Budidaya Bawang Daun Agar Tumbuh Dengan Daun Yang Lebat

Budidaya Bawang Daun Agar Tumbuh Dengan Daun Yang Lebat

Kunci Sukses Budidaya Bawang Daun Agar Tumbuh Dengan Daun Yang Lebat

Tanaman bawang daun masih masuk dalam keluarga Alliaceae biasa dimanfaatkan bagian daunnya sebagai bahan tambahan untuk berbagai jenis makanan dan masakan seperti pembuatan martabak telur, sebagai bagian dari sop, atau sebagai bumbu tabur seperti pada soto. Ciri khas dari bawang daun terletak pada aroma dan rasanya. Maka tak jarang banyak yang menggunakannya sebagai penyedap sekaligus pengharum makanan.

Kunci Sukses Budidaya Bawang Daun Agar Tumbuh Dengan Daun Yang Lebat

Dan keberadaan daun bawang sekarang bukan hanya sebagai bumbu masakan dapur saja. Namun banyak   juga yang menggunakan bawang daun sebagai campuran berbagai masakan lainnya, misalnya sup, martabak telur, bakmi rebus atau goreng, bakso, soto, nasi goreng, cap cay, cah sayur, pepes oncom, dan sebagainya. Bahkan beberapa produk olahan mie instan seperti Indo food sudah mulai menggunakan bawang daun sebagai bumbu pelengkap untuk mendukung rasa dari produk mie instan. Sehingga pasar bawang daun sendiri sangat luas, mulai dari pasar hingga perusahaan makanan sekalipun. Harga yang relatif murah dan sudah pasti diterima dipasarkan menjadikan bisnis budidaya bawang daun sangat layak dijalankan. Terlebih saat inj bawang daun juga merupakan mata dagangan ekspor ke berbagai negara di kawasan Asia dan Eropa.

JENIS – JENIS BAWANG DAUN

Bawang daun yang banyak dibudidayakan di Indonesia ada tiga macam, yaitu:

  1. Bawang prei dengan nama ilmiah Allium Porum L. Memiliki ciri tidak berumbi dan daun yang lebih lebar dibanding daun bawang merah dan bawang putih, memiliki pelepah yang tumbuh panjang dan bagian daun berbentuk pipih.
  2. Kucai dengan nama latin Allium schoercoprasum), mempunyai daun kecil, panjang, rongga di dalam daun kecil dan berwarna hijau, serta berumbi kecil.
  3. Bawang bakung atau bawang semprong (Allium fistulosum), berdaun bulat panjang dengan rongga dalam daun seperti pipa, kadang-kadang berumbi.

SYARAT UNTUK TUMBUH BAWANG DAUN

  • Baik daerah dataran rendah ataupun dataran tinggi adalah tempat yang cocok untuk bawang daun tumbuh, dengan syarat ketinggian antara 250-1500 m dpl,
  • Daerah dengan curah hujan 150-200 mm/tahun
  • Kondisi suhu harian yang cocok untuk bawang daun adalah 18-25 derajat Celcius
  • Tingkat kesamaan tanah dengan  pH netral (6,5-7,5)
  • Dan jenis tanah yang sesuai adalah Andosol (bekas lahan gunung berapi) atau tanah lempung berpasir.

CARA BUDIDAYA TANAMAN BAWANG DAUN

  1. Persiapan Benih Bawang Daun

Ada 2 cara pengembangan yang bisa diterapkan ke bawang daun yaitu secara generatif dengan biji, dan cara anakan dengan stek tunas. Tunas anakan bisa diperoleh dari memisahkan anakan yang sehat dari induknya. Benih bawang yang berasal dari biji mempunyai kelemahan yaitu waktu panen yang lebih lama dibandingkan dengan benih yang berasal dari tunas anakan.

  1. Cara Semai Bibit Bawang Daun

Jika menggunakan cara anakan, maka tunas dari anakan bisa langsung di tanaman. Namun jika memilih bibit dari Biji maka lebih baik lakukan langkah Penyemaian terlebih dahulu. Dengan cara sebagai berikut :

  • menyiapkan media semai yang sudah di campur dengan pupuk kandang dan tanah (1:1) yang telah digemburkan.
  • Sebar biji secara merata kemudian ditutup dengan lapisan tanah tipis (dengan ketebalan 0,5-1 cm)
  • Lakukan penyiraman dengan air bersih
  • Bibit siap dipindahkan ke lapangan bila telah mempunyai 2-3 helai daun.

  1. Persiapan Lahan dan Penanaman Budidaya Bawang Daun
  • Pertama cangkul lahan dengan kedalamam 30-40 cm
  • Setelah proses mencangkul selesai, tambahkan pupuk kandang. Hal ini dilakukan agar tanah menjadi gembur untuk pertumbuhannya.
  • Kemudian siapkan bedengan dengan lebar 1-1,2 m dengan panjang sesuai dengan kondisi lahan.
  • Buat Parit antar bedengan dibuat dengan kedalaman 30 cm dan lebar 30 cm.
  • Pembuatan parit sangat diperlukan agar drainase lancar karena bawang daun tidak menyukai adanya genangan air.
  • Atur jarak tanam yang digunakan 20 cm x 25 cm, 25 cm x 25 cm atau 20 cm x 30 cm.
  • Buat lubang tanam kecil dan bibit atau tunas anakan ditanam dengan posisi tegak lurus dan ditimbun dengan tanah kembali dan disiram.

  1. Pemeliharaan dan Perawatan Bawang Daun
  • Penyiangan

Proses penyiangan bisa dilakukan saat proses persiapan lahan sebelum tanam agar Gulma Tidak ikut tumbuh dan berkembang saat bawang daun mulai di tanam. Selain itu diperlukan penimbunan pada pangkal batang. Langkah ini diperlukan untuk mendapatkan warna putih pada batang semu bawang daun. Bawang daun berkualitas mempunyai batang semu yang berwarna putih dengan panjang kurang lebih 1/3 keseluruhan tanaman. Batang semu yang berwarna putih rasanya lebih enak dibandingkan dengan batang berwarna hijau. Penimbunan batang sebaiknya dilakukan secara bertahap untuk menghindari pembusukan batang dan daun terutama saat tanaman masih muda.

  • Penyiraman

Proses yang tidak boleh dilewatkan adalah penyiraman terutama saat menanam bawang daun saat musim kemarau. Sedangkan saat musim hujan kita harus lebih memperhatikan drainase yang dapat berjalan dengan baik sehingga tidak ada genangan air dilahan.

  • Pemupukan terdiri dari pupuk kandang yang diberikan pada saat pengolahan tanah dengan dosis 10-15 ton/ ha. Pupuk lain yang diperlukan adalah pupuk Urea 200 kg/ha yang diberikan 2 kali yaitu pada saat tanaman berumur 21 hari (setengah dosis) dan sisanya pada saat tanaman berumur 42 hari. Pupuk SP 36 dan KCl juga diberikan dua kali seperti pupuk Urea, dengan dosis pemupukan pertama SP 36 50 kg dan KCl 50 kg, dan pemupukan kedua SP 36 50 kg dan KCl 25 kg. Pemupukan dilakukan dengan membuat larikan kurang lebih 5 cm di kiri dan kanan batang, dan menaburkan pupuk pada larikan tersebut dan menimbunnya kembali dengan tanah.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit Bawang Daun

Hama yang banyak ditemukan di pertanaman bawang daun antara lain adalah Agrotis sp. (menyebabkan batang terpotong dan putus sehingga tanaman mati), Spodoptera exigua (ulat bawang yang memakan daun bawang daun), dan Thrips tabaci (menghisap cairan daun. Sedangkan usah untuk pengendalian hama seperti ulat bawang dapat dilakukan secara mekanis yaitu  dengan mengumpulkan kelompok telur dan memusnahkannya. Sedangkan pengendalian dengan menggunakan larutan pestisida harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval maupun waktu aplikasinya.

  1. Cara Panen dan Pascapanen Bawang Daun

Pada umumnya tamanam bawang daun siap panen pada usia 2 bulan setelah ditanam. Potensi hasil berkisar antara 7 sampai 15 ton per hektare. Cara panen dilakukan dengan mencabut seluruh bagian tanaman termasuk akar, buang akar dan daun yang busuk atau layu. Apabila bawang daun akan ditanam kembali pada pertanaman berikutnya, maka dilakukan pemilihan tunas anakan yang sehat dan bagus pertumbuhannya kemudian dipisahkan dari bagian tanaman yang hendak dijual.

Demikian “KUNCI SUKSES BUDIDAYA BAWANG DAUN AGAR TUMBUH DENGAN DAUN YANG LEBAT“. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *