Beberapa Jenis Hama dan Penyakit Utama Tanaman Cabai Saat Musim Hujan

Beberapa Jenis Hama dan Penyakit Utama Tanaman Cabai Saat Musim Hujan

Beberapa Jenis Hama dan Penyakit Utama Tanaman Cabai Saat Musim Hujan

Tanaman buah cabai, baik itu cabai rawit, cabai besar, ataupun cabai merah keriting memang akan selalu menjadi salah satu tanaman paling favorit bagi petani hortikultura. Hal ini dikarenakan cabai merupakan tanaman sayuran buah yang memberikan keuntungan paling besar.

Harga cabai yang seringkali mengalami kenaikan harga sangat signifikan menjadi daya tarik yang tersendiri sehingga banyak sekali yang merasa penasaran untuk mencoba membudidayakannya.

Beberapa Jenis Hama dan Penyakit Utama Tanaman Cabai Saat Musim Hujan

Tanaman yang bagian buahnya mempunyai rasa sangat pedas ini pada dasarnya dapat ditanam dan mampu tumbuh dengan baik pada segala macam musim, yaitu pada musim kemarau ataupun musim penghujan.

Terlebih pada jaman sekarang ini, seiring dengan teknologi yang sudah semakin berkembang maka sudah ada benih cabai hibrida dengan kualitas unggul serta toleran pada segala musim.

  1. Permana Yufdi yang merupakan Kepala Pusat Penelitian Hortikultura, Badan Litbang Pertanian menjelaskan bahwa waktu yang paling tepat untuk penanaman buah cabai adalah saat musim kemarau dan masa panen pada musim hujan.

Menurutnya hal ini bertujuan agar terhindar dari gejolak harga cabai, terlebih resiko serangan hama atau penyakit tanaman ini lebih kecil. Namun kendala yang biasa dialami saat membudidayakan tanaman cabai pada musim kemarau adalah masalah sistem pengairan, banyak sekali petani yang mengalami kegagalan panen karena tanaman cabai kekurangan air.

Budidaya tanaman cabai pada musim kemarau ataupun musim hujan sebenarnya sama-sama beresiko untuk mengalami gagal panen, perbedaannya hanya terdapat pada penyebabnya saja. Penyebab gagal panen pada saat musim kemarau karena memang kurangnya pasokan air,  sedangkan pada musim hujan dikarenakan kelebihan air.

Masalah paling utama dalam budidaya tanaman cabai pada musim hujan adalah cuaca yang kurang kondusif, karena curah hujan akan sangat tinggi disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi pula. Keadaan seperti ini bisa memicu perkembangan beberapa jenis OPT atau organisme pengganggu tanaman baik itu hama ataupun penyakit.

Resiko untuk mengalami gagal panen dalam menanam tanaman cabai pada musim penghujan lebih sering disebabkan oleh kedua jenis organisme penganggu tanaman ini, terutama penyakit pada tanaman cabai yang diakibatkan oleh jamur dan bakteri.

Namun petani cabai di negara kita selama ini lebih memilih membudidayakan tanaman cabai pada musim penghujan dengan berbagai macam alasan ataupun pertimbangan. Salah satunya yaitu mengenai sistem pengairan, ketika musim penghujan tanaman cabai akan mendapatkan pasokan banyak air tanpa perlu melakukan penyiraman.

Yang perlu Anda waspadai pada saat musim penghujan adalah terjadinya serangan hama atau penyakit yang insentisitasnya jauh lebih tinggi. Adapun jenis-jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabai saat musim penghujan adalah penyakit yang disebabkan karena bakteri, penyakit yang diakibatkan oleh jamur atau bakteri seperti fusarium, antraknosa, dan phytophthora.

Beberapa Jenis Hama dan Penyakit Tanaman Cabai pada Musim Penghujan

Ulat Grayak (Spodoptera litura)

Ulat grayak juga biasa disebut sebagai ulat tentara karena hama ulat ini biasa menyerang secara bergerombol atau berkelompok dalam jumlah yang cukup banyak. Ulat grayak biasanya akan menyerang daun muda sampai daun tua, daun yang telah terserang akan berlubang dan meranggas. Pada serangan yang cukup parah hama ini mampu menghabiskan seluruh daun tanaman cabai.

Pencegahan dan pengendalian hama ulat grayak:

1). Menjaga kebersihan kebun penanaman dengan cara membersihkan gulma atau rumput liar

2). Pengendalian dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida kimia, seperti Matador, Metindo, Curacron, Biocron, Regent, dan lainnya.

Kutu Kebul (Bemisia tabaci)

Hama kutu kebul yang menyerang tanaman buah cabai adalah Bemisia tabaci. Hama ini memiliki warna putih, bersayap dan bagian tubuhnya diselimuti dengan serbuk seperti lilin.

Hama kutu kebul bisanya akan menyerang serta menghisap langsung cairan daun tanaman cabai sehingga sudah pasti jaringan dan sel-sel daun akan rusak. Kutu kebul adalah vektor paling utama virus gemini yang menjadi penyebab penyakit bulai.

Pencegahan dan pengendalian hama kutu kebul:

a). Melakukan sanitasi kebun

b). Melakukan penyemprotan insektisida kimia seperti imidakloprid, abamectin dan tiamektoksam.

Hama Jangkrik dan Gangsir

Hama jangkrik dan gangsir biasa menyerang tanaman buah cabai pada saat musim penghujan. Hama ini biasanya akan menyerang pada malam hari dengan cara memakan bagian pangkal tanaman yang masih muda sampai terputus.

Tanaman buah cabai yang sangat rawan sekali untuk terserang hama jangkrik dan gangsir adalah tanaman cabai muda yang baru saja dipindah tanam.

Pencegahan dan pengendalian jangkrik dan gangsir:

a). Pencegahan bisa dilakukan dengan cara menutup lubang tanam secara rapat agar musa plastik dan tanah tidak akan berongga. Hal ini akan sangat membantu untuk dapat meminimalisir serangan.

b). Melakukan penyemprotan insektisida yang berbahan aktif fipronil pada saat sore hari.

Ulat Buah (Helicoverpa sp)

Hama ulat buah umumnya menyerang buah cabai yang masih muda dan berwarna hijau. Penyerangan dilakukan dengan cara membuat lubang atau memakan bagian daging buahnya. Buah cabai yang terserang akan berlubang di bagian dalamnya lalu menguning dan akhirnya rontok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *