Cara Menanam Terong Hidroponik

Cara Menanam Terong Hidroponik

Cara Menanam Terong Hidroponik Dengan Teknik Dutch Bucket System (Dbs) Tanpa Timer Dan Aerator. Usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu adalah definisi dari menanam tanaman atau kegiatan bercocok tanam.

Dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan juga sudah digunakan pada perang dunia ke II, air sebagai media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar.

Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik. Dalam hidroponik ada beberapa sistem yang digunakan salah satunya sistem DBS.

Cara Menanam Terong Hidroponik

Untuk  kalangan hidroponikers Indonesia sistem DBS (Dutch Bucket System) lebih dikenal dengan sebutan sistem DB, eits bukan demam berdarah ya teman. Sistem DB merupakan teknik hidroponik yang menekankan air dan nutrisi yang disirkulasikan terus – menerus dalam jangka waktu tertentu.

Dalam mensirkulasikan larutan nutrisi kedalam media tanam diperlukan pompa dan aliran listrik yang stabil. Dalam mengatur kebutuhan aliran nutrisi sesuai waktu yang diinginkan dibutuhkan timer, dan supaya nutrisi lebih cepat terserap oleh akar tanaman diperlukan aerator, fungsi aerator bukan hanya itu, aerator juga berfungsi sebagai penghasil oksigen yang dibutuhkan oleh akar tanaman termasuk tanaman terong.

Akan tetapi dalam realitanya sebagian pembudidaya hidroponik sistem DB memilih mempraktekkan sistem DB tanpa timer dan juga aerator. Salah satu orang yang mempraktekkan sistem tanpa aerator dan timer adalah ibu Dede Siti Hasanah.

Baca Juga : Penanaman Seledri Hidroponik Sistem Sederhana

Beliau mengatur sirkulasinya secara manual, walaupun secara manual tanpa ada timer dan aerator tanaman terong beliau tumbuh subur. Untuk media tanam, beliau menggunakan  media tanam yang pada umumnya digunakan bercocok tanam secara hidroponik tidak lain tidak bukan adalah campuran arang sekam dengan cocopeat (sabut kelapa).

Kalau ingin bercocok tanam terong secara hidroponik sistem DB tanpa menggunakan aerator dan timer seperti ibu Dede Siti Hasanah, berikut langkah-langkah menanamnya:

  1. Pertama persiapkan alat dan bahan untuk menanam terong hidroponik

  • Bucket (untuk bucket dapat memanfaatkan barang bekas yang ada disekitar rumah karena meminimalisir biaya yang dikeluarkan, semisal bekas box es krim )
  • Pot, untuk ukuran pot sudah pasti harus lebih kecil dari bucketnya
  • Pipa paralon, elbow, sambungan pipa, valve socket dan faucet socket (untuk jumlah yang digunakan sesuaikan dengan kebutuhan anda)
  • Selang fertigasi, nepple
  • Pompa
  • Tandon nutrisi
  • Hidrotom/zeolit (ingat sesuai kebutuhan saja) atau media tanam lainnya seperti arang sekam, cocopeat
  • Benih terong
  • Nutrisi AB mix
  1. Cara menanam terong hidroponik

  • Persiapan bibit dan cara semai terong hidroponik

Sebelum ditanam ke bucket, benih terong disemai terlebih dahulu dimedia semai, Penggunaan media semai bisa menggunakan arang sekam, selain dapat ditemukan dengan mudah dan juga penggunaan arang sekam juga bisa menghemat biaya,  media semai arang sekam lebih baik daripada penggunaan media semai tanah, sebab bibit dapat dicabut dengan mudah saat akan dipindah tanam serta meminimalisir kerusakan pada akar.

Bibit terong disemai secara teratur  dengan jarak antara satu benih dengan benih yang lain sepanjang 3 x 3 cm, lalu tutup tipis benih dengan arang sekam kemudian semprot dengan air tanpa nutrisi sampai media semai basah.

Tutup lagi semaian benih dengan plastik hitam, letakkan pada tempat yang tidak terkena paparan matahari secara langsung. Biasanya 5 – 6 hari kemudian benih sudah mulai tumbuh, bila dirasa sudah tumbuh buka plastik penutup tersebut.

  • Cara Membuat Media Tanam Terong Hidroponik sistem DB

Pada umumnya media tanam yang digunakan pada sistem hidroponik dengan teknik sistem DB yaitu hidroton atau zeolit. Akan tetapi ibu Dede kali ini menggunakan media tanam campuran arang sekam dengan cocopeat dan dengan perbandingan antar media yaitu 1:1. Kemudian masukkan campuran media tanam kedalam pot lalu tekan-tekan agar sedikit padat.

  • Cara Menanam Bibit Terong Hidroponik

Bila bibit sudah berumur 25-30 hari pasca semai, bibit sudah siap di pindah tanam. Pilihlah bibit terong yang benar-benar sehat dan memiliki batang yang kuat. Untuk mengambil bibit terong agar menghindari kerusakan pada akar, congkel bibit bersamaan dengan media semainya. Lalu tanam bibit terong tersebut pada pot tadi.

Bila penanaman sudah selesai, siram bibit terong dengan larutan nutrisi yang ber-ppm rendah agar bibit tidak layu. Bibit terong harus ternaungi (dihalangi penutup agar tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung) agar bibit terong dapat beradaptasi paling tidak selama 3 – 4 hari. Bila sudah 4 hari buka sedikit demi sedikit penghalang sinar matahari sampai akhirnya bibit mendapat sinar matahari secara langsung.

  1. Kebutuhan nutrisi dan dosis ppm terong hidroponik

  • Pada awal tanam 0 hari – 3 minggu pasca tanam nutrisi yang diberikan adalah 1000 ppm.
  • Setelah tanaman terong berusia 3 minggu lebih, naikkan dosis ppm nutrisi menjadi 1500 ppm. Pemberian larutan nutrisi dengan dosis 1500 ppm ini berlanjut sampai tanaman terong hidroponik masuk masa generatif atau pembungaan.
  • Sejak tanaman terong hidroponik sudah memasuki masa generatif (pembungaan), ppm dinaikkan menjadi 1750 ppm. Pemberian larutan nutrisi dengan dosis 1750 ppm ini berlanjut sampai tanaman terong hidroponik berbuah dan panen.
  1. Jadwal pemberian nutrisi terong hidroponik tanapa menggunakan timer

Jadwal pemberian larutan nutrisi yang berada pada tandon biasanya diatur pada timer. Tapi kali ini ibu Dede mengalirkan larutan nutrisi melalui pipa inlet dan selang fertigasi menggunakan pompa, dan untuk mematikan/menghidupkan pompa beliau memakai cara manual. Untuk mengalirkan larutan nutrisi dari tandon ke tanaman pompa dinyalakan setiap hari selama 10 jam tanpa henti, pompa mulai dinyalakan pada jam 07.00 hingga jam 17.00 dan pada saat malam hari pompa dimatikan (aliran nutrisi diberhentikan).

  1. Cara mengendalikan hama dan penyakit terong hidroponik

Untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit pada tanaman terong hidroponik,  cara yang dilakukan seperti pada tanaman terong pada umumnya. Pemeliharaan dan perawatannya dibilang cukup mudah dan tidak terlalu rumit, tapi kita juga tidak boleh terlalu mengabaikan kemudahan perawatan dan pemeliharaanya.

Cara Menanam Terong Hidroponik Alami

Seperti tanaman pada umumnya, tanaman terong hidroponik harus terkena sinar matahari yang cukup paling tidak minimal 5 jam per hari dan nutrisi yang sesuai dengan umurnya. Bila tanaman terong terlihat bercak daun, busuk akar, busuk buah lakukan pemotongan pada bagian yang diserang hama penyakit, dan apabila menyerang tanaman secara keseluruhan musnahkan tanaman agar tidak dapat menular ke tanaman lainnya dan lakukan penyemprotan cairan fungisida atau bakterisida seperlunya dengan kadar yang sesuai.

Baca Juga artikel ini : cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon

Demikian cuplikan cara menanam terong hidroponik sistem Dutch bucket dengan barang seadanya dan tentunya murah yang dilakukan oleh master hidroponik Bu Dede Siti Hasanah.

mungkin seperti halnya penulis lain, saya masih belajar menulis artikel tentang tanaman ini dan juga mungkin saya tidak bisa spesifik menjelaskan cara penanaman terong hidroponik sistem DB.

Sebagai penulis berharap dengan cara ini kita tidak perlu pusing memikirkan biaya untuk membeli perlengkapannya yang mahal, cukup dengan bahan yang banyak kita temui di sekitar rumah yang sering kita menganggapnya sampah. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi ya sobat, terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *