Cara Ampuh Mengendalikan Gulma Padi Di Lahan Persawahan

Cara Ampuh Mengendalikan Gulma Padi Di Lahan Persawahan

Seperti yang kami sampaikan pada artikel sebelumnya, bahwa gulma merupakan tanaman pengganggu kelangsungan hidup tanaman utama yaitu padi. Gulma atau bisa disebut juga rumput liar atau tanaman pengganggu sering tumbuh di lahan pertanian dengan sendirinya. Tumbuhnya tanaman gulma akan menjadi tanaman pesaing bagi padi sebagai tanaman utama.

Cara Ampuh Mengendalikan Gulma Padi Di Lahan Persawahan

Karena atanaman gulma akan ikut menyerap unsur hara, nutrisi dalam tanah, serta paparan sinar matahari. Sehingga bisa menyebabkan padi akan mengalami ancaman kekeringan sumber makanan dalam tanah dan kebutuhan akan nutrisi serta sinar matahari. Untuk itu tanaman gulma perlu dilakukan tindakan pencegahan dan penanganan yang baik agar jangan sampai tumbuh disekitar tanaman padi.

Macam – macam jenis gulma pada tanaman padi sawah

Jenis gulma atau tanaman pengganggu sendiri dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan bentuk daun yang dimiliki. Dan biasa dikenal dengan Gulma rumput padi berdaun lebar, dan gulma rumput padi berdaun sempit. Untuk penjelasan lengkapnya sebagai berikut :

  1. Gulma Rumput Padi Daun lebar

Adanya gulma di sekeliling tanaman padi bukan hanya menjadi tanaman pesaing saja namun juga bisa menjadi penyebab jumlah populasi hama dan penyakit tanaman tumbuh dengan cepat. Keberadaan gulma yang dibiarkan tumbuh pada pertanaman padi bisa menjadi tanaman inang bagi hama dan penyakit tanaman padi. Beberapa jenis gulma yang termasuk Gulma daun lebar adalah kiyambang, genjer dan enceng padi/wewehan.

  1. Gulma Rumput Padi Daun Sempit

Gulma yang sering ditemukan pada lahan padi sawah pada umumnya memiliki karakter yang tahan terhadap air dan kekeringan. Gulma berdaun sempit, misalnya teki, rumput banto, JAWAN atau rumput padi-padian (rumput yang mirip dengan tanaman padi).

Gulma tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman padi sawah menjadi kerdil, menguning dan sebagai tempat inang OPT (organisme pengganggu tanaman) untuk berkembang biak.

 

Cara Pengendalian GULMA PADI Sawah

Guna mencegah adanya kerugian hasil panen gabah akibat persaingan gulma serta menghindari peledakan populasi hama dan penyakit, gulma perlu dikendalikan secara tepat dan benar. Adapun  cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan gulma pada lahan padi, antara lain:

  • Penyiangan secara manual menggunakan tangan,

Yaitu suatu usaha mencabut langsung tanaman gulma atau bisa disebut juga dengan matun. Untuk cara ini Anda harus lebih mempersiapkan tenaga dan waktu yang lebih intens. Dan bahkan biaya jika Anda menggunakan tenaga bantuan dari orang lain.

  • Menggunakan alat penyiang gulma (landak atau gasrok)

Cara ini juga masih terbilang cara tradisional dan sudah mulai banyak ditinggalkan karena memerlukan banyak tenaga dan kadang-kadang juga bisa mengakibatkan kerusakan pada perakaran padi yang sedang tumbuh.

  • Penggunaan larutan herbisida.

Penggunaan cairan herbisida merupakan suatu cara yang paling mudah dan lebih efisien saat ini. Dan Cara ini terbilang paling populer digunakan daripada cara penyiangan manual.

 

Namun agar lebih jelasnya berikut ini adalah Tips Ampuh mengendalikan gulma padi :

  1. Hanya menggunakan varietas padi yang tahan bersaing dengan gulma.
  2. Pengendalian gulma secara langsung dengan menggunakan cara manual atau matun.
  3. Pengendalian gulma dengan cara biologis yaitu dengan memanfaatkan itik atau bebek dengan menempatkan anak itik pada lahan sawah selama beberapa hari. Anak-anak itik tersebut membantu mengendalikan gulma dengan cara memakannya.
  4. Saat sebelum menanam padi dan pada proses persiapan lahan maka sekalian dilakukan Pembersih an yrrhadapan gulma yang mulai tumbuh sehingga tidak akan ada gulma yang tumbuh kembali.
  5. Dengan caraenggenangi lahan dalam ketinggian tertentu bisa menghambat tumbuhnya rumput liar dan teki.
  6. Menggunakan alat penyiangan gulma yaitu metrok yang berbentuk seperti pisau dan di design khusus untuk mengerok gulma pada lahan padi. Metrok sendiri merupakan alat kored yang berfungsi untuk membersihkan gulma atau rumput liar.
  7. Memanfaatkan pupuk briket yang dibenarkan ke dalam tanah dan dapat mengurangi kemungkinan dimanfaatkan oleh gulma.
  8. Pemanfaatan azolla pinnata sebagai mulsa hidup yang mengapung dipermukaan air. Keberadaan azolla yang menutupi permukaan air dapat menghambat perkecambahan gulma yang tumbuh dari biji. Selain iti azolla juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk hijau untuk menyuburkan tanaman.
  9. Menggunakan kumbang baja hitam (Holtica cyanea) untuk mengendalikan gulma. Larva dan imago dari kumbang tersebut akan memakan daun gulma J. repens, J. octavalfis, dan J. linearis.

 

Mengendalikan GULMA Padi Sawah Menggunakan Herbisida

Sedangkan cara pengendalian gulma yang saat ini banyak dilakukan adalah pengendalian gulma dengan memanfaatkan herbisida.

Banyak sekali jenis herbisida yang bisa digunakan untuk mengendalikan gulma pada padi sawah. Seperti beberapa macam herbisida berikut :

  1. Herbisida Bahan Aktif Oksifluorfen

Herbisida yang memiliki bahan aktif oksifluorfen merupakan herbisida kontak selektif yang bisa menghambat tumbuhnya gulma dengan mematikan biji gulma, tentunya jika digunakan sesuai petunjuk. Herbisida ini mampu mengendalikan jenis gulma berdaun lebar ataupun gulma berdaun sempit.

Adapun merek herbisida bahan aktif oksifluorfen yang bisa Anda temukan adalah :

Herbisida Bahan Aktif Oksifluorfen

Abos 240 EC PT. Advansia Indotani
Bellmac 240 EC PT. Royal Agro Indonesia
Eclipse 240 EC PT. Mekar Warna Sari
Glove 240 EC PT. Nufarm Indonesia
Goal 240 EC PT. Dow AgroSciences Indonesia
Golok 240 EC PT. Deltagro Mulia Sejati
Goltop 240 EC PT. Multi Sarana Indotani
Golma 240 EC PT. Indagro
Gull 240 EC PT. Agrokimindo Kurniabuana
Zeram 250 EC PT. Petrosida Gresik

Berikut ini adalah dosis dan cara mengaplikasikan Herbisida berbahan aktif Oksifluorfen pada Tanaman Padi secara tepat :

1)         Herbisida berbahan aktif Oksifluorfen bisa digunakan dengan dosis antara 15 sampai 25 ml per tangki sprayer (15 liter)

2)         Waktu yang tepat untuk mengaplikasikannya adalah 3 atau 4 hari senrlum bibit tanaman padi mulai di tanam.

3)         Campur Herbisida dengan air bersih, dan semprotkan pada pagi dan sore hari dan biarkan jangan terkena air terlebih dahulu antara 4 sampai 6 jam.

 

  1. Herbisida Bahan Aktif Fenoksaprop-p-etil

 

Jenis Herbisida selanjutnya adalah Herbisida yang berbahan aktif Fenoksaprop-p-etil. Herbisida ini efektif   dalam bekerja secara kontak dan sistemik saat tanaman gulma purna tumbuh.

Herbisida yang memiliki bahan aktif Fenoksaprop-p-etil dapat digunakan untuk mengendalikan rumput sari betteng, rumput jawan, jajagoan, sari ace-ace, reu, dengkulan.

Dan kelebihan dari Herbisida Fenoksaprop-p-etil ini tidak akan berbahaya atau berdampak negatif pada pertumbuhan tanaman utama. Penggunaan Herbisida ini bisa secara langsung dengan cara disemprotkan diatas area tanaman padi.

 

Adapun merk herbisida bahan aktif Fenoksaporp-p-etil yang bisa Anda temukan adalah :

Herbisida Bahan Aktif Fenoksaporp-p-etil

No Merk Herbisida Fenoksaporp-p-etil Produsen
1. Nugras 69 EC PT. Nufarm Indonesia
2 Ricestar 69 EC PT. Bayer Indonesia
3. Ricestar Xtra 89 OD PT. Bayer Indonesia
4. Rumpas 120 EW PT. Bayer Indonesia
5. Sable Plus 120 EW PT. Rainbow Agrosciences
6. Starjos 125 EW PT. Petrosida Gresik

 

b). Dosis, waktu dan cara aplikasi herbisida berbahan aktif Fenoksaporp-p-etil

1)         Herbisida berbahan aktif Fenoksaporp-p-etil bisa digunakan dengan dosis antara 15 sampai 25 ml per tangki sprayer (15 liter)

2)         Waktu yang tepat untuk mengaplikasikannya adalah 3 atau 4 hari senrlum bibit tanaman padi mulai di tanam.

3)         Campur Herbisida dengan air bersih, dan semprotkan pada pagi dan sore hari dan biarkan jangan terkena air terlebih dahulu antara 4 sampai 6 jam.

Demikian artikel kami tentang “CARA AMPUH MENGENDALIKAN GULMA PADI DI LAHAN PERSAWAHAN”. Semoga bermanfaat.