Beberapa Macam Sistem Hidroponik

Beberapa Macam Sistem Hidroponik

Beberapa Macam Sistem Hidroponik

Menanam tanaman atau kegiatan bercocok tanam adalah usaha menumbuhkan tanaman baik sayuran buah, sayuran, tanaman hias, buah  yang dilakukan pada media tanam dan cara perawatan tertentu. Media tanam yang wajar digunakan dalam bercocok tanam  adalah tanah dan campuran pupuk kompos, tanah sendiri untuk media bertumbuhnya akar sedangkan pupuk kompos sebagai nutrisi atau suplemen makanan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh berkembang..

Beberapa Macam Sistem Hidroponik

Selain tanah dan suplemen makanan yang dibutuhkan oleh tanaman, tanaman juga membutuhkan air, seperti halnya manusia yang juga membutuhkan air. Air berperan penting sebagai pelarut nutrisi untuk mempermudah penyerapannya oleh tanaman. Air bukan hanya untuk melarutkan nutrisi pada tanaman, dalam bercocok tanam dengan metode yang hits saat ini dan juga sudah digunakan pada perang dunia ke II, air juga untuk media tanam nya dan sebagai berkembangnya akar. Metode ini disebut dengan metode bercocok tanam hidroponik. Ada banyak tanaman yang sering kita jumpai pada sistem hidroponik ini seperti terong, cabai, strawberry, sawi, kangkung, selada, tomat, seledri, pakcoy dan masih banyak lagi.

 

Dimanapun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh subur dan maksimal tergantung pada nutrisi yang diperolehnya, karena bila nutrisi yang dibutuhkan selalu tercukupi tidak ada alasan untuk tanaman tidak tumbuh baik. Dalam bercocok tanam dengan menggunakan media konvensional, tanah berfungsi sebagai penyanggga tanaman, dan air sebagai pelarut nutrisi bagi tanaman agar bisa terserap oleh akar tanaman. Lain halnya dengan bercocok tanam menggunakan media hidroponik, yang sudah kita bahas sebelumnya bahwa hidroponik cara menanam tanaman dengan memanfaatkan air sebagai media pengganti tanah dan dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Dalam penerapan hidroponik, teknik menanam hidroponik dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara. Dari sistem cara menanam yang paling mudah dan paling sederhana hingga cara yang canggih dan rumit. Cara menanam hidroponik menggunakan cara yang sederhana cocok dilakukan oleh pemula, karena dapat dilakukan oleh siapa saja dengan alat-alat sederhana dan biaya yang tentunya murah. Wick System merupakan cara menanam hidroponik yang paling sederhana, mudah dan murah. Sementara cara menanam hidroponik yang paling canggih adalah Aeroponik dan tentunya alat yang dipakai mahal. Tidak hanya sitem wick atau aeroponik saja masih banyak cara menanam hidroponik yang dapat dilakukan antara lain  dengan System Tetes (Drip System), NFT System, Ebb & Flow System, serta Water Culture System. Untuk mengetahui penjelasan dari semua sistem-sistem hidroponik, berikut kita simak ulasannya,

  • Wick System

Wick System atau cara menanam teknik hidroponik dengan sistem sumbu merupakan cara menanam hidroponik yang paling mudah, murah dan paling sederhana. Sistem ini sangat cocok untuk hidroponikers pemula. Mengapa sistem ini termasuk statis atau pasif? Karena air nutrisi pada tandon tidak bergerak dan diam didalam tandon. Air nutrisi pada tandon berada dibawah media tanam yang dihubungkan dengan sumbu untuk membantu akar tanaman menyerap nutrisi, biasanya untuk sumbu dapat menggunakan kain flanel karena daya serap kain flanel sangat baik. Sistem ini dapatmenggunakan barang-barang bekas yang ada disekitar rumah, itung-itung kita menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Walaupun teknik ini dibilang cukup mudah dibanding dengan sistem lainnya, namun tetap memperhatikan unsur-unsur penting yang harus wal wajib dalam bercocok tanam hidroponik dengan menggunakan sistem wick, antara lain ;

  • Nutrisi yang digunakan
  • Media tanam, contohnya: arang sekam, cocopeat, rockwool, pecahan batu bata, kerikil dll.
  • Oksigen
  • Air
  • Water Culture System atau Rakit Apung

Water Culture atau rakit apung juga termasuk system hidroponik sederhana sama hal nya wick system. Tanaman hidroponik diletakkan pada lembaran styrofoam dan diapungkan diatas larutan nutrisi. Pada system rakit apung ini akar tanaman dapat menyerap nutrisi secara langsung. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada tanaman, perlu digunakan pompa udara. Pompa udara berfungsi untuk memompa udara ke dalam air stone dan membuat gelembung-gelembung udara didalam tandon larutan nutrisi.

  • NFT System (Nutrient Film Technique)

Pada system NFT, larutan nutrisi dialirkan secara terus menerus serta secara langsung larutan nutrisi menyentuh akar tanaman. Larutan nutrisi pada sistem NFT dialirkan menggunakan pompa tanpa timer dan mengalir tipis didalam gully. Didalam gully larutan nutrisi melewati akar-akar tanaman dan akan kembali lagi ke dalam tandon larutan nutrisi. System ini banyak disukai oleh para hidroponikers dan sekedar para pehoby. Perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk mencoba hidroponik sistem NFT ini, pertama memastikan aliran listrik dirumah cukup stabil, tidak pernah atau jarang sekali mati. Sebab bila listrik mati, tanaman juga bisa mati kekeringan karena nutrisi tidak dapat menjangkau tanaman. Kedua, modal untuk membuat instalasi NFT  karena sistem NFT lebih mahal daripada wick sistem

  • Ebb & Flow System

Pada system Ebb & Flow atau sistem pasang surut cara kerjanya dengan menggenangi sementara akar tanaman dengan larutan nutrisi selama beberapa waktu, kemudian larutan nutrisi dikembalikan kedalam tandon nutrisi, begitu seterusnya. Nutrisi dialirkan menggunakan pompa dan timer otomatis yang telah diatur oleh karena itu tanaman mendapatkan air, nutrisi dan oksigen.

 

  • Drip System (Sistem Tetes)

Drip system merupakan suatu sistem hidroponik yang pemberian larutan nutrisinya pada tanaman dengan cara meneteskan larutan nutrisi melalui pipa atau selang yang menuju media tanam. System ini bisa dilakukan menggunakan atau tanpa pompa sekalipun.

  • Sistem fertigasi

fertigasi merupakan salah satu metode penanaman yang ada dalam sistem hidroponik, untuk memberikan larutan nutrisi metode fertigasi  ini memberikannya melalui sistem irigasi. Asal dari istilah sistem fertigasi sendiri terdiri dari dari dua kata yaitu “fertilizer” dan “irigation” yang mempunyai arti yaitu pengairan dan pemberian pupuk dalam sistem hidroponik ini melalui irigasi tetes. Sistem fertigasi ini juga dapat diaplikasikan pada pertanian konvensional atau media tanah, akan tetapi lebih terkenalnya sistem fertigasi ini dipakai di sistem pertanian hidroponik. Di sistem pertanian hidroponik metode fertigasi di pakai pada tanaman sayuran buah seperti paprika, cabai, tomat, terong, mentimun, melon, semangka, strawberry dan tanaman sayur buah lainnya.

  • Aeroponics System

System Aeroponik merupakan sistem hidroponik yang paling canggih diantara sistem hidroponik yang lain dan dapat memberikan hasil terbaik. Sistem aeroponik cara kerjanya  dengan penyemprotkan nutrisi secara langsung keakar tanaman. Larutan nutrisi yang disemprotkan dalam bentuk kabut pada akar tanaman sehingga akar tanaman lebih mudah menyerap nutrisi yang nota bene nutrisinya banyak mengandung oksigen. Untuk menciptakan partikel-partikel air dalam bentuk kabut pada sistem ini dibutuhkan pompa bertekanan tinggi. Berbeda jauh dengan sistem hidroponik lainnya yang tidak membiarkan tanamnnya menggantung, pada sistem aeroponik ini, akar tanaman dibiarkan menggantung dan pengabutan larutan nutrisi dilakukan dari bawah akar.

Dalam mempraktekkan cara menanam hidroponik bisa disesuaikan dengan kondisi lahan, ketersediaan peralatan hidroponik yang kita miliki, juga modal yang kita miliki. Semakin canggih suatu sistem hidroponik yang digunakan maka biaya yang dikeluarkan semakin tinggi. Bagi hidroponikers pemula dan untuk hanya skala hobbi, biasanya memilih system wick karena paling mudah, sederhana dan biayanya murah.

Demikian pemaparan berbagai macam sistem hidroponik yang perlu kita ketahui sebelum mula bercocok tanam hidroponik. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi. Terima kasih..

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *