nutrisi dapat menggunakan botol bekas, toples bekas, kita ulangi lagi mengapa menggunakan barang bekas, diatas ada keterangannya.
  • Gunting, pisau cutter
  • Kain flanel untuk sumbu
  • Media tanam dapat menggunakan cocopeat atau arang sekam
  • Tentunya bibit bawang merah
  • Nutrisi ab mix
  • PH meter
  • TDS meter
  • Air

Kedua, persiapan pot dan tandon nutrisi untuk bawang merah hidroponik

Pot dan tandon , dapat menggunakan dari barang bekas, entah itu botol bekas, atau toples sosis . hal ini juga bisa jadi alternatif untuk tidak mengeluarkan biaya berlebih dan tentunya lebih bisa memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai serta mengurangi pencemaran lingkungan karena sampah yang susah terurai menggunakan barang-barang bekas yang ada dirumah anda, misalnya toples yang sudah tidak terpakai atau botol bekas.

Baca Juga : tabel nutrisi hidroponik

Disini Bu Petty Fathiyah juga menggunakan toples bekas sebagai tandon nutrisi akan tetapi kali ini pot menggunakan pot jadi. Berikut ini langkah-langkahnya:

  1. Pertama adalah mempersiapkan pot dan tandon nutrisi, perlu diingat saat ingin membeli pot jadi, ukurannya pot disesuaikan dengan ukuran toples tau tandon nutrisi.
  2. Kemudian bagian tutup toples dilubangi sesuai bentuk dan ukuran potnya
  3. Oh iya jangan lupa buat lubang udara pada bagian samping toples ukurannya terserah anda, yang penting jangan lebar-lebar sampai 3 cm.
  4. Gunting kain flanel(sumbu) lalu pasang pada pot.
  5. Kemudian masukkan media tanam pada pot
  6. Tandon di cat warna hitam agar larutan nutrisi tidak ditumbuhi lumut.

Ketiga  persiapan media tanam bawang merah hidroponik

Untuk media tanam dapat menggunakan arang sekam atau menggunakan sabut kelapa (cocopeat). Bila menggunakan keduannya gunakan perbandingan 1:1. Lalu media tanam yang dipilih(arang sekam/cocopeat) masukkan kedalam pot. Hampir lupa masukkan sumbu yang terbuat dari kain flanel terlebih dahulu, baru kemudian masukkan media tanam

Persiapan Bibit Bawang Merah Hidroponik

Bibit bawang merah dapat diperoleh dari dapur, untuk mengenali ciri-ciri bawangg merah yang baik untuk bibit, kita bisa memilih yang benar-benar tua dan tentunya kering tau dengan ciri fisiknya mempunyai warna mengkilat dan padat serta sedikit mempunyai calon akarnya. Stelah tersedia bawang merahnya kemudian potong  sedikit bagian ujung bawang merah ya kurang lebih 1/5 ukurannya.

Cara penanamannya secara hidroponik

  • Pertama sirami terlebih dahulu media tanam menggunakan air tanpa nutrisi
  • Setelah media tanam basah, benamkan setengah bagian umbi bawang merah ke media tanam.
  • Lalu letakkan pot berisi media tanam dan bibit tersebut pada tempat yang teduh sampai tunas bawang merah tumbuh.
  • Setelah tunas muncul, isikan tandon nutrisi dengan nutrisi ab mix, sedikit-sedikit perkenalkan sinar matahari secara penuh.

Kebutuhan ppm bawang merah hidroponik

pH ideal untuk tanaman bawang merah atau tanaman lainnya adalah 5.5 – 6.5

  • Pada minggu ke 1 atau umur bawang merah dari ditanamnya bibit bawang merah (mulai muncul tunas) sampai 7 hari, kadar nutrisi yang diberikan sebanyak 400 ppm
  • Pada minggu ke 2, kadar nutrisi yang diberikan sebanyak 800 ppm.
  • Pada minggu ke 3, kadar nutrisi yang diberikan sebanyak 1000 ppm
  • Pada miinggu ke 4, kadar nutrisi yang diberikan sebanyak 1000 ppm
  • Pada minggu ke 5,  kadar nutrisi yang diberikan sebanyak 1000 ppm
  • Pada minggu ke 6 sampai umur 60-65 hari (panen),  kadar nutrisi yang diberikan sebanyak 1200 ppm

 

Pemeliharaan dan perawatan bawang merah

Pemeliharaan dan perawatan yaitu suatu kegiatan yang harus wal wajib dilakukan agar tanaman kita khusnya tanaman bawang merah hidroponik yang di tanam tadi bisa tumbuh subur, maksimal dan sesuai harapan kita. Merawat serta memelihara tanaman bawang merah hidroponik sebenarnya sih tidaklah sulit dan rumit.

Seperti banyak tanaman hidroponik yang lain, kegiatan harus wal wajibnya tidak boleh ditinggalkan dalam budidaya bawang merah hidroponik yaitu selalu memastikan kebutuhan nutrisi dalam tandon tetap terpenuhi sesuai umur tanaman bawang merah dan selalu menjaga pH larutan nutrisi dan pH air tetap stabil. Cek ricek secara rutin dan berkala larutan nutrisinya pada tandon, jangan sampai tandon tidak isi dan kering. Oh iya jangan sampai ketinggalan cek pH air dan pH larutan nutrisi pada tandon dengan menggunakan alat pengukur yaitu pH meter secara berkala.

Pemanenan

Pemanenan bawang merah hidroponik ini membutuhkan waktu 60-65 hari pasca bibit ditanam atau bila daun bawang merah sudah mulai merebahdan menguning. Bila ingin menyisakan bawang merah untuk bibit lagi, biarkan bawang merah sampai tua atau kulitnya sedikit mengkilap lalu jemur sampai kering, untuk menghindari serangan jamur.

Demikian cuplikan cara menanam bawang merah hidroponik sistem wick dengan barang seadanya dan tentunya murah yang dilakukan oleh master hidroponik Bu Petty Fathiyah. mungkin seperti halnya penulis lain, saya masih belajar menulis artikel tentang tanaman ini dan juga mungkin saya tidak bisa spesifik menjelaskan cara pembuatannya.

Sebagai penulis berharap dengan adanya artikel dan cara ini kita tidak perlu bingung memikirkan biaya untuk membeli perlengkapannya yang mahal, cukup dengan bahan yang banyak kita temui di sekitar rumah yang ssering kita menganggapnya sampah tak berguna. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi ya sobat, terima kasih.

Langkah-Langkah Menanam Tomat Hidroponik Sistem Nft

Langkah-Langkah Menanam Tomat Hidroponik Sistem Nft

Langkah-Langkah Menanam Tomat Hidroponik Sistem Nft

Kegiatan bercocok tanam adalah usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu. Pada dasarnya  media tanam yang wajar digunakan dalam bercocok tanam  adalah tanah dan campuran pupuk kompos, tanah sendiri untuk media bertumbuhnya akar sedangkan pupuk kompos sebagai nutrisi atau suplemen makanan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh berkembang.

Selain tanah dan suplemen makanan tanaman membutuhkan air, seperti halnya manusia yang juga butuh air, air pada tanaman sebagai pelarut nutrisi untuk mempermudah penyerapannya oleh tanaman. Air bukan hanya untuk melarutkan nutrisi pada tanaman saja, dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan beberapa tahun belakangan ini, air juga untuk media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar.

Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik. Ada banyak tanaman yang sering kita jumpai pada sistem hidroponik ini seperti terong, cabai, strawberry, sawi, kangkung, selada, tomat dan masih banyak lagi, kali ini kita akan membahas tentang tomat hidroponik. Siapa yang tidak kenal dengan buah tomat?

Iya tomat buah yang sering kali menjadi teman selada dan timun untuk lalapan, karena buahnya yang segar tomat juga acap kali digunakan untuk masker, ataupun jus karena kandungan vitamin yang dimiliki. Kita hanya sering kali memakan dan memanfaatkan buahnya saja tanpa mengetahui proses penanaman buah tomat ini. Untuk mengetahuinya akan kita bahas dalam artikel ini.

Langkah-Langkah Menanam Tomat Hidroponik Sistem Nft

Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang tanaman tomat hidroponik menggunakan sistem wick, kali ini kita akan sedikit membahas tentang penanaman tomat dengan sistem NFT.

Apa sih NFT itu?, ya NFT merupakan singkatan dari “Nutrient Film Technique” yang mempunyai arti “nutrisi mengalir tipis secara terus menerus“. Untuk lebih jelasnya kita ikuti langkah- langkah penanaman tomat dengan sistem NFT.

TAHAPAN LANGKAH- LANGKAH MENANAM TOMAT HIDROPONIK

  1. Cara Membuat Instalasi Hidroponik NFT System

Alat dan bahan

  • pipa paralon
  • pompa air
  • tandon(dapat menggunakan box styrofoam, ember besar atau wadah yang pastinya ukuran disesuaikan dengan jumlah tanaman)
  • Netpot
  • Selang
  • Rak

Guli disusun diatas rak, kemudian posisikan sedikit miring agar larutan nutrisi dari tandon dapat mengalir perlahan dan kembali ke tandon. Pipa paralon (guli) dari bahan PVC ini bagian atasnya dilubangi sesuai dengan diameter ukuran netpot. Jarak antar lubang dibuat dengan rentang jarak antara 60-70 cm.

  1. Menyiapkan Benih Tomat Hidroponik

Benih tomat dapat diperoleh dari toko pertanian didekat anda atau toko online yang menjual eceran benih tomat dan kalau ingin tidak mengeluarkan biaya berlebih atau lagi mager ke toko pertanian, ambil tomat didapur lalu ambil bijinya dan keringkan untuk menghilangkan kadar air didalam biji.

  1. Cara Menyemai Benih Tomat Hidroponik

Untuk menanam hidroponik dengan sistem wick kita menggunakan arang sekam, beda dengan sistem NFT (Nutrient Film Technique) kita menggunakan media tanam dari rockwoll. Berikut cara penyemainnya,

  • Pertama potong rockwol menjadi seperti dadu dengan ukuran disesuaikan dengan netpot yang
  • Sirami rockwol dengan air lalu lubangi bagian tengahnya untuk meletakkan biji tomat.
  • Dalam satu potong rockwol diisi satu biji, lalu letakkan rockwoll tersebut pada nampan.
  • Letakkan semaian benih tomat pada tempat yang gelap.
  • Bila sudah berkecambah letakkan benih pada tempat yang sedikit terkena sinar matahari dan perkenalkan bibit tomat dengan sinar matahari secara penuh secara bertahap.
  • Untuk nutrisi bibit tomat kita menggunakan nutrisi ab mix dengan ppm yang rendah
  • Bila bibit sudah berumur 20- 25 hari pasca semai bibit siap dipindah tanam.
  1. Cara Menanam Bibit Tomat Hidroponik Sistem NFT

Jika instalasi sistem NFT  dan bibit tanaman tomat sudah siap. Kemudian isi tandon dengan laritan nutrisi ab mix secukupnya. Lalu hubungkan pompa air dengan aliran listrik agar nutrisi mengalir ke guli. Setelah itu masukkan bibit tomat sekalian dengan rockwolnya kedalam netpot, dan letakkan netpot di lubang tanam yang sudah dibuat. Proses penanaman bibit tomat sudah selesai.

  1. Dosis PPM Nutrisi Untuk Tomat Hidroponik sistem NFT

Pemberian kadar PPM nutrisi pada tomat:

  • Pada minggu ke 1 atau umur tomat dari ditanamnya bibit tomat sampai 7 hari, kadar nutrisi yang diberikan sebanyak 500 ppm
  • Pada minggu ke 2 atau umur tomat 8-14 hari pasca tanam, kadar nutrisi yang diberikan sebanyak 750 ppm
  • Umur tomat 15-30 hari pasca tanam, kadar nutrisi yang diberikan sebanyak 1000 ppm.
  • Tomat berumur 31 – 45 hari, kadar nutrisi yang diberikan sebanyak 1500 ppm.
  • Tomat berumur 46 – 75 hari, kadar nutrisi yang diberikan sebanyak 2500 ppm.
  • Tomat sudah berumur 76 – 90 hari, kadar nutrisi yang diberikan sebanyak 3500 ppm.
  1. Cara Pemeliharaan dan Perawatan Tomat Hidroponik
    • Penambahan larutan nutrisi selalu dicek, semakin bertambah umur tomat semakin banyak nutrisi yang diperlukan.
    • Bila saat tomat berbunga pengecekan harus rutin karena kemungkinan besar bila tidak ada pengecekan secara rutin pada nutrisinya bunga tomat akan kering dan mati.
    • Penambahan doosis pada menti dilakukan seminggu sekali.
    • Mengecek PH larutan nutrisi untuk tomat, idealnya PH yang terkandung pada larutan untuk tomat yaitu 5,5 – 6,5.
    • Semprotkan cairan insektisida pada tanaman tomat sesuai kadar yang sesuai
  2. Pengendalian Hama dan Penyakit Tomat Hidroponik sistem NFT

Seperti halnya tanaman lain termasuk tomat, tanaman tomat hidroponik juga mudah terserang hama dan penyakit. Pemeliharaan dan perawatannya cukup mudah dan tidak terlalu rumit, tapi kita juga tidak boleh terlalu mengabaikannya. Tanaman tomat harus terkena sinar matahari yang cukup dan nutrisi yang sesuai dengan umurnya.

Bila terjadi bercak daun, busuk akar, buah lakukan pemotongan pada bagian yang diserang hama penyakit, dan apabila menyerang tanaman keseluruhan musnahkan agar tidak dapat menular ke tanaman lainnya dan lakukan penyemprotan cairan fungisida atau bakterisida seperlunys dengan kadar yang sesuai.

  1. Pemanenan Tomat Hidroponik sistem NFT

Buah tomat bisa dipanen bila sudah berumur 60-90 hari pasca tanam, tergantung varietas yang ditanam, karena masa panen antar varietas tanaman tomat tidaklah sama. Tanda tomat sudah siap dipanen memiliki ciri-ciri 90% warna kulit keseluruhan buah tomat sudah memerah. Bila ingin memanen tomat dalam keadaan masih hijau (biasanya tomat hijau untuk pendamping timun, selada untuk lalapan) waktu panen bisa lebih cepat.

Baca Juga artikel ini : cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon

Demikian sekilas cara penanaman tanaman tomat secara sederhana dengan menggunakan sistem NFT, mungkin seperti halnya penulis lain, saya masih belajar menulis artikel tentang tanaman ini dan juga mungkin saya tidak bisa spesifik menjelaskan cara penanamannya. Sebagai penulis berharap  dengan adanya artikel ini dapat menjadi inspirasi dan bermanfaat untuk anda ya sobat, terima kasih.

Budidaya Melon Sistem Fertigasi

Budidaya Melon Sistem Fertigasi. Kita sudah mengerti bahwa hidroponik adalah teknik menanam sayuran, buah atau tanaman hias dengan menggunakan  media air. Bagaimana dengan buah berukuran cukup besar seperti melon, apakah bisa ditanam dalam metode hidroponik? Jawabannya tentu bisa, bila dibandingkan dengan menanam buah melon pada media tanah, menanam buah melon pada sistem hidroponik ini jauh lebih mudah dan aman, dan tentunya buah yang dihasilkan lebih steril dari penyakit jamur dan bakteri.

Melon hidroponik bisa ditanam menggunakan sistem wick/, DB System atau sistem Fertigasi. Dan kali ini yang kita bahas pada artikel adalah menanam melon hidroponik menggunakan sistem fertigasi. Apa sih sistem fertigasi?, fertigasi merupakan salah satu metode penanaman yang ada dalam sistem hidroponik, untuk memberikan larutan nutrisi metode fertigasi  ini memberikannya melalui sistem irigasi.

Asal mula istilah fertigasi ini sendiri diambil dari dua kata yaitu “fertilizer” dan “irigation” yang mengandung arti yaitu pengairan dan pemberian pupuk dalam sistem hidroponik ini melalui irigasi tetes. Sistem fertigasi ini dapat diaplikasikan pada pertanian konvensional, tapi lebih terkenalnya sistem fertigasi ini dipakai di sistem pertanian hidroponik.

Di sistem pertanian hidroponik metode fertigasi di pakai pada tanaman sayuran buah seperti paprika, cabai, tomat, terong, mentimun, melon, semangka, strawberry dan tanaman sayur buah lainnya.

Budidaya Melon Sistem Fertigasi

SYARAT TUMBUH TANAMAN MELON HIDROPONIK

Pada dasarnya berkebun dengan metode hidroponik sangatlah mudah. Namun ada syarat-syarat tertentu untuk tanaman bisa tumbuh dan dapat berbuah dengan maksimal. Adapun syarat-syarat tumbuh tanaman melon,

  • Seperti halnya tanaman lain membutuhkan paparan sinar matahari, tanaman melon juga butuh sinar matahari untuk pertumbuhannya. Tanaman melon dalam satu hari membutuhkan sinar matahari minimal 6 jam.
  • Untuk PH pada tanaman melon hidroponik idealnya rentang 6.0-7.0 dengan kepekatan nutrisi didalamnya mencapai angka 2000 ppm.
  • Nutrisi untuk tanaman melon sebaiknya menggunakan AB mix khusus untuk tanaman melon

LOKASI YANG TEPAT UNTUK TEMPAT MENANAM MELON HIDROPONIK

Hindari penempatan tanaman melon pada tempat yang terhalang tembok tinggi, rumah tetangga, atau pohon dengan ukuran besar karena bila tanaman melon terhalang, tanaman melon tidak akan tumbuh dan berproduksi dengan baik.

Baca Juga artikel ini : cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon

MENYIAPKAN POT  DAN MEDIA TANAMAN MELON

Untuk menanam melon hidroponik pada sistem fertigasi wadah yang digunakan bisa menggunakan pot atau polybag. Ukuran wadah untuk menanam melon idealnya berdiameter 30, hal ini agar wadah dapat menampung akar tanaman melon. Untuk media tanam tanaman melon dapat menggunakan cocopeat (sabut kelapa), arang sekam, hydroton, perlite.

MENYIAPKAN PERLENGKAPAN INSTALASI FERTIGASI

  1. Perlengkapan untuk instalasi fertigasi

Untuk membuat instalasi fertigasi sederhana diperlukan lahan atau lokasi dan juga alat serta bahan, berikut beberapa bahan yang dibutuhkan yaitu:

  • Pipa paralon (kita menggunakan pipa instalasi listrik berukuran 5/8 inchi) atau pipa paralon lain, terserah anda.
  • Gergasi besi untuk memotong pipa paralon
  • Selang piping yang kita bahas sebelumnya.
  • Tandon (untuk kali ini kita menggunakan papan kayu berbentuk kotak dan dilapisi dengan plastik )
  • Cat warna hitam atau cat dengan warna yang gelap
  • Kuas
  • Sedotan atau pipet secukupnya
  • Lem pipa
  • Lem lilin
  • Pisau/gunting
  • Polybag
  1. Cara pembuatannya
  • Kita siapkan tandon yang terbuat dari papan kayu tadi, kita membuat tandon dengan tinggi kurang lebih sekitar 100 cm dari atas permukaan tanah karena kita membuat fertigasi tanpa pompa, bila kita menggunakan pompa, tandon bisa diletakkkan dibawah permukaan tanah.
  • Langkah selanjutnya membuat tapak, guna tapak ini untuk meletakkan polybag. Bila curah hujan sangat tinggi dan tempat budidaya sering tergenang air, buat tapak agak tinggi agar polybag tidak terendam air.
  • Siapkan selang piping lalu potong-potong dengan ukuran 50-60 cm dan untuk sedotan potong dengan ukuran 10/12 cm. Selang piping yang digunakan usahakan berwarna hitam.
  • Kemudian masukkan ujung selang piping ke dalam sedotan lalu lem. Bagian ujung sedotan yang lainnya di rekatkan sampai tertutup rapat dan jangan sampai bocor(untuk merekatkan ujung sedotan dapat dipanaskan ke api yang kecil/lilin)
  • Sedotan di cat, dengan catatan warna cat harus berwarna gelap agar sedotan tidak di tumbuhi lumut, lumut dapat menyumbatkan lubang tetes pada sedotan tersebut.
  • Letakkan paralon sesuai baris tapak yang dibuat. Lubangi paralon akan ditancapkan selang piping (lubang dibuat lebih kecil dari pada diameter selang pipingnya hal ini guna untuk mencegah span dan air tidak merembes atau bocor, bila sudah terlanjur membuat lubang dengan ukuran sama besarnya dengan selang piping, alternatif lain beri lem agar rapat)
  • Pasangkan selang piping pada pipa paralon.
  • Untuk setiap polybag dipasang 1 atau 2 buah selang piping, tergantung tanaman yang akan di tanam dalam polybag, bila polybag diisi dengan 2 tanaman selang piping yang digunakan sebanyak 2 buah.
  • Selanjutnya cat pipa paralon menggunakan cat warna hitam.
  • Masukkan media tanam yang sudah disiapkan ke dalam polybag lalu letakkan polybag tersebut pada tapak yang tadi telah dibuat.
  • Kemudian tancapkan sedotan yang sudah dilubangi menggunakan jarum jahit itu kedalam media tanam.
  • Tahap terakhir tes instalasi apakah bekerja dengan lancar dan baik atau tidak. Cek juga debit air yang mengalir berapa ml per menit. Jika sudah baik dan ready, bibit bisa ditanam.

 

MENYIAPKAN BENIH DAN MENYEMAI BENIH MELON

Benih melon dapat diperoleh dari toko pertanian atau toko online. Benih melon sebenarnya bisa saja menggunakan benih dari buah melon yang sudah matang, akan tetapi kualitas dan hasil yang akan diperoleh kurang baik. Untuk menghasilkan tanaman serta buah yang berkualitas maka pilihlah benih melon hibrida.

Benih sudah ada, langkah selanjutnya adalah penyemaian. Siapkan media semai, yaitu arang sekam atau cocopeat lalu masukkan kedalam polybag. Lubangi media semai lalu letakkan benih melon pada lubang  dengan hati-hati. Letakkan pada tempat teduh yang terlindung dari hujan dan juga sedikit paparan sinar matahari. Dalam 7-10 hari pasca tanam bibit sudah siap dipindah tanam kepolybag/pot.

MENANAM BIBIT MELON HIDROPONIK

Lubangi media tanam dalam pot sesuai dengan ukuran media semai. Tanam bibit melon pada lubang tadi yang kita buat, dalam pengisiannya satu polybag diisi satu bibit. Padatkan media tanam agar dapat berdiri kokoh (Penanaman bibit tanaman melon dianjurkan pada sore hari agar bibit melon tidak layu atau stres.) lalu siram bibit dengan larutan nutrisi hidroponik ber-ppm rendah secukupnya. Untuk keesokan harinya penyiraman tanaman jug pemberian nutrisi dilakukan dengan sistem fertigasi.

PEMELIHARAAN  TANAMAN MELON HIDROPONIK

  • Memasang lanjaran (untuk tiang penyangga sulur melon) setelah penanaman selesai, lanjaran dapat berupa bambu atau kayu. Lalu ikat batang tanaman melon pada lanjaran.
  • Pengecekan berkala pH larutan nutrisi pada tanaman melon dan pH media tanam.
  • Pemangkasan daun yang tua dan terserang hama dan penyakit.
  • Melakukan seleksi buah, dalam satu pohon sisakan 2 -3 buah