11 Macam Media Tanam Hidroponik Yang Paling Baik

11 Macam Media Tanam Hidroponik Yang Paling Baik

11 Macam Media Tanam Hidroponik Yang Paling Baik

Media tanam hidroponik ialah suatu material atau bukan bahan tanah yang digunakan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman hidroponik. Media tanam berfungsi sebagai penopang supaya tanaman dapat berdiri dengan tegak dan tidak mudah roboh. Salah satu perbedaan yang terlihat antara menanam konvensional dengan sistem hidroponik terletak pada media tanam yang digunakan dalam menanam.

11 Macam Media Tanam Hidroponik Yang Paling Baik

Secara konvensional, media tanamnya adalah tanah, sedangkan pada sistem hidroponik menanam tanaman dengan menggunakan medai non tanah, ada beberapa jenis media tanam yang dapat digunakan pada sistem hidroponik antara lain : Sekam Bakar/Arang Sekam, Spons, Expanded Clay, Rockwool, Cocopeat (serbuk serabut kelapa), Perlite, Pumice, Vermiculite, atau Akar Pakis dan lain sebagainya. Untuk mengetahui penjelasan dari semua jenis media tanam hidroponik, berikut kita simak ulasannya,

  • Arang Sekam

Arang sekam atau sekam bakar adalah limbah dari proses penggilingan padi atau lebih tepatnya kulit padi yang kemudian dibakar. Arang sekam banyak digunakan sebagai media tanam hidroponik karena harganya yang lebih murah dan mudah untuk ditemukan. Perolehan arang sekam untuk media tanam adalah dari limbah yang berupa kulit padi yang dilakukan dengan teknik pembakaran tidak sempurna. Arang sekam bukan hanya  harganya yang murah dan dapat ditemukan dengan mudah, arang sekam juga sangat baik digunakan sebagai media tanam hidroponik karena lebih steril dari bakteri dan cendawan. Arang sekam bukan hanya digunakan sebagai media semai, arang sekam juga digunakan sebagai media tanam sistem hidroponik. Keunggulan lain arang sekam adalah memiliki daya tahan cukup lama, tidak mudah terurai dan bisa digunakan berulang-ulang.

  • Spons

Spons atau busa merupakan material sintetis berpori yang umumnya sebagai bahan lapisan sofa atau jok kendaraan. Spons memiliki kemampuan menyerap dan menahan air yang tinggi sehingga cocok sebagai media semai maupun media tanam.

  • Expanded Clay

Expanded clay merupakan media tanam yang terbuat dari sejenis tanah liat yang sudah mengandung unsur hara atau mineral. Expanded clay cocok digunakan sebagai media semai karena mempunyai kelebihan yaitu memiliki kemampuan untuk menyimpan kandungan air bersih dengan baik, lalu ber pH netral dan stabil, serta memiliki aerasi yang cukup sempurna .

  • Rockwool

Rockwool adalah media tanam anorganik yang berbentuk mirip dengan busa, sangat ringan dan memiliki serabut-serabut halus. Rockwool berasal dari campuran batuan basalt, batu bara, batu kapur yang dipanaskan dengan suhu yang sangat tinggi sampai 1.600° C. Rockwool dijual dalam bentuk lempengan atau blok-blok rockwool berukuran besar. Dalam pengaplikasiannya untuk media semai maupun tanam, blok rockwool dipotong kecil-kecil. Rockwool bisa digunakan sebagai media semai maupun media tanam karena kelebihannya yang tidak dimilki oleh media tanam yang lain yaitu, soal perbandingan komposisi air dan udara yang mampu disimpan olehnya. Akan tetapi rockwool memiliki pH yang cukup tinggi, sehingga memerlukan perlakuan khusus sebelum digunakan untuk media tanam maupun media semai.

  • Cocopeat (Serbuk Sabut Kelapa)

Cocopeat (serbuk sabut kelapa) merupakan media tanam yang tergolong organik yang diperoleh dari hasil pengolahan limbah sabut kelapa. Cocopeat cukup stabil dan memiliki pH antara 5.0 – 6.8 dan daya serap air tinggi sehingga sangat baik untuk digunakan sebagai media tanam maupun semai. Cocopeatdari bahan organik jadi aman untuk manusia, tanaman dan tentunya ramah lingkungan. Untuk aplikasinya sebagai media tanam hidroponik, cocopeat biasanya akan dicampur dengan arang sekam terlebih dahulu karena untuk  untuk meningkatkan aerasi dan pasokan oksigen pada akar tanaman tercukupi. Sebab cocopeat memiliki daya serap air yang sangat tinggi, sehingga tingkat aerasinya kecil. Semakin tinggi tingkat aerasi akan berpengaruh baik untuk pasokan oksigen pada akar tanaman. Cocopeat dapat menyimpan air sampai 73 % atau 6 – 9 kali lipat dari volumenya, jadi lebih hemat bila bercocok tanam hidroponik menggunakan cocopeat karena intensitas penyiraman dilakukan lebih jarang.

  • Hydroton

Hydroton merupakan media tanam buatan yang berasal dari bahan dasar lempung yang dipanaskan. Media tanam hydroton berbentuk bulatan kecil, memiliki pori-pori kecil, dengan ukuran bervariasi antara 1 – 2,5 cm. Pori-pori kecil pada hydroton memiliki peran untuk menyerap air nutrisi sehingga mampu menjaga ketersediaan nutrisi bagi tanaman. Hydroton merupakan media tanam hidroponik yang baik karena hydroton cukup stabil dan memiliki pH netral. Dengan bentuk hydroton yang bulat, dan juga media tanam ini  sangat poros, hydroton  mampu menyediakan oksigen yang cukup bagi akar tanaman. Hydroton dapat digunakan berulang-ulang sehingga dapat menghemat media tanam dan juga hemat biaya.

  • Perlite

Perlite adalah media tanam anorganik yang dibuat dari batu silika yang dipanaskan dengan suhu tinggi lalu mencair dan diubah kedalam ukuran kecil. Perlite berbobot sangat ringan, pH netral dan memiliki aerasi tinggi. Biasanya perlite dicampur dengan media tanam organik seperti cocopeat agar tanaman dapat menyerap unur hara secara lebih optimal. Perlite memilki kelebihan yaitu, kemampuannya untuk menyimpan nutrisi/unsur hara dengan jumlah yang tinggi yang diperlukan tanaman, dan juga merupakan sistem drainase yang cukup baik.

  • Vermiculite

Vermiculite meruapakan media tanam anorganik yang terbuat dari batuan yang dipanaskan dengan batuan yang cukup tinggi dan memiliki sifat agak mirip dengan perlite. Yang  membedakan antara vermiculite dan perlite adalah kemampuan daya serap dan bobotnya. Vermiculite memiliki daya serap air lebih tinggi, itulah sebabnya orang memilih vermiculite sebagai media tanam yang bagus dan vermiculite juga memiliki bobot lebih berat daripada perlite jadi diharapkan mampu menopang tanaman hidroponik lebih kuat untuk proses pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk pengaplikasiannya sebagai media tanam hidroponik, vermiculite dapat dicampur dengan perlite.

  • Akar Pakis

Bukan hanya arang sekam yang dapat ditemukan dengan mudah sebagai media tanam hidroponik organik terdapat akar pakis yang bisa didapatkan di alam. Namun kekurangan akar pakis untuk media tanam adalah memiliki daya serap air yang kurang baik dan mudah terurai atau busuk. Untuk meningkatkan daya serap yang tinggi terhadap air, akar pakis dapat dicampur dengan arang sekam atau cocopeat. Akar pakis dapat digunakan pada saat darurat saja atau jika tidak ada media tanam lainnya sebabnya karena akar pakis banyak kelemahannya.

  • Hidrogel

Hidrogel merupakan media tanam anorganik yang terbuat dari kristal polimer. Hidrogel  memiliki kelebihan yaitu daya serap air yang cukup baik. Hidrogel juga memiliki kelebihan lain yaitu mampu menyerap nutrisi dalam volume dengan jumlah yang banyak. Hidrogel ini juga ramah lingkungan lho teman, karena dapat terurai dan membusuk.

  • Pumice

Pumice adalah jenis media tanam yang berasal dari batuan basalt hasil dari letusan gunung. Kita dapat menemukan pumice ini di pantai-pantai yang terkumpul sebagai akibat dari letusan gunung yang sudah ratusan tahun sebelumnya. Pumice memiliki kemampuan sama seperti kerikil dalam mengikat air. Untuk mendukung akar tanaman dapat menyerap nutrisi dan dapat tumbuh dengan baik sebaiknya pumice dicampur dengan arang sekam atau vermiculite.

Demikian mengenai macam-macam media tanam hidroponik, semoga bermanfaat. Terima kasih.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *