Cara Efektif Dan Efisien Budidaya Cabai Rawit Tanpa Menggunakan Mulsa Plastik

Cara Efektif Dan Efisien Budidaya Cabai Rawit Tanpa Menggunakan Mulsa Plastik

Cara Efektif Dan Efisien Budidaya Cabai Rawit Tanpa Menggunakan Mulsa Plastik

Mulsa plastik adalah lembaran plastik yang digunakan sebagai penutup lahan tanaman budidaya dengan tujuan untuk melindungi permukaan tanah dari erosi, menjaga kelembaban tanah dan melindungi struktur tanah, serta menghambat atau mencegah pertumbuhan gulma dan jamur.

Mulsa plastik sendiri termasuk jenis bahan anorganik karena terbuat dari bahan polietilena yang berdensitas rendah dan dihasilkan melalui poses polimerisasi etilen di bawah tekanan tinggi.

Jenis mulsa plastik umumnya dibedakan berdasarkan warna dan intensitas cahaya yang dapat diteruskan. Beberapa warna mulsa plastik antara lain bening, putih, perak, hitam, hitam perak, merah, dan biru. Warna mulsa akan menentukan energi radiasi matahari yang diterima dan berdampak pada suhu lapisan olah tanah. Selain itu, cahaya yang dipantulkan permukaan mulsa juga berpengaruh kepada kondisi lingkungan sekitar tanaman.

Cara Efektif Dan Efisien Budidaya Cabai Rawit Tanpa Menggunakan Mulsa Plastik

Sayangnya tidak semua petani mampu mengolah lahannya dengan menggunakan mulsa plastik. Karena mulsa plastik dianggap sebagai penambah biaya operasional dan perawatan, sehingga keuntungan yang akan didapatkan saat panen tidak besar jika dibandingkan dengan biaya produksi yang tinggi. Terlebih banyak yang beranggapan bahwa mulsa plastik memiliki harga yang tidak murah. Harga standar rata-rata 1 rol mulsa plastik (-/+8 kg) petani harus mengeluarkan modal sebesar Rp. 260.000 – Rp. 280.000. Dalam 1 rol mulsa plastik tersebut bisa untuk menanam bibit cabai sebanyak 750 hingga 800 batang bibit cabai. Artinya jika budidaya cabai dilakukan tanpa menggunakan mulsa plastik petani bisa menghemat biaya sebesar Rp. 260.000 – Rp. 280.000 dalam setiap 750 – 800 batang cabai.

Dan bagi Anda pemula dalam budidaya tanaman cabai maka perlu memperhitungkan dengan baik apakah dana atau modal yang Anda miliki mencukupi kebutuhan mulsa plastik atau tidak. Atau bisa juga mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan menggunakan mulsa plastik untuk tanaman cabai rawit dan cabe merah seperti berikut ini :

KEKURANGAN :

  • Tanaman cabai akan lebih mudah terserang berbagai jenis penyakit.
  • Tanaman gulma lebih cepat tumbuh sehingga harus lebih sering melakukan penyiangan.
  • Kondisi tanah yang terlalu kering saat musim kemarau.
  • Sebaliknya saat musim hujan, kondisi tanah lebih mudah lembab.
  • Daun dan tanaman muda (baru pindah tanam) kotor oleh tanah karena percikan air hujan
  • Tanaman lebih rentan terhadap serangan jamur dan bakteri, terutama pada musim penghujan.

 

KELEBIHAN :

  • Menjaga kondisi tanah agar tetap basah saat musim kemarau
  • Penggunaan bibit lebih efektif
  • Meminimalkan hama jangkrik karena tidak ada tempat untuk bersembunyi
  • Mempermudah proses pemberian pupuk susulan
  • Tanaman cabai menjadi lebih kokoh dan subur karena ada kegiatan pendangiran

Jika Anda sudah mengetahui kekurangan dan kelebihan budidaya tanaman cabai dengan mulsa plastik, maka Anda bisa memutuskan layak atau tidak menggunakan mulsa plastik ini khususnya pada budidaya tanaman cabai Anda. Jika Anda kurang tertarik untuk menggunakan mulsa plastik ini, maka ikuti langkah berikut ini.

Sebelumnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam budidaya cabai tanpa mulsa plastik, salah satunya tentang pengendalian gulma dan penyakit jamur. Karena seperti penjelasan sebelumnya jika menanam cabai tanpa mulsa plastik akan menyebabkan metode ini gulma lebih cepat tumbuh dan pengendaliannya harus dilakukan lebih sering. Beberapa tips atau cara agar tanaman cabai tetap tumbuh dan berproduksi dengan maksimal meskipun dibudidayakan tanpa menggunakan mulsa plastik :

  1. Saat persiapan lahan kita bisa mencangkul dan membajak lahan yang bertujuan agar tanah bisa lebih gembur.
  2. Buat bedengan dengan lebar 90 – 100 cm, panjang sesuai lahan. Sebaiknya bedengan dibuat tidak terlalu tinggi agar saat melakukan pendangiran lebih mudah. Pendagringan adalah proses menimbunkan tanah disekitar area perakaran tanaman dengan tujuan menghambat pertumbuhan gulma. Pendangiran juga sering disebut pembumbunan memiliki beberapa manfaat. Adapun beragam manfaat tersebut antara lain ;
  • Menutup pupuk yang ditaburkan agar tidak mudah menguap
  • Membuat tanaman jadi lebih kokoh dan tidak mudah roboh.
  • Tanaman cabai lebih rimbun dan lebih subur karena tanah yang menutupi pangkal batang akan merangsang pertumbuhan akar baru dan akan lebih banyak menyerap nutrisi atau unsur hara yang ada didalam tanah.

 

  1. Untuk lahan yang landai atau miring, tinggi bedengan sebaiknya dibuat tidak lebih dari 10 cm. Jika terlalu tinggi pendangiran akan lebih sulit dilakukan.
  2. Buat parit atau aliran air disiketar lahan terutama saat musim hujan sehingga air bisa mengalir dan tidak mengenang pada area lahan.
  3. Melakukan pengecekan pH atau tingkat keasaman tanah. Kandungan pH ideal untuk tanaman cabai, yaitu antara 6.0 – 7.0. Jika pH rendah bakteri dan jamur lebih mudah berkembang biak, terlebih jika musim hujan.
  4. Semprot atau siram bedengan menggunakan trichoderma dan PGPR 1 minggu sebelum bibit cabai ditanam untuk menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri.
  5. Lakukan proses penyiangan minimal 2 minggu sekali atau saat melihat ada tanaman liar atau gulma yang tumbuh di area lahan untuk budidaya tanaman cabai.
  6. Pemupukan susulan pertama (10 HARI SETELAH TANAM), kedua (17 HARI SETELAH TANAM) dan ketiga (24 HARI SETELAH TANAM) dilakukan dengan cara dikocor. Jenis pupuk dan dosis disesuaikan dengan kondisi tanaman.
  7. Pemupukan susulan keempat yaitu saat tanaman cabai sudah berusia 1 bulan dilakukan dengan cara ditabur melingkar disekeliling batang. Sekaligus dilakukan pendangiran untuk menutup pupuk agar tidak menguap dan menghambat pertumbuhan gulma.
  8. Pemupukan kelima dilakukan ketika tanaman cabai berusia 60 HARI SETELAH TANAM, dosis sedikit lebih banyak dari dosis pemupukan susulan keempat. Pupuk ditaburkan merata disekeliling batang ketika tanah dalam kondisi basah atau setelah hujan turun. Lakukan lagi pendangiran, namun tipis saja sekedar menutup pupuk agar tidak menguap atau hanyut bersama air hujan.
  9. Selanjutnya Pemupukan susulan keenam yang dilakukan pada saat tanaman cabai masuk usia 90 HARI SETELAH TANAM, dosis bisa disamakan dengan pemupukan susulan kelima. Cara pemberiannya juga sama, pada saat ini kembali dilakukan pendangiran. Sebelum melakukan pemupukan dan pendangiran sebaiknya dilakukan pembersihan gulma terlebih dahulu.
  10. Setelah sebulan dari pemupukan ke enam, bisa dilakukan pemupukan kembali. Tetapi, perhatikan kondisi tanaman cabai jika masih sehat dan memungkinkan untuk berbuah kembali. Namun jika tidak memungkinkan, pemupukan sebaiknya dihentikan.
  11. Lakukan penyiraman rutin terutama saat menanam tanaman cabai saat musim kemarau. Sebab kondisi tanah jadi cepat kering. Penyiraman bisa dilakukan setiap 2 hari sekali atau disesuaikan dengan kebutuhan
  12. Penyemprotan fungisida bisa dilakukan untuk mencegah berbagai penyakit jamur dan bakteri, terutama jika budidaya dilakukan pada musim penghujan. Penyemprotan bisa dilakukan sebelum tanaman terserang.

 

Demikian artikel kami tentang “ CARA EFEKTIF DAN EFISIEN BUDIDAYA CABAI RAWIT TANPA MENGGUNAKAN MULSA PLASTIK”. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *