Cara Aman Mengendalikan HAMA WERENG

Cara Aman Mengendalikan HAMA WERENG

Cara Aman Mengendalikan HAMA WERENG dengan Memanfaatkan Tanaman Refugia BUNGA MATAHARI

Populasi hama yang semakin meledak dan resistensi hama wereng terhadap bahan aktif pestisida sekarang ini menjadi fenomena global yang paling mengkhawatirkan. Pestisida kimia bisa dibilang sangat ampuh untuk mengendalikan hama dalam waktu yang relatif singkat.

Namun perlu Anda ketahui bahwa penggunaan pestisida yang tidak terkendali berpengaruh pada peningkatan populasi hama atau resurjensi dan juga sifat kekebalan hama atau resistensi terhadap bahan aktif yang tertentu.

Cara Aman Mengendalikan HAMA WERENG

Tanpa disadari situasi ini sudah kita rasakan sejak beberapa tahun belakangan ini, dimana hama wereng yang menyerang tanaman padi sangat sulit sekali untuk dikendalikan. Populasi hama wereng yang menyerang tanaman padi selalu ditemukan dalam jumlah yang sangat banyak sehingga menyebabkan tanaman padi menjadi kering atau disebut dengan “hopperburn”.

Hama yang satu ini akan meruskan tanaman padi dengan cara menghisap cairan tanaman padi yang dimana berperan sebagai vektor yang bisa menularkan virus penyakit. Virus tersebut memang sangat berbahaya karena merupakan penyebab penyakit kerdil rumput serta kerdil hama.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan di laboratorium BPTP (Balai Penelitian Tanaman Pangan) menjelaskan bahwa beberapa jenis insektisida bisa terjadi karena pengaruh secara langsung ataupun tidak langsung dari suatu insektisida yang umumnya dimanfaatkan dalam mengendalian hama.

Pengaruh secara langsung karena insektisida dapat mempengaruhi fekunditas wereng dan mengakibatkan terbunuhnya musuh alami. Sedangkan pengaruh secara tidak langsung karena insektisida yang diberikan akan membuat umur serangga betina jauh lebih lama daripada jantan, jumlah telur yang akan diletakkan jauh lebih banyak, perbandingan betina dan jantan semakin meningkat serta umur nimfa akan semakin pendek (Laba 1991 : Laba dan Sutrisno 1992 : Laba 1990).

Pengendalian Hama Wereng dengan Menggunakan Konsep PHT (Pengelolaan Hama Terpadu)

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengendalikan hama wereng pada tanaman padi yaitu dengan menggunakan konsep PHT atau Pengelolaan Hama Terpadu yang dimana komponen-komponennya terdiri dari kultur teknis, penggunaan varietas tanaman, memanfaatkan musuh alami dan juga insektisida.

Namun untuk pemanfaatan insektisida merupakan alternatif terakhir, apabila komponen yang lainnya sudah tidak mampu lagi untuk mengatasi hama wereng. Dalam konsep PHT ini penggunaan insektisida harus digunakan seminimal mungkin dan dimanfaatkan secara bijaksana.

Pemanfaatan insektisida yang kurang bijaksana dan tidak terkendali bisa memberikan dampak buruk seperti resistensi dan juga resurjensi hama sasaran. Resurjensi sendiri merupakan peningkatan populasi hama sesudah memperoleh perlakuan insektisida.

Sedangkan pengertian resistensi adalah munculnya sifat kekebalan hama terhadap bahan aktif insektisida. Resistensi bisa saja timbul karena penggunaan insektisida yang kurang tepat.

Memanfaatkan musuh alami akan menjadi hal paling mustahil jika insektisida kimia dijadikan sebagai komponen utama dalam upaya untuk mengendalikan hama wereng. Dalam hal ini, insektisida akan memberikan dampak yang buruk terhadap musuh alami hama wereng.

Selain hama wereng, musuh alami hama tersebut bisa mati jika tanaman padi sudah memperoleh perlakuan insektisida. Maka dari itu, dalam konsep PHT (Pengendalian Hama Terpadu) penggunaan insektisida kimia merupakan pilihan terakhir jika komponen-komponen PHT lainnya sudah tidak mampu lagu untuk mengendalikan hama wereng.

Meningkatkan Populasi Musuh Alami atau Predator Hama Wereng dengan Memanfaatkan Tanaman Refugia Bunga Matahari

Sebelumnya perlu Anda ketahui bahwa refugia merupaka pertanaman dari berbagai macam jenis tanaman yang mampu memberikan tempat sebagai perlindungan sumber pakan atau sumberdaya lainnya bagi musuh alami seperti parasitoid dan juga predator (Nentwig 1998; Wratten et al., 1998).

Refugia memiliki fungsi sebagai mikrohabitat yang diharapkan mampu untuk memberikan kontribusi dalam upaya konservasi musuh yang alami (Solichah, 2001).

Letourneaua et al. (2003) menjelaskan bahwa alternatif habitat pada agroekosistem bisa dilakukan dengan cara mengelola gulma. Hal ini akan memberikan dampak pada dinamika serangga serta meningkatnya peluang lingkungan musuh alami dalam mengendalikan hama biologis.

Kunci utama dalam mengatasi hama wereng pada tanaman padi secara bijak adalah dengan cara mengendalikan supaya jumlahnya tidak semakin banyak ataupun merugikan tanaman inti. Salah satu cara yang paling tepat adalah dengan menanam refugia yang merupakan sejenis bunga-bungaan sekaligus menjadi habitat asli dari tumbuhna predator alami dari hama yang tertentu.

Bunga Matahari digunakan Untuk Mengendalikan Hama Wereng pada Tanaman Padi

Bunga matahari atau Helianthus annuus L. Merupakan salah satu tumbuhan semusim yang berasal dari suku kekinir-kiniran atau Asteraceae yang sangat populer untuk dijadikan sebagai tanaman hias ataupun tanaman penghasil minyak.

Bunga tanaman ini memiliki ukuran yang cukup besar dan umumnya berwarna kuning yang terang, dengan bagian kepala bunga yang lumayan besar pula. Bunga matahari merupakan tanaman refugia yang sangat efektif dalam mengendalikan hama wereng yang biasa menyerang tanaman padi.

Pemanfaatan bunga matahari untuk mengendalikan hama karena tanaman yang satu ini sangat mudah sekali dibudidayakan, mudah didapatkan, mudah perawatannya, bisa juga ditumpangsari dengan tanaman lainnya, dan memiliki bunga yang berwarna cerah sehingga mampu untuk menarik serangga.

Penanaman, Lokasi dan Waktu yang Paling Tepat untuk Menanam Tanaman Refugia Bunga Matahari

 

  1. Penanaman bunga matahari tepat di pinggir sawah untuk mengendalikan hama wereng sama halnya dengan penanaman bunga pada umumnya. Biji bunga matahari yang hendak ditanam harus tua supaya bisa tumbuh dengan baik sesuai harapan. Sebelum melakukan penanaman sebaiknya tanah digemburkan lebih dahulu serta berikan pupuk secukupnya.
  2. Dalam melakukan penanaman tanaman refugia dibutuhkan koordinasi serta kerja sama antar petani ataupun antar kelompok tanik. Hal ini bertujuan supaya cara ini nantinya benar-benar efektif untuk mengendalikan hama wereng.

Semua petani diharuskan untuk kompak menanam tanaman ini secara serempak. Selain itu juga harus sepakat untuk menggunakan insektisida kimia jika populasi hama wereng nantinya sudah tidak mampu diatasi.

  1. Lokasi yang tepat untuk menanam tanaman refugia bunga matahari ini adalah pinggir sawah tetapi sebaiknya dengan jarak yang agak jauh dari tanaman padi.
  2. Penanaman tanaman refugi bunga matahari ini sebaiknya Anda lakukan ketika pengolahan lahan. Usahakan agar tanaman bunga matahari sudah mulai berbunga ketika tanaman padi sudah mulai tumbuh.

Manfaat penanaman bunga matahari sebagai tanaman refugia memang sebagai konservasi musuh alami hama wereng. Namun selain itu juga bisa menekan biaya produksi, terutama biaya untuk membeli insektisida.

Tidak hanya itu saja, keuntungan yang akan didapatkan oleh para petani padi akan semakin mengalami peningkatan, lingkungan selalu terjaga, residu menjadi berkurang dan padi yang akan dihasilkan nantinya dijamin lebih sehat dan sangat aman untuk dikonsumsi.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai cara aman dalam mengendalikan hama wereng dengan memanfaatkan tanaman bunga matahari. Cara yang kami sampaikan ini sudah pasti alami dan tidak akan menimbulkan berbagai dampak buruk. Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *