Budidaya Kentang Dengan Mudah Untuk Hasil Panen Maksimal

Budidaya Kentang Dengan Mudah Untuk Hasil Panen Maksimal

Budidaya Kentang Dengan Mudah Untuk Hasil Panen Maksimal

Kentang merupakan salah satu tanaman ubi yang memiliki cukup penggemar sendiri sebagai salah satu jenis makanan yang paling banyak di sukai masyarakat di Indonesia akentang sendiri juga jenis ubi yang bisa dijadikan beberapa olahan makanan, seperti kentang rebus, kentang goreng, ataupun olahan keripik dan menjadi bahan baku pembuatan kue donat serta bolu. Pasaran kentang sangat luas sehingga menjadikan buah kentang dicari dimanapun keberadaannya. Maka tak heran jika memilih budidaya tanaman kentang juga sangat menjanjikan.

Di dalam bahasa latin kentang dikenal sebagai Solanum tuberosum L. Yang merupakan tanaman sayuran perdu semusim dan berumbi seperti ubi, singkong, dan ketela. Tanaman kentang dapat berkembang biak dengan cara vegetatif melalui umbi. Pada umumnya tanaman  kentang akan tumbuh subur pada dataran tinggi yang memiliki iklim yang cenderung dingin. Dan jika ditanaman pada  dataran rendah dengan suhu udara tinggi, maka kebanyakan tanaman kentang tidak dapat membentuk umbi dan tidak bisa tumbuh dengan baik.

Budidaya Kentang Dengan Mudah Untuk Hasil Panen Maksimal

Tidak hanya itu ada beberapa syarat dan kriteria tertentu dalam budidaya tanaman kentang ini agar bisa tumbuh dan berkembang biak dengan baik. Untuk itu bagi And ayang tertarik menjalani budidaya tanaman kentang ini, bisa memperhatikan beberapa persyaratan tersebut, seperti :

  • Daerah yang ideal untuk budidaya kentang adalah dataran tinggi yang dengan ketinggian antara 1000-2000 mdpl.
  • Sedangkan ukuran suhu udara yang cocok untuk tanaman kentang agar bisa tumbuh maksimal antara 14 – 22 derajat celcius.
  • Jumlah Curah hujan yang diharapkan selama masa pertumbuhan tanaman kentang antara 1000 – 1500 mm pertahun. Adanya jumlah Curah hujan yang tinggi akan menyebabkan tanah terlalu lembab dan umbi menjadi membusuk.
  • Untuk Kondisi tanah yang baik adalah tanah gembur yang banyak mengandung unsur hara. Sedangkan kondisi Tanah yang keras dan padat hanya akan menghambat pembentukan dan perkembangan umbi pada tanaman kentang.

 

Setelah mengetahui beberapa kriteria dan syarat yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman kentang kita bisa beranjak pada cara menanam tanaman kentang agar bisa memproduksi umbi yang banyak. Adapun langkah atau Tahapan – tahapan yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan lahan tanam terlebih dahulu.

Untuk itu tanah pada lahan harus digemburkan terlebih dahulu. Cara menggembirakan tanah bisa dengan cara membajak atau mencangkulnya. Tanpa yang dibajak atau dicangkul harus bisa mencapai kedalaman kurang lebih 30 cm.

Tetapi pada kondisi tanah tertentu, pembajakan pada lahan dapat dilakukan antara 2 atau 3 kali agar tanah benar-benar gembur. Lalu setelah selesai proses pembajakan atau penggemburan tanah kemudian dapat  lakukan penjemuran minimal satu minggu.

Langkah selanjutnya adalah membuat bedengan dengan ukuran lebar 80 cm, tinggi 10 cm serta panjang bedengan dapat disesuaikan dengan kondisi lahan yang akan ditanami tanaman kentang. Pada proses Pembuatan bedengan memiliki tujuan agar tanaman kentang tidak terendam air saat hujan turun. Karena pada dasarnya tanaman kentang merupakan jenis tanaman yang sensitif, tidak menyukai kondisi tanah yang terlalu basah maupun terlalu kering sehingga kita harus dapat memastikan bahwa kondisi tanah selalu lembab

Jika tahapan pembuatan bedengan sudah selesai maka kita bisa beranjak ke proses pemberian pupuk dasar. pada tanaman kentang. Pemberian pupuk tidak dapat dilakukan sembarangan. Ada jenis, dosis dan cara pemberian pupuk yang harus diperhatikan.

Pada proses pemberian pupuk dasar biasanya dilakukan dengan cara ditaburkan secara merata diatas bedengan yang sudah disiapkan sebelumnya. Untuk jenis Pupuk dasar yang baik adalah pupuk kandang yang telah matang, dengan menggunakan dosis 20 – 30 ton per hektar lahan. Atau bisa juga ditambahkan pupuk NPK sebanyak 300 – 350 kg per hektar lahan. Kemudian pupuk yang ditaburkan tadi, ditutup dengan tanah agar tidak tergerus air saat hujan turun. Biarkan selama 10 – 15 hari sebelum penanaman dilakukan.

Sambil menunggu proses pemberian pupuk dasar kita bisa juga melakukan proses persiapan pembibitan pada tanaman kentang. Cara awal yang bisa dilakukan adalah memilih umbi yang sehat, tidak terinfeksi penyakit dan sudah  dipanen pada usia yang cukup. Ukuran umbi yang baik untuk bibit adalah jenis umbi yang memiliki berat antara 30 – 50 gram per buah. Kemudian umbi tersebut disimpan selama kurang lebih tiga bulan. Penyimpanan dimaksudkan untuk mengetahui apakah umbi bisa bertunas dengan baik atau tidak. Setelah umbi tumbuh tunas, lakukan seleksi pemangkasan tunas dengan cara memotong tunas yang memiliki panjang lebih dari 2 cm, karena tunas yang terlalu panjang tidak baik untuk ditanam.

Setelah selesai proses seleksi pada umbi dapat dilakukan pembuatan garitan pada bedengan untuk meletakkan bibit. Tanam bibit kentang dengan jarak 20 atau 30 cm. Kemudian timbun dengan tanah sehingga membentuk guludan setinggi 15 atau 20 cm.

Jika umbi sudah ditanam Anda juga harus memperhatikan cara Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Kentang. Pemeliharaan dan perawatan yang dimaksud meliputi :

  • Penyiangan yang dilakukan saat ada rumput atau gulma yang tumbuh disekitar tanaman umbi. Penyiangan dapat dilakukan saat tanaman berusia 1 bulan setelah tanam. Penyiangan dan perbaikan guludan selanjutnya dilakukan pada saat tanaman berusia 2 bulan. Setelah itu tanaman kentang sudah rimbun dan tidak perlu lagi dilakukan penyiangan.
  • Penyiraman hanya dilakukan jika kondisi tanah yang terlihat kering. Lakukan penyiraman seperlunya saja, jangan sampai terlalu basah atau menggenang.

Dalam budidaya jenis tanaman apapun, pengendalian hama dan penyakit adalah sesuatu yang sangat penting dan tidak boleh terlewatkan. Begitu pula saat Anda budidaya kentang. Pengendalian hama dan penyakit merupakan faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu kegiatan budidaya. Pengendalian sebaiknya dilakukan sejak dini, sebab jika sudah terlanjur parah serangan hama dan penyakit akan sulit untuk ddikendalikan. Jenis hama dan penyakit yang biasanya menyerang tanaman kentang antara lain Orong-orong, Hama Thrips, Ulat Grayak,  Penggerek Umbi, Kutu Daun, Ulat Tanah, Ulat Penggulung Daun, Bercak Kering, Layu Bakteri, Busuk Daun, Busuk Umbi, dan Layu Fusarium. Cara pengendalian ya bisa dengan penyemprotan herbisida dan fungisida saat awal musim tanam dan ketika ada gejala serangan hama dan penyakit.

Jika semua tahapan diatas sudah dilakukan, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melakukan panen. Tanaman kentang bisa dipanen pada usia 80 – 120 hari. Usia tanaman sampai siap dipanen berbeda-beda, tergantung pada jenis variaetas yang digunakan. Tanaman kentang harus dipanen pada usia yang tepat, tidak terlalu muda atau terlalu tua.

Proses panen sebaiknya  dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak umbi. Pada tanah yang sangat gembur panen bisa dilakukan hanya dengan mengeruk menggunakan tangan. Cara ini lebih efektif karena resiko kerusakan umbi sangat kecil. Setelah selesai pemanenan biarkan sesaat agar tanah yang menempel pada umbi mengering dan mudah untuk dibersihkan. Kemudian umbi yang sudah terkumpul dikemas menggunakan karung goni atau keranjang. Demikian artikel kami tentang BUDIDAYA KENTANG DENGAN MUDAH UNTUK HASIL PANEN MAKSIMAL  Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *