Budidaya Buah Blewah Untuk Hasil Panen Yang Melimpah

Budidaya Buah Blewah Untuk Hasil Panen Yang Melimpah

Budidaya Buah Blewah Untuk Hasil Panen Yang Melimpah

Buah blewah merupakan jenis buah yang masuk dalam suku cucurbitaceae atau sejenis keluarga dengan labu, timun, melon, semangka dan sebagainya. Tetapi jika dibandingkan dengan melon dan semangka, budidaya buah blewah perawatannya memang lebih mudah. Buah blewah ini biasanya ditanam pada saat musim kemarau sebab blewah sendiri tidak tahan terhadap air yang berlebih. Jadi jika ada kondisi tanaman buah blewah mendapatkan air yang jumlahnya berlebih maka rasa dan aroma buahnya kurang nikmat. Atau lebih terasa hambar, tidak manis dan segar. Selain itu jika buah blewah mulai ditanam di musim penghujan maka persentase produksi buah yang tumbuh dengan baik sangat sedikit.

  • Untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah, dan maksimal maka saatenanam buah blewah juga harus memenuhi syarat – syarat tertentu. Seperti tempat yang cocok untuk Blewah bisa dibudidayakan adalah pada lahan yang ada di dataran rendah, menengah hingga dataran tinggi. Tanaman blewah juga membutuhkan sinar matahari secara penuh sepanjang hari jadi lebih baik tidak meletakkan tanaman blewah pada lahan yang terlindung agar pertumbuhannya bisa maksimal. Jika dibandingkan dengan tanaman jenis labu-labuan lainnya, blewah tergolong yang paling bandel. Tanaman blewah blewah mampu beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan dan cuaca tertentu. Yang harus diperhatikan lagi dalam budidaya buah blewah adalah adanya ketersediaan unsur hara didalam tanah, agar tanaman dapat tumbuh optimal dan berbuah banyak. pH tanah yang ideal untuk pertumbuhan blewah adalah netral, yaitu antara 6,0 – 7,0.

 

  1. Tahapan-tahapan BUDIDAYA BLEWAH

 

  1. Persiapan lahan untuk menanam tanaman blewah
  • Menentukan lokasi yang memiliki tekstur tanah yang keras dan padat. Tanaman blewah juga tidak menyukai lahan yang becek atau terlalu lembab.
  • Pembersihan gulma dan sisa tanaman yang di tanaman sebelumnya. Agar Gulma dan hama tidak berkembangbiak kembali saat tanaman blewah mulai ditanam.
  • Lahan sebaiknya dibajak atau dicangkul terlebih agar tanah menjadi lebih gembur
  • Membuat bedengan yang sama persis dengan bedengan untuk budidaya semangka. Yakni bedengan dibuat ganda dengan parit kecil diantara bedengan. Lebar bedengan masing-masing 60 – 80 cm dan lebar parit 40 cm.
  • Mengatur jarak antar bedengan 2 – 3 meter, tempat ini digunakan untuk tempat batang tanaman blewah menjalar.
  • Pembuatan bedengan dengan sistem ini akan memudahkan kita dalam melakukan pemeliharaan dan perawatan tanaman.

 

  1. Pemberian Pupuk Dasar TANAMAN BLEWAH

Setelah selesai membuat bedengan selanjutnya lahan diberi pupuk dasar. Pupuk dasar yang digunakan antara lain kapur pertanian/dolomit, pupuk kandang / kompos, NPK atau campuran TSP/SP36, KCL dan ZA. Sebelum penaburan dolomit cek terlebih dahulu pH tanah, jika pH dibawah 6.0 taburkan dolomit sesua dengan kebutuhan. Tetapi jika pH menunjukkan angka 6.0 – 7.0 dolomit tidak perlu diberikan. Biarkan tersiram air hujan, satu minggu kemudian taburkan 1 kg pupuk kandang dan 250 gram pupuk NPK per lubang tanam. Tutup bedengan menggunakan MULSA PLASTIK agar pertumbuhan bisa optimal dan mencegah tumbuhnya gulma. Buat lubang tanam dengan jarak antara 60 – 70 cm. Bibit ditanam 10 – 15 hari setelah panaburan pupuk dasar.

 

  1. Persiapan Bibit dan Penyemaian Benih BLEWAH

 

  • Bibit bisa dibuat sendiri menggunakan buah blewah yang sudah cukup tua, memiliki bentuk sempurna dan buah blewah yang sehat.
  • Bisa juga menggunakan bibit hibrida yang bisa diperoleh di toko pertanian, misalnya Aruna, Baladewa, Nimas, Bisma, Salvo, Hikmah dan sebagainya.
  • Pilih varietas bibit tanaman blewah yang berkualitas baik.
  • Benih blewah bisa ditanam langsung kelubang tanam, 1 atau 2 benih perlubang.
  • Atau bisa juga dengan dengan melakukan proses Penyemaian dengan polybag semay atau tray semai terlebih dahulu.
  • Setelah bibit berumur 10 – 14 hari bibit blewah siap dipindah tanam kelahan.

 

  1. Cara Penanaman BIBIT BLEWAH
  • Buat lubang tanam dan kemudian disiram terlebih dahulu sampai basah.
  • Kemudian ditugal dengan kedalaman sesuai dengan ukuran polybag semai.
  • Ambil dan pilih bibit blewah yang sudah berumur 10 atau 14 hari dan siap ditanam pada lahan.
  • Pilihlah benih yang sehat, memiliki vigor yang kuat dan tidak cacat.
  • Lepas bagian Polybag semai dengan hati-hati agar media semai tidak pecah dan bibit tidak stres.
  • Masukkan kelubang tanam sambil ditekan sedikit tanah disekitar lubang tanam agar bibit dapat berdiri kokoh.
  • Penanaman bibit sebaiknya dilakukan pada sore hari,
  • Siram bibit dengan air bersih secukupnya setelah semua proses penanaman selesai.

 

  1. Perawatan dan Pemeliharaan TANAMAN BLEWAH

Pada dasarnya cara merawat tanaman blewah sama halnya dengan cara perawatan pada tanaman semangka. Yang meliputi proses penyiraman, penyulaman dan Penyiangan. Berikut ini cara merawat tanaman blewah ;

  • Penyiraman dapat dilakukan sejak tanaman buah berumur umur 0 – 10 hari. Lakukan penyiraman setiap hari dengan air bersih dan takaran secukupnya. Karena tanaman blewah tidak terlalu suka dengan tanah yang terlalu becek dan lembab. selanjutnya penyiraman dilakukan sesuai dengan kebutuhan.
  • Proses penyulaman bisa langsung dilakukan saat terdapat tanaman yang mati atau diganggu hama. Penyulaman bisa dilakukan sampai tanaman berumur 21 hari setelah tanam.
  • Penyiangan adalah suatu proses mencabuti rumput liar atau gulma yang tumbuh pada lubang tanam dan parit.

 

  1. Cara Pemupukan Susulan TANAMAN BLEWAH

Pemupukan susulan dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman agar tanaman blewah dapat tumbuh optimal dan berbuah banyak. Aplikasinya bisa dilakukan dengan cara dikocor atau ditabur. Pupuk yang digunakan antara lain pupuk NPK, KCL, TSP atau SP36, dan ZA. Pemupukan pertama dilakukan ketika tanaman berumur 15 hari setelah tanam. Pupuk diaplikasikan dengan cara dikocor dengan dosis rendah. Karena blewah termasuk dalam keluarga cucurbitaceae, seperti semangka, timun atau labu maka pemupukan susulan bisa dilakukan dengan cara yang sama seperti pemupukan semangka.

 

  1. Cara Pengendalian Hama dan Penyakit BLEWAH

Tanaman blewah juga berpotensi diserang berbagai macam hama dan penyakit yang sering ditemukan pada semua tanaman dari keluarga cucurbitaceae. cara pengendaliannya pun juga sama.

Beberapa hama yang sering menyerang tanaman blewah antara lain jangkrik, oteng-oteng, ulat grayak, ulat buah, lalat buah. Sedangkan penyakit pada tanaman blewah antara lain penyakit layu, penyakit bercak daun, busuk daun dan sebagainya.

Pengendalian hama tanaman blewah bisa dilakukan dengan cara berikut :

  • Melakukan proses penyemprotan larutan insektisida.
  • Gunakan insektisida yang sesuai dengan jenis hama yang menyerang tanaman.
  • Cara untuk pengendalian jenis penyakit blewah bisa dilakukan dengan penyemprotan fungisida.

 

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam budidaya tanaman blewah. Tetapi sebelum melakukan penanaman blewah ada lebih baiknya Anda melakukan survei kecil apakah di daerah Anda buah blewah berpotensi untuk dijual atau tidak. Jkka hanya dicari pada saat bulan ramadhan ada lebih baiknya Anda memulai menanam 2 bulan sebelum bulan ramadhan.

Demikian artikel kami tentang “BUDIDAYA BUAH BLEWAH UNTUK HASIL PANEN YANG MELIMPAH ” Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *