Cara Pengendalian HAMA TANAMAN BUAH MANGGA

Cara Pengendalian HAMA TANAMAN BUAH MANGGA

Cara Pengendalian HAMA TANAMAN BUAH MANGGA Secara Mekanis,  & Menggunakan Pestisida Kimia

Masalah yang sering dialami oleh petani dalam membudidayakan tanaman mangga adalah serangan hama ataupun penyakit tanaman. Hama yang banyak dijumpai pada tanaman buah mangga adalah makhluk hidup seperti serangga ataupun hewan.

Adanya hama yang menyerang tanaman buah mangga sudah pasti akan menyebabkan kerugian, entah pada tanaman itu sendiri ataupun bagi pemilik tanaman buah mangga (petani). Tanaman mangga seringkali terserang hama seperti lalat buah, kutu ulat, bisul dan binatang penggerek.

Cara Pengendalian HAMA TANAMAN BUAH MANGGA

Serangan hama pada tanaman buah mangga bisa terjadi pada hampir seluruh bagian tanaman, mulai dari ranting, batang, bunga, daun dan juga buah mangga. Serangan hama pada tanaman buah mangga adalah penyebab utama rendahnya produksi serta kualitas buah mangga.

Penangan hama penyakit sudah seharusnya menggunakan sistem PHT atau Pengendalian Hama Terpadu, yakni sistem pengendalian hama yang dilakukan secara sistemati dengan menggunakan beberapa teknik pengendalian dengan selalu mengutamakan keselamatan lingkungan dan ekosistem.

Pengendalian yang dilakukan tanpa merusak lingkungan dan ekosistem sebaiknya diutamakan, yakni dengan menerapkan pengendalian secara mekanis, biologis atau hayati, dan juga pengaplikasian pestisida organik.

Pengendalian yang dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida kimia bisa dilakukan jika memang benar-benar dibutuhkan. Maksudnya yaitu penggunaan insektisida kimia baru bisa dijadikan sebagai alternatif terakhir jika pengendalian yang dilakukan secara teknis dan hayati tidak mampu lagi. Berikut ini adalah beberapa jenis hama yang biasa dijumpai pada tanaman buah mangga, gejala serangan serta cara pengendaliannya.

Jenis Hama Paling Utama Tanaman Mangga, Gejala Serangan Serta Cara Pengendaliannya

  1. Wereng Mangga (Idioscerus niveosparsus Lethierry walkert)

Hama wereng mangga ini biasanya akan merusak tanaman buah mangga dengan cara menghisap cairan bunga yang baru saja mekar sehingga buah akan menjadi lebih mudah kering dan bahkan cepat mati.

Serangan akan terjadi ketika malai stadia bud elongation atau perpanjangan tunas. Nimfa dan juga hama wereng dewasa akan menyerang secara bersamaan dengan cara menghisap cairan yang terdapat pada bunga.

Cara Pengendalian Hama Wereng Mangga

a). Memangkas bagian bunga yang sudah terserang, lalu dimusnahkan.

b). Pengasapan yang dilakukan sekitar 3 sampai 4 kali dalam kurun waktu satu minggu.

c). Memanfaatkan musuh alami seperti Chrysope facciperda, Monochiles sexmaculatus, cocconellide, Mallada buninensis yang termasuk predator terhadap wereng mangga dan nimfa.

d). Menyuntik tanaman buah mangga dengan insektisida sistemik sebanyak 10 sampai dengan 20 cc per pohon. Hal tersebut dapat dilakukan pada tanaman buah mangga yang umurnya sudah mencapai lebih dari 30 tahun.

e). Menemprotkan secara langsung insektisida DARMABASH atau APLAUD 400 F.

  1. Lalat Buah Mangga

Serangga dewasa bersayap putih benih berwarna kuning dan memiliki ukuran panjang 7 sampai 8 mm, suka sekali hingga serta bertelur pada bagian buah mangga, dan tanaman jambu biji, jambu air, nangka, belimbing, jeruk dan juga cabai sehingga membuat buah menjadi rusak.

Cara Pendalian Lalat Buah Mangga

a). Membungkus buah yang masih muda hingga menjadi tua dengan menggunakan kertas semen.

b). Memasang sebah perangkap dengan menggunakan umpan metyl eugenol atau lingkat kuning.

c). Memetik buah mangga busuk yang sudah terserang lalat buah dan kemudian memusnahkannya.

d). Melakukan pengasapan pada pagi dan sore hari untuk dapat mengusir hama lalat buah.

e). Penyemprotan insektisida yang berbahan aktif profenos dan metomil setiap satu minggu sekali.

  1. Penggerek Pucuk Mangga (Sternochetus genionemis Marshall)

Gejala yang ditimbulkan adalah ulat ini akan menggerek bagian pucuk yang masih muda atau flush dan malai bunga dengan menggerek tunas atau mengebor malai menuju ka bawah. Tunas daun atau malai bunga sudah pasti akan menjadi layu dan kering sehingga transportasi unsur hara akan menjadi terhenti dan kemudian mati.

Cara Pengendalian Penggere Pucuk Mangga:

a). Bagian cabang tunas yang sudah terinfeksi harus segera dipotong kemudian dibakar,

b). Melakukan pendangiran untuk dapat mematikan pupa.

c). Secara kemiawi, pengendalian hama ulat penggerek dilakukan dengan cara menyemprot insektisida secara langsung pada jaringan kayu ketika tanaman sudah mulai memasuki fase pecah tunas dan kemudian dilakukan penyemprotan dengan menggunakan insektsida kontak di bagian ranting.

  1. Penggerek Buah Mangga atau Seed Borer (Noorda Albizonalis)

Serangga dewasa panjangnya bisa mencapai 1,6 sampai 2 mm, ulatnya berwarna hijau agak keunguan yang akan menyerang bagian buah yang masih muda hingga masak, yang ditandai dengan munculnya kotoran bekas gerekan.

Hama ini akan menggerek buah di bagian ujung atau tengah dan biasanya meninggalkan bekas kotoran dan seringkali membuat buah pecah. Ulat ini secara langsung akan menggerek biji buah yang berakibat buah menjadi busuk.

Cara Pengendalian Ulat Penggerek Buah Mangga

a). Membungkus buah mangga dengan menggunakan kertas semen.

b). Memetik dan mengumpulkan buah mangga yang sudah busuk ataupun gugus dan kemudian memusnahkannya.

c). Menyemprotkan insektisida ketika buah masih muda.

d). Memasang sebuah perangkap yaitu light trap.

  1. Hama Penggerek Batang Tanaman Mangga (Rhytitodera integra Gressit)

Pada awal terjadinya serangan akan nampak adanya lubang yang bisa mengeluarkan kotoran dalam bentuk gereka seperti serbuk gergaji pada bagian pucuk atau cabang tanaman mangga. Selanjutnya cabang yang telah menunjukkan gejala tersebut akan mulai mengering dan bahkan mati karena cabang yang memperoleh serangan pertama mati.

Setelah itu, penggerek akan menuju ke bagian tanaman buah mangga yang masih hidup, yakni batang utama sehingga pada bagian batang tersebut akan muncul lubang-lubang yang disertai dengan keluarnya kotoran. Pada serangan selanjutnya maka seluruh tanaman akan mati.

Cara Pengendalian Hama Penggerek Batang Mangga

a). Lakukan pemangkasan pada bagian tanaman yang sudah terserang sekitar 5 cm pada bagian bawah luang yang masing-masing akan mengeluarkan kotoran segar.

b). Musnahkan segera larva penggerak yang terdapat di bagian ranting atau batang yang sudah dipotong dengan cara membelah bagian tanaman tersebut kemudian membakarnya.

c). Pengendalian yang dilakukan secara kimiawi adalah dengan menggunakan insektisida pada fase tunas agar tanaman terhindar dari perusak pucuk  serta penggerek batang.

  1. Hama Kutu Putih atau Kutu Kebul pada Tanaman Mangga (Bemisia tabaci)

Kutu memiliki bentuk oval, datar, dan tertutup oleh lapisan cukup tebal seperti lilin yang seringkali hinggap pada bagian daun dan akan menghisap cairan sel daun. Kutu bisa membuat daun mangga terdapat bercak kuning kotor. Bahkan serangan hama kutu putih ini bisa mengakibatkan pertumbuhan tanaman mangga terhambat.

Cara Pengendalian Hama Kutu Putih atau Kutu Kebul pada Tanaman Mangga

a). Memotong bagian daun yang ada koloni kutu putih lalu membakarnya.

b). Serangan yang cukup marah pada seluruh daun maka pemangkasan secara total bisa dilakukan.

c). Melakukan penyemprotan insektisida yang sesuai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *