Cara Membudidayakan Cabai Hidroponik

Cara Membudidayakan Cabai Hidroponik

Cara Membudidayakan Cabai Hidroponik Menggunakan Sistem Fertigasi Tanpa Green House

Cabai, sayuran buah yang sudah tidak asing lagi untuk para pecinta makanan pedas khususnya warga Indonesia, tercatat bahwa konsumsi cabai di Indonesiam dapat mencapai 1,77 kg perkapita setiapa tahunnya. Cabai menjadi salah satu diantara tanaman sayur buah yang menjadi favorit banyak petani, karena ketoleransiannya terhadap iklim, suhu dan cuaca begitupun juga tempat cabai tumbuh, tanaman cabai dapat tumbuh di dataran tinggi, menengah sampai rendah. Oleh karena itu budidaya cabai menjadi peluang usaha yang menjanjikan, apalagi pada saat ini harga cabai melambung cukup tinggi.

Cara Membudidayakan Cabai Hidroponik Menggunakan Sistem Fertigasi Tanpa Green House

Untuk membudidayakan tanaman cabai ada banyak macam metode yang dapat digunakan yaitu, media konvensional atau media tanah, ada juga dengan metode hidroponik, pada metode hidroponik ada beberapa sistem dalam penanamannya, antara lain sistem wick atau sistem sumbu, sistem NFT (Nutrient Film Tecknique), sistem DBS (Dutch Bucket System), dan sistem fertigasi. Bila bercocok tanam hidroponik berskala besar dan menggunakan sistem fertigasi dianjurkan menggunakan polybag karena dijamin lebih murah, mudah, dan juga efektif. Kali ini kita akan membahas bagaimana cara menanam cabai hidroponik sistem fertigasi tanpa green house. Berikut pemaparannya

PERSIAPAN BIBIT, LAHAN DAN INSTALASI FERTIGASI

  • Persiapan Bibit Cabe

Pilih varietas yang akan ditanam contohnya, cabai rawit, cabai keriting, cabai setan, atau cabai besar. Bila varietas sudah dipilih lalu sebarkan benih cabai ke tray semai (media semai dapat menggunakan sabut kelapa/cocopeat atau arang sekam), lubangi terlebih dahulu media semai baru ditanam benih tersebut, untuk setiap lubang semai isi 1 atau 2 benih cabai. Lakukan perawatan rutin  sampai bibit berumur 25-30 hari pasca tanam atau siap untuk dipindah tanam.

  • Persiapan Lahan

Lahan  yang mau digunakan untuk menanam cabai hidroponik dengan sistem fertigasi harus bersih bebas dari gulma dan bersih dari sisa tonggak kayu. Lahan tersebut harus diratakan dan kemudian buat bedengan agar nantinya tanaman cabai hidroponik tidak tergenang air hujan. Tidaklah sembarangan membuat bedengan, ada aturan jaraknya teman, bedengan dibuat dengan lebar rentang 90-100 cm dan antar bedengan jaraknya rentang 70-80 cm, lalu tentang tinggi dan panjang bedengan sesuaikan lahan yang anda pilih. Bila bedengan sudah sesuai aturan, rapikan bedengan dengan meratakannya, hal ini untuk mencegah polybag tidak miring.

 

  • Perlengkapan dan Instalasi Sistem Fertigasi

Alat dan bahan yang digunakan untuk metode hidroponik dengan sistem fertigasi  yaitu, pipa paralon diameter 2 inch, pipa pembagi, selang piping ukuran diameternya  5 mm potong-potong ukuran 50-60 cm usahakan selang berwarna hitam agar tidak ditumbuhi lumut, neple, timer dan juga stik fertigasi. Pipa paralon memiliki fungsi untu mengalirkan nutrisi dari tandon nutrisi ke lahan lalu dibagi untuk mengalirkan disetiap bedengan menggunakan pipa ¾ inch. Kemudian selang fertigasi/selang piping diameter 5 mm dipasang sesuai jumlah polybag yang digunakan pada selang pembagi Untuk setiap polybag dipasang 1 atau 2 buah selang piping, tergantung tanaman yang akan di tanam dalam polybag, bila polybag diisi dengan 2 tanaman, selang piping yang digunakan sebanyak 2 buah, pasang/hubungkan neple antara pipa pembagi dengan selang piping/selang fertigasi, tancapkan stick fertigasi pada media tanam dan juga dipasang pada ujung selang piping.

 

CARA MENANAM CABAI HIDROPONIK DENGAN SISTEM FERTIGASI

  • Persiapan polybag serta media tanam

Media tanam yang digunakan pada metode hidroponik sistem fertigasi dapat berupa hanya cocopeat, atau campuran antara cocopeat dengan arang sekam dengan perbandingan 1:1, tapi kali ini kita menggunakan cocopeat saja. Untuk polybag kita menggubakan polybag berukuran diameter 25-30 cm.

  • Cara Menanam Bibit Cabai

Bila bibit sudah berumur 25-30 hari pasca tanam, bibit sudah bisa dipindah tanam. Buat lubang pada media tanam, lalu tanam bibit cabai dan tekan sedikit agar tanaman berdiri kokoh. Ada catatan bila menanam bibit cabai, lakukan pada saat sore hari atau saat matahari tidak terlalu terik. Lalu lakukan pemberian larutan nutrisi dengan kadar ppm yang rendah. Saat cabai baru selesai ditanam memang terlihat layu tapi beberapa hari kemudian bibit cabai sudah bisa beradaptasi.

  • Dosis serta waktu pemberian nutrisi

Dalam tanaman hidroponik kali ini kita menggunakan ab mix. Ada 2 jenis ab mix yang dijual di toko pertanian yaitu nutrisi atau ab mix umum, nutrisi untuk sayuran daun dan nutrisi untuk tanaman buah, sedangkan nurisi atau ab mix khusus, nutrisi yang khusus untuk spesifik jenis tanaman contohnya ab mix terong, ab mix bawang merah, paprika. Untuk kali ini kita menggunakan ab mix cabai untuk memperoleh hasil maksimal.

Dosis pemberian nutrisi untuk cabe hidroponik sstem fertigasi:

a). Awal tanam sebanyak 750 ppm

b). 2 minggu pasca tanam sebanyak 1000 ppm

c). 3 minggu pasca tanam sebanyak 1500 ppm

d). 4 minggu pasca tanam sebanyak 2000 ppm

e). Masa generatif (pembungaan sampai menjadi buah) sampai panen sebanyak 2500 ppm

 

Waktu pemberian nutrisi pada tanaman :

  • Nutrisi yang diberikan untuk cabai mulai pagi sampai sore hari, atur timer agar pompa hidup 6 kali dalam satu hari dan durasi pompa hidup selama 3 menit.
  • Pada saat malam hari pemberian nutrisi dihentikan atau pompa dimatikan
  • Tanaman diberikan air tanpa nutrisi seharian full dan dilakukan setiap seminggu sekali.
  • Cara pemeliharaan cabai hidroponik
  • Pada tanaman cabai dibutuhkan pemasangan ajir untuk penopang tanaman cabai. Ajir ditancapkan pada tanah, bukan di polybag karena dikhawatiirkan akan merusak akar tanaman cabai, lalu ikat menggunakan tali.
  • Pemangkasan pada tunas, agar tanaman induk dapat memproduksi buah dengan maksimal. Tunas dirempel habis ke cabang berbentuk Y atau dikurangi sebagian saja tidak mengapa.
  • Hama dan penyakit yang menyerang cabe hidroponik
  • Tanaman cabai hidroponik juga sama hal nya tanaman lain yang sering dihinggapi hama dan penyakit, biasanya hama dan penyakit yang sering menghinggapi tanaman hidroponik yaitu trips, tungau, apids/ kutu daun yang dapat menyebabkan daun tanaman cabai keriting. Cara menggilangkannya dengan cara menyemprotkan larutan campuran air tembakau, bawang putih, akarisida berbahan aktif profenofos dan piridaben atau abamectin.
  • Bila terjadi bercak daun, busuk batang, busuk akar, busuk kuncup, busuk pada buah cabai, lakukan pemotongan pada bagian yang diserang hama penyakit, dan lakukan penyemprotan cairan fungisida atau bakterisida dengan kadar yang sesuai.
  • Panen Cabai Hidroponik

Umur untuk tanaman cabai hidroponik tidak jauh berbeda dengan tanaman cabai yang ditanam pada media konvensional. Bila ingin memanen cabai dengan hasil cabai berwarna hijau, dapat dipetik pada umur 75-80 hari pasca tanam. Dan bila ingin hasil dengan buah berwarna merah atau sudah matang dapat di panen pada umur 110 hari pasca tanam.

Baca Juga artikel ini : cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon

Demikian cara menanam cabai hidroponik dengan menggunakan sistem fertigasi tanpa menggunakan green house.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *