Budidaya Melon Sistem Fertigasi

Budidaya Melon Sistem Fertigasi

Kita sudah mengerti bahwa hidroponik adalah teknik menanam sayuran, buah atau tanaman hias dengan menggunakan  media air. Bagaimana dengan buah berukuran cukup besar seperti melon, apakah bisa ditanam dalam metode hidroponik? Jawabannya tentu bisa, bila dibandingkan dengan menanam buah melon pada media tanah, menanam buah melon pada sistem hidroponik ini jauh lebih mudah dan aman, dan tentunya buah yang dihasilkan lebih steril dari penyakit jamur dan bakteri. Melon hidroponik bisa ditanam menggunakan sistem wick/, DB System atau sistem Fertigasi. Dan kali ini yang kita bahas pada artikel adalah menanam melon hidroponik menggunakan sistem fertigasi. Apa sih sistem fertigasi?, fertigasi merupakan salah satu metode penanaman yang ada dalam sistem hidroponik, untuk memberikan larutan nutrisi metode fertigasi  ini memberikannya melalui sistem irigasi. Asal mula istilah fertigasi ini sendiri diambil dari dua kata yaitu “fertilizer” dan “irigation” yang mengandung arti yaitu pengairan dan pemberian pupuk dalam sistem hidroponik ini melalui irigasi tetes. Sistem fertigasi ini dapat diaplikasikan pada pertanian konvensional, tapi lebih terkenalnya sistem fertigasi ini dipakai di sistem pertanian hidroponik. Di sistem pertanian hidroponik metode fertigasi di pakai pada tanaman sayuran buah seperti paprika, cabai, tomat, terong, mentimun, melon, semangka, strawberry dan tanaman sayur buah lainnya.

Budidaya Melon Sistem Fertigasi

SYARAT TUMBUH TANAMAN MELON HIDROPONIK

Pada dasarnya berkebun dengan metode hidroponik sangatlah mudah. Namun ada syarat-syarat tertentu untuk tanaman bisa tumbuh dan dapat berbuah dengan maksimal. Adapun syarat-syarat tumbuh tanaman melon,

  • Seperti halnya tanaman lain membutuhkan paparan sinar matahari, tanaman melon juga butuh sinar matahari untuk pertumbuhannya. Tanaman melon dalam satu hari membutuhkan sinar matahari minimal 6 jam.
  • Untuk PH pada tanaman melon hidroponik idealnya rentang 6.0-7.0 dengan kepekatan nutrisi didalamnya mencapai angka 2000 ppm.
  • Nutrisi untuk tanaman melon sebaiknya menggunakan AB mix khusus untuk tanaman melon

LOKASI YANG TEPAT UNTUK TEMPAT MENANAM MELON HIDROPONIK

Hindari penempatan tanaman melon pada tempat yang terhalang tembok tinggi, rumah tetangga, atau pohon dengan ukuran besar karena bila tanaman melon terhalang, tanaman melon tidak akan tumbuh dan berproduksi dengan baik.

 

MENYIAPKAN POT  DAN MEDIA TANAMAN MELON

Untuk menanam melon hidroponik pada sistem fertigasi wadah yang digunakan bisa menggunakan pot atau polybag. Ukuran wadah untuk menanam melon idealnya berdiameter 30, hal ini agar wadah dapat menampung akar tanaman melon. Untuk media tanam tanaman melon dapat menggunakan cocopeat (sabut kelapa), arang sekam, hydroton, perlite.

MENYIAPKAN PERLENGKAPAN INSTALASI FERTIGASI

  1. Perlengkapan untuk instalasi fertigasi

Untuk membuat instalasi fertigasi sederhana diperlukan lahan atau lokasi dan juga alat serta bahan, berikut beberapa bahan yang dibutuhkan yaitu:

  • Pipa paralon (kita menggunakan pipa instalasi listrik berukuran 5/8 inchi) atau pipa paralon lain, terserah anda.
  • Gergasi besi untuk memotong pipa paralon
  • Selang piping yang kita bahas sebelumnya.
  • Tandon (untuk kali ini kita menggunakan papan kayu berbentuk kotak dan dilapisi dengan plastik )
  • Cat warna hitam atau cat dengan warna yang gelap
  • Kuas
  • Sedotan atau pipet secukupnya
  • Lem pipa
  • Lem lilin
  • Pisau/gunting
  • Polybag
  1. Cara pembuatannya
  • Kita siapkan tandon yang terbuat dari papan kayu tadi, kita membuat tandon dengan tinggi kurang lebih sekitar 100 cm dari atas permukaan tanah karena kita membuat fertigasi tanpa pompa, bila kita menggunakan pompa, tandon bisa diletakkkan dibawah permukaan tanah.
  • Langkah selanjutnya membuat tapak, guna tapak ini untuk meletakkan polybag. Bila curah hujan sangat tinggi dan tempat budidaya sering tergenang air, buat tapak agak tinggi agar polybag tidak terendam air.
  • Siapkan selang piping lalu potong-potong dengan ukuran 50-60 cm dan untuk sedotan potong dengan ukuran 10/12 cm. Selang piping yang digunakan usahakan berwarna hitam.
  • Kemudian masukkan ujung selang piping ke dalam sedotan lalu lem. Bagian ujung sedotan yang lainnya di rekatkan sampai tertutup rapat dan jangan sampai bocor(untuk merekatkan ujung sedotan dapat dipanaskan ke api yang kecil/lilin)
  • Sedotan di cat, dengan catatan warna cat harus berwarna gelap agar sedotan tidak di tumbuhi lumut, lumut dapat menyumbatkan lubang tetes pada sedotan tersebut.
  • Letakkan paralon sesuai baris tapak yang dibuat. Lubangi paralon akan ditancapkan selang piping (lubang dibuat lebih kecil dari pada diameter selang pipingnya hal ini guna untuk mencegah span dan air tidak merembes atau bocor, bila sudah terlanjur membuat lubang dengan ukuran sama besarnya dengan selang piping, alternatif lain beri lem agar rapat)
  • Pasangkan selang piping pada pipa paralon.
  • Untuk setiap polybag dipasang 1 atau 2 buah selang piping, tergantung tanaman yang akan di tanam dalam polybag, bila polybag diisi dengan 2 tanaman selang piping yang digunakan sebanyak 2 buah.
  • Selanjutnya cat pipa paralon menggunakan cat warna hitam.
  • Masukkan media tanam yang sudah disiapkan ke dalam polybag lalu letakkan polybag tersebut pada tapak yang tadi telah dibuat.
  • Kemudian tancapkan sedotan yang sudah dilubangi menggunakan jarum jahit itu kedalam media tanam.
  • Tahap terakhir tes instalasi apakah bekerja dengan lancar dan baik atau tidak. Cek juga debit air yang mengalir berapa ml per menit. Jika sudah baik dan ready, bibit bisa ditanam.

 

MENYIAPKAN BENIH DAN MENYEMAI BENIH MELON

Benih melon dapat diperoleh dari toko pertanian atau toko online. Benih melon sebenarnya bisa saja menggunakan benih dari buah melon yang sudah matang, akan tetapi kualitas dan hasil yang akan diperoleh kurang baik. Untuk menghasilkan tanaman serta buah yang berkualitas maka pilihlah benih melon hibrida.

Benih sudah ada, langkah selanjutnya adalah penyemaian. Siapkan media semai, yaitu arang sekam atau cocopeat lalu masukkan kedalam polybag. Lubangi media semai lalu letakkan benih melon pada lubang  dengan hati-hati. Letakkan pada tempat teduh yang terlindung dari hujan dan juga sedikit paparan sinar matahari. Dalam 7-10 hari pasca tanam bibit sudah siap dipindah tanam kepolybag/pot.

MENANAM BIBIT MELON HIDROPONIK

Lubangi media tanam dalam pot sesuai dengan ukuran media semai. Tanam bibit melon pada lubang tadi yang kita buat, dalam pengisiannya satu polybag diisi satu bibit. Padatkan media tanam agar dapat berdiri kokoh (Penanaman bibit tanaman melon dianjurkan pada sore hari agar bibit melon tidak layu atau stres.) lalu siram bibit dengan larutan nutrisi hidroponik ber-ppm rendah secukupnya. Untuk keesokan harinya penyiraman tanaman jug pemberian nutrisi dilakukan dengan sistem fertigasi.

PEMELIHARAAN  TANAMAN MELON HIDROPONIK

  • Memasang lanjaran (untuk tiang penyangga sulur melon) setelah penanaman selesai, lanjaran dapat berupa bambu atau kayu. Lalu ikat batang tanaman melon pada lanjaran.
  • Pengecekan berkala pH larutan nutrisi pada tanaman melon dan pH media tanam.
  • Pemangkasan daun yang tua dan terserang hama dan penyakit.
  • Melakukan seleksi buah, dalam satu pohon sisakan 2 -3 buah .