Cara Budidaya Cabai Yang Unggul

Cara Budidaya Cabai Yang Unggul

Cara Budidaya Cabai Yang Unggul Dan Tahan Virus Dengan Pemilihan Varietas Cabai Yang Benar

Pada musim hujan seperti ini permintaan cabai tetap terus meningkat di pasaran hal ini sayangnya berbanding terbalik dengan tingkat produktivitas cabai yang kian menurun pada saat musim hujan datang. Karena banyaknya petani yang mengalami gagal panen karena tanaman cabai ya banya yang busuk karena serangan virus. Seperti yang kita tahu saat musim hujan mengakibatkan tanaman cabai memiliki kondisi lahan yang lembab sehingga peningkatan berbagai jenis hama, penyakit dan virus semakin pesat dengan kondisi seperti ini. Namun bukan menjadi alasan jika kita bisa melakukan pencegahan di awal. Salah satu bentuk pencegahan  dalam menanam tanaman cabai pada musim hujan adalah dengan melakukan pemilihan varietas cabai yang berkualitas baik.

Secara agronomis varietas cabai sendiri sebenarnya sudah dibedakan menjadi dua tipe atau jenis, yaitu varietas hibrida dan varietas non hibrida.

Varietas hibrida adalah jenis varietas turunan yang pertama atau biasa disebut F1 dari hasil persidangan dua galur murni.

Sedangkan untuk varietas non hibrida merupakan galur murni yang bersifaf memiliki sari yang bebas, dalam artian lain bisa diperbanyak atau dikembangkan tanpa harus melakukan persidangan layaknya varietas hibrida.

Melalui hasil persilangan antara dua induk tanaman varietas hibrida lebih memiliki keunggulan dibandingkan dengan varietas non hibrida. Salah satu keunggulan itu bisa dilihat dari potensi hasil yang bisa melebihi dari pada kedua indukan nya.

Maka tidak heran jika varietas hibrida semakin banyak dijadikan pilihan oleh para petani cabai karena potensi hasil dan keuntungan secara komersial lebih besar.

Tetapi selain keunggulan tersebut, varietas hibrida juga memiliki kekurangan yaitu biji yang diambil untuk pembibitan pada musim tanam selanjutnya sebaiknya tidak digunakan, karena varietas tersebut pasti akan mengalami ssegregasi. Artinya keturunan dari varietas hibrida tersebut akan kehilangan kualitas dan keunggulannya bila dilakukan penanaman kembali. Kondisi inilah yang mengharuskan petani untuk tidak menggunakan benih hibrida lagi, sebaiknya membeli benih hibrida yang baru di toko pertanian. Sehingga potensi keuntungannya akan tetap terjaga atau bahkan akan terus meningkat.

Berbicara mengenai keuntungan dalam budidaya cabai merah besar ini, sudah tentu akan menuai kesuksesan jika kita bisa konsisten dalam menjalankannya. Karena potensi hasil budidaya cabai merah besar sendiri bisa mencapaimaksimal.ntuk setiap satu hektare nya. Itu pun bisa lebih jika pengelolaan dan perawatan cabai bisa maksimal.

Dan secara komersial atau perhitungan secara nominal ya setiap satu hektare lahan petani cabai merah besar bisa memperoleh penghasilan hi gga 220 juta rupiah. Dengan kalkulasi saat harga cabai besar merah dalam hitungan. Murah, dengan taksiran 10 ribu rupiah untuk satu kilonya. Dan hasil bisa berlipat jika harga cabai melambung tinggi hingga mencapai 30 ribu rupiah sampai 50 ribu rupiah perkilonya.

Tetapi yang disayangkan potensi maksimal tersebut sangat jarang atau belum pernah tercapai saat ini. Karena selama ini produktivitas cabai merah besar rata-rata hanya bisa menghasilkan 8,47 ton saja untuk setiap hektar nya.

Data tersebut yang di keluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir tahu 2016 yang lalu. Melalui catatan BPS luas area penanaman cabai merah besar di seluruh wilah di Indonesia mencapai 123.404 hektar. Dari lahan pertanaman cabai merah besar seluas itu Sayangnya hanya mampu menghasilkan 1.045.587 ton, yang artinya rata-rata dalam satu hektar hanya akan menghasilkan 8,47 ton saja.

Angka produktivitas cabai merah besar bisa tergolong rendah hal ini salah satunya disebabkan oleh hama dan penyakit. Dan jenis penyakit cabai merah besar yang sering ditemukan adalah penyakit bulai atau keriting bulai. Penyakit ini memberikan dampak tanaman cabai merah besar mengalami serangan penyakit kuning sehingga menyebabkan turunnya hasil produktivitas cabe merah besar.

Penyakit bulai atau dikenal juga dengan penyakit virus kuning atau virus belang disebabkan oleh ada ay virus gemini. Dan berdasarkan perhitungan ya virus ini bisa menyebabkan para petani cabai merah besar kehilangan hasil panen dengan prosentase antara 20% hingga 100%.(gagal panen).

Dan yang menjadi masalah saat ini serangan virus gemini ini belum bisa diatasi sepenuhnya, sehingga masalah ini selalu menjadi tantangan tersendiri saat memutuskan untuk menjalankan budidaya tanaman cabai merah besar. Karena hingga saat ini belum ada satupun varietas cabai merah besar unggul yang bisa tahan terhadap

Serangan virus gemini selama ini belum bisa diatasi atau belum sepenuhnya teratasi. Hingga saat ini belum ada satupun varietas cabai unggul yang tahan terhadap virus gemini.

Pemerintah tidak tinggal diam untuk mengatasi masalah produksi cabai merah besar (CMB) nasional yang terus menurun. Balitbangtan berupaya sekuat tenaga untuk menghasilkan benih cabai unggul tahan virus gemini.

Pada 23 Mei Tahun 2018 lalu Balitbangtan (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian) telah merilis varietas baru cabai merah besar tahan virus gemini, yaitu “CARVI AGRIHORTI“.

Cara Budidaya Cabai Yang Unggul

Ciri – ciri yang bisa dilihat dari Varietas Cabai Merah Besar CARVI AGRIHORTI adalah :

  • Kadar capsaicin mencapai 2.6 mg
  • Pertumbuhan kompak
  • Tinggi 75-90 cm
  • Awal berbunga usia 46 hari
  • Awal panen 91-95 hst
  • Sesuai pada dataran 500-1400 mdpl

Beberapa Varietas cabai merah besar tahan virus gemini seperti yang disebutkan di atas, merupakan hasil kolaborasi pemulia Balitbangtan (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian) dari BB Biogen dengan Balitsa (Balai Penelitian Tanaman Sayuran). Keunggulan dari varietas cabai merah besar “Carvi Agrihorti” adalah memiliki mutu yang lebih baik dengan produktivitas lebih tinggi dan tahan penyakit bulai termasuk virus gemini.

 Hal ini dibuktikan dengan penelitian Varietas cabai merah besar “CARVI AGRIHORTI” di berbagai daerah dan lokasi di Indonesia yang hasilnya menyatakan varietas ini tahan terhadap serangan virus gemini.

 Tidak hanya itu, untuk meyakinkan para petani dan pelaku budidaya cabai merah besar, ternyata benih cabai “CARVI AGRIHORTI” juga telah didaftarkan dan lulus uji sebagai cabai yang  tahan terhadap serangan virus gemini dan telah dilepas (release) oleh Balitbangtan pada 23 Mei 2018. Varietas unggul baru (VUB) cabai besar Balitbangtan ini telah dilepas berdasarkan SK Nomor 051/Kpts/SR.120/D.2.7/5/2018 tentang Pemberian Tanda Daftar Varietas Tanaman Hortikultura.

Agar lebih jelas lagi, berikut ini penjelasan tentang keunggulan lainnya yang dimiliki oleh Varieatas Cabai Merah Besar “CARVI AGRIHORTI” :

  1. Memiliki ketahanan yang tinggi termasuk serangan virus gemini yang bisa mengakibatkan penyakit bulai/ keriting bulai/ belang.
  2. Hasil produktivitas lebih tingga bahkan bisa mencapai 2,5 kali lebih banyak dari varietas cabai pada umumnya.
  3. Tingkat potensi hasil juga tinggi yaitu antara 22 sampai 23 ton setiap hektare nya.
  4. Kualitas dan mutu lebih baik dibanding jenis cabai merah biasa.
  5. Memiliki rasa yang lebih pedas karena memiliki kandungan capsaicin yang lebih tinggi.
  6. Agak toleran terhadap Thrips (pengisap daun)

Demikian penjelasan kami tentang “CARA BUDIDAYA CABAI YANG UNGGUL DAN TAHAN VIRUS DENGAN PEMILIHAN VARIETAS CABAI YANG BENAR”. Semoga Artikel kali ini bisa bermanfaat bagi Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *